
happy reading semua..
semoga kalian suka. .
Dimana ada pertemuan pasti akan ada perpisahan
Begitu juga dengan Cinta.
Dimana kita Mencintai seseorang, maka bersiaplah pada kenyataan antara Bahagia dan Terluka. ~ Yasika.
* * *
Tut tut tut...
Kaisar mendengar dering poselnya itu, sekarang ia sedang bekerja. Ia melihat siapa orang yang telah menghubunginya itu, tertera nama Papa disana.
" Hallo... Pa_ada apa? " jawab Kaisar pada papa nya itu.
" Kai.... bisa tidak sekarang kamu ke rumah sakit.? "
Kaisar bingung " Apa Pah.. siapa yang sakit? "
" Sudahlah nak, nanti saja Papa jelaskan, kamu langsung kesini ya? Papa tunggu kamu, kasihan Anne dari tadi sendirian disini, dan sekarang ia sedang menangis? "
" Anne Pa? tapi Pa____? "sebelum Kaisar menjawab pertanyaan itu, Papa Andi terlebih dulu menutup telponnnya.
" Pah.... hallo Pa? "...
Ah.... Kaisar tidak mengerti dengan apa yang terjadi, kenapa bisa bisanya Papa nya itu menelpon Kaisar untuk datang menemui perempuan itu.
Apa yang terjadi dengannya?
Kenapa dia ada di rumah sakit?
Kaisar bingung, untung saja sekarang sudah waktunya pulang, setelah tadi ia menyelesaikan pekerjaannya itu. Sebenarnya ia enggan untuk datang ke rumah sakit itu, ia tidak mau bertemu dengannya, ya siapa lagi kalau bukan mantan kekasihnya itu. Kaisar merasa kenapa akhir akhir ini perempuan itu selalu datang dalam kehidupannya lagi, padahal sudah sangat jelas bahwa ia tidak mau lagi ada hubungan apapun dengannya.
Sementara di ruangan ICU rumah sakit itu, seseorang tengah berbaring tidak berdaya dengan peralatan medis yang menempel pada tubuhnya.Ia adalah Seno Ayahnya Anne putri. Ayah nya itu tiba tiba terkena serangan jantung ketika di rumahnya, Anne takut akan terjadi apa apa pada Ayah nya itu, ia panik setengah mati, bagaimanapun ia tidak ingin kehilangan lagi orang yang sangat di cintai, setelah dua tahun yang lalu ibunya meninggal karena sakit yang di deritanya.
__ADS_1
Anne tidak berhenti menangis disana, ia melihat kondisi Ayahnya yang terbaring lemah, ia berharap semoga Ayah nya itu segera sembuh kembali. Dengan mata yang sudah sangat sembab ia terus berdoa untuk kesembuhan sang Ayah tercinta.
Tidak ada yang menemaninya saat itu, hanya ia seorang diri, karena ia anak tunggal ia tidak memiliki saudara, selain paman dan bibinya. Tapi mereka belum datang karena perjalanan yang lumayan cukup jauh karena mereka tinggal di luar kota.
" Ayah... bangun, aku tidak mau di tinggal sendirian, Ayah yang kuat ya? " dengan derai air matanya ia berkata lirih pada Ayahnya itu.
" Sudahlah nak,, jangan menangis lagi ya? Om yakin Ayah mu itu akan segera sadar, kamu berdoa aja ya nak? " kata Papa Andi pada Anne sambil mengelus rambutnya itu.
Papa Andi, menemani Anne dari tadi, ia mengetahui bahwa sahabatnya itu masuk rumah sakit. Ia juga tidak tega melihat kondisi putri sahabatnya itu dalam keadaan terpuruk. Makanya Papa Andi meminta Kaisar untuk datang, karena Papa Andi tahu dulu anaknya itu sangat dekat dengan putri sahabatnya ini. Ia meminta Kaisar untuk menemaninya, siapa tahu dengan adanya Kaisar ia bisa lebih baik.
Kaisar sekarang sudah berada di parkiran rumah sakit itu, rasanya sulit sekali baginya ke luar dari mobilnya itu, kalau bukan karena Papa nya yang berulang kali memintanya untuk datang, ia tidak mungkin datang sekarang. Ia keluar dari mobilnya, ia berjalan masuk menuju ruangan tersebut dimana Ayah nya Anne sedang di rawat.
Ia berhenti tepat di belakang Papa dan Anne berdiri, ia diam mematung sesaat, sebelum akhirnya ia maju melangkahkan kakinya untuk mendekati mereka berdua.
" Pa....? "
Kaisar menyapa papa nya itu, kemudian ia melirik sekilas kepada perempuan yang kini ada di sebelah papanya. Ia memperhatikan wajah dari perempuan itu, yang terlihat sangat sembab karena dari tadi perempuan itu menangis.
" Kai... Om Seno kini sedang kritis keadaannya.! " Papa Andi membuka suaranya, karena ia melihat wajah Kaisar yang sedang merasa keheranan.
