Ketika Harus Memilih

Ketika Harus Memilih
KHM 2 part 10


__ADS_3

Happy Reading..... ❤


* * *


Yasika mengira, setelah apa yang di katakan oleh dirinya dan suaminya secara terbuka akan membuat Raisa mundur, tetapi semua itu salah, Raisa bukan orang yang gampang menyerah, ia adalah wanita yang akan melakukan apa saja, meskipun harga dirinya yang ia pertaruhkan. Justru semakin hari, Raisa semakin tidak tinggal diam, ia semakin menunjukan rasa keinginannya untuk memiliki laki-laki yang dia mau.


Drttt


Ponsel Kai yang berada di atas meja nakas bergetar, bukan hanya sekali tetapi sudah berkali-kali ponsel itu terus bergetar, Yasika penasaran, ia raih benda pipih itu, lalu, membuka dan melihat pesan yang masuk di ponsel milik suaminya itu.


Raisa : Kai, besok aku ke kantor kamu ya? ada beberapa hal yang aku mau bicarakan sama kamu. Sekalian kita makan siang bareng.


Ya Tuhan ... Ingin sekali rasanya ia menelpon dan memarahi wanita itu sekarang juga, tetapi niatnya itu ia urungkan kembali. Yasika menarik nafas dalam-dalam dan membuangnya perlahan. Berusaha agar tetap tenang meski hatinya berkata lain. Yasika sudah bisa menahan emosinya sebisa mungkin, tidak akan terpengaruh dengan apapun yang wanita itu lakukan.


Ternyata, tidak hanya satu pesan saja yang Raisa kirimkan. Ada beberapa pesan yang lain juga. Semua pesan yang masuk itu Yasika buka satu persatu, matanya membelalak saat ia membaca beberapa pesan yang menurutnya sangat tidak pantas untuk Kai yang sudah beristri.


Raisa : Kai, aku kangen banget sama kamu.


Raisa : Aku gak bisa tidur, hanya kamu yang selalu ada di pikiran aku.


Raisa : Kai, balas dong?


Apa-apaan ini?


Tidak tahu malu...


Yasika geram, ingin sekali ia menelpon wanita itu sekarang juga. Bisa-bisanya wanita itu secara terang-terangan mengatakan kalau ia merindukan suaminya. Yasika kira, jika Raisa itu sudah tidak pernah lagi mengganggu Kai suaminya, tetapi __ ya ampun ... Yasika sudah merasa kesal di buatnya.


Baiklah, jika ini memang yang terbaik, Yasika akan bertindak dan berbicara sendiri dengan wanita itu.


Arrgghhh....


Dengan segera ia membalas pesan itu.


Kaisar : Baiklah aku tunggu kamu di kantor, besok pas jam makan siang.


Tidak lama ponselnya kembali bergetar, dan benar saja kalau wanita itu langsung membalasnya.


Raisa : Kai __ aku seneng banget kamu balas pesan aku. Ya udah besok aku kesana ya?


Yasika menarik nafasnya dalam-dalam dan mengeluarkan nya perlahan.


Sabar Yas ... Sabar ... Aku pasti bisa hadapin wanita itu.


Baiklah, besok Yasika sendiri yang akan turun tangan untuk menyadarkan wanita itu.


"Kalan udah tidur sayang.?" Tanya Kai yang baru saja masuk ke dalam kamarnya.


"Hem, dia baru tidur Kak." Yasika tersenyum tipis, saat mendapati suaminya sudah duduk di sebelahnya. Ingatannya kembali lagi saat ia membaca pesan yang di kirim oleh wanita itu untuk suaminya. Wajahnya seketika menunduk, menatap Kalan yang sudah terlelap tidur dalam pelukannya.


"Kamu kenapa?" Kai kembali bertanya. "Kamu gak pa-pa kan?"


Yasika menggeleng. "Gak kok Kak."

__ADS_1


"Yakin?" tanya Kai lagi.


Yasika mengangkat wajahnya, memberanikan diri menatap mata sang suami.


"Kenapa? ada yang ingin kamu tanyakan sama aku.?" Kai bertanya kembali saat ia menatap balik mata sendu itu.


"Apa kamu masih ketemu sama wanita itu?"


Kai mengernyit bingung. "Maksud kamu?"


