
lanjut lagi yu....
Happy reading ya semua...
* * *
" Tenang saja, aku sudah tidak tertarik lagi padamu..!! "
Yasika masih mendengar dengan jelas, bahkan sangat jelas. Apa yang di katakan Kaisar padanya sangatlah menyakitkan. Perkataan itu melebihi rasa sakit ketika ayah nya Kaisar yaitu Papa Andi yang memintanya untuk menjauhi anak laki-lakinya itu.
Ia mengusap air matanya yang jatuh begitu saja, ia tidak pernah mengira akan merasakan sakit seperti ini. Sumpah demi apapun Yasika saat itu ingin sekali menampar wajah laki-laki itu. Tetapi ia tahan, karena kini ia mengetahui bahwa sekarang, ia sudah tidak ada lagi tempat di hatinya Kaisar.
Semakin hari, sikap Kaisar semakin berubah. Bahkan ia lebih sering memamerkan kemesraan dengan tunangannya itu di hadapan Yasika. Entah kenapa akhir-akhir ini Anne Putri lebih sering mengunjungi Kaisar di tempat kerjanya.
Yasika juga sudah terbiasa melihat bagaimana kelakuan mereka berdua ketika sedang di dalam ruangan. Dan lihat saja sekarang, dengan tidak tahu malunya mereka bermesraan dan bercumbu di hadapan Bayu dan Yasika.
" Tidak tau malu mereka. " gerutu Bayu saat menyaksikan adegan romantis yang mereka lakukan.
Kaisar sengaja membiarkan Anne Putri bergelayut manja kepadanya, dengan sesekali Anne memeluk tubuhnya di hadapan mereka. Kaisar hanya menyunggingkan sebuah senyuman ketika melihat bagaimana ekspresi Bayu sekarang, dan tujuan utamanya adalah melihat bagaimana reaksi dari perempuan yang kini terlihat marah kepadanya.
Kaisar bisa melihat dengan jelas saat ini, perubahan sikap Yasika, ia terlihat sangat gelisah, dan gugup. Meskipun sekarang Yasika lebih sering menundukkan wajahnya itu. Tetapi Kaisar bisa merasakan bahwa sekarang gadis itu sedang dalam keadaan cemburu.
Kaisar menyeringai, ia sangat senang sekali bisa membuat Yasika seperti itu.
Kamu sendiri yang akan jatuh cinta lagi padaku. Dan ...
Kamu sendiri yang akan memintaku untuk kembali lagi.
" Ekhemm ... " Bayu mengeluarkan suaranya, ketika ia sudah menyelesaikan pekerjaannya itu dengan Yasika.
" Maaf Pak, ini sudah selesai tinggal bapak cek ulang. "
Kaisar segera mengambil berkas yang Bayu serahkan, kemudian ia segera memeriksanya.
" Oke Bayu, semuanya udah beres. Sekarang kalian boleh keluar. " Ucap Kaisar kepada mereka berdua.
__ADS_1
" Baiklah Pak, kalau begitu kami permisi. "
" Hmm... "
Bayu dan Yasika melangkah pergi untuk keluar, tetapi mereka kembali membalikan badannya ketika mendengar suara Kaisar lagi.
" O ya nona Yasika, tolong kosongkan jadwal saya hari ini, karena saya mau pergi keluar bersama dengan tunangan saya. "
Yasika menganggukkan kepalanya, dan tersenyum " Baiklah, Pak.. "
Kemudian Bayu dan Yasika pergi keluar dari ruangan itu. Mereka kembali bekerja seperti biasanya. Bayu sekarang berada di ruangannya Yasika, ia dan Yasika masih memeriksa beberapa berkas yang belum selesai. Saat mereka sedang fokus dalam bekerja, tiba-tiba saja Kaisar dan Anne keluar dari ruangan, mereka berjalan mendekat, Anne masih dengan posisinya bergelayut manja kepada Kaisar.
" Nona Yasika, bisakah anda ikut dengan kami. " Ajak Anne kepada Yasika.
Yasika terkejut, ia merasa bingung kenapa Anne mengajaknya untuk ikut pergi bersama.
" Sayang... gak apa-apa kan kalau aku ajak dia. Aku gak mau nanti belanja nya sendirian, kamu kan gak suka kalau nemenin perempuan belanja.?" Rengek Anne kepada Kaisar dengan begitu manjanya.
