
Kaisar dan Yasika balik lagi nih...
Oke, kalau begitu..
Happy reading ya semua.. ❤
* * *
" Kak, kamu kenapa sih? "
Kaisar tidak menjawab pertanyaan Yasika, ia hanya menatap dalam mata sayu itu.
Yasika melihat raut wajah Kaisar yang saat ini sedang menatapnya. Kemudian ia tersenyum dan menghampiri Kaisar yang saat ini masih duduk di kursi kerjanya itu.
" Kamu kenapa, dari kemarin diam terus? " Yasika kini balik menatap matanya Kaisar.
Sebenarnya Yasika mengetahui alasan kenapa Kaisar berubah, ia hanya berpura-pura tidak tahu, karena Yasika ingin mendengar langsