Kesucian Cinta

Kesucian Cinta
107


__ADS_3

Malam ini mereka berada di ballrom Emeral hotel. Hira memberikan sambutan pembuka sebagai Founder Yayasan Kasih Erra, setelah pembawa acara mempersilahkannya.


"Terimakasih untuk para donator yang sudah mendukung program mental care ini. Kami dari Yayasan Kasih Erra sangat bersyukur dan berterimakasih atas bantuan kalian. Tanpa kalian kami bukanlah siapa-siapa."


"Dari dana yang terkumpul selama satu bulan ini


Yayasan Kasih Erra akan membangun Healthful Land Project. Healthful Land merupakan sebuah kawasan seluas kurang lebih 5000m² di atas ketinggian 1400 di area Lembang. Tempat ini digunakan untuk penanganan pasien yang mengalami mental illnes. Untuk mereka yang kurang berdaya dan tidak memiliki uang untuk berobat."


"Yayasan Kasih Erra ingin menyediakan tempat untuk orang-orang yang mengalami depresi, trauma atau memiliki luka batin lainnya. Mereka yang bingung tidak tau harus pergi kemana. Mereka yang tidak punya uang harus mencari pertolongan kemana. Kita akan membantu mereka berobat jalan."


"Healthful Land menerapkan nature is healing, alam mampu menyembuhkan. Menurut informasi yang saya ketahui, alam dapat menyelesaikan lima puluh persen pekerjaan dalam penyembuhan. Karena alam memberikan energi positif sehingga mempercepat proses penyembuhan dari luka batin."


"Kawasan yang akan kita bangun ini sangat sangat cocok untuk healing secara alami. Kita akan menyediakan tempat untuk fun activities dan berolahraga. Kita juga akan memberdayakan mereka yang mengalami depresi karena merasa tidak berguna."


"Ketika orang yang sehat saja butuh refreshing, apalagi mereka yang sedang tidak baik-baik saja. Banyak orang-orang yang tidak berdaya, memilih mengabaikan kesehatan mental mereka, karena untuk makan saja susah apalagi berpikir untuk pergi liburan."


"Harapan kami, Yayasan Kasih Erra dapat membersamai para penyandang mental illnes dan memberikan solusi untuk mereka yang membutuhkan." Hira menutup sambutannya dengan senyuman bahagia.


Erfan menyambut sang istri dari bawah panggung dengan merentangkan kedua tangannya. "Bangga banget sama istriku ini," ungkapnya seraya mengecup di kening.


"Semua karena kamu Mas, semua gak bisa terwujud tanpa dukunganmu. I love you." Apalagi yang yang Hira perlukan sekarang, selain suaminya. Cukup seorang Erfan yang berada di belakangnya, itu sudah membuat ia menjadi sangat berarti.


"Woi tempat umum, kalian bisa-bisanya bermesraan," Guntur berdecak.


"Anggap aja, dunia hanya milik kami berdua." Jawab Hira asal. Guntur memutar bola mata malas, apalah nasibnya yang tak memiliki pasangan ini.


"Anak Mama hebat banget," Btari datang memeluk menantu kesayangannya. "Sehat-sehat, Sayang."

__ADS_1


"Makasih Mah, semua karena Mas Erfan." Setiap pujian yang ditujukan padanya, Hira selalu mengembalikan pada Erfan. Sosok yang selalu menyokongnya dari belakang.


"Papa bangga sama kalian." Hardiyata memeluk putranya lalu mengusap puncak kepala sang menantu.


"Makasih Pah." Ucap Erfan tulus, ia kembali merangkul sang istri.


"Jadi ini Founder Yayasan Kasih Erra," sapa Elvina takjub. "Kalian klop bener ya. Ah, aku gak nyangka kalau istri Erfan yang tadi tampil di depan panggung." Pujinya lalu memeluk Hira.


"Aku gak dipeluk juga nih?" Goda Erfan pada Elvina, ibu satu anak itu mencebikkan bibir.


Erfan seperti sedang mengadakan reunian, para sahabat dan orang-orang tersayangnya hadir. Padahal niatnya transparansi dana yayasan saja.


"Kami masih membuka donasi. Bagi para donatur yang bingung cara ngabisin duitnya bisa salurkan ke Yayasan Kasih Erra. Sebenarnya acara malam ini dibuat sebagai bentuk transparansi dari Yayasan Kasih Erra. Sekaligus peletakkan batu pertama untuk Healthful Land Project, berhubung kita semua tidak di lokasi jadi virtual saja." Ujar pembawa acara dari atas panggung dengan tertawa renyah, bertepatan diputarnya video peletakkan batu di lokasi Healthful Land yang diwakili kepala desa daerah setempat.


"Tidak hanya itu saja, ternyata ada donatur yang sangat baik hati, saya jadi sangat terharu. Beliau memberikan cek yang berisi senilai satu miliyar untuk Yayasan Kasih Erra. Ini sungguh suatu penghargaan untuk kami."


Lelaki yang berdiri di atas panggung itu menjeda kalimatnya. Memunculkan tanda tanya dari para tamu undangan yang hadir.


"Papa," Hira menatap Hardiyata dengan mata berkaca-kaca. Lelaki paruh baya itu merentangkan tangan. Memeluk erat sang menantu.


