
Hallooo semuanya?
Aku balik lagi nih..
Oke kita lanjut deh...
Selamat membaca semuanya.... ❤
* * *
Saat ini Kaisar tengah berdiri menatap lurus ke luar jendela kantornya. Ia belum bisa melupakan kejadian waktu itu, saat dirinya dan Yasika datang untuk memenuhi undangan makan malam itu.
Kaisar benar-benar geram melihat tingkahnya Davin kepada Yasika, ia tidak mengira bahwa Davin akan bertindak seperti itu walaupun di hadapannya. Davin saat itu benar-benar sudah menguji kesabarannya. Jika saja kalau bukan Yasika yang memintanya untuk bersikap tenang, mungkin saat itu ia sudah membuat kekacauan di acara makan malam itu.
Kaisar mengingat kembali bagaimana Davin secara terang-terangan mengatakan rasa ketertarikannya kepada perempuan yang kini tengah menjadi kekasihnya.
Shit '
Dengan begitu saja Kaisar melemparkan gelas yang ada di tangannya. Ia mengguyar rambutnya kebelakang. Ia benar-benar merasakan pusing di kepalanya. Ia tidak percaya kalau sekarang Davin secara terang-terangan ingin mengajaknya bersaing untuk mendapatkan Yasika.
Tidak akan aku biarkan !!!
Flashback
Malam itu, Kaisar dan Yasika datang memenuhi undangannya Davin untuk hadir di acara ulang tahun perusahaan nya. Sebenarnya saat itu Kaisar tidak ingin mengajak Yasika untuk ikut pergi bersamanya, karena ia sudah mengetahui jika Davin akan melakukan hal yang sama seperti saat pertama kali mereka bertemu waktu itu.
Kaisar sangat tidak menyukai sikap Davin saat itu, yang bersikap aneh kepada Yasika. Yang Kaisar tidak suka adalah ketika Davin terus saja menatap dan memandang wajah Yasika. Dan itu sudah berhasil membuat amarahnya naik.
Bagaimana tidak saat pertama kali saja bertemu Davin sudah membuatnya kesal. Apalagi sekarang, dia yang meminta sendiri agar Yasika juga datang ke acara tersebut. Kaisar sudah melarang Yasika agar dia tidak ikut, tetapi Bayu yang mengingatkan dirinya jika Yasika juga harus datang. Bayu tidak ingin jika ketidak hadiran Yasika bisa mempengaruhi bisnisnya Kaisar.
Kaisar datang bersama Yasika dan Bayu. Kaisar menggandeng tangannya Yasika. Dan mereka adalah pasangan yang sangat serasi pada malam itu. Kaisar dengan begitu tampan, dengan pesonanya yang sangat luar biasa ia bisa menjadi pusat perhatian para tamu undangan. Kharisma Kaisar yang tidak pernah hilang dari dirinya membuat ia menjadi sorotan khalayak banyak orang.
Begitu juga dengan penampilan Yasika malam ini yang sangat cantik, ia juga bisa merebut perhatian banyak orang termasuk Davin dan kedua orang tuanya. Sama halnya dengan Kaisar, sebenarnya ia juga tidak ingin datang memenuhi undangannya Davin, karena ia tidak ingin bertemu dengan Davin. Tetapi jika Kaisar yang sudah meminta ia pun tidak bisa untuk menolaknya.
Kaisar ingin memperkenalkan Yasika bukan hanya sebagai sekretarisnya, tetapi ia juga akan memperkenalkan Yasika sebagai kekasihnya. Agar Davin tidak bisa macam-macam terhadap Yasika. Kaisar tidak ingin jika Davin terus menggangu Yasika.
__ADS_1
Ternyata Kaisar sudah menjadi Budak cinta tingkat dewa???
" Selamat datang dan selamat malam tuan Kaisar.? " Davin yang langsung menyambut kedatangan mereka bertiga. Ia mengulurkan tangannya. " Terima kasih anda sudah datang memenuhi undangan saya. "
Kaisar juga menyambut uluran tangannya Davin.
" Sama-sama tuan Davin, selamat ulang tahun untuk perusahaan anda.! " Balas Kaisar sambil tersenyum.
Davin pun tersenyum, tetapi pandangan matanya itu segera beralih kepada seorang perempuan yang kini sedang berdiri di sampingnya Kaisar. Davin menatap Yasika dengan begitu dalam dan lekat, tanpa berkedip barang sekalipun. Ia sangat mengagumi kecantikan Yasika malam ini, ia tidak pernah mengira bahwa Yasika akan hadir memenuhi undangannya.
" Selamat malam nona Yasika? terima kasih anda juga sudah datang, anda sangat cantik sekali nona? ". Dengan segera Davin mengulurkan tangannya juga, dan ia tersenyum manis kepada Yasika.
