Ketika Harus Memilih

Ketika Harus Memilih
KHM 2 part 5


__ADS_3

Jangan lupa untuk tinggalkan like, komen dan juga vote-nya juga ya?


Makasih untuk kalian yang masih setia menunggu ceritanya Kaisar, Yasika sama Kalandra-nya.


Semoga kalian suka...


Kita lanjut lagi yu..


Happy reading semua...


* * *


Kaisar, Yasika, Kalandra beserta rombongan hari ini terbang menuju ke pulau dewata Bali. Selain karena urusan pekerjaan, Kaisar juga ingin memenuhi keinginan sang anak yang terus merengek meminta pergi liburan.


Berada di dalam pesawat, Kalandra tidak diam, bibirnya yang mungil terus saja berceloteh menceritakan semua filem kartun dan robot yang menjadi kesukaannya, makanan favoritnya, serta teman-teman sekolahnya, dan tidak lupa, ia juga menceritakan tentang dua gadis cantik teman satu kelasnya, siapa lagi kalau bukan Aretha dan Gadis.


"Ayah ..."


Kaisar menoleh. "Ada apa sayang.?"


"Tante itu cantik gak?" cicit bibir mungil itu.


Kaisar menoleh, menatap ke arah dimana mata bulat itu sedang melihat salah satu pramugari yang sedang berdiri di hadapan mereka.


"Maksud kamu ... ?" bertanya heran.


"Tante pramugari itu." tunjuknya.


Kaisar tersenyum tipis. "Kenapa bertanya seperti itu?" mengusak rambutnya lembut.


"Gak pa-pa, aku cuman nanya aja, soalnya tante itu liatin ayah terus."


"Masa sih?"


Kepala kecil itu mengangguk.


"Kamu gak suka ya kalau ada orang lain yang liatin ayah.?"


Kalan menoleh, kemudian kembali mengangguk.


Kai terkekeh geli, menatap gemas anak laki-lakinya itu.


"Biarin ja tante itu liatin ayah, kan dia juga punya mata, sama seperti Kalan." Kai berujar menjelaskan.


"Tapi ayah gak boleh liatin tante itu ya?"


"Memangnya kenapa?"


"Nanti bunda marah."


Kaisar tertawa kecil, menggelengkan kepalanya pelan.


"Siap bos...!!" ucap Kai dengan tertawa.


Kalan tersenyum, tingkah lucunya itu selalu membuat semua orang merasa gemas di buatnya. Bahkan di dalam pesawat saja, ia selalu menjadi pusat perhatian semua orang, termasuk dengan para pramugari cantik itu, mereka sangat menyukai sosok Kalandra seorang anak kecil yang berwajah tampan.

__ADS_1


Satu jam lima puluh lima menit mereka menempuh perjalanan dari Jakarta menuju Bali. Tiba di bandara, Kaisar beserta rombongan langsung di sambut oleh orang kepercayaannya.


Kai beserta dengan yang lainnya telah tiba di salah satu hotel bintang lima yang berada di Bali.


"Bay, jadwal pertemuan kita dengan Pak Hanggoro kapan?"


"Nanti sore."


"Lo udah siapin semuanya kan.?"


Bayu mengangguk. "Tenang bos ... udah gue atur semua."


Kai terkekeh, menatap sebal pada asisten pribadinya itu.


"O iya, gue lupa kasih tau."


Kai menatap Bayu dengan mata menyipit. "Apaan.?"


"Nanti malam jam delapan, kita di undang untuk acara peresmian pembukaan hotel baru."


"Oke." jawab Kai santai.


"Pak ... " Bayu kembali bersuara.


"Apalagi.?"


"Bini dan anak lo mau di bawa?"


Kai menoleh, menatap Bayu dengan kening yang mengkerut.


"Memangnya kenapa?"


Kai semakin bingung, tidak mengerti dengan ucapan asisten-nya itu.


"Tanpa lo suruh, gue bakalan ajak mereka kok."


"Bagus itu ... " jawab Bayu datar. "Lo masih ingat kan sama Raisa.?"


"Raisa? siapa?"


"Cewek yang ngejar-ngejar lo waktu di Singapur."


Kai tampak berpikir sejenak, mencoba untuk mengingat nama seseorang yang baru saja di katakan oleh asistennya itu.


Berdecak sebal, itulah yang Kaisar lakukan saat ia mengingat siapa wanita yang bernama Raisa itu.


"Apa hubungannya sama gue.?"


