Ketika Harus Memilih

Ketika Harus Memilih
75. Lamaran


__ADS_3

Aku balik lagi...


Happy reading... ❤


* * *


Seminggu sudah berlalu, dimana hari ini Kaisar dan keluarganya telah datang kembali ke kota kelahiran kekasihnya itu. Mereka tiba di Bandung pada malam hari, dan mereka telah memasuki area hotel itu untuk beristirahat.


Acara pertunangan Kaisar dan juga Yasika pun dilaksanakan. Bertepatan di salah satu hotel besar yang ada di Bandung, acara itu tidak mengundang banyak tamu, hanya keluarga, kerabat dan para sahabat dekatnya saja. Baik dari keluarga Kaisar ataupun Yasika.


Kaisar segera memasangkan cincin berlian yang ia pesan sendiri di jari manisnya Yasika. Sontak semuanya bertepuk tangan dan memberi ucapan selamat.


Kaisar dan Yasika tersenyum bahagia, mereka berdua menjadi pasangan yang paling serasi malam ini. Dengan ketampanan dan kecantikan yang mereka punya, sungguh sangat membuat kagum semua orang yang melihat mereka berdua.



"Kamu cantik sekali sayang ... " Bisiknya mesra.


Yasika menatap wajah Kaisar, dan ia tersenyum bahagia. "Terima kasih, kamu juga sangat tampan seperti oppa-oppa korea itu. " Dengan mengedipkan sebelah matanya.


Kaisar melongo, ia memutar kedua bola matanya malas. "Aku lebih ganteng dari mereka ya.? "


Yasika terkekeh kecil, dengan segera ia menggandeng tangan Kaisar. Mereka berdua sangat menikmati suasana seperti ini, hingga akhirnya acara lamaran pun telah selesai.


Kini orang tua kedua belah pihak sudah saling mengenal satu sama lain. Mereka banyak menghabiskan waktu untuk sekedar saling memuji dan membicarakan sesuatu. Papa Andi terlihat antusias sekali saat sedang ngobrol dengan Papa Bagas, begitupun dengan kedua wanita paruh baya yang masih kelihatan cantik itu, mereka asik membahas urusan rumah tangga dan usaha yang mereka jalani.


Semua kini tengah menikmati jamuan makan malam, mereka semua berkumpul dan duduk bersama di salah satu meja yang sudah di sediakan oleh pihak hotel tersebut.


"Ternyata Bandung itu dingin tidak seperti di Jakarta yang panas. " Ucap Mama Wina dengan masih mengunyah makanan dalam mulutnya.


"Ya jeng, tapi kalau macet Bandung juga udah sama kayak Jakarta yang selalu macet. " Timpal mama Yessi.


"Yang aku dengar, katanya disini banyak tempat wisata yang bagus ya jeng? dan tempat kuliner yang enak-enak? "


"Ya jeng ... Banyak sekali. Makanya nanti sering-sering main ke Bandung ya biar kita bisa jalan-jalan bersama."


"Boleh juga ya kan Pa..? " Tanya mama Wina pada suaminya itu.

__ADS_1


Papa Andi hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya. "Nanti juga mama akan sering kesini, ikut ja sekalian sama mereka berdua kalau mereka kesini.? " Kata papa Andi dengan menatap kedua pasangan tersebut.


Kaisar dan Yasika menoleh, mereka tersenyum bahagia. "Ya Ma ... Papa benar kok, nanti kalau kita kesini mama boleh ikut. " Jawab Kaisar.


Mereka semua tertawa, mereka sangat senang sekali bisa lebih mengenal satu sama lain. Bahkan untuk acara resepsi pernikahan pun sudah mereka tentukan. Papa Andi menginginkan jika resepsinya nanti akan di gelar di Jakarta. Dimana disana akan banyak tamu yang mereka undang termasuk dengan orang-orang penting, yang tidak lain adalah rekan kerja sekaligus rekan bisnisnya.


Mereka menyepakati itu, kedua orang tua Yasika-pun menyetujuinya. Untuk acara di Bandung mereka hanya akan mengadakan syukuran saja untuk pernikahan keduanya.


"Bagaimana apa kalian punya rencana mau pergi bulan madu kemana? " Tanya mama Wina.


Kaisar menjawab, "Sudah Ma ... Kita mau pergi ke Korea. "


Mereka semua hanya manggut-manggut mengerti, tapi tidak dengan mama Wina yang memasang wajah terkejut.


