
Hallo semua, apa kabarnya??
Aku balik lagi deh..!!
Oke, kalau begitu kita lanjut lagi!!
selamat membaca ya semuanya.. ❤
* * *
"Kamu mau kemana?"
"Maaf Pak, saya permisi mau pulang."
Yasika segera membereskan semua berkas yang ada di atas mejanya. Gadis itu memang lembur malam ini, dan itupun atas perintahnya Kai. Karena semakin banyaknya pekerjaan, dan harus segera diselesai dalam waktu yang cukup singkat. Jadi, akhir-akhir ini mereka sering melakukan lembur, dan hanya untuk hari ini saja hanya Yasika dan Kai yang lembur, sedangkan Bayu, ia sedang ditugaskan ke luar kota. Yasika bergegas untuk segera keluar dari ruangan itu.
"Ini sudah malam, sebaiknya saya yang antar kamu pulang."
"Tidak perlu Pak, terima kasih. Saya bisa naik taksi."
Yasika segera membuka handle pintu, tapi sebelum pintu itu terbuka, tiba-tiba saja Kai menutup pintu itu kembali, dan ia menguncinya dengan segera. Yasika sangat terkejut dengan apa yang di lakukan oleh cowok itu. Yasika merasa ada yang aneh dengan pandangan Kai saat ini, ia menatap Yasika seperti orang yang sedang kesurupan, dengan sorot matanya yang tajam dan memerah. Yasika pun mengetahui kalau tadi saat dirinya sedang bekerja, ia melihat Kai sedang minum minuman beralkohol. Kai sengaja membawa minuman itu ke ruang kerjanya.
"Pak, permisi saya mau pulang." dengan nada sedikit gemetar Yasika berbicara.
Tidak ada jawaban yang keluar dari mulutnya Kai saat ini, ia hanya fokus menatap Yasika. Ia menatap gadis itu dengan begitu tajam, seolah-olah ingin sekali menerkam Yasika saat ini juga. Entah apa yang ada di pikirannya Kai saat ini. selain masalah pekerjaan yang semakin banyak, ia juga merasa pusing dengan permintaan kedua orang tuanya itu yang menginginkan Kai segera menikah. Selain itu, Kai juga merasa bahwa saat ini Yasika benar-benar sedang menguji kesabarannya.
Kai mengingat lagi kejadian tadi pagi, dimana ia melihat Yasika dan Alan sedang sarapan bersama di sebuah restoran yang tampak sepi pada saat itu, sebelum gadis itu masuk bekerja. Kai melihat dengan jelas apa yang saat itu Yasika dan Alan lakukan. Kai melihat jika Alan sedang mencium gadisnya itu.
Ck, sialan.
Kai menjadi geram di buatnya, ia menahan amarahnya saat itu. Cowok itu mengumpat beberapa kali. Lalu menyandarkan tubuhnya pada punggung kursi dalam mobilnya.
Matanya terpejam sangat erat, dengan kedua tangannya yang mengepal. Lalu memijit pelipisnya yang terasa pusing sejak dari kemarin.
__ADS_1
"Maaf Pak, saya harus pulang." Lagi-lagi Yasika mengeluarkan suaranya, karena ia merasa takut dengan tatapan tajamnya Kai saat ini, seolah sedang menguliti dirinya hidup-hidup.
Yasika sudah merasa kesal saat ini, karena Kai tidak menjawab atau berbicara sedikitpun.
"Kak, kamu kenapa sih?"
Yasika tidak bisa lagi menahan kekesalannya saat ini, sehingga ia mulai berani memanggilnya dengan sebutan seperti biasa, bukan embel-embel memanggil dengan sebutan Bapak lagi.
"Minggir, aku mau pulang." Yasika mendorong tubuh Kai yang menghalangi pintu itu.
Tetapi dengan cepat, Kai menarik tangan Yasika yang hendak membuka kunci pintu itu. Kai menyentak tangannya dengan kasar, sehingga Yasika berbalik dan hampir menubruk dada bidang lelaki itu.
Yasika menatapnya kesal. "Kamu apa-apaan sih?"
"Kamu yang apa-apaan dengan Alan saat di restoran itu huh.?" dengan mata yang masih menyorot tajam pada Yasika.
Yasika mengerutkan dahinya. "Maksud kamu apa, Kak.?"
Kai berdecak, dengan senyum miring yang terlihat jelas dari bibirnya itu. "Apa kamu senang bisa berciuman dengan Alan.?" bisik cowok itu tepat di sebelah telinga Yasika. Tangannya bergerak mengusap bibir gadis itu dengan gerakan sensual. Membuat gadis itu hanya bisa menutup matanya rapat-rapat. Rasa panas tiba-tiba saja menjalar ke seluruh tubuhnya saat tangan lelaki itu masih terus bergerak di atas bibirnya.
