Kesabaran Hati Suamiku

Kesabaran Hati Suamiku
merasa cinta


__ADS_3

Aku membiarkan Arka yang terus terlelap sambil mendekapku. Aku terus memandangi wajahnya, meskipun hanya ada sedikit cahaya dari lampu tidur yang berada jauh dari tempat kami. Tapi wajah tampan Arka terlihat dengan jelas.


Aku terus memandangi wajahnya, sampai muncul niat untuk menjahilinya. Aku ketuk-ketuk hidungnya menggunakan ujung jari telunjukku. Tak lama kemudian Arka mengerjapkan matanya, Karena merasa terganggu tidurnya.


"Heemm, sudah mulai jahil ya" Arka berbicara dengan mata yang masih terpejam. Aku hanya cekikikan karena usahaku menjahilinya berhasil membuatnya terbangun.


"Habisnya nggak ada kerjaan" Jawabku


Arka meraih tanganku dan menggenggamnya. "Kamu nggak tidur?" Arka mulai membuka matanya dan memandangiku. Aku menggelengkan kepalaku.


"Kenapa nggak tidur ?"


"Nggak ngantuk" Aku semakin mengeratkan pelukanku.


"Nggak ngantuk terus jahilin aku yang lagi tidur gitu?" Arka menarik hidungku.


"Aaww... sakit" Aku pun menempelkan wajahku ke dada bidangnya.


"Jam berapa ini?" Tanya Arka


"Jam lima" Jawabku


"Ya sudah aku mau bangun terus sholat dulu ya" Arka berusaha menyingkirkan tanganku dari tubuhnya.


"Nggak mau, aku masih mau di peluk" Ucapku dengan sangat manja.


"Caca, sekarang aku mau sholat dulu ya. Nanti aku peluk lagi ya." Rayunya


"nggak mau" Aku terus mendekapnya.


"Kemarin nggak mau di pegang, sekalinya di pegang nggak mau lepas nih" Goda Arka padaku.


"iihhh..." Aku pun segera melepasnya karena merasa malu mengungkit waktu yang sudah terlewati dimana aku sudah menyia-nyiakannya.


Aku bangun dan berdiri meninggalkannya yang masih di sofa. Aku berjalan menuju ranjangku. Aku pun merebahkan tubuhku ke ranjang. Aku melirik Arka yang sudah berjalan menuju kamar mandi.


Tak lama kemudian Arka keluar lagi dan mulai untuk sholat subuh. Aku terus memperhatikannya sampai sholatnya selesai.


Setelah melipat sajadahnya aku melihat Arka berjalan mendekat ke arahku. Dengan cepat aku memejamkan mata,untuk pura-pura tidur. Arka duduk di sisi ranjang, tiba-tiba aku merasakan ciuman di keningku. Aku pun terkejut dan seketika membuka mataku.


"Aku tahu kamu pura-pura tidur" Kata Arka yang membuatku langsung tertawa.


"Sini deh ikut tiduran" Aku menarik tangan Arka dan menggeser tubuhku memberi tempat buat Arka. Arka pun menuruti mauku.


Arka membaringkan tubuhnya di sebelahku. Aku pun segera memeluk tubuhnya. Arka membalas pelukanku.


"Jam berapa ke bandara?" Tanya Arka.


"Jam sembilan. Nanti habis dari bandara kita mampir ke rumah baru ya"


"Siap non" Jawab Arka


"iihhh Apaan sih kok manggil gitu"


"Kan dulu pertama kali aku manggil kamu dengan sebutan itu, sampai papa yang protes. " Kenang Arka mengingat kejadian beberapa saat setelah menikah.


"Jangan sebut itu lagi ah" Jawabku sedikit sewot padanya.


"Iya sayang" Jawab Arka.


"Nah itu baru bagus" Kataku pada Arka.


"masa sih?" Tanya Arka sedikit menggodaku.


"Sepertinya sebutan kata sayang lebih bagus deh kedengarannya, daripada harus manggil dengan sebutan nama, Caca - Arka" Jelasku.


"Ya sudah mulai sekarang kita ganti panggilannya ya." Kata Arka menambahkan.


"Iya sayangku" Aku semakin mengeratkan pelukanku pada Arka.

__ADS_1


tookkk


tookkk


tookkk


Terdengar suara ketukan pintu kamarku.


"Siapa sih, ganggu saja ?" Gerutuku.


"Biar aku yang buka ya" Jawab Arka sambil melepaskan pelukannya.


