
Happy Reading... ❤
• • •
Perjalanan dari kantor menuju ke tempat di mana sang istri itu sedang menunggunya terasa begitu lama. Mobil yang melaju dengan kecepatan rata-rata itu, tidak membuatnya bisa sampai dengan cepat ke tempat yang menjadi tujuannya. Apalagi setelah sang istri yang terus-menerus menghubungi dan mengirimkan beberapa pesan kepada dirinya, membuat Kai hanya bisa mendesah frustrasi.
Heran? kenapa jadi istrinya yang sangat antusias sekali untuk menjodohkan lelaki yang sudah berumur itu?
Benar-benar sialan si Bayu?
Kai berdecak malas saat ia menoleh ke samping, dan mendapati cowok itu sedang fokus memainkan ponselnya.
"Ngapain lo liatin gue kayak gitu? udah tahu gue ganteng" ucap Bayu terkekeh geli di sela ucapannya, dengan mata masih fokus menatap layar ponselnya.
Kai mendengus seraya bergidik jijik saat mendengarnya. "Najiss ... "
Bayu tergelak bersama dengan posisi tubuh jangkungnya yang berubah miring.
"Sebenarnya lo mau ngajak gue kemana sih?"
Bayu bertanya dengan satu alis terangkat tinggi.
Kai tersenyum miring. "Udah lo ikut aja."
"Heran gue, kenapa tiba-tiba lo ngajak gue buat makan di luar?"
"Terserah gue, lo bawahan gue ya? jadi lo harus nurut sama gue." ujar Kai dengan santainya membuat Bayu mendengus sebal.
Setelah menempuh perjalanan setengah jam lamanya dan melewati sedikit kemacetan ibu kota, akhirnya Kai dan Bayu sampai di tempat yang mereka tuju. Ya, sekarang mereka sudah berada di depan salah satu kafe ternama yang ada di Jakarta. Sesuai dengan permintaan sang istri yang sedang hamil itu, akhirnya Kai menyetujui untuk membawa Bayu bersama dengan dirinya.
"Disini?"
"Hm ... "
Kai melepas seat beltnya begitupun dengan Bayu. Kedua cowok itu lantas segera turun dari mobilnya. Baru saja Kai mengambil ponsel yang berada di kantung celananya, tiba-tiba layar ponselnya itu kembali menyalah. Dan, nama istri tercintanya'lah yang tertera di layar hapenya itu.
Sudah puluhan kali Yasika menghubunginya dan itu berhasil membuat Kai mendesah frustasi di buatnya.
Semenjak kehamilannya yang kedua, sikap Yasika memang sedikit berubah. Dan ini salah satunya yang membuat Kai harus kembali mendesah frustasi saat istrinya itu menginginkan sesuatu. Kai yang sebagai seorang suami, maka ia harus segera menuruti keinginannya itu. Kalau tidak, Yasika akan menangis seperti anak kecil yang sedang meminta jajan kepada orang tuanya.
Menyebalkan bukan?
Semenyebalkannya Yasika, tetapi Kai sangat mencintai dan memuja sosok istrinya itu. Apalagi ketika ia tahu kalau Yasika sedang mengandung anak kedua mereka, disitulah Kai merasa bahwa ia adalah laki-laki yang sangat sempurna, termasuk dengan Yasika, wanita yang menjadi kelemahannya sekarang.
Apapun akan Kai lakukan untuk kebahagiaan istri dan anak-anaknya kelak. Sama halnya seperti sekarang, Kai ingin membahagiakan istrinya itu dengan cara membawa Bayu untuk di kenalkan kepada seseorang. Meskipun sangat merepotkan, tetapi Kai hanya bisa menurut, karena ia tidak ingin jika nanti Yasika menangis dan menyuruhnya untuk tidur di sofa.
__ADS_1
"Hai ... Sayang?"
Suara itu terdengar dari balik punggungnya Yasika, membuat kedua wanita itu langsung menoleh seketika.
Yasika tersenyum lebar begitu mendapati sosok pria tampan yang sudah ia tunggu hampir satu jam lamanya, sekarang pria itu sudah berada di hadapannya.
Sementara Bayu, cowok itu hanya mampu terbengong bersama dengan rahangnya yang sedikit terbuka.
Apa-apaan ini?
Sedangkan Miss Vita, gadis berparas ayu itu hanya mampu menunduk malu saat tanpa sengaja matanya bertubrukan dengan kedua bola mata hitam yang sangat indah itu.
Ganteng banget sih mereka?
"Lama banget sih?" keluhnya dengan manja.
"Maaf, tadi sedikit macet di jalan." ujar Kai seraya mencium kening sang istri. "Nunggu lama ya?"
