Ketika Harus Memilih

Ketika Harus Memilih
45. Masih cemburu


__ADS_3

Balikkkk lagi aku...


Semoga kalian suka ya??


Oke, happy reading kalo begitu..!!!


* * *


" Sayang ... Aku lapar, kita cari makan dulu ya?"


" Ya udah, kita makan dulu. "


" Makasih sayang. " Ucap Anne yang kembali memeluk Kaisar.


" Ayo, nona Yasika ikut bersama kami, kita makan dulu.? "


Yasika tersenyum, ia hanya menganggukkan kepalanya.


" O ya sayang, kamu mau makan apa? "


" Terserah kamu aja ... "


" Oke, aku pesenin makanan kesukaan kita berdua ya? " Dengan senyuman merekah di bibir merahnya, Anne begitu senang saat ini.


" Hmm.. "


Yasika melihat ke arah dimana dua sejoli itu sedang tersenyum bahagia, ia baru melihat seorang Kaisar ternyata bisa tersenyum seperti sekarang. Sudah lama sekali Yasika tidak pernah melihat Kaisar tersenyum seperti saat ini. Di saat mereka sudah lama berpisah.


Yasika benar-benar merasakan cemburu saat ini, bagaimana pun hatinya sangat sakit ketika melihat kemesraan mereka berdua. Ia tidak bisa menutupi rasa cemburu nya pada mereka, meskipun dengan sekuat tenaga ia bersikap seperti biasanya. Yasika saat ini benar-benar seperti obat nyamuk untuk mereka berdua.


Sabar Yasika sabar...


Tahan Yasika, pasti kamu bisa...


Yasika mencoba menguatkan dirinya, ia tidak ingin kelihatan lemah lagi di hadapan laki-laki yang selalu membuatnya menangis.


Saat mereka sedang menyantap makanannya, tiba-tiba ada seorang anak kecil berlari. Entah anak siapa itu, yang jelas saat ini anak itu berlari ke arah dimana Yasika duduk.


" Hallo auntie..? " Sapa hangat dari anak laki-laki berumur sekitar 5 tahun itu.

__ADS_1


Yasika menoleh ke arah suara anak yang memanggilnya itu.. " Hallo juga boy ... kamu siapa? nama kamu siapa sayang.? "


Anak itu tersenyum, kemudian ia memberikan sebuah kertas kecil kepada Yasika.


" Itu, untuk auntie cantik.? "


" Apa ini, huh.? "


" Auntie baca aja sendiri.? "


" Nama kamu siapa anak manis.? "


" Namaku Keanu. "


Yasika mengerutkan keningnya, ia melihat anak itu kemudian ia melihat pada sebuah kertas kecil yang di berikan oleh anak laki-laki itu. Yasika membuka kertasnya dan membaca apa yang tertulis dalam kertas itu.


Yasika tersenyum saat ia membaca tulisan itu, ia tidak habis pikir bagaimana seorang yang ia kenal bisa bertindak seperti ini. Apalagi dengan menyuruh seorang anak kecil seperti Keanu.


Haii... Nona Manis, bagaimana kabarmu? lama sekali kita tidak bertemu, aku kangen banget sama kamu tau??


Sekarang kamu lihat lurus ke depan, meja no 8.


Ada aku pria tampan yang sedang menatapmu.


Yasika tersenyum kembali, ia segera melihat tepat ke meja no 8. Dan benar saja ia melihat Alan sedang duduk di meja tersebut. Yasika melambaikan tangannya ke arah Alan. Dan Alan pun tersenyum kepada Yasika.



Saat itu, Alan sedang melakukan pertemuan dengan klien nya. Ia juga tidak sengaja melihat Yasika sedang berada di tempat yang sama dengannya. Alan sengaja ingin memberi kejutan kepada Yasika, maka dari itu ia menyuruh anak kecil itu untuk mendekati Yasika, dan menyuruhnya memberikan sebuah surat untuk Yasika.


Sementara masih di tempat yang sama, ada beberapa pasang mata yang sedang menatap ke arah Yasika, siapa lagi kalau bukan pasangan kekasih itu. Mereka merasa heran dengan Yasika saat ia mendapatkan surat yang di berikan oleh anak Laki-laki itu. Mereka menoleh ke arah dimana Yasika sedang melambaikan tangannya itu.


