
sejak peristiwa itu Nayla selalu berusaha untuk mendekati Burhan,ayahnya yang menyadari itu akhirnya memutuskan untuk menjodohkannya .
"tok-tok"sebuah suara membuyarkan lamunannya.
"siapa?"tanya Nayla
"Layanan kamar nyonya"
"oh,silahkan masuk".
Dengan cepat pelayan itu meletakkan pesanan Nayla.lalu dengan sigap ia keluar dari ruangan.
Tak lama setelah itu ia menelpon seseorang.
ia ingin melakukan sesuatu terhadap Ayu.
"apakah kamu sudah menyelidiki wanita itu?"
dia bertanya pada seseorang diseberang telpon.
"baiklah,"sambungnya.
ia kemudian berbaring ditempat tidur.Tiba-tiba ia melihat suaminya berada dikamarnya. dengan membawa sebuah tas besar ia pergi meninggalkan Nayla.
"mas.kamu mau kemana?"
"aku mau pergi,jangan ganggu aku lagi"
"mas,jangan tinggalkan aku,!!"rengek Nayla,sambil menarik tangan suaminya ia berusaha keras untuk menahan kepergian orang yang dikasihinya itu.
"lepaskan tanganmu Nay...!!"perintah Burhan
"tapi mas,,,,"
"ah sudahlah"sambil menepis tangan istrinya itu.
"jangan pernah mencariku lagi Nay"
"sambil keluar Burhan berkata-kata
"aku sudah mendapatkan apa yang selama ini kucari"sambungnya.
"tapi mas,bagaimana dengan keluarga kita,ayah dan ibu?bagaimana aku harus menjawab bila mereka bertanya?"
Burhan tidak perduli,ia terus saja melangkah.
"Mas..."teriak Nayla.sambil berjalan ia mengambil pisau yang ada diatas meja kamarnya,dengan sekejap mata ia menancapkan belati yang ada digenggamannya berulang kali kebagian belakang Burhan.seketika darah berceceran dimana-mana ,ia ambruk jatuh kelantai,sebelum pingsan tangannya mengarah pada istrinya
"Nay...."lalu ia terjerembab.
Nayla terdiam seribu bahasa.Ia hanya menatap sendu orang yang sangat dikasihinya itu.
__ADS_1
tiba -tiba Nayla yang tersadar dengan apa yang dilakukannya teriak histeris.
"Mas......,maafkan aku..."sambil menangis ia mengguncang-guncangkan tubuh suaminya yang sudah terbujur
"mas...."teriaknya lagi.
?"bangun mas,kamu tidak boleh meninggalkan aku,"sambil menangis tersedu-sedu digoyangkannya tubuh yang telah bersimbah darah itu.
"aku tidak ingin kehilanganmu mas,tapi aku juga tak ingin orang lain memilikimu,"sambungnya
"aku akan membalas semua perlakuanmu yu"sambil meremas rambutnya yang mulai kusut,Nayla berteriak.
tiba-tiba ia merasa seseorang menggoyangkan badannya,
"Bu,bangun Bu," suara seseorang memanggilnya.
Nayla tersadar,sambil mengerjapkan matanya beberapa kali ia akhirnya terbangun,sambil mengelus dadanya .ia bersyukur ternyata semua hanya mimpi.
***********
Sementara itu di sebuah gudang kopi yang tua tempat lain seseorang berteriak sekuat tenaga sambil berusaha melepaskan tangannya yang sedang terikat.
"lepaskan aku,siapa kalian...?
"diam,dan jangan banyak bicara...!!!"bentak seseorang
"aku ingin pulang,tolong jangan sakiti aku.."Ayu berusaha melepaskan ikatan tangannya.
Ayu memang sudah beberapa jam ini diculik oleh beberapa gerombolan orang yang tak dikenalnya.
saat matanya terbuka ia menyadari bahwa ia telah berada di sebuah gudang yang terlihat sangat tua,berbagai macam perabotan kuno terlihat disana.
dengan air mata yang berlinang Ayu pasrah dengan apa yang terjadi.
Tiba-tiba terdengar suara sebuah mobil berhenti secara mendadak tepat didepan gudang tua .terdengar suara langkah kaki bertumit tinggi mendekati pintu.
