
sebenarnya Nayla tidak ingin semua ini terjadi dan ia tidak berharap apa yang selama ini ada di dalam pikirannya adalah hal yang memang benar-benar terjadi,
iya sama sekali tidak menyangka kalau Burhan suaminya tega untuk menghianatinya.
selama ini ia percaya dan selalu percaya dengan apa yang dilakukan oleh Burhan.
namun melihat kenyataan yang terjadi ia mulai menyadari bahwa itu adalah nyata.
suaminya telah berselingkuh dengan seorang wanita yang menjadi anak buahnya sendiri.
Burhan sendiri menjadi sangat marah melihat kenyataan bahwa istrinya lah yang telah menabrak gadis kecil itu dan meninggalkannya begitu saja.
terlebih-lebih gadis kecil itu adalah gadis kecil yang selama ini menjadi penghibur hatinya karena tidak pernah ia dapatkan dari istrinya selama 10 tahun.
namun Nayla tidak menyadari akan hal itu yang ia tahu suaminya telah berselingkuh dan memiliki anak dari perempuan selingkuhannya itu.
"oh ternyata dia adalah anak hasil selingkuhanmu dengannya ya Mas?"Nayla mulai berang.
"Aku tidak menyangka sama sekali kau tega melakukan itu padaku. selama ini aku percaya kan segala hidup dan matiku bahkan harta benda kuserahkan seluruhnya hanya kepadamu",
"tapi apa balasanmu Mas ,kamu selingkuh di belakangku dan gadis kecil itu, ternyata dia adalah anak dari perempuan ja**ng itu".
"plakkk", tiba-tiba suara tamparan keras mendarat di pipi Nayla.
Nayla terkejut, ia tidak menyangka kalau Burhan telah menamparnya dengan keras sehingga menimbulkan dan meninggalkan bekas merah di pipinya yang putih mulus.
sambil memegang pipinya yang terasa panas Nayla menangis,
"tega kamu Mas karena wanita itu kamu menamparku?"
"cukup Nayla ,jangan lagi kau hina tentang wanita itu ,dia tidak mengerti apa-apa tentang kita," Burhan merasa mulai marah.
ia tidak ingin wanita yang dicintainya dihina terus menerus oleh istrinya. karena sebenarnya lah Ayu adalah cinta pertamanya dan Nayla adalah istri yang dijodohkan.
selama ini ia berusaha keras untuk menemukan Ayu untuk menebus kesalahannya di waktu yang dulu.
namun sayang belum sempat Burhan menebus kesalahannya peristiwa yang lain telah terjadi. dan itu terjadi karena disebabkan oleh istrinya sendiri. ia merasa frustasi.
Ayu yang sedang trauma dan anaknya yang sedang kritis berada di rumah sakit membuatnya merasa bersalah atas semua yang terjadi.
pertengkaran diantara merekapun pun akhirnya terjadi, di antara mereka tidak ada yang mau mengalah sama sekali apalagi Nayla dia terus berteriak dengan histeris di dalam ruangan tanpa memperdulikan Alyssa yang sedang terbaring lemah akibat insiden tabrakan itu.
...****************...
flashback off.
setelah kedua orang suami istri itu dibawa Dinda keluar akhirnya Burhan meminta maaf dan ia berpamitan untuk mengantar istrinya Nayla dan berjanji akan kembali lagi setelah masalahnya selesai.
__ADS_1
Dinda hanya mengangguk, iya kehilangan kata-kata.
sebenarnya ia ingin sekali memberi pelajaran pada Nayla yang telah membuat sahabat karibnya menjadi trauma. namun karena masih ada Pak Burhan yang ia pandang akhirnya ia mengurungkan niatnya.
dl Dinda berharap semoga Pak Burhan cepat-cepat kembali agar bisa menyelesaikan masalah mereka dan bagaimana solusi yang harus dijalani untuk membuat Ayu pulih kembali.
sementara Reno hanya bisa berdiri terdiam dan terpaku tidak tahu apa yang harus dibuatnya.
akhirnya mereka saling berpandangan dan segera menuju ke ruangan Alyssa.
dendam rasa sedih sambil mengelus kepala Alyssa kecil ia berucap
"kamu harus kuat nak kamu harus bisa menjadi penyemangat ibu mu." bisiknya di telinga Alyssa.
Alisa masih tetap diam dengan matanya yang terpejam ia mungkin telah diberi obat penenang oleh dokter agar ia bisa beristirahat yang banyak.
