
"Mommy, squishy-nya sakit gak. Mau Mas bantu keluarin." Erfan memeluk istrinya yang tengah mengamati baby Erra dalam box kaca dari belakang. Dokter menyarankan baby billionaire itu untuk tiduk dalam rumah kaca yang hangat dulu sampai berumur genap seperti bayi pada umumnya.
Hira memutar bola mata jengah, setelah ia melahirkan suaminya jadi semakin mesum. Apa karena efek puasa beberapa minggu ini.
"Bee, itu bukan buat kamu!" Desis Hira kesal dengan bayi besarnya.
"Mubajir mommy, Erra masih belum bisa mimi banyak. Pasti sakit kalau dibiarin bengkak gini, iyakan." Bujuknya seraya menyesap leher belakang Hira. Tubuh ibu satu anak itu langsung meremang.
"Awas kebablasan, Bee." Sungguh Hira sangat kesal dengan suaminya yang sekarang ini, manjanya kebangetan.
"Please," mohonnya dengan wajah memelas seperti minta sumbangan karena tiga hari belum makan. Kenyataannya punya rumah gedongan.
"Hm," Hira memutar tubuhnya, menatap sang suami yang sudah dipenuhi kabut gairah. Kasihan juga melihat suaminya harus menahan diri seperti itu. "Ayo," katanya pasrah.
"Makasih Sweety," ucap Erfan setelah puas bermanja-manja. "Semenjak lahiran mommy jadi lebih menggoda," bisiknya.
"Daddy jadi lebih mesum," sarkas Hira. Erfan tertawa geli membawa istrinya dalam pelukan.
"Sayang banget sama mommy, main squishy lagi boleh." Ujar Erfan menjadi-jadi, tidak bisa di kasih hati langsung minta jantung dan paru-paru.
"Itu sakit Bee kalau dimainin. Kamu itu bukan bayi," geram Hira dengan ketus.
"Bikin nagih." Erfan menyeringai lebar, mommy Erra itu lebih jutek sekarang tapi bisa bikin daddy-nya kecanduan level tertinggi.
"Allah, tolong beresin otak daddy Erra yang mesumnya kebangetan."
__ADS_1
"Itu bukan mesum sayang, kebutuhan untuk pelepasan." Jawabnya dengan cengiran lebar, kebahagiaannya sekarang bertambah dengan kehadiran si mungil.
"Bahasa kamu Bee, gak pantes di dengar anak kecil. Kamu gini keliatan anak kamu loh, Bee. Udah ah aku capek."
"Sini aku bantu hilangin capeknya." Erfan menangkup kedua pipi istrinya lalu memberikan vitamin dosis tinggi untuk membebaskan segala lelah sang istri.
Tak ingin melalui momen itu dengan cepat, Erfan sengaja bermain dengan lambat tapi liar. Istrinya ini kelihatannya saja galak, kalau sudah diajak begini ikutan menikmati juga.
Daddy Erra itu tertawa kecil setelah melepaskan sang mommy yang lemas dibuatnya. "Hm, tadi nolak-nolak sekarang keenakan."
Hira membekap mulut suaminya yang tidak pake filter. Pipinya sudah merona merah karena malu.
"Tangannya kotor, Sayang." Bisik Erfan dengan senyuman devil, Hira segera menarik tangannya. "Tapi gak papa, kamu emang selalu bisa bikin Mas kehabisan tenaga." Lanjutnya, Hira tidak tau lagi harus menutup mulut suami mesumnya ini dengan apa. Suka sekali membuatnya malu.
"Udah Bee, aku mau tidur males ngeladeni ocehan kamu yang bikin telingaku gak suci lagi."
"Ogah!"
Hira beranjak ke kamar mandi untuk cuci muka dan gosok gigi. Suaminya itu bisa membuat Hira menggila detik ini juga. Susah dikendalikan.
"Morning Sweety!"
Baru membuka mata Erfan langsung menyapa istrinya yang sudah lebih dulu bangun mengamati sang putri. Putri kecil mereka masih belum aktif, jadi tidak ada yang mengganggu jam tidur ayah dan ibu baru itu.
"Morning Bee, mandi gih sebelum subuhan." Hira mengecup pipi suaminya singkat.
__ADS_1
"Masih lama, Sayang. Peluk Mas dulu sini, nanti kalau anak kita sudah aktif susah pacaran." Mommy Erra itu menurut beralih kepelukan sang suami. "Nah ginikan hangat, tapi bisa bikin bangun."
"Baru bangun loh Bee, masa otak kamu masih mesum isinya. Capek tau ngeladenin kamu itu." Hira berdecak kesal, subuh-subuh suaminya sudah memancing emosi.
"Ya udah potong aja biar gak bikin kamu capek." Ujar Erfan melepaskan pelukan istrinya lalu berbalik badan. Dia cuma mau dimanja pagi-pagi bukan diomeli.
Hira membulatkan mata, merajuk batinnya. Huhh, bayi besarnya ternyata juga bisa merajuk.
"Gak gitu, Sayang." Hira memeluk suaminya dari belakang, "capek ya jadi sensitif gini." Perempuan itu membawa tangannya untuk mengelus dada sang suami.
Dengan jahilnya Erfan menuntun tangan itu pada sang adik, "ini cuma mau dimanja, Sweety."
Hira meneguk ludah kasar, Erfan mengerjainya. "Hm, apasih yang manja."
"Ini," ujar Erfan.
"Oh itu," Hira mengecup pipi suaminya dengan manja lalu menarik tangan dan kabur ke kamar mandi.
"Sweety, kamu udah bikin bangun, tanggung jawab." Kesal Erfan, istrinya itu mengerjainya balik.
Sepasang orang tua baru itu bertingkah seperti pengantin baru. Si suami yang bertambah mesum dan si istri yang bertambah jutek.
***
Sekalian promo, mampir yuk di cerita Babang Ghani AJARI AKU MENCINTAIMU di sana lebih banyak keusilan Guntur.
__ADS_1
Mampir juga di cerita EL & KEN, kisah cinta Kang Mas Erfan yang kandas juga ada di sana.