Arka berjalan membukakan pintu. Dan terdengar sedang berbicara dengan seseorang. Tak lama kemudian Mbok Imah masuk membawa sarapan untukku.


Kalau jam tujuh aku belum turun untuk sarapan, mbok Imah selalu membawakan sarapan untukku, meskipun itu hanya salad buah dan dan segelas air putih hangat.


Mbok Imah meletakkan nampan itu di meja dekat TV.


"Makasih ya mbok"


"Iya non" kemudian mbok Imah berjalan mendekatiku dan berbisik di telingaku "Non, wajah non tampak berbeda dari biasanya" Mbok Imah pun tertawa.


"Apaan sih mbok" Aku pun tertawa mendengar ucapan mbok Imah.


Arka hanya tersenyum melihat tingkah mbok Imah denganku. Kemudian mbok Imah pamit untuk kembali menyelesaikan pekerjaannya yang lain.


Aku segera bangun dan duduk di sofa buat sarapan.


"Mau ngapain?" Tanya Arka segera mendekatiku yang sedang duduk di sofa.


"Sarapan dulu" Jawabku


"Iihhh... belum cuci muka belum gosok gigi sudah mau sarapan, jorok" Ledek Arka.


"Biarin aja" Jawabku


"Sana gosok gigi dulu. Kumannya ikut di telan tuh entar." Ledek Arka lagi.


Setelah mandi aku langsung ganti pakaian, aku baru teringat kalau mau pakai baju yang dari Arka.


Aku keluar dari ruang ganti hanya dengan menggunakan handuk. Aku melihat Arka sedang nonton TV. Aku mendekatinya dan berdiri di sampingnya yang sedang duduk di sofa.


"sayang, dimana baju yang kemarin?" Tanyaku pada Arka. Dan dia langsung melotot melihatku yang hanya pakai handuk.


"Astaghfirullah... bikin kaget saja. Kok nggak pakai baju sih. Nanti ada yang masuk gimana" Ucap Arka sambil melihat pintu kamar yang memang sudah tertutup.


"Ya enggaklah, nggak ada yang berani masuk begitu saja tanpa mengetuk pintu, aku nyari baju yang kemarin kamu beli itu"


"Oh itu, eh aku taruh di lemari lipat yang paling atas" Jawab Arka sambil menoleh ke kanan dan ke kiri.


"Kamu kenapa sih, kok kayak salah tingkah gitu? keringetan juga" Aku pun mengusap keningnya yang keringetan padahal AC sedang menyala.


Arka tampak seperti orang yang sedang kebingungan saat aku menyentuh keningnya.


"Aku mau keluar ya, aku mau manasin mobil dulu" Arka mengusap sendiri keningnya yang berkeringat dan segera berdiri.


"Ya sudah sana, tapi ganti dulu kemejanya pakai baju yang samaan." Ucapku


"Nanti aja" Arka segera pergi keluar kamar dan kembali menutup pintu kamar.


Aku kembali ke ruang ganti, mencari baju yang di beli Arka. Setelah ketemu aku pun memakainya. Aku padukan dengan bawahan celana jeans warna hitam. Lalu berdiri di depan kaca yang besar sehingga terlihat semua dari ujung kaki sampai ubun-ubun. Aku perhatikan tubuhku di depan kaca, cocok juga aku memakainya.


Aku segera kembali ke kamar, duduk di sofa dan menikmati sarapanku yang tadi di antar sama mbok Imah sampai tak tersisa sedikitpun.


Setelah sarapan aku pun berpindah duduk di depan meja rias. Memoles tipis bedak di wajahku, karena aku sendiri nggak suka makeup yang terlalu tebal dan menor. Semua makeup sudah aku poleskan ke wajahku, termasuk lipstik pun sudah aku oleskan di bibirku. Aku menyisir rambut hitamku yang panjang secara perlahan. Aku melihat pintu kamar terbuka dari dalam cermin.


Arka kembali memasuki kamar. Dan segera melepas kemejanya. Tampak lengannya yang berotot, dan dada bidangnya yang hanya tertutup singlet putih.


"Kamu sudah selesai?" Tanya Arka saat dekat berjalan di belakangku. Aku pun menghentikan kegiatanku menyisir rambut.

__ADS_1


"Sudah." Jawabku singkat.


"Aku mau mandi dulu ya, gerah banget" Kata Arka sambil memasuki kamar mandi.


"Aku siapkan bajunya ya" Teriakku dari dalam kamar.


"Iya" Arka juga ikut berteriak dari dalam kamar mandi.


