
Happy reading.... ❤
* * *
"Sayang ... "
"Hmm... "
"Kalau nanti kita sudah menikah, kamu ingin kita pergi honeymoon kemana? "
Yasika terdiam sesaat, kemudian ia tersenyum senang dengan mata yang berbinar.
"Aku ingin ke Seoul. "
Kaisar mengangkat kedua alisnya, "Kamu ingin kesana? "
"Hmm." Jawab Yasika cepat seraya mengesap secangkir coffe latte miliknya.
"Kenapa mau pergi kesana? "
"Soalnya aku belum pernah kesana, dan aku ingin sekali mengunjungi tempat itu, katanya kota itu kota romantis. "
"Kata siapa? "
"Aku sering nonton drama korea, jadi aku tau semuanya." Yasika menjeda kalimatnya ia sedikit mencondongkan tubuhnya pada Kaisar, "Aku juga pengen ketemu ma oppa-oppa ganteng disana.! "
"Ck, " Kaisar berdecak ia menatap Yasika dengan tatapan sedang meledek.
"Gantengan juga aku kemana-mana. "
Yasika tertawa dengan sangat keras, membuat semua orang yang berada disana menatap heran pada mereka berdua. Yasika sadar kalau saat ini dirinya menjadi pusat perhatian, dengan segera ia mengatup bibirnya.
"Pede banget kamu itu kak.? " sambil mengulum senyum.
Kaisar tersenyum seraya memiringkan kepalanya menyandar pada dinding tembok.
"Memang benarkan? Kamu itu beruntung banget dapetin cowok kayak aku, udah gantengnya permanen, gak kayak oppa-oppa yang kamu bilang itu, aku baik dan juga setia."
Dan gelak tawa-pun kembali terdengar, mereka sangat menikmati waktu berdua yang benar-benar terasa menyenangkan. Mereka menghabiskan waktu bersama dengan jalan-jalan dan mengelilingi kota kembang itu. Bahkan tidak sedikit dari semua orang yang melihat mereka itu, ada yang merasa iri dan juga kagum karena mereka berdua adalah pasangan yang sangat serasi.
* * *
"Pa... Ma, aku pamit dulu ya? kalian baik-baik disini, aku bakalan rindu banget sama kalian berdua." Dengan sangat lirih dan memeluk erat tubuh kedua orangtuanya itu secara bergantian.
__ADS_1
"Kamu juga baik-baik disana, ingat pesan kami ya?" Ucap mama Yessi yang kembali membalas pelukan itu.
Yasika tersenyum dan menganggukkan kepalanya, "Aku akan ingat, aku sayang kalian berdua. "
"Om ... Tante, saya pamit dulu ya? "
"Ya nak, kamu hati-hati ya? dan ingat jaga putri Om baik-baik. " Kata Papa Bagas.
"Saya janji Om ... Saya akan menjaga putri kalian dengan baik. Saya juga akan segera kembali lagi kesini untuk menemui kalian bersama kedua orang tua saya. "
"Baiklah, kami akan menunggumu Nak. "
Merekapun pergi meninggalkan rumah yang dua hari ini menjadi tempat ternyaman yang mereka singgahi. Kaisar sangat senang bisa berada di tengah-tengah keluarga kekasihnya itu. Keluarga yang harmonis dan hidup dengan sederhana walaupun mereka orang yang terpandang di kota itu.
* * *
"Bagaimana liburannya apa anda menyukainya? " Tanya Bayu dengan sedikit menyunggingkan bibirnya ke atas.
Kaisar menoleh seraya membuka beberapa berkas yang sudah tersusun rapih dan sangat menumpuk yang ada di meja kerjanya, bagaimana tidak satu hari saja tidak masuk sudah banyak sekali pekerjaan yang harus dia selesaikan secepatnya.
"Hmm.. " Jawabnya datar.
"Bagaimana dengan calon mertuamu, apa mereka menerimamu? "
"Kau ini bicara apa? " Kaisar menatap Bayu dengan tatapan tidak suka.
"Bay ... Gue minta untuk minggu depan kosongkan semua jadwal gue."
