Ketika Harus Memilih

Ketika Harus Memilih
88. Sial


__ADS_3

Balik lagi bawa ceritanya Kaisar dan Yasika..


Semoga kalian suka sama ceritanya..


Jangan lupa tinggalkan like, komen, dan vote juga buat aku..


Mohon maaf bila ada kesalahan dalam penulisan atau kata-katanya yang salah..


Harap di maklum ya..??


Oke, kita lanjut..


Happy reading semua... ❤


* * *


"Jadi itu kegiatan kalian selama di rumah.?" Tanya Kai santai.


Yasika sedikit terlihat gugup, dan hanya menyengir kaku saat Kaisar bertanya kepadanya.


"Aku lihat tadi, kamu juga serius banget nontonnya? sampai lupa kalau suaminya sudah pulang." Timpal Kai kembali.


Lagi dan lagi Yasika hanya bisa tersenyum saat Kai tidak berhenti bicara kepadanya, ia tidak tahu harus menjawab seperti apa.


"Kenapa diam.?"


"Kamu bicara terus, lagian apa salahnya jika kita nonton filem dewasa kayak gitu? gak pa-pa kan.?" Jawab Yasika enteng.


"Ya buat kamu gak pa-pa, tapi buat mereka?"


"Temen-temen aku itu udah dewasa Kak.?"


Kai tersenyum saat sang istri mulai banyak bicara. "Kamu itu, mulai pandai menjawab ya.?" Ucap Kai lembut dengan sedikit mencubit hidungnya Yasika.


"Sakit ih.. " Ucap Yasika meringis.


Kaisar tersenyum kembali saat dirinya melihat raut wajah istrinya yang sedang cemberut. Sebenarnya bukan masalah besar untuk Kaisar saat melihat istri dan para sahabatnya itu sedang menonton filem dewasa seperti itu. Lagipula itu urusan mereka semua, hanya saja Kaisar sangat suka jika untuk menggoda Yasika.


"Boleh dong nanti kamu praktek sama aku.?" Tanya Kaisar dengan sedikit menggoda.


Yasika mengernyit heran ia menatap wajah suaminya itu. "Apaan sih? Gak ada ya.?"


"Kenapa.?"


"Gak ada jatah buat kamu malam ini..!!"


Kaisar tertawa, sangat senang baginya jika sudah membuat istrinya menjadi menggemaskan seperti itu. "Yakin kamu gak kasih aku jatah.?" Bisiknya kembali. "Emang gak penasaran gitu? harusnya kamu praktek sama kayak di filem itu.!"


"Gak..!!! " Jawab Yasika dengan sedikit berteriak. Ia pergi meninggalkan dimana suaminya itu masih berdiri dan tertawa.


Kaisar menggeleng kepalanya pelan, ia tersenyum melihat kalakuan istrinya itu. Dengan segera Kaisar juga berjalan dimana Bayu saat ini sedang menunggunya di ruang kerja.

__ADS_1


Kaisar menghabiskan banyak waktu bersama dengan Bayu saat di ruang kerja, mereka sedang menyelesaikan pekerjaan yang belum selesai.


Waktu sudah menunjukan pukul sembilan malam, dan Bayu-pun sudah pulang kembali ke apartemennya. Kini hanya ada Kaisar yang masih setia berada di ruangan itu, sambil memeriksa beberapa berkas yang belum sempat di tanda tangani.


Berada di ruangan yang berbeda, Yasika baru saja menyelesaikan ritual mandinya. Ia sudah terlihat segar dan juga wangi aroma khas sabun mandinya. Yasika mengabsen seluruh ruang kamar, ia baru menyadari kalau suaminya itu belum kembali dari ruang kerjanya.


"Kak.. " Panggil Yasika saat ia membuka pintu ruang kerjanya dan membawakan secangkir kopi panas untuk dirinya.


Kaisar menoleh ke arah dimana istrinya itu berjalan masuk dan menghampirinya. Ia tersenyum saat melihat sang istri sudah tampil segar dengan rambut basah yang tergerai. Rasa lelah dan capek-pun hilang seketika saat dirinya melihat wajah cantik dan senyum manis dari istrinya itu.


"Kamu habis mandi.?" Tanya Kai menatap wajah istrinya itu.


Yasika tersenyum dan menggangguk pelan. "Ya."


"Kenapa mandi malam-malam gini.?"


"Gak pa-pa, lagi merasa gerah ja. Ini aku bawain kopi untuk kamu."


"Terima kasih sayang ... !!" Ucap Kai lembut dengan segera ia menyesap kopi yang di buatkan oleh istrinya itu.


"Apa pekerjaan kamu belum selesai Kak.?"


"Belum... Ini tinggal dikit lagi."


"Ini udah malam, emang gak bisa kalau di bereskan besok.?" Tanya Yasika pada suaminya itu.