Kaisar mendekat ke arah papanya itu, ia juga melihat ke arah dimana Om Seno berbaring lemah. Tak lama setelah itu, mama Wina datang menghampiri mereka, mama Wina tahu karena tadi Papa Andi memberi tahunya.
" Bagaimana keadaan Seno pa? "
" Tenang ma... Seno pasti akan baik baik saja".Jawab papa Andi menenangkan istrinya itu.
Kemudian mama Wina melihat ke arah perempuan yang kini sedang diam dan menangis dengan begitu pilunya, ia menghampirinya dan memeluk gadis itu.
" Sayang.... sudah jangan menangis lagi ya nak, tante yakin papa kamu kuat, ia akan segera sembuh sayang,? " sambil memeluk Anne yang sekarang malah semakin sedih dan menangis.
Kaisar dan Papanya duduk di sofa yang berada di dalam ruang inap itu, karena tadi Ayah nya Anne sudah di pindahkan ke ruang rawat inap disana. Anne masih duduk di samping Ayahnya itu dengan tangan yang masih menggenggam erat tangan sang Ayah.
" Ayah... bangun Yah? " dengan sangat sedih Anne bicara pada Ayahnya itu. Ia tidak mau melepaskan tangan Ayahnya itu, ia terus memegangnya dengan erat.
Anne sangat terkejut, tiba tiba saja tangan ayahnya bergerak. Ia merasa senang karena kini ayahnya sudah sadar.
" Om... Tante, Ayah sudah sadar.? " dengan sangat senang Anne mengatakan itu pada mereka semua.
Dengan segera mereka berjalan ke arahnya, mereka melihat kondisinya itu. Tetapi selang beberapa saat tiba tiba saja ayahnya itu menjadi ngedrop, ia melemah, ia membuka matanya dengan sangat lemah. Anne semakin sedih dan takut melihatnya.
__ADS_1
" Ayaaaah...? " Anne menangis memanggilnya, ia tidak tahan melihat kondisi ayahnya itu .
" Seno... syukurlah kamu sadar, apa kamu merasa baikan?" tanya papa Andi pada sahabatnya itu.
Seno tersenyum ia menatap Anne putrinya itu dengan sangat lama, lalu ia berpaling menatap Andi, Wina dan Kaisar yang saat itu berada di sampingnya.
" Jangan menangis putriku... Ayah baik baik saja nak? " dengan sedih ia mengucapkan itu, bagaimanapun ayahnya itu sangat menyayangi putri semata wayangnya itu, ia melihat putrinya itu tidak berhenti menangis.
" Andi... Wina.. bolehkah aku meminta pada kalian untuk menjaga putriku, dia sudah tidak punya siapa siapa lagi disini, selain paman dan bibinya yang jauh. Aku tidak tahu harus meminta bantuan kepada siapa lagi selain kalian.? " dengan tetesan air mata di pipinya ia berbicara.
Melihat itu, mereka semua menjadi sedih di buatnya.
" Ayah.... jangan bicara seperti itu, ayah pasti baik baik saja, ayah yang kuat ya? " Anne menangis dan memeluk tubuh sang ayah.
Sementara Kaisar, ia hanya menyaksikan kesedihan itu. Ia sebenarnya merasa tidak tega melihat kondisi Anne sekarang dan Ayahnya itu.
" Kaisar.... bisakah Om meminta padamu nak, tolong kamu jaga Anne putriku, yang ia butuhkan saat ini hanyalah dirimu nak, kamu mau kan menjaganya demi om.Anne sangat mencintaimu nak, kamu segalanya buat dia. Om percaya sama kamu nak..? " dengan masih menangis Seno meminta pada Kaisar supaya dia mau menjaga putrinya itu
Kaisar sangat terkejut mendengar perkataan ayahnya Anne, yang memintanya untuk menjaga sang putri. Ia tidak tahu harus menjawab apa, ia bingung dengan jawaban yang harus di berikan, sementara melihat kondisinya saat ini tidak memungkinkan bagi Kaisar untuk bicara yang tidak tidak.
Kaisar diam dengan seribu bahasa.
Tiba tiba saja terdengar suara yang membuatnya sangat terkejut.
" Kamu jangan cemas Seno.. putrimu akan baik baik saja, kamu percayakan pada kami, aku berjanji Seno Kaisar akan menjaga putrimu dengan baik, aku akan menikahkan putrimu dengan Kaisar..? " dengan tegas papa Andi mengatakan itu. Karena ia tidak mau melihat sahabatnya itu sedih.
Sedangkan bagi Kaisar perkataan Papanya itu bagai sambaran petir di siang hari. Ia sangat terkejut dengan janji yang Papanya berikan pada sahabatnya itu.
" Pa_____? "
* * *
gimana masih penasaran gak sih sama ceritanya?
dukung aku terus ya? mohon maaf jika ada salah dalam penulisan atau kata katanya.
ini hanya khayalanku saja karena aku suka sekali menghayal... wkwkwk.
dukung aku dengan like, komen, share dan vote.
__ADS_1
salam sayang saya.. ❤