"Nanti malam lo bakal ketemu lagi sama dia."


Memasang tampang biasa. "Jadi wanita itu ada disini?"


Bayu mengangguk, dan tersenyum meledek.


"Siap-siap ja lo, di godain wanita itu lagi."

__ADS_1


Kai bergidik, membuat Bayu tertawa dengan begitu lepasnya.


Raisa, wanita cantik, tinggi, seksi dan juga merupakan anak salah satu dari rekan bisnisnya Kaisar. Kai mengenal Raisa saat ia menjadi tamu undangan di salah satu pembukaan hotel di Singapura. Disitulah wanita yang bernama Raisa itu mengenal sosok Kaisar, bahkan saat berada di Singapura Raisa tidak segan untuk mendekati Kaisar.


Kaisar tahu kalau Raisa adalah wanita yang tidak pantang menyerah, maka dari itu Kai selalu menghindar dari wanita seperti Raisa. Ia juga tidak memungkiri kalau Raisa adalah wanita yang sangat cantik dan juga pintar. Seperti apapun seorang wanita, dimata Kaisar hanya istrinya-lah yang paling sempurna.


Malam ini, Kaisar memenuhi undangan sebagai salah satu tamu kehormatan untuk acara peresmian hotel terbaru. Kaisar tidak datang sendiri, selain Bayu yang selalu setia berada di sampingnya, kini ia datang membawa Istri dan anak laki-lakinya itu.


Seperti biasa mereka selalu jadi pusat perhatian, Kaisar yang begitu tampan dengan setelah jas-nya datang dengan seorang wanita yang begitu cantik dan terlihat sempurna, tidak lupa juga ia menuntun tangan mungil itu dengan bangganya.


"Selamat datang, selamat malam tuan Kaisar." sapa seorang laki-laki paruh baya itu.


Kaisar tersenyum lebar. "Selamat malam juga bapak Hanggoro."


"Terima kasih, suatu kehormatan bagi saya seorang pengusaha seperti anda mau datang memenuhi undangan saya."


"Sama-sama pak Hanggoro, senang bisa berjumpa dengan anda. Dan saya ucapkan selamat untuk hotel anda yang baru ini."


Pak Hanggoro tertawa kecil, dan tatapan matanya jatuh pada sosok wanita cantik dan seorang anak kecil berwajah tampan yang berada di samping tamu kehormatannya itu.


"Maaf, apakah ini istri dan anak anda tuan Kaisar.?"


"Ya, perkenalkan ini Yasika istri saya. Dan ini anak saya Kalandra."


Yasika dan Kalan tersenyum lembut, menjabat tangan laki-laki paruh baya itu secara bergantian.


"Cantik sekali anda nyonya Yasika, senang bisa bertemu dengan wanita secantik anda."


"Terima kasih." ucap Yasika lembut.


"Dan anda tuan kecil, sangat tampan seperti ayah-nya."


"Makasih Paman ..." cicit bibirnya yang mungil.


Acara segera di mulai, dan gunting pita-pun sudah di lakukan. Banyak tamu penting yang hadir, semua dari kalangan pengusaha, pejabat dan kerabat dari sang pemilik hotel. Mereka sangat menikmati jamuan acara makan malam-nya, termasuk dengan keluarga kecil itu, siapa lagi kalau bukan pasangan suami istri Kaisar, Yasika dan anak laki-lakinya Kalandra.


Di saat mereka sedang menikmati makan malam-nya, tiba-tiba saja ada seseorang yang sedang berjalan dengan begitu anggun, mengenakan gaun merah mencolok yang begitu melekat di tubuhnya. Bibirnya yang seksi itu sudah tersenyum dari kejauhan.


Kaisar dan Bayu sudah mengenal siapa wanita itu, mereka berdecak sebal saat wanita itu sudah berada di hadapannya saat ini.


"Hai ... " sapa lembut wanita seksi itu.


Kaisar bersikap datar seperti biasa, sedangkan Bayu, ia terlihat lebih santai saat wanita tinggi bertubuh seksi itu menyapanya.


Hanya ada empat pasang mata yang menatap wanita itu dengan tatapan heran, siapa lagi kalau bukan istri dan anak laki-lakinya itu.


"Siapa wanita cantik ini sayang ...? "


"Siapa tante ini ayah ...? "


Kaisar menoleh dan tersenyum kikuk, sedangkan Bayu langsung membuang mukanya ke sembarang arah.


****** lo bos...!!!


* * *

__ADS_1


__ADS_2