"cepat buka, ini saya"terdengar suara dari luar pintu memberi perintah pada orang yang berada didalam.perlahan seorang laki-laki jangkung dengan topi dikepalanya tengah memegang senjata api mengintip dari lubang-lubang kecil yang ada di pintu.setelah memastikan bahwa orang yang datang adalah benar bosnya barulah ia mulai membuka pintu.
sementara Ayu merasa penasaran dengan seseorang yang baru saja datang.
mendengar suaranya akhirnya Ayu menyadari bahwa itu adalah suara Nayla,ya pemilik saham terbesar dicafe tempat ia bekerja.Ia bertanya dalam hati mengapa ada Bu Nayla disini,dan apa hubungannya dengannya,Ayu membatin.
setelah berpikir cukup keras akhirnya ia menyadari bahwa ini adalah perbuatan Bu Nayla.
"aku benar-benar tidak mengerti apa yang diinginkan Bu Nayla dariku"batinnya lagi.
semakin lama langkah kaki itu semakin mendekati ruangan tempat Ayu disekap.
Ayu yang masih terikat berusaha untuk melepaskan ikatannya,ikatan yang begitu kuat membuat kedua pergelangan tangannya terluka,terasa perih.
akhirnya ia pasrah."mungkin ini adalah akhir dari hidupku,"batinnya sambil memejamkan mata.
__ADS_1
sementara itu Nayla membuka bicaranya pada penjaga didepan pintu.perawakan yang tegap membuatnya terlihat garang.
"Bagaimana keadaannya?"tanya Nayla
"apakah ia masih pingsan?"
"dia baik-baik saja Bu,tapi ia berusaha berontak dan ingin melepaskan ikatannya,"jelas penjaga itu,
Nayla mengintip sejenak dari celah pintu yang sedikit berlubang.
"baiklah,apakah ia sudah mengaku?"tanyanya lagi.
"belum bu"jawab penjaga yang bernama Arif.sedangkan Tigor yang berbodi tegap itu hanya ikut mengangguk mengiyakan jawaban temannya .
"tidak apa,usahakan dia mengakui perbuatannya,bila perlukan jangan dikasih air minum,agar ia merasa dehidrasi dan mengakui kesalahannya".perintahnya.
"baik Bu,"jawab mereka serentak.
"ya sudah,saya pulang dulu,jangan sampai ia terlepas sebelum ia mengakui perbuatannya."
sambil berjalan menuju pintu ia meninggalkan ruangan Ayu.Ayu merasa sedikit lega setidaknya ia bisa menghindari pertanyaan yang tidak masuk akal dari Bu Nayla.
"apa?aku harus mengakui perbuatanku,perbuatan yang mana ya,"batin Ayu terus bergejolak.ia merasa bahwa ia tidak melakukan kesalahan apapun sehingga harus mengakui apa yang bukan menjadi tanggung jawabnya.
dalam pikiran yang tak menentu tiba-tiba suara pintu terdengar terbuka,Ayu pura-pura tertidur lemah.
"ia tertidur"suara sopran milik Tigor memecah suasana.
"bangunkan saja,"suara Arif membahana.
tiba-tiba datang satu orang lagi yang berperawakan kecil membawa seember air.
"byuuurrr"air yang ada tertumpah diwajah dan tubuh Ayu.Ayu yang pura-pura tertidur merasa terkejut.
"hei bangun,"sentaknya
"dasar wanita j***Ng",teriaknya
"ayo,akui kalau kamu memang berselingkuh dengan pak Burhan "bentaknya lagi.
Ayu merasa tersinggung,namun ia hanya diam saja.percuma menjawab pasti ujung-ujungnya salah juga,batinnya.ia memang pernah memiliki rasa pada pak Burhan,tapi itu dulu sebelum ia menyadari bahwa Burhan memang tak pantas untuknya.
tapi sekarang,rasa itu sudah hilang seiring waktu.walaupun ia masih sering bertemu pak Burhan bukan berarti ia masih mengharapkan cintanya,melainkan hanya sekedar mengingatkan bahwa pak Burhan adalah ayah biologis dari anaknya.
ia juga menyadari,tak mungkin untuk mengganggu ketenangan keluarga mantan kekasihnya itu.
dalam keadaan termenung,sebuah tangan tiba-tiba menyentuh pelan pipinya yang basah,
"hemmm,cantik juga".Tigor mulai berani.
seketika Ayu memalingkan wajahnya dan menampar pipi laki-laki yang menyentuhnya itu.lalu meludah kewajah sang penjaga.
__ADS_1
"cuih...,jangan pernah sekalipun kau menyentuh aku kalau kau tak ingin celaka"
Ayu mengancam.