"Gak bisa, ini harus selesai malam ini juga. Karena besok harus aku bawa pagi-pagi." Balas Kai sambil tersenyum kepada istrinya itu.


Yasika membalas senyuman suaminya itu, ia menatap wajah sang suami yang sudah terlihat sangat lelah.


Yasika kembali tersenyum, "Apa kamu gak capek Kak.?"


Kaisar menatap balik wajah sang istri yang kini sedang tersenyum kepada nya.


"Aku gak capek, apalagi ada kamu di samping aku."


"Kamu itu ya Kak..?"


"Ayo sini.?" Ucap Kai dengan menepuk-nepuk pahanya. Ia menarik tangan Yasika dan menyuruh untuk duduk di pangkuannya.


Kai memeluk tubuh Yasika dengan sangat erat ketika istrinya itu sudah berada dalam pangkuannya. Kai membenamkan wajahnya di dada sang istri, Kaisar begitu nyaman saat Yasika mulai mengelus lembut rambutnya. Ia mencium wangi tubuh sang istri dengan rambut yang sedikit terlihat basah itu. Kai semakin mengeratkan pelukannya membuat Yasika merasa tidak nyaman di buatnya.


"Kak..."


"Hmm.. "


"Apa kamu mau makan sesuatu.?"


"Aku tidak lapar.. "


"Kenapa? Memangnya kamu sudah makan.?"

__ADS_1


"Udah, tadi bareng Bayu.." Kai bicara dengan mata yang terpejam dan semakin memeluknya erat. "Ayo..?" Ajak Kai dengan mendongakkan kepalanya menatap wajah sang istri.


"Kemana.?"


"Kita tidur, ini sudah malam."


Yasika tersenyum dan segera turun dari pangkuan suaminya. Mereka berdua keluar dari ruang dimana Kaisar selalu menghabiskan waktu disana. Kini mereka berdua sudah berada di dalam kamar tidurnya. Kaisar-pun keluar dari kamar mandi dan langsung merebahkan tubuhnya di samping sang istri. Kai kembali memeluk tubuh istrinya itu. Sedangkan Yasika masih setia membaca buku miliknya.


"Apa kamu belum ngantuk.?" Tanya Kai pada istrinya.


"Belum.. " Jawab Yasika pelan, dengan mata masih fokus membaca buku itu.


"Sayang...!"


"Kenapa Kak.?"


"Kapan acara wisuda kamu.?" Tanya Kaisar sembari memainkan kancing baju tidur yang Yasika pakai.


"Minggu depan." Jawab Yasika yang masih setia membaca novel romantis kesukaannya.


"Oh... Ya, nanti setelah selesai wisuda kamu mau ya jadi Sekretrarisnya aku lagi.?"


Kening Yasika sedikit mengernyit, tetapi pandangan matanya itu tetap pada buku yang masih ia baca. "Kenapa memangnya.?"


"Aku di kantor kan gak ada Sekretraris, hanya Bayu selama ini yang menggantikan posisi kamu." Kaisar semakin merapatkan tubuhnya, tanpa Yasika sadari kalau Kaisar sudah berhasil membuka satu kancing baju bagian atasnya.


"Kenapa gak cari yang baru Kak.? "


"Aku gak mau. "


"Kenapa.?"


"Kemarin aku udah ada Sekretraris, tapi aku pecat lagi."


Yasika segera menutup novel yang yang masih di baca itu, ia kembali mengernyit heran. "Memangnya kenapa.?"


"Aku gak suka, dia kecentilan.. "


Yasika tersenyum tipis, ia memperhatikan wajah suaminya itu. Ada perasaan senang di hatinya ketika Kaisar berbicara atas ketidaksukaannya terhadap seseorang. Yasika kini memiringkan duduknya membuat Kai semakin leluasa membuka kancing bajunya. Dan tanpa sadar kerena mereka berdua saling menatap akhirnya empat kancing baju itu sudah terbuka.


Kaisar sudah bisa melihat kain berenda warna merah yang masih menutupi dua buah gundukan sintal milik istrinya itu.


"Baiklah, aku mau kok nanti jadi Sekretraris kamu lagi."


"Benarkah." Kaisar menyerukan wajahnya di perpotongan leher istrinya. Yang seketika membuat Yasika menegang dan tersadar kalau kancing bajunya sudah terbuka.


"Ya ampun... Kak..!!!" Teriak Yasika yang baru tersadar. "Kamu ngapain sih.?"


"Aku pengen sayang... Aku mau kita melakukan seperti dalam filem yang kamu tonton itu.!" Bisik Kai pelan dengan seringainya.


Yasika terkejut dengan mulut menganga..

__ADS_1


Ah... Siall.... Kenapa dia masih ingat sih..???


* * *


__ADS_2