"Raisa." jawab Yasika ketus.


"Kadang-kadang. Kalau ada urusan kerjaan aja."


"Apa dia sering nelpon atau suka kirim pesan?"


Kai mengernyit, menatap bingung wajah istrinya itu. Sekilas matanya melirik ke arah ponselnya yang tergeletak di atas nakas.


"Apa dia nelpon barusan?"


Kepala itu menggeleng.


"Lalu?" Tanya Kai semakin penasaran.


"Aku baca pesan yang dia kirimkan ke kamu."


Kai tersenyum tipis. "Kamu baca pesannya?"


Yasika mengangguk. "Ya." menghela nafas. "Kak, apa kamu masih sering berhubungan sama dia?"


"Buktinya dia masih gencar kirim pesan sama kamu, apa kalian suka ketemu di belakang aku? apa kalian suka janjian buat makan bareng? apa jangan-jangan __ kamu sama dia selingkuh.?"


Sontak pertanyaan itu membuat Kai terkejut. "Sayang, kamu ngomong apa sih?"


Yasika mencebik. "Siapa tahu, kalian suka ketemuan.?"


Kai tertawa, merasa gemas melihat raut wajah istrinya itu. "Kenapa dari dulu kamu gak pernah berubah sih? selalu ngegemesin kayak gini tau gak?"


"Jangan bercanda deh? akutuh serius Kak ..." rengek Yasika.


"Aku juga serius sayang, aku jadi pengen cium kamu nih.."


"Kak ... " pekik Yasika gemas.


Kai kembali tertawa, memeluk tubuh istrinya dari belakang.


"Kak.."


"Hemm... "


"Tadi aku balas pesan dari wanita itu."


"Maksudnya Raisa?"

__ADS_1


"Ih ... kenapa di sebut sih namanya, akutuh gemes tahu gak, rasanya kalau liat dia pengen gimana gitu?"


"Emang kamu mau apain dia?"


"Besok." ia jeda kalimatnya. "Besok dia bakalan datang ke kantor kamu."


"Mau ngapain?"


"Aku yang suruh."


"Kenapa?"


"Dia yang minta, dia kirim pesan katanya dia kangen sama kamu, dia mau makan bareng sama kamu."


"Kenapa kamu ladenin dia sih sayang.?"


"Besok, aku yang bakalan hadepin dia."


"Udahlah sayang, kamu tahu kan Raisa itu wanita seperti apa?"


"Justru itu Kak, aku gak akan tinggal diam kali ini, akutuh udah sabar ya buat hadepin dia, aku gak mau dia ganggu kamu terus. Aku mau dia berhenti ganggu kamu." Jawab Yasika nyolot.


Kai terkekeh di balik tengkuknya Yasika, ia biarkan istrinya itu untuk tetap berceloteh. Kai percaya kalau Yasika bukan wanita bar-bar yang akan bertindak sembarangan. Seperti yang ia tahu, kalau Yasika bukanlah Yasika lemah dan gampang menyerah. Yasika memang di kenal sebagai wanita yang baik dan lemah lembut, tetapi Kai tahu kalau Yasika akan mampu berbuat apa saja untuk melindungi keluarganya.


"Apa kamu yakin mau hadepin wanita seperti Raisa.?"


"Kenapa tidak."


"Ya udah aku percaya sama kamu kok, tapi ingat...?"


Yasika menoleh ke belakang, menatap suaminya dengan tatapan menyipit.


"Ingat apa?"


"Jangan sampai kamu sama dia jambak-jambakan nantinya." Kai berujar seraya terkekeh geli.


Yasika mendesis. "Itu bisa saja terjadi kok."


"Jangan dong sayang, apalagi di kantor."


Yasika terkekeh.


"Biarin, biar kamu tahu gimana aku kalau lagi kesurupan."



* * *


Jangan lupa untuk tinggalkan like, komen dan vote-nya juga buat aku...


Terima kasih untuk kalian yang masih setia baca ceritanya aku ... dan mohon maaf jika ada kesamaan dalam penggunaan nama, tokoh, atau visual yang sama. 🙏🏻


Jangan lupa juga untuk mampir baca ceritanya Camelia dan Lawyers Handsome ya..

__ADS_1


Aku tunggu....


Salam sayang untuk kalian semua... ❤


__ADS_2