"Wah ... Kalian mau pergi kesana ya? "


"Ya Ma ... Yasika yang mau. " Kaisar kembali menjawab.


"Mama juga mau Kai, Mama mau kesana, mama mau ketemu ma oppa-oppa disana. Mama sangat suka sekali sama mereka. Mereka semua ganteng-ganteng, Apa mama boleh ikut kalian? "


"Gak...!! " Kaisar menjawab dengan cepat, ia tidak habis pikir dengan kedua wanita yang sekarang berada di sampingnya.


Mama Wina memicingkan matanya, ia menatap wajah anak laki-lakinya itu dengan tatapan kesal.


"Ma ... Aku mau pergi kesana karena aku dan Yasika mau bulan madu, kalau mama ikut kapan kita akan kasih cucu buat mama. "


Yasika terkejut dengan mulut terbuka, lalu ia segera menyikut lengan Kaisar dengan mata menyorot sempurna.


"Kak..!!! "


"Kamu ini Kai, ada-ada saja. " Timpal papa Andi.


"Tau ni anak, gak sabaran banget.! "


"Lagian juga mama kenapa pengen ikut segala sih, benar kata Kai mama gak boleh ikut. Nanti yang ada mama malah mengganggu mereka. "


"Ya ma ... Lagipula kenapa sih mama pengen banget ketemu ma oppa-oppa itu? asal mama tau ya aku ini tidak lebih ganteng dari mereka kok.. " Saut Kaisar kembali.

__ADS_1


"Kan beda Kai.. "


"Beda apanya? pokoknya mama gak boleh ikut.! "


"Kak.. " Pekik Yasika.


Mama Wina memberengut dengan tampang kesal. "Ya ... Ya, mama gak jadi ikut deh, tapi ingat ya pokoknya mama gak mau tau setelah kalian pulang harus bawa kabar baik, dan segera memberi cucu buat kami semua.. "


Kaisar tersenyum lebar sedangkan Yasika hanya tersenyum tipis.


"Siap.... Kalian tenang saja, aku akan rajin buatnya kok.!"


Sontak jawaban nyeleneh dari mulutnya Kai itu membuat semua orang yang berada disana terkejut bukan main. Apalagi dengan Yasika dirinya langsung tersedak saat mendengar apa yang di katakan oleh Kaisar baru saja.


"Kai.... Kamu ini?? " Sewot mama Wina.


Sementara yang lainnya, hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum tipis. Tidak terasa waktupun telah lama mereka lewati, hanya dengan makan dan ngobrol bersama membuat waktu itu terasa singkat. Mereka memutuskan untuk kembali istirahat ke kamarnya masing-masing. Sebelum pagi datang karena mereka harus kembali ke Jakarta.


Kaisar berjalan bersama dengan Yasika, di sepanjang perjalanan mereka tidak melepaskan pegangan tangannya. Mereka melewati lorong hotel itu untuk masuk ke dalam kamarnya masing-masing, Kaisar satu kamar bersama Bayu, sedangkan Yasika memilih untuk satu kamar dengan kedua orangtuanya. Karena Itu menjadi hal yang langka untuk Yasika, kapan lagi mereka akan bisa tidur bersama.


Yasika berdiri tepat di depan pintu kamarnya, sebelum ia masuk Kaisar lebih dulu menahannya.


"Buru-buru banget sih? kamu gak kangen apa sama aku?"


Yasika tersenyum, "Kak, apaan sih? seharian ini kita bersama loh, dan ini udah malam banget aku capek ingin istirahat. "


"Tapi aku masih kangen, aku ingin berduaan dulu ma kamu. " Bisik Kaisar lembut tepat di telinganya Yasika. "Kamu cantik dan seksi banget malam ini." Dengan mengecup pundak Yasika yang terbuka.


"Kak." Dengan suara lembut dan memejamkan matanya erat.


Kaisar tidak menghiraukannya, ia masih terus saja bermain di area pundak dan lehernya Yasika yang terbuka. Kaisar mencium, dan menggigit kecil disana.


"Kak... " Lenguhan Yasika terdengar begitu menggoda, hingga membuat Kaisar tidak bisa berhenti untuk tidak menyentuhnya.


Jangan pernah lupakan bahwa sekarang mereka berada di tempat umum, berada di hotel dan mereka berada di depan kamar masing-masing. Dan jangan salahkan juga jika saat ini ada orang yang sedang melihat aksi mereka berdua. Dengan tangan yang menyilang di depan dada.


Dasar mesum...!!!

__ADS_1


* * *


__ADS_2