
beberapa hari ini ku lihat mas tomi sering pulang malam dari kantornya,ku pikir mas Tomi memang sedang banyak yang di kerjakan.
"me:mas,baru pulang?".pasti capek ya mas?
"Tomi:iya yang,tapi capeknya ilang tuh pas ketemu kamu(sambil mencubit hidungku).
"me:mas jangan capek- capek,aku takut nanti kamu sakit".kalo kamu sakit aku gak kuat mas
"Tomi:gak kuat apa yang?"
"me:gak kuat sama Manjanya kamu itu loh he....he..
kamu gak sakit aja manjanya ampun-amoun apalagi kalo sakit mas,bisa-bisa ngelebihin punya baby kali mas.
"Tomi:yang,ngomong-ngomong soal baby.kamu mau punya anak berapa yang?"
"me:aku mau dua aja mas".
"Tomi:aku maunya banyak yang,kalo bisa setahun sekali kamu hamil.
aku suka kalo liat kamu hamil pasti lucu deh, nanti kalo kamu mabok bakal aku manja deh kamu".
"me:mas,udah pengen banget ya punya baby?
"Tomi:iyalah yang,emang kita nikah mau ngapain kalo bukan pengen punya baby".
"me:maafin aku ya mas,sampe sekarang aku belum hamil-hamil juga".
"Tomi: kamu ngomong apa sih?kenapa harus minta maaf,anak itu rezeki.mungkin Tuhan belum mempercayakan kita aj yang.
yaaang....
__ADS_1
"me:kenapa mas?"
"Tomi:ngomong- ngomong soal anak gimana kalo kita usaha lagi malem ini(sambil ngedipin mata genit).
"me:waduh....lagi melow-melow gini ternyata ada mau nya juga si mas tomyam ini ya.
inilah yang ku suka dari dia suamiku, selalu saja ada kata-kata dan tingkahnya yang membuatku merasa bahagia di dekatnya.
aku merasa bersyukur sekali bisa menjadi istrimu mas (dalam hatiku).
aku bangun kesiangan,ku lihat mas Tomi sudah tidak ada di rumah.
mungkin sudah berangkat kerja,kalo gitu siang ini aku mau bikinin dia makan siang deh biar dia semangat kerjanya atau kalo perlu aku ajak aja semua staff makan siang bersama.
tanpa mengabarkan apa- apa ke mas Tomi,hari ini aku ke kantornya lebih awal buat nyiapin hidangan yang dengan resep ku buat.
ku telpon serketaris mas Tomi untuk menanyakan berapa jumlah staff di sana
ku tunggu mas Tomi sampai selesai rapatnya,15 menit kemudian mas Tomi keluar dari rapatnya dan kaget melihatku datang tanpa mengabarinya.
aku bilang mau surprise buat dia, tapi nampaknya dia agak sedikit lesu hari ini.
entah apa yang terjadi hari ini di kantornya,karna aku sudah menyiapkan semua makanan.maka ku persilahkan serketaris mas Tomi,untuk mempersilahkan para staff makan siang dengan makanan yang aku bawa tadi.
tanpa terkecuali semua orang yang hadir menikmati makan siang hari ini,tiba-tiba pandanganku tertuju pada laki-laki yang tempo hari ku tabrak.ya,,,!!laki-laki itu ikut menyantap makan siang bersama staf lainnya,aku penasaran siapa laki-laki itu sebenarnya?dalam minggu-minggu ini aku hampir selalu melihatnya berada di kantor suamiku.
apa aku bertanya dengan serketaris mas Tomi aja ya?"pikirku"
selesai makan siang kulihat mas Tomi bersalaman dengan laki-laki yang sejak tadi ku perhatikan,mas Tomi melambaikan tangannya dan memanggilku untuk ke arahnya.
"Tomi:sin,kenalin ini temen aku Hendra".
__ADS_1
kamu udah kenal dia kan?yang tempo hari yang ketumpahan kopi kamu".
kenalin Bro ini istri w,namanya Sinta.
kami baru nikah 3 bulan ini
"me:hallo,saya Sinta.seneng bisa kenalan".(sambil menyungkupkan kedua tangan dari jauh).
"Hendra:oh..iya salam kenal saya Hendra teman Tomi waktu di Australia.
"Tomi:iya,Lo gak Dateng pas acara nikahan w hen?".
"Hendra:iya Bro,w lagi sibuk ngurusin kerjaan waktu itu w lagi ke Eropa jadi gak bisa dateng.
sekali lagi sorry ya sob,nanti kapan-kapan w traktir deh buat rayain pernikahan kalian".
oke,kalo gitu w pamit pulang ya bro.
makasih makan siang nih
"Tomi:oke,bye".
aku masih bingung dengan apa yang terjadi hari ini,kemarin mama bilang ada orang yang nyari aku namanya "Hendra" dan hari ini aku ke kantor mas Tomi aku di kenalin sama temennya yang namnya "Hendra" .
apakah sama yang mama maksud Hendra tetangga ku dulu dengan Hendra yang barusan aku lihat?
apa aku perlu tanya mas Tomi buat tau lebih jauh siapa Hendra ini?
semua ini membuatku berpikir keras dan memang benar.
"Dunia ini sempit seperti daun kelor"
__ADS_1