Reno berjongkok di bawah kaki Alyssa sambil mengusap lembut kakinya yang terasa dingin.
iya hanya menatap dengan sedih.
sementara itu Burhan dan Nayla sudah berada di rumah kediaman mereka.
pertengkaran terjadi kembali rasanya mereka berdua belum puas dengan unek-unek yang selama ini ada di benak mereka masing-masing.
"Mas kenapa selama ini kau tidak pernah jujur kepadaku? apa kekuranganku selama ini padamu?"
"ya itu salah satunya " jawab Burhan dengan lugas
"lalu kenapa selama ini kamu menyembunyikannya dariku ???!!"
"aku tahu kekuranganku adalah aku tidak bisa memberi keturunan kepadamu, tapi apa kamu tidak bisa berbicara dulu kepadaku ...?!!!"
"setidaknya aku bisa menyiapkan mentalku untuk menghadapi segala resiko yang akan terjadi di belakang hari nanti" suara Nayla mulai melemah, ia tidak kuasa menghadapi semua cobaan ini.
melihat istrinya sudah tidak terbawa emosi bulan lalu mendekatinya.
"maafkan aku sayang Aku tidak bermaksud seperti ini," suaranya mulai ia turunkan
"Aku hanya ingin menebus kesalahanku pada Ayu, orang yang pertama kali dulu sangat aku cintai sebelum dirimu hadir dalam kehidupanku saat ini"
"Mas tahu mas sudah salah , tapi apa yang kamu lakukan terhadap Ayu juga salah",
"jadi Mas tetap membela wanita ja**ng itu?"
"kamu tega Mas",
Burhan mengusap wajahnya dengan telapak tangan kanannya ia berusaha untuk mengendalikan emosinya agar jangan sampai emosinya naik dan kembali melayangkan tangannya di pipi istrinya itu,
__ADS_1
"dengar Nayla, apapun yang aku lakukan terhadap kamu dan Ayu kamu tidak berhak menghakiminya seperti itu,"
selama ini memang benar aku mencari-cari dia dan mencari di mana keberadaan anakku yang pernah kutinggalkan dulu di rahimnya,"
"namun sayang kau telah rusak semuanya,"
"dan anak yang ada di rumah sakit itu adalah anak Ayu satu-satunya dari suaminya yang terdahulu, dia bukan anakku tapi aku merasa dekat dengannya,"
"jika kau ingin menuntut balas maka cukup Aku yang kau celakai, aku yang bertanggung jawab atas semua ini bukan Ayu," Burhan menjelaskan dengan panjang lebar.
sementara Nayla masih duduk terpaku di atas tempat tidurnya, Burhan bergegas keluar ia tidak ingin memperpanjang permasalahannya lagi ia ingin segera menemui Ayu.
ia merasa menjadi orang yang paling bertanggung jawab atas apa yang terjadi.
"kamu mau ke mana Mas," melihat Burhan menuju ke pintu Nayla cepat-cepat menarik tangan suaminya,
walaupun ia merasa sakit hati tapi rasa cintanya lebih besar terhadap suaminya ia tidak ingin orang yang dicintainya meninggalkannya lagi untuk menemui wanita itu.
"lepaskan aku dan jangan pernah menemui Aku sebelum engkau meminta maaf kepada Ayu dan keluarganya" Burhan menepis tangan Nayla.
"Mas.... sampai kapanpun aku tidak akan pernah meminta maaf kepada wanita ja**ng itu kau ingat itu mas", Nayla berteriak.
murahan tidak memperdulikannya lalu dengan sekejap menghilang di balik tangga.
iya tidak sabar untuk menemui kekasih yang paling dicintainya itu.
...****************...
30 menit perjalanan menuju ke rumah Ayu serasa satu hari dalam perjalanan bagi Burhan.
pintu dibuka oleh ibunya Ayu, tanpa ada kata-kata yang terucap Burhan langsung menuju kamar Ayu.
alangkah terkejutnya ia saat melihat kekasihnya itu sedang terbaring tak berdaya di lantai kamar tidurnya.
ada darah segar terlihat berserakan di sekitaran tangan dan lantai tempat ia terbaring,
Burhan lalu mengangkat tubuh Ayu dan memeluknya dengan erat,
"ayu apa yang kamu lakukan?" Burhan menepuk-nepuk pelan pipi kekasihnya itu.
tiada reaksi sama sekali
"ibu ...." teriaknya,
dengan sigap ia menggendong Ayu keluar rumah dan menuju ke mobilnya untuk dibawa segera agar mendapatkan pertolongan.
sedangkan ibu Ayu langsung mengikuti dari belakang , bingung dengan apa yang di lihatnya di depan matanya.
__ADS_1