
Aku balik lagi nih....
Semoga kalian gak bosen ya..??
Oke, happy reading ja deh...❤
****
"Kapan lo dateng? " Tanya Kaisar dengan santainya.
"Tadi malam, dan gue langsung kesini. " Alan terdiam sejenak sambil mengesap kopi panas miliknya. "Dan gue, gak sengaja ngeliat aksi kalian berdua. Sejak kapan kalian punya hubungan? " Tanya Alan lagi seolah dia sedang menginterogasi keduanya.
Kaisar dan Yasika hanya diam, mereka saling menatap satu sama lain. Kaisar sudah menduga kalau Alan akan segera mengetahui hubungan mereka berdua, Kaisar juga tahu bagaimana perasaan saudara sepupunya itu terhadap Yasika, Kaisar tahu kalau Alan memang sangat menyukai Yasika sejak pertama kali mereka berdua bertemu.
"Gue minta maaf sama lo Lan, gue gak bilang kalau gue ma Yasika sudah menjalin hubungan sejak lama, bahkan sebelum lo dateng. "
Alan mengernyit heran, "Ck, dan lo tega sama sodara lo sendiri, Lo taukan kalau gue suka bahkan gue jatuh cinta ma pacar lo itu? kenapa waktu itu kalian seperti orang asing bahkan kalian seperti tidak saling mengenal.? "
"Karena waktu itu gue ma dia lagi ada masalah. " Jawab Kaisar santai.
Alan menyunggingkan bibirnya, "Lo beruntung sekarang, karena dulu gue belum nyatain perasaan gue ma dia. "
Kaisar dan Yasika hanya tersenyum tipis, mereka di cercar seribu pertanyaan dari Alan, sebenarnya Alan sangat kecewa ketika mengetahui orang yang dia cintai ternyata kekasih dari saudaranya sendiri.
Kalau saja bukan Kaisar yang menjadi kekasihnya Yasika saat ini, mungkin Alan akan dengan senang hati merebut dia kembali. Alan merasa kecewa, ia merasa hatinya sakit saat mengetahui kenyataannya sekarang, tetapi ia akan bersikap biasa seolah tidak terjadi apa-apa dengan perasaannya.
Alan akan mengubur rasa cintanya untuk Yasika, ia berharap jika Kaisar akan membahagiakan wanita yang selama ini dia cintai.
"Kai jaga dia, jangan pernah lo sakiti dan kecewain dia, kalo itu sampai terjadi gue pastiin gue bakal rebut dia dari lo..!! "
Kaisar menyeringai, "Ck, lo gak usah khawatir gue pasti ngejaga dia dengan baik, dan asal lo tau, lo gak akan bisa ngerebut dia dari gue..? "
Alan tertawa, "Apa lo yakin?"
Kaisar memicingkan matanya, "Sialan lo.. "
****
Berada di tempat yang berbeda, ada seseorang yang sedang menangis dengan tersedu-sedu. Ia tidak pernah mengira dan tidak pernah membayangkan bahwa impian untuk menikah dengan orang yang dia cintai akan hancur begitu saja.
"Maafkan Om dan tante ya sayang.?" Ucap mama Wina seraya mengelus lembut punggungnya.
__ADS_1
Anne semakin menjadi, ia semakin menangis dalam pelukan mama Wina.
"Maafkan om yang tidak bisa menepati janji pada mendiang ayahmu nak. "
Papa Andi sangat sedih, sebenarnya ia tidak tega melihat bagaimana keadaan Anne sekarang. Dirinya merasa sangat bersalah karena tidak bisa menepati janjinya itu. Tetapi apa boleh buat keputusan itu sudah dia ambil, papa Andi sudah merestui hubungan antara Kaisar dan Yasika, bagaimana pun ia ingin melihat putranya itu bahagia.
"Kamu jangan khawatir nak, om dan tante akan selalu ada untukmu, kamu sudah tante anggap sebagai putri tante sendiri nak. "
Anne melepaskan pelukan itu, ia mengusap wajahnya yang sudah basah karena air mata. Anne menatap keduanya dengan bergantian.
"Terima kasih, om dan tante. Kalau begitu saya permisi dulu..? "
Tanpa menunggu lama, Anne meninggalkan tempat itu, ia pergi dari rumah Kaisar dan masuk ke dalam mobilnya dengan sangat tergesa. Anne mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi, sesampainya di rumah Anne segera masuk ke dalam rumah dan menuju kamarnya, ia menutup pintu dengan sangat keras, ia membanting semua barang yang ada di dalam kamarnya itu, ia mengacak-ngacak semua pakaiannya.
Anne menangis histeris, ia tidak bisa lagi menahan kesedihannya. Ia menumpahkan seluruh rasa sakitnya hanya dengan menangis.
Aku tidak mau seperti ini, ini sangat tidak adil bagiku.
Kenapa ... kenapa semuanya begini.
Aku tidak ingin hidup lagi..
* * *
Kaisar terkejut saat ia menerima panggilan masuk di ponselnya, ia mengusap wajahnya frustrasi. Kaisar tidak pernah mengira jika Anne akan melakukan hal tersebut.
"Kamu kenapa kak, apa yang terjadi? " Tanya Yasika yang merasa cemas.
Kaisar memejamkan matanya sesaat, ia menarik napasnya dalam.
"Kak? "
"Barusan papa yang nelpon, dia bilang Anne berada di rumah sakit, Anne mencoba untuk bunuh diri. " Ucap Kaisar dengan sangat lirih.
Yasika melongo, ia menutup bibir dengan kedua tangannya.
"Sekarang dia sedang kritis. "
"Kenapa dia bisa nekad seperti itu? " Tanya Yasika kembali.
"Aku juga tidak tau.. "
__ADS_1
Kaisar terdiam, ia menundukkan wajahnya. Bagaimanapun ia sangat merasa bersalah kepada Anne, ia juga merasa kasihan karena bagi Kaisar, Anne adalah perempuan yang baik.
"Aku akan menjenguk dan melihat keadaannya. "
"Aku mau ikut Kak? "
Kaisar menoleh kemudian ia tersenyum, "Baiklah, kalau begitu ayo kita pergi sekarang."
Mereka berdua pergi meninggalkan kantor, dan segera menuju rumah sakit dimana saat ini Anne sedang di rawat disana. Sesampainya di rumah sakit tersebut mereka langsung menuju kamar rawat itu, mereka berdua masuk, disana sudah ada papa Andi dan mama Wina yang menemani Anne.
"Pa..Ma." Panggil Kaisar.
Papa Andi dan mama Wina menoleh, mereka melihat Kaisar dan Yasika sudah berada di ruangan yang sama dengan mereka.
"Bagaimana keadaan Anne sekarang Pa? "
"Kamu bisa lihat sendiri Kai gimana keadaannya sekarang. Dia kritis dan belum sadarkan diri juga, papa tidak pernah mengira bahwa Anne akan melakukan hal semacam itu. " Jawab Papa Andi.
Kaisar dan Yasika melihat bagaimana sekarang kondisi Anne yang sangat lemah. Mereka sangat menyayangkan dengan tindakan Anne yang ingin melukai dirinya sendiri. Mereka semua masih setia untuk menjaga dan menunggu Anne sampai ia sadarkan diri. Di saat semuanya sedang duduk dan berdiam diri, tiba-tiba saja suara Anne terdengar, ia sudah sadarkan diri, ia berhasil melewati masa kritisnya.
"Ayah... Ibu... " Panggilnya dengan suara yang pelan.
"Kai... Kaisar..!! "
Mereka semua berjalan mendekat, mereka melihat Anne yang terus saja memanggil nama Kaisar, dengan mata masih terpejam.
"Jangan tinggalin aku, aku sangat mencintaimu Kai...!! " Anne masih terus saja mengoceh, di tengah kesadarannya yang belum stabil.
" Sayang sadarlah nak, ini tante, om dan Kaisar ada disini menemanimu, kamu bangun ya sayang, kamu harus kuat.. " Dengan sangat sedih mama Wina berbicara.
"Kai.... "
Kaisar mendekat ketika Anne terus saja memanggil namanya.
"Ini aku. " Ucap Kaisar dengan memegang tangannya.
"Jangan tinggalin aku, aku mohon, aku sangat mencintaimu. Lebih baik aku mati daripada harus kehilangan kamu.. "
Ya Tuhan.... Kenapa aku merasa sakit seperti ini.
__ADS_1