Aku pun menyiapkan baju yang akan di pakai Arka. Aku mencari celana jeans Arka yang warna hitam biar sama denganku. Aku lihat satu persatu tumpukan celana Arka, Aku pun menemukannya setelah cukup lama aku mencarinya.


"Akhirnya ketemu juga" Gumamku sendiri.


Tak lama Arka juga keluar dari kamar mandi hanya dengan mengenakan handuk menutupi pinggang sampai lututnya.


"Sayang, ini aku sudah siapin baju sama celananya, aku keluar dulu ya"


"oh iya, makasih ya sayang" Jawab Arka.


Aku pun segera keluar dari kamar ganti. Meninggalkan Arka yang akan ganti baju. Biarpun aku sudah sah menjadi istrinua, tapi aku masih canggung jika ada di hadapannya dalam keadaan seperti ini. Bagaimanapun juga dia adalah orang asing yang belum lama aku kenal.


Aku berjalan keluar kamar dan menuruni tangga. Sampai di bawah tangga aku bertemu dengan mama.


"Eh anak mama sudah cantik. Seger banget nih wajahnya" Mama segera memeluk dan mencium keningku.


"Pagi ma, mama nggak ke kantor?" Tanyaku pada mama.


"Mama ambil libur dulu" Jawab mama


"Berapa hari ma?" Tanyaku lagi.


"Tiga hari, hari ini sampai lusa" Jawab mama lagi.


"Tumben lama ma ambil libur, biasanya cuma sehari aja"


"Hari ini mama mau antar kakak kamu, besok kamu pindahan dan lusa acara syukuran rumah baru makanya mama ambil libur tiga hari" Aku hanya manggut-manggut saja mendengar penjelasan mama.


Aku berjalan menggandeng tangan mama menuju sofa di ruang tengah.


"Ma, mau nanya boleh?"


"Nanya apa sih?" Kata mama sambil duduk di sofa.


Aku pun duduk di samping mama. "Ehmmm, gini ma, ehmmm jadi nggak enak nih, mulai dari mana ngomongnya" Kataku dengan gugup dan bingung .


"Mau nanya apa sih kok sampai gelagapan gitu" Kata mama sambil memegang tanganku.


"Ma, sekarang aku jadi suka salah tingkah kalau di hadapan Arka. Aku juga merasa agak gimana gitu kalau di dekatnya. Kenapa ya ma kok jadi kayak gini?" Dengan penuh keberanian akhirnya aku bertanya pada mama.


"hahaha... Kamu ini aneh banget sih sayang, itu namanya kamu lagi jatuh cinta. Emang dulu waktu kamu sama Farhan kamu nggak kayak gini?" Tanya mama.


"Waktu sama Farhan nggak gini-gini banget sih ma, biasa aja. Biarpun di tinggal ke luar kota juga nggak pernah tuh namanya kangen berat. Malah kadang bosan kalau pas lagi jalan sama dia. Udah ah ma jangan bahas dia lagi"


"Kamu sendiri yang membahasnya, mama kan cuma nanya aja. Terus gimana sekarang antara kamu sama Arka." Kata mama.


"Aku merasa kalau aku nggak mau jauh darinya ma. Sepertinya aku mulai sayang sama dia" Aku menyandarkan kepalaku di pundak mama. Mama pun mengusap rambutku.


"Kalau kamu merasa seperti itu, mulai sekarang berusahalah jadi istri yang baik buatnya, awalnya mama memang kurang suka sama Arka, tapi setelah mama bertemu dengannya untuk pertama kali, mama merasa kalau dia adalah lelaki yang baik buat kamu, mama minta jangan pernah sakiti dia ya." Mama pun mengecup keningku.


"Ada apa nih kok tumben nempel sama mama, biasanya sama mbok Imah" Tiba-tiba kak Bayu datang menghampiriku.


"Iihhh Apaan sih kak." Aku pun mencubit lengan kak Bayu.


"Aauww... sakit... ampun ..ampun.." kak Bayu mengatupkan kedua tangannya.


Aku melihat Arka menuruni tangga sambil membawa tas kecilku. Arka berjalan ke ruang tengah menghampiriku.


"Eheemm... Cieeee... samaan nih sekarang baju sama celananya" Ledek kak Bayu.


"Kakaaakk" Aku pun kembali mencubitnya.

__ADS_1


"Bayu... Caca.. sudah. Cukup bercandanya" Mama mulai melotot menatapku dan kak Bayu secara bergantian. Kami pun langsung terdiam.


__ADS_2