
sejak pertemuan malam itu,seketika banyak pertanyaan yang melintas di kepala ku.tentang Tomi seorang yang ku kenal sejak lamakah?di mana dan kapan?
aku harus segera mencari siapa dia sebenarnya dan pikiranku tertuju saat ini adalah kepada sepupu ku sari,ya aku harus bertanya kepadanya tentang siapa Tomi.
kuambil hp dan mengirim kan pesan singkat kepadanya.
me: Assallammualaikum,sar.besok kita bisa ketemu gak ya?ada sesuatu yang penting yang aku tanyakan ke kamu.
sari: waallaikumsallam,penting banget ya sin?
oke,ketemu di mana?
me:cafe depan kampus ya selesai jam kuliah
sari:oke sin
jam kuliah selesai,aku keluar menuju cafe tempat janjian dengan sari.
me:hallo sar,baru Dateng apa dari tadi?
sari: tenang,belum lama kok sin.udah w pesenin minuman sekalian, ngomong-ngomong Lo pengen ketemu w,l.ada hal penting apa sih sin?tumbenan kayanya urgent banget nih.
me: seketika aku mengernyitkan dahi,sar.w mau tanya sebenernya Tomi itu siapa sih?
kayanya ada yang di sembunyikan dia dari w deh?w kan kenal dia dari hp Lo,mungkin Lo tau sedikit banyak tentang dia.soalnya dia kayanya kenal w banget dan paham betul tentang w.
sari:oh, soal itu (sambil senyum-senyum)
kirain w masalah apa sin.
Lo gak inget sama Tomi???
__ADS_1
me: maksud lo sar????
maksud Lo gimana?
w kenal Tomi sebelum ini???
sari:iya! emang Tomi gak pernah cerita ke Lo sin siapa dia?dia kan temen kecil Lo sin.
me: (sambil melongo) mencoba mengingat sesuatu di masa yang lalu.
10 TAHUN YANG LALU
pamanku seorang PNS di zamannya,tinggal di ibukota dirumah petak yang sempit dengn 6 anggota keluarganya.
paman berniat pindah ke daerah,dengan niat supaya bisa punya rumah besar untuk membahagiakan keluarganya.
semenjak pindah,terkadang akupun sering bolak balik berkunjung ke sana.karna memang aku dan keluarga berhubungan baik karna istri paman ku adalah Kaka dari ayah ku.
tak jauh dari tempat ku duduk,tampak anak lelaki seumuran ku berdiri menbelakangi.hingga yang nampak hanya punggungnya saja,anak laki-laki itu membalikan badannya yang dari kejauhan ketampanan nya sudah bisa di lihat walau hanya dari lubang sedotan.
dia melihatku dan menghampiri ku,membuatku terpesona sampai mataku terbelalak dan tanpa sadar dia sudah ada di depan wajahku.
Adit:hai...kamu siapa?
me:aku, Sinta.kamu siapa?
Adit:namaku Adit,sepertinya aku sering melihat kamu ke sini.kadang kamu duduk di gazebo di tengah kebun teh dan terkadang aku lihat kamu menulis sesuatu di dekat pohon di sebrang sana (sambil menunjuk sebuah pohon dengan ayunan di dahannya.
Sinta:iya,betul.tapi aku baru kali ini melihat kamu dit!(timpalnya)
Adit:"ya ,karna aku melihat kamu dari lantai 3 balkon rumahku di sana".(sambil menunjuk rumah besar di sebrang jalan kebun teh.
__ADS_1
Sinta:apakah kamu anak pemilik kebun teh ini ?(tanyaku).
Adit:ya,bisa di bilang seperti itu.
setelah pertemuan itu,aku dan Adit seringkali bertemu untuk berjumpa dan bermain bersama.oh,iya.waktu itu aku berumur 11 tahun dan Adit berusia 13 tahun dua tahun lebih tua dari ku.
kami menjadi sahabat baik,sampai suatu waktu.ketika aku sakit dan harus dirawat di rumah sakit karena terkena demam berdarah yang sedang mewabah,aku harus di rawat selama beberapa Minggu.
masih sempat aku mengingat adit teman ku itu dan merasa sangat merindukannya,tapi waktu itu aku masih kecil handphone masih belum banyak orang punya.apalagi aku anak dari kalangan biasa saja,hingga akhirnya mas rawatku selesai.
sepupuku sari datang berkunjung menjenguk ku,gak sabar rasanya aku ingin menanyakan kabar Adit.
namun sebelum aku bertanya,dia telah memberikanku secarik kertas untukku saat ku buka.entah dari mana air mata ini menetes seketika,anak kecil yang merasa kehilangan sahabat kecilnya.
isi surat dari Adit
sahabatku Sinta,beberapa hari ini aku menunggumu di tempat yang sama.tempat di mana kita sering bercerita dan bercanda,sahabat yang mengerti akan diriku.
Sinta,aku dan keluarga akan pindah ke Australia sementara.aku akan bersekolah di sana,tidak tau sampai kapan aku disana.semoga kita bisa bertemu lagi nanti di lain waktu
semilir angin menyentuh tubuhku
seperti canda mu yang menghampiri ku
ku rasakan nafasmu di dalam relung jiwaku
ketika semilir angin berhenti berhembus
seperti candamu yang kandas
kuraskan nafasku seketika tak berhembus
__ADS_1
(Kuripan bait lagu yang biasa kudengar pada masa itu).