"Hm ... gak tahu apa, udah berapa cangkir cappucino yang udah kita habiskan." kelakarnya yang membuat semua orang hanya menanggapinya dengan tersenyum.
"Kalo kamu mau, gak masalah. Aku akan membayarnya." ujar Kai dengan santainya seraya menarik kursi lalu duduk si sebelah istrinya, di ikuti oleh Bayu yang menarik kursi satunya lagi.
Kini, mereka berempat sudah duduk di satu meja yang sama. Hanya Kai dan Yasika yang membuat suasana menjadi hangat. Sedangkan Bayu, cowok yang biasanya tidak bisa diam, kini ia bungkam. Entah apa yang membuat Bayu berubah menjadi pendiam seperti ini. Apa karena ada miss Vita di hadapannya, atau karena ada alasan lain yang membuat hatinya menjadi tidak tenang seperti ini.
Bayu mencium gelagat aneh dari kedua pasangan suami istri itu. Jadi ini, alasan mereka berdua ngajak gue makan bareng?
Ah ... benar-benar pemandangan yang sangat menyebalkan bukan?
Kenapa gue selalu menjadi obat nyamuk seperti ini?
Dasar bos kampret...!!!
* * *
"Oh iya, Vita. Tadi aku bilang sama kamu kan, kalo aku akan mengenalkan mu pada seseorang." ujar Yasika saat satu suap makanannya berhasil masuk ke dalam mulutnya.
Miss Vita mengangkat wajahnya, lalu tersenyum.
"Ini loh, orangnya sudah ada disini." Yasika kembali berujar dengan santainya. "Gimana? Bayu ganteng kan?"
Bukan hanya terkejut, Bayu sampai tersedak makanannya begitu saja sampai wajah dan telinganya berubah memerah.
Kai yang berada di sampingnya hanya terkekeh geli seraya menyodorkan segelas air kepadanya.
"Makanya kalo makan itu di kunyah." ledek Kai pada asistennya itu.
__ADS_1
Bayu langsung mengambil air itu lalu menenggaknya sampai tandas.
Ah ... Lega sekali rasanya.
Yasika sempat meringis, sedangkan Miss Vita, gadis itu hanya menatap Bayu malu-malu sebelum akhirnya kembali menurunkan pandangannya.
"Kamu gak apa-apa Bayu?" tanya Yasika sedikit khawatir. "Wajah kamu sampai memerah kayak gitu?"
"Gak apa-apa kok." jawab Bayu seraya menyeka sudut bibirnya.
"Meskipun begitu, tapi kamu tetep kelihatan ganteng kok Bay, apalagi dengan wajahnya yang merah kayak gitu." ia menjeda kalimatnya, sambil menyeruput jus yang tinggal sedikit itu. "semakin seksi." ada kekehan geli di sela ucapannya.
Bukan hanya Bayu, Kai yang berada di sampingnya pun kali ini ikut tersedak. Membuat Yasika kembali meringis.
"Kamu kenapa? makannya pelan-pelan dong sayang." Yasika menyodorkan segelas air, lalu menepuk-nepuk pelan bahu suaminya itu.
"Ini semua karena kamu."
"Loh kok karena aku?"
Kai mendengus. "Gak nyadar apa? sama ucapan kamu barusan pada ... " Kai menjeda kalimatnya, lalu kembali meneguk minumannya. "Bujangan lapuk kayak dia." lanjutnya kembali.
"Apa?" ucap Yasika dan Bayu barengan bersama dengan rahang mereka yang terbuka lebar.
Keterlaluan...!!!
Yasika langsung memukul lengan suaminya itu pelan. "Ih ... Jangan gitu dong ngomongnya. Kan malu, ada miss Vita disini." kesal Yasika pada suaminya itu.
"Tahu nih ... punya bos kok nyebelin banget." celetuk Bayu yang tidak terima atas penghinaan bosnya itu.
Sementara Kai, cowok itu hanya tertawa pelan seraya menepuk pelan bahunya. "Tugas gue sama istri gue udah selesai. Sekarang ... giliran lo buat nyatain cinta." ledek Kai pada sahabatnya itu yang di tanggapi dengan dengusan kesal dari Bayu.
"Rese lo ya?"
* * *
Bagi like, komen, vote dan juga tekan ❤ di bawah ya?
Makasih buat semua yang selalu nunggu ceritanya aku semoga kalian suka dan gak bosen...
Aku mau promo juga ya, untuk baca ceritanya Camelia, Lawyer Handsome, dan Putih Abu.
Aku tunggu...
__ADS_1
Salam dari aku buat kalian semua... 🤗