" Alan.. " Ucap Anne kala itu, ia merasa terkejut bisa melihat Alan ada di tempat yang sama dengan mereka.


" Ck, " Kaisar berdecih saat melihat sepupunya itu sedang tersenyum ke arah Yasika.


Kini, ada raut tidak suka dalam wajah tampannya itu. Saat ia melihat Yasika tersenyum kepada orang lain. Ada rasa kesal dalam hatinya saat ini. bagaimana tidak, ia yang memulai rencana untuk membuat Yasika cemburu, tetapi kini kenyataannya itu berbeda, sekarang malah dirinya sendiri yang merasakan rasa cemburu.


" Sial "

__ADS_1


* * *


" Kai... kapan rencana kalian akan menikah? " Suara papa Andi yang membuka suaranya saat mereka sedang makan malam bersama.


Kaisar tersentak saat mendengar apa yang di katakan oleh Papa nya itu. Bagaimana ia bisa melupakan masalah itu. Kaisar diam, ia tidak menjawab pertanyaan papa nya itu. Ia hanya mengunyah makanannya dengan pelan dan rasanya sangat sulit untuk di telan.


" Papa ingin kalian segera menikah, tidak baik jika terus di tunda-tunda. "


" Ya sayang, sebaiknya kamu segera menikah? tunggu apa lagi, mama sudah tidak sabar ingin segera punya cucu.?" kini mama Wina yang bertanya sambil terkekeh geli.


Anne yang mendengar itu merasa sangat senang sekali, akhirnya impiannya untuk menikah dengan Kaisar akan segera terwujud. Anne sudah tidak sabar untuk segera mengikat janji suci di antara mereka.


" Bagaimana sayang, kapan kalian siap untuk menikah.? " giliran mama Wina bertanya kepada Anne.


" Kalau aku, gimana Kai ja tante.? " dengan senyuman Anne mengatakan itu.


" Gimana Kai.? "


" Maaf, Pah.. Ma, aku belum memikirkan itu. Aku sekarang masih sibuk urusan peker___.? "


" Pekerjaan kamu, bisa di tunda dulu Kai? " sergah Papa Andi sebelum Kai melanjutkan lagi bicaranya.


" Ya, tapi Pah ... ?? "


" Ingat Kai ... Kalian itu sudah resmi bertunangan, Papa ingin kamu segera menikah, itu juga demi kebaikan kamu dan Anne nantinya. Papa ingin kamu lebih bertanggung jawab, dalam mengurus rumah tangga dan pekerjaan. Kamu juga sudah seharusnya untuk menikah. Papa juga ingin kamu bahagia, karena kalau sudah menikah hanya istri kamulah yang akan jadi sandaran jika kamu lelah, dan juga hanya seorang istri yang akan jadi rumah buat kamu nantinya.. "


Kaisar terdiam, di saat Papa Andi memberikan nya nasihat. Entah apa yang di pikirkan Kaisar sekarang, perasaannya begitu kesal saat ini. Bagaimana tidak, emosinya semakin bertambah setelah acara makan siang tadi, belum urusan pekerjaan yang menumpuk, di tambah lagi sekarang ketika mendengar kedua orang tuanya meminta agar dirinya segera menikah.


" Ya sayang, tunggu apa lagi? Mamah dan Papa sudah tua loh Kai, Mama ingin melihat kamu menikah dan hidup bahagia, serta segera punya keturunan nantinya. "


Kaisar melihat ke arah kedua orang tuanya secara bergantian, ia bisa melihat bagaimana perasaan kedua orang tuanya sekarang. Kaisar menyadari hal itu, keinginan dari Papa dan Mama nya saat ini memanglah sangat berat untuk dirinya. Sebenarnya Kai baru mengingat sekarang jika ia dan Anne memang sudah bertunangan. Kai menundukkan wajahnya dan menutup matanya sesaat.


" Papa tunggu kabar baik darimu Kai..? "


* * *


Hallo.... nah loh, baru ingat ya kamu Kai, kalo udah punya tunangan?? kemana aja kamu Kai...??wkwkwk


Jangan lupa tinggalkan like, komen, dan vote buat aku ya..?

__ADS_1


Mohon maaf bila ada salah...


Terima kasih buat semuanya... ❤


__ADS_2