Kaisar melirik Anne sebentar, dan ia juga melihat ke arah sekretaris nya itu.
Anne begitu senang, ketika mendengar jawabannya Kaisar. Sebenarnya Anne sengaja ingin mengajak Yasika untuk pergi bersama mereka, ia ingin membuat Yasika cemburu. Anne memang mengetahui hubungan yang terjadi antara Kaisar dan Yasika. Tetapi kini ia sangat senang karena akhirnya Anne lah yang mendapatkan Kaisar kembali.
" Maaf, tapi saya tidak bisa ikut dengan anda nona.? " Yasika membuka suaranya.
" Kenapa? ayolah temenin aku ya, kita belanja bersama. Lagipula Kai juga sudah mengijinkannya. Ya kan sayang.? "
Lagi-lagi Anne meminta Yasika untuk ikut dengannya. Sebenarnya Yasika merasa aneh kenapa tiba-tiba ia mengajak dirinya. Bukankah lebih senang jika seandainya bisa pergi berdua, tanpa ada orang ketiga di antara mereka berdua.
Bayu pun merasa ada yang aneh dengan sikap tunangan bosnya itu, tetapi ia tidak ingin ambil pusing apalagi ia adalah tunangan dari sang Atasan.
" Ikutlah ... " Kaisar yang kali ini membuka suaranya. Ia melihat raut wajah Yasika dari tadi, ia mengerti bahwa Yasika sama sekali tidak mau ikut bersama mereka. Tetapi dalam hati ia sangat senang, karena dengan begitu ia bisa lebih mudah untuk membuat Yasika cemburu.
" Bay ... Kamu yang urus semuanya masalah di kantor.? "
" Baiklah, Pak..! "
__ADS_1
Mau tidak mau sekarang Yasika harus ikut bersama mereka, ia tidak bisa lagi menolak jika bosnya itu yang sudah membuat perintah.
Mereka berjalan keluar gedung perusahaan itu, dan Yasika mengikutinya dari belakang. Mereka bertiga masuk ke dalam sebuah mobil yang sudah terparkir di depan perusahaan.
Kaisar dan Anne duduk di depan, karena Kaisar sendiri yang mengemudikan mobilnya. Sementara Yasika ia duduk di kursi penumpang, Yasika merasa sangat canggung dengan keadaan seperti ini, dimana dirinya, Kaisar, dan Anne berada dalam satu mobil.
Entah apa yang harus ia lakukan, kenapa ia tadi tidak menolak lagi untuk ikut bersama mereka. Sekarang rasanya ia seperti obat nyamuk saja bagi mereka berdua. Apalagi sekarang ia melihat bagaimana Anne saat ini masih dengan manjanya terhadap Kaisar, Anne tidak segan-segan untuk bermesraan di dalam mobil itu, dan di hadapan Yasika.
Yasika merasa kesal dan jengkel saat ini, ingin rasanya ia turun dari mobil saat itu juga. Ia sesekali mengumpat dalam hatinya, karena merasa kesal melihat kelakuan mereka berdua. Ia mengakui bahwa ia merasa cemburu saat ini, dan tidak seharusnya ia memiliki perasaan cemburu lagi, karena bagi mereka berdua semuanya sudah berakhir.
Lain hal nya dengan Kaisar, ia melirik dari kaca spion dalam mobilnya, ia bisa melihat bagaimana keadaan Yasika sekarang. Dan tanpa di sengaja Yasika juga saat itu sedang menatapnya, hingga itu terlihat jelas di dalam kaca spion dalam mobilnya. Mereka saling menatap, tapi dengan segera Yasika langsung membuang pandangan nya begitu saja. Ia tidak ingin jika sampai Kaisar mengetahui bahwa ia sedang merasakan cemburu.
Kaisar hanya tersenyum sekilas, ia begitu bahagia bisa membuat perempuan itu kepanasan karena cemburu.
Kamu menggemaskan sekali sayang !!! .
" Nyebelin ... "
* * *
Gimana perasaannya jika kalian ada di posisi Yasika saat ini???
Apa yang akan kalian lakukan??
Hayo beri pendapatnya???
Jangan lupa tinggalkan like, komen, dan vote buat aku ya??
Mohon dukungannya buat aku..
Mohon maaf juga bila ada kesalahan dalam penulisan atau kata-katanya yang berantakan.
salam sayang dari saya... 🤗
__ADS_1