Bayu mengernyit heran, "Kenapa? "
"Gue mau melamar Yasika dengan resmi. Gue mau lo yang urus semuanya.? "
"Oke." Jawab Bayu singkat. "Berarti Lo juga harus banyak lembur sekarang, jangan pacaran mulu, biar semua kerjaan kelar sebelum waktunya.? "
Kaisar menganggukkan kepalanya, "Gue juga mau lo urus semua kebutuhan gue dan Yasika untuk acara pernikahannya nanti. Dan lo juga sediakan tiket bulan madu untuk kita berdua.? "
Bayu mengerutkan dahinya, ia menatap Kaisar dengan penuh tanda tanya. "Ck, emang kalian mau pergi kemana? "
"Korea." Kaisar menatap Bayu ia melanjutkan lagi perkataannya. "Yasika yang minta, lo tau kenapa dia mau pergi kesana? "
Bayu mengedikkan bahunya, "Mana gue tau.. "
"Karena dia mau ketemu ma Oppa-oppa yang menurutnya ganteng. Ck, padahal gantengan gue daripada mereka. " Dengan bangga Kaisar mengatakan itu.
Bayu hanya mengulum senyum, ia sebenarnya ingin tertawa dengan keras. Namun ia urungkan karena kalau sampai itu terjadi mungkin saja Kaisar akan melemparkan seluruh berkas itu ke wajahnya sekarang.
__ADS_1
"Permisi pak, boleh saya masuk? "
Kaisar dan Bayu menoleh secara bersamaan, kemudian mereka tersenyum.
"Masuklah."
Yasika berjalan mendekat, dan sekarang ia berdiri di hadapan Kaisar.
"Baiklah, kalau begitu saya permisi dulu. " Ucap Bayu yang mengerti dan segera ia meninggalkan ruangan itu.
Kaisar menatap Yasika, "Kenapa? apa kamu kangen sama aku? "
Yasika tersenyum, "Kangen banget. " Balasnya seraya berjalan mendekati dimana saat ini Kaisar sedang duduk, ia mengelus lembut pipi Kaisar dengan tangannya.
"Ada apa huh.? " Tanya Kaisar dengan mata yang terpejam, ia menikmati setiap sentuhan yang di berikan oleh kekasihnya itu.
Kaisar menarik pinggang Yasika, agar ia duduk dalam pangkuannya. "Kenapa kamu menggodaku seperti ini,? " Tanya Kaisar dengan mata yang sudah berkabut, ia tidak bisa lagi menahan hasratnya untuk tidak menyentuh balik perempuan yang kini berada dalam pangkuannya.
Kaisar menarik pinggangnya agar lebih dekat, hingga kini tidak ada jarak lagi antara mereka berdua. Kaisar menatap wajah dan mata yang selalu membuatnya mabuk itu, dengan tatapan mata yang sudah menggebu. Ia menyentuh setiap lekuk wajah cantiknya Yasika.
"Kenapa kamu selalu bikin aku seperti ini,? "
"Kak ... ak __ ?? " Belum juga menyelesaikan kalimatnya Yasika sudah lebih dulu di bungkam mulutnya oleh Kaisar.
Dan ciuman penuh gairah itupun terjadi, mereka saling berbalas *******, saling menelan saliva, dan bunyi decapan bibirpun sangat terdengar saat kedua bibir itu menyatu dan bersentuhan. Lidah mereka saling bertaut dengan nafas yang memburu. Ciuman itupun terasa sangat manis dikala keduanya saling menikmati.
Kaisar mulai meraba punggung Yasika dengan sangat lembut, tanpa terasa tangan itu mulai menyentuh kesana-kemari, membuat Yasika semakin berdebar. Namun, saat tangan itu menyusup masuk ke dalam kemeja miliknya, Yasika segera menghentikan Kaisar, ia mencegahnya dengan napas yang masih sama-sama memburu.
Yasika menatapnya dalam, "Jangan... " gumamnya tepat di depan bibir Kai. "Aku gak mau.. "
Kaisar tersenyum seraya mengecup kening Yasika dengan sangat lama. "Maafkan aku, aku sudah tidak tahan, " dengan sorot mata yang masih memburu.
"Sebentar lagi, tunggu sampai saatnya tiba. Aku akan menjadi milik kamu seutuhnya.. "
* * *
Hayo masih setiakah sama ceritanya Kaisar dan Yasika??
Jangan lupa tinggalkan like, komen, dan vote buat aku ya??
Sekali lagi aku mohon maaf bila ada salah dalam kata ataupun penulisannya yang tidak sesuai.
Semoga kalian mengerti... wkwkwkwk.
Kalau begitu kita lanjut ke episode selanjutnya ya...??
__ADS_1
Salam sayang saya untuk semuanya... ❤