Yasika hanya tersenyum tipis, ia juga menerima uluran tangannya Davin. " Terima kasih tuan Davin, selamat ulang tahun untuk perusahaan anda.? ". Hanya itu yang keluar dari mulutnya Yasika.
Davin tersenyum, dan tatapan matanya terus saja menatap Yasika. Ia juga belum melepaskan uluran tangannya itu. Yasika merasa risih melihat sikap Davin seperti itu, ia melirik ke arah Kaisar saat ini dan ia buru-buru melepaskan tangannya dari Davin.
Kaisar saat ini sudah merasa sangat geram melihat ulahnya Davin. Ingin sekali rasanya Kaisar memberikan sebuah hadiah pukulan di wajahnya Davin. Tetapi ia tahan, karena ia mengingat jika dirinya saat ini menjadi pusat perhatian banyak orang.
Kaisar hanya menganggukkan kepalanya, kemudian dengan segera Kaisar menggenggam erat tangannya Yasika.
" Baiklah, terima kasih tuan Davin. Kalau begitu saya dan kekasih saya permisi dulu..! " Balas Kaisar dengan menyunggingkan sebuah senyuman di bibirnya.
Kaisar pergi begitu saja meninggalkan Davin yang masih diam mematung di tempat, ia bisa melihat bagaimana reaksi Davin saat ini. Kaisar hanya menyeringai, kemudian ia pergi berlalu begitu saja.
Davin saat ini masih tidak beranjak dari tempat dimana ia sedang berdiri sekarang, ia masih setia mencerna kata-kata yang di ucapkan oleh Kaisar barusan.
Kekasih??
Apa itu benar?
Jadi kamu adalah kekasihnya Kaisar??
Saat ini Kaisar, Yasika dan juga Bayu sedang menikmati suguhan makan malam itu. Mereka duduk bersama dalam satu meja. Mereka sesekali mengobrol, dan tanpa di sadari kini ada yang sedang berjalan menghampiri mereka bertiga.
" Permisi, apa saya boleh ikut duduk disini bersama kalian.? " Ucap Davin kala itu dengan sebuah senyuman di bibirnya.
__ADS_1
Mereka menoleh ke arah Davin secara bersamaan, Kaisar menatap Davin sesaat, sebelum ia tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
" Silahkan tuan Davin.! "
Dengan segera Davin pun ikut duduk bersama mereka disana, ia sengaja ingin mengetahui lebih jauh ada hubungan apa antara Kaisar dan Yasika. Davin saat ini masih tetap penasaran, apa benar yang di katakan Kaisar, kalau Yasika adalah kekasihnya.
Davin tidak pernah mengira jika ia akan bertemu lagi dengan Yasika, sebelumnya ia sangat senang bisa bertemu dengan mantan tunangannya itu. Tetapi kini rasa senang itu berubah ketika ia mendengar kalau Yasika saat ini adalah kekasihnya Kaisar pengusaha muda sekaligus rekan bisnisnya saat ini.
Davin tersenyum menatap Yasika. " Nona Yasika, apa anda menyukai makanannya? "
Yasika terkejut saat mendengar apa yang di katakan Davin padanya. Yasika menoleh ke arah Davin, ia hanya memberi sedikit senyuman di bibirnya, tanpa berniat ingin membalas ucapan Davin.
" Anda, sangat Cantik sekali malam ini nona Yasika. Membuat saya semakin mengagumi anda, dan saya juga sangat tertarik dengan anda nona Yasika. "
Dengan datarnya Davin mengatakan itu, ia sengaja ingin menantang Kaisar. Dalam pikirannya, Davin ingin bersaing dengan Kaisar untuk mendapatkan Yasika.
Saat mendengar ucapan Davin barusan, bukan hanya Yasika saja yang terkejut kembali, tetapi kini ada yang lebih terkejut ketika mendengar ucapan Davin barusan, siapa lagi kalau bukan Kaisar dan Bayu.
Kaisar benar-benar sudah tidak bisa lagi menahan emosinya, ia menggeram dan mengepalkan tangannya, tetapi hal itu bisa di lihat oleh Yasika. Dengan segera Yasika menggenggam tangan Kaisar dengan begitu erat. Ia tidak ingin jika Kaisar marah.
Yasika menatap Kaisar, kemudian ia menggelengkan kepalanya pelan.
Kaisar pun balik menatap Yasika, ia menarik nafasnya dalam dan menghembuskannya perlahan.
Brengsek!!!
* * *
Hayo... Gimana nih??
Dukung ceritanya Kaisar dan Yasika ya?
Dengan memberikan like, komen, share ke teman yang lain, dan juga vote buat aku.
Dan jadikan cerita ini cerita favorit kalian ya..??
Salam saya untuk semuanya.. ❤
__ADS_1