"Apa urusan kamu? " sentak Yasika kepada Kai.
"Itu jadi urusanku."
"Aku aneh sama kamu ya Kak, aku gak ngerti dengan jalan pikirkan kamu, kamu seenaknya saja ngelarang aku untuk dekat dengan orang lain, bahkan kamu sampai marah sama aku, kamu sendiri gak ingat apa yang udah kamu lakukan sendiri huh? Kamu marah saat lihat aku sama Alan. Terus, apa kamu tahu gimana perasaan aku ke kamu saat kamu bersama dengan perempuan lain.? " Saat ini Yasika tidak bisa lagi menahan genangan air matanya, ia melampiaskan semua kekesalannya itu pada Kai. Sungguh, ia sangat membenci saat-saat seperti ini.
"Kamu itu egois, aku benci kamu kak, aku ben___!!"
Sebelum Yasika melanjutkan kata-katanya, Kai telah lebih dulu membungkam mulutnya itu dengan ciuman. Kai mendorong tubuh Yasika hingga membentur dinding tembok, tidak ada jarak lagi di antara mereka berdua, lelaki itu mengeratkan pegangannya pada pinggang Yasika.
Kai mencium Yasika dengan sangat rakus, tidak ada kelembutan sama sekali saat bibir mereka saling bersentuhan. Kai ******* bibir bawah dan atasnya gadis itu secara brutal.
Yasika mulai kehabisan nafas, ia mencoba mendorong tubuh Kai dengan sekuat tenaga, tapi sayang usahanya itu sia-sia, karena tenaga mereka sangatlah berbeda.
__ADS_1
"Mmmffhhh ... Kak, lepasin aku?" lirih Yasika saat bisa melepaskan ciuman itu.
Kai tidak mendengarkan itu, ia seperti orang yang sedang kerasukan saat ini, cowok itu menyerang Yasika habis-habisan.
Kai terus saja ******* bibir itu, lidahnya menerobos masuk, membelit dan memainkan lidahnya di dalam rongga mulut gadis itu. Ciumannya pun kini turun menuju leher, ia kecup leher jenjang itu, menjilatnya kemudian menggigit kecil disana sehingga menyisakan warna kemerahan.
Yasika terus saja berusaha menghentikan Kai dari kegiatannya yang sedang mencumbu saat ini, ia berusaha dengan sekuat tenaga agar cowok itu mau melepaskannya.
"Kak, aku mohon lepaskan aku?" ucap Yasika yang tidak berhenti mengeluarkan air matanya.
Kai sama sekali tidak mendengarkan perkataan Yasika, ia terus saja menjelajah, mencium bibir dan leher gadis itu dengan rakus. Hingga kini tangannya pun mulai bergerak, ia berusaha untuk membuka kancing kemeja Yasika, dan itu pun berhasil, satu kancing kemejanya Yasika sudah lepas, dengan segera Kai mencium bagian atas dada gadis itu.
Hal itu tentu saja membuat Yasika terkejut dan semakin terisak menangis. Ia tidak tahu harus berbuat lagi agar lelaki itu bisa berhenti menyentuhnya. Akhirnya Yasika pasrah, ia tidak lagi meronta atau memukul lelaki itu. Yasika diam, dan membiarkan cowok itu untuk terus melakukan apa yang diinginkannya.
Hatinya benar-benar hancur saat ini.
Kai sadar saat mendengar suara gadis itu yang menangis, buru-buru menarik wajahnya yang sedari tadi sedang menyesap leher gadis itu. Kai sedikit menjangkau pandangannya dengan Yasika. Kemudian, menempelkan dahinya di atas dahi gadis itu. Kai memejamkan matanya dengan sangat erat, ia menyesali dengan apa yang telah di perbuatnya. Kai sadar jika ia baru saja menyakiti dan melukai hati gadisnya itu.
"Maafkan aku, maafkan aku, sayang."
Lalu, ia kecup kening gadis itu dengan sangat lama.
Menyesal? tentu saja ..
Sekarang ia merasa seperti seorang laki-laki yang sangat berengsek.
* * *
Tolong budayakan tinggalkan like, komen, dan vote ya buat aku..? setelah membaca, itu gak akan rugi kan??
Aku minta dukungannya dari kalian semua ya??
Mohon maaf bila ada kesalahan.. !!
__ADS_1
Terima kasih juga kepada semua yang udah mampir untuk membaca ceritaku.
salam sayang selalu untuk kalian... ❤