"Terimakasih sudah menjadi perempuan kuat, Sayang." Hardiyata sangat bangga memiliki anak dan menantu yang sungguh luar biasa. Allah punya rencana yang sangat indah.


"Jangan menangis!" Ujar Btari mengelus puncak kepala Hira.


"Saya percaya semua yang hadir di sini merupakan orang-orang baik." Pembawa acara itu masih berkoar-koar di depan panggung.


"Kenapa? Karena sekarang saya mendapat satu cek lagi. Rupanya ada yang tidak mau kalah dengan Pak Hardiyata." Guraunya yang mendapat tatapan terpana dari semua yang hadir. Menebak-nebak siapa pengusaha dermawan selanjutnya.

__ADS_1


"Eh, tidak hanya satu cek. Wah-wah, persaingan sengit ternyata. Saya serasa sedang melakukan lelang."


"Mau saya kasih tau ini cek dari siapa?" Ujar lelaki itu mengipas-ngipaskan cek di tangannya dengan bersemangat, bibirnya tidak berhenti menyunggingkan senyuman manis.


"Saya tau kalian penasaran, saya juga. Saya jual satu ginjal pun uangnya tidak akan sampai satu cek ini. Saya jadi berpikir, harus mengumpulkan berapa ginjal biar bisa punya uang segini." Ucapnya dramatis sambil menggeleng-gelengkan kepala.


"Saya ingin kebahagiaan ini disampaikan langsung oleh Founder Yayasan Kasih Erra. Kepada dr. Fakhira Shakira dan Bapak Erfan Bumi Wijaya silahkan naik ke atas panggung."


Erfan tau siapa pelakunya, ia tersenyum pada orang-orang yang sudah berdiri di sekitarnya sejak tadi. "Ayo Sayang," Hira mengangguk menyambut uluran tangan suaminya.


"Pasangan serasi kita sudah ada di atas panggung. Mohon doanya untuk Ibu Founder kita yang sedang hamil ini sehat selalu, sang suami juga tentunya."


"Jika pepatah mengatakan di balik kesuksesan seorang pria, selalu ada sosok wanita hebat. Saya sangat meyakini itu, buktinya sekarang ada di depan kita."


"Saya pernah membaca sebuah kalimat yang berbunyi Perempuan sukses akan menjadi inspirasi bagi perempuan sukses lainnya. Dan semua perempuan sukses mengakui bahwa di balik kesuksesan mereka ada ayah dan suami yang hebat, yang mendorong dan memotivasi mereka untuk terus maju dan berhasil. Di sini saya dapat melihat, sosok Bapak Erfan yang selalu berdiri di samping dr. Hira. Semoga beliau bisa menjadi sumber inspirasi untuk lelaki hebat di luar sana, termasuk saya sendiri." Ucapnya kemudian memberikan mix pada Erfan.


Erfan menggenggam tangan Hira lalu mengecupnya, yang mengundang riuh dari para tamu undangan. "Terimakasih untuk perempuan hebat yang sudah berdiri di samping saya. Awalnya Yayasan Kasih Erra ini saya bangun demi membuat istri saya tetap diam di rumah agar tidak bosan." Tangan lelaki itu berpindah merangkul pundak istrinya.


"Pasti kalian pikir Erra itu berasal dari nama kami berdua. Tapi kata bidadari saya tidak hanya itu." Ucap Erfan tersenyum menatap istrinya.


"Erra itu dalam bahasa Skandinavia, artinya Dewi obat-obatan, entahlah hubungannya apa dengan yayasan ini. Pasti kalian bertanya-tanya, Skandinavia termasuk negara mana? Yang penasaran silahkan cek mbah google." Lanjutnya dengan tertawa kecil.


"Sebuah kehormatan bagi saya dan istri saya berdiri di depan sini. Bukan kami yang pantas menerima penghargaan ini, tapi kalian yang sudah menjadi bagian dari pembangunan Healthful Land Project."


"Jika kalian ingin tau, sebenarnya saya juga terpaksa menyetujui mencari donatur untuk Healthful Land Project ini, mengingat dia sedang hamil muda." Lelaki itu melirik istrinya yang tersipu malu.


"Tapi kalian para ayah pasti tau, alasan yang paling tidak bisa para suami tolak, yaitu ngidam." Curhat Erfan yang mendapatkan riuh tawa. "Jadi Healthful Land Project ini adalah ngidam yang paling menakjubkan bagi saya. Ngidam yang bisa mengucurkan pahala karena bisa mengajak orang menjadi bagian dari Yayasan Kasih Erra dan juga membantu banyak orang yang membutuhkan."

__ADS_1


"Ah jadinya terlalu panjang curhatan saya, untuk membacakan siapa saja yang masih berbaik hati membagikan sebagian hartanya untuk Yayasan Kasih Erra saya serahkan pada istri saya tercinta."


"Saya yakin, dia pasti akan menangis lagi karena terharu. Terimakasih, untuk kalian yang sudah membuat orang yang saya cintai ini bahagia." Ucap Erfan lalu mengecup samping kepala Hira setelah memberikan mix nya.


__ADS_2