
pagi-pagi aku bangun seperti biasa bikin sarapan pagi buat mas Tomi,hari ini jadwal ku setelah ke anter makan siang mas Tomi aku mau ke mall buat beli kebutuhan sehari-hari.
"me:mas abis anter makan siang kamu,aku mau ke mall ya buat belanja kebutuhan kita".
"Tomi: iya yang,kamu pergi sendiri atau sama temen kamu?".
"me:kayanya sendiri deh,soalnya Tania sama Laila lagi pada kerja kalo hari biasa gini".
"Tomi:ya udah kalo gitu hati-hati ya.kalo ada apa- apa telpon aku".
"me:siap bos".
jam 13.00 aku langsung menuju mall darj kantor mas Tomi,pak banu sopirku menunggu di parkiran mobil.
tanpa buang waktu,langsung ku lihat daftar belanja.untuk urusan ini memang aku suka sekali buat beli ini itu,tapi terus terang aku gak suka berlama-lama di mall.
setelah semua barang sudah kudapatkan,aku menuju ke kasir untuk membayar semua belanjaan.
ya,semua total belanjaan muncul satu persatu dan totalnya sekian-sekian.
ku ambil dompetku di tas,,,ku cari-cari tapi sepertinya aku tidak menemukan dompet yang biasa aku bawa dan aku teringat seketika,dompet tertinggal di meja rias.
__ADS_1
oke,aku mencoba untuk tenang aku berpikir untuk menelpon mas Tomi dan ternyata Hp juga ketinggalan di mobil.lengkap sudah hari ini kesialan ku,aku bertanya pada kasir apakah barang bisa di cancel semua?
mbak kasir bilang semua yang sudah di hitung masuk mesin gak bisa di cancel,alamak....bagaimana ini!(pikirku)
kalau aku ke pak banu,pasti pak banu juga gak punya buat bayar sebanyak ini,di dalam kebingunganku itu.tiba-tiba terdengar suara seorang pria, seperti nya aku merasa tidak asing dengan suara itu.
aku menoleh ke belakang dan betapa terkejutnya aku,ternyata yang ku lihat adalah Hendra teman mas Tomi yang kemarin,mas Tomi kenalkan kepadaku.
"Hendra:sambil mengarah ke mbak kasir,dan memberikan kode untuk mensukseskan pembayaran".
sepertinya Hendra ini orang penting di sini (pikirku).
setelah semua selesai,akupun mengucapkan banyak terima kasih ke pada Hendra dan aku berjanji akan membayar uangnya nanti setelah begitu sampai di rumah.
akhirnya aku pamit pulang dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuannya
sampai di rumah,aku memberitahu mas Tomi mengenai kejadian tadi siang.mas tomi bilang gak usah di pikirin soal itu,karna Hendra temannya itu adalah pemilik Mall tersebut.
ya kalo memang benar begitu,uang segitu yang pasti gak seberapa buat dia.
ngomongin masalah ini aku sampai gak habis pikir,kenapa hari-hariku selalu saja di pertemukan oleh seseorang bernama "Hendra".
__ADS_1
hari ini mas Tomi pulang kantor agak malam,ku lihat dia begitu kelelahan dan tampak murung.
"ku coba mendekatinya dan bertanya apakah ada yang bisa ku bantu?"
"me:mas,keliatannya capek banget.ada yang mas butuhkan gak?'
"Tomi:sambil mengendurkan dasinya dan duduk di sampingku, perusahaan sedang bermasalah yang pendapatan dengan belanja produksi tidak seimbang lebih besar pasak daripada tiang.
"me:lalu gimana mas,apa ad yang bisa aku bantu mas?"
"Tomi:sayangnya gak yang,kalau mau ngurangin pengeluaran paling gak berarti aku harus banyak PHK atau aku harus gulung tikar yang".(dengan nada sedih)
"me:gimana kalo pakai uang tabungan aku mas sama mobil apa bisa buat bantu keungan perusahaan?".
"Tomi:gak cukup yang,itu aja buat nutup pinjaman hutang bank aj belum dan karyawan juga udah 2 bulan ini gak dapet gaji".
"me:terus jalan keluar lain gimana mas?"
"Tomi:paling,nanti aku jual saham ku yang."
maaf ya yang,kalau seandainya nanti aku bener-bener bangkrut dan gak punya apa-apa lagi apa kamu masih cinta dan sayang sama aku?".
__ADS_1
"me:ya ampun mas,jangan ngomong begitu kenapa.apapun yang terjadi sama mas dan aku nanti kita harus tetap sama-sama ya mas,aku dan kamu harus kuat dan saling suport.mudah-mudahan ada jalan keluar dari Masalah ini".