
Selamat membaca semuanya...
* * *
"Ayah ... "
Bocah tampan itu langsung melompat riang saat ia melihat Ayahnya sudah berdiri di depan sana. Kai langsung membawa anak kesayangannya itu masuk ke dalam gendongannya. Kalan begitu senang saat sang ayah menggendong nya. Kalau sudah seperti ini, maka Yasika hanya bisa diam saat di acuhkan oleh keduanya.
"Maaf bos, gue duluan?" ucap Bayu saat ia sudah berdiri di hadapan atasannya itu.
"Hmm.. "
"Kalo begitu gue permisi." seulas senyum miring ia torehkan kepada atasannya itu.
"Ngapain lo, senyum-senyum kayak gitu?" ujar Kai dengan pandangan mata menyipit.
"Gak apa-apa, gue cuma takut ja tadi, ngeganggu singa yang lagi tenang.!"
"Apa lo bilang? pergi gak?" dengan mata melotot tajam Kai berujar, membuat Bayu bergidik ngeri.
"Iya ... iya, gue pergi." Bayu melengos seiring dengan gelak tawa yang mengiringi kepergiannya.
Kai berdecak malas. "Rese banget tuh orang."
"Siapa ayah?" cicit bibir mungil itu.
Kai menoleh lantas tersenyum. "Bukan siapa-siapa."
Sepanjang perjalanan menuju ke ruangannya, Kalan terus saja berceloteh, menceritakan tentang kegiatannya hari ini baik di sekolah ataupun saat berada dalam mobil.
"Ayah ... "
"Kenapa jagoan kecil ayah?" jawab Kai saat ia membawa tubuh mungil itu masuk ke dalam gedung pencakar langit miliknya.
"Tadi di sekolah aku mukul Devano."
Kai mengernyit. "Siapa Devano?"
"Itu temen sekelasnya aku."
"Kenapa Kalan pukul dia?" tanya Kai kembali saat pintu lift itu terbuka.
"Habisnya dia gangguin aku, terus ledek aku."
"Oh ... jadi gara-gara itu, Bunda sampai di panggil ke sekolah?"
Kepala kecil itu mengangguk. "Iya ayah." Kalan menatap wajah ayahnya takut. "Tapi __ aku udah minta maaf sama Vano, aku juga udah janji sama Bunda gak akan mukul Vano lagi."
Kai berseru heboh. "Bagus, itu baru anak ayah. Kalan harus jadi orang yang bertanggung jawab, gak boleh jadi cowok cengeng."
"Iya ayah, aku gak mau bikin Bunda marah. Apalagi, sebentar lagi aku kan mau punya adik ya kan Bunda?"
Yasika tersenyum. "Iya sayang..."
"Oh iya, ayah, tadi Bunda godain om Bayu."
"Apa?" tanya Kai dengan wajah terkejut nya.
__ADS_1
"Bukan." sela Yasika cepat. "Bukan gitu maksudnya kak."
Yasika cengengesan saat ia melihat sorot mata dingin itu sedang menatapnya.
"Jadi gitu?" tanya Kai dingin. "Jadi gitu godain orang lain di belakang aku?'
"Aku gak godain Bayu kok, Kalan aja yang salah bicara."
"Jangan bawa-bawa Kalan, dia anak kecil, dan aku lebih percaya sama ucapan anak kecil."
"Ish ... Jadi kamu gak percaya sama aku?" Yasika mencebik lalu menekuk wajahnya.
"Bagus ya, pantesan tadi pada senyum-senyum gak jelas kayak gitu?"
"Kak ... " Yasika merengek. "Kok kamu gitu sih, masa kamu cemburu sama Bayu?"
"Bayu itu cowok Yas, dia sama kayak aku. Dia juga laki-laki normal. Ya __ meski aku juga gak tahu dia itu normal apa enggak nya. Tapi tetep ja kamu gak boleh godain dia."
"Aku gak godain dia."
"Itu kata Kalan." tuduh Kai santai.
"Aku itu cuma mau jodohin dia aja kok sama Miss Vita."
"Siapa Miss Vita?"
"Gurunya Kalan di sekolah."
"Kenapa repot-repot mau jodohin dia?" Tanya Kai saat ia berhasil membawa tubuh mungil itu duduk di sofa ruang kerjanya.
"Ya itu urusan dia, kamu gak usah ikut campur dong. Aku gak suka kamu ngurusin hidup orang lain." timpal Kai dengan nada sedikit meninggi.
"Kok kamu gitu sih? kenapa kesannya jadi kamu yang gak suka, Bayu itu bukan orang lain, dia sudah aku anggap sebagai keluargaku sendiri."
"Pokoknya aku gak suka, jangan ikut campur masalah dia, mau punya istri atau enggak itu bukan urusan kamu." tidak sadarkah Kai jika ia sudah membentak Yasika.
"Ya udah, kalo ngomong biasa aja, gak usah ngebentak aku kayak gitu.?" sewot Yasika bersungut-sungut. Entah kenapa semenjak ia hamil emosinya selalu tidak bisa terkendali. Mungkin ini karena pengaruh hormon kehamilannya yang membuat dirinya menjadi suka sensitif seperti ini.
"Kok jadi kamu yang marah? aku gak ngebentak kamu loh Yas." Timpal Kai dengan nada kembali meninggi.
"Secara tidak langsung, kamu udah ngebentak aku"
"Astaga Yas ... " Kai mendadak emosi. Kalan yang berada di antara keduanya sampai berjengit kaget.
Yasika sadar, mereka tidak berdua disini, melainkan ada anak kecil yang seharusnya tidak mendengar semua percakapan ini. Yasika memeluk tubuh Kalan erat, saat ia melihat mata bening itu seperti ingin menangis.
"Bunda minta maaf ya?" ujarnya pelan.
"Bunda gak apa-apa?"
Yasika menggeleng. "Gak apa-apa."
"Kok tadi ayah bicaranya keras sama Bunda.?"
Ya ampun ... Anak itu, ternyata mereka harus berhati-hati saat bertengkar di depan anak. Kai mengusap wajahnya gusar, ia tahu kesalahan apa yang sudah ia lakukan. Tidak seharusnya ia bersikap seperti itu kepada istrinya, Kai sadar jika tadi ucapannya sangat keterlaluan. Hanya karena Bayu, kenapa ia bisa seemosi ini. Masa sih ia cemburu sama laki-laki tua itu.
Ah ... Bayu sialan...!!!
__ADS_1
"Maafin Ayah ya?" ujar Kai saat ia sudah duduk di samping istri dan anaknya. Kai membelai lembut rambut sang anak, kemudian ia merengkuh tubuh mungil itu masuk dalam pelukannya.
"Ayah jangan marah-marah sama Bunda."
"Ayah gak marah kok sayang."
Kalan mendongak, menatap wajah sang ayah dari bawah. "Ayah sama Bunda baikan ya?" pintanya dengan wajah sangat menggemaskan.
Kai tersenyum, lalu pandangan matanya itu beralih menatap istrinya yang sedari tadi tidak menatap ke arahnya.
"Aku minta maaf ya sayang." ujar Kai pelan seraya mengelus lembut pipi istrinya. "Maafin aku." ucapnya lagi.
Yasika tersenyum, meski di hatinya masih menyimpan rasa kesal terhadap suaminya itu.
"Hmm ... "
Kai tahu kalau istrinya itu masih marah, ia sudah sangat mengenal Yasika dengan baik. Kai juga tahu kalau senyuman itu hanya terpaksa ia berikan di hadapan Kalan.
"Jangan cemberut gitu dong mukanya.?" goda Kai kembali.
"Apaan sih?"
"Salah gak sih kalo aku bilang ini sama kamu?"
"Bilang apa?"
"Bilang kalo aku cemburu."
"Apa? kamu cemburu?"
Kai mengangguk. "Iya aku cemburu, aku gak suka kamu deket-deket dengan cowok lain."
"Tapi kan Bayu."
"Sama aja sayang, dia itu cowok. Gimana kalo dia suka sama kamu?"
Yasika terkekeh geli. "Kamu itu ada-ada aja ya Kak, mana mungkin sih aku suka sama dia?"
"Siapa tahu nanti kamu berpaling dari aku.?"
Yasika kembali tertawa, membuat Kai menatapnya tidak suka.
"Tenang aja Kak, gak mungkin aku ninggalin cowok Ganteng dan Kaya seperti kamu."
Yasika berujar dengan mengedipkan sebelah matanya genit.
* * *
Bagi like, komen dan vote-nya juga dong buat aku...
Makasih yang selalu nunggu dan setia baca ceritanya KHM 2 nya...
Semoga suka dan gak ngebosenin ya?
Makasih buat semuanya, salam sayang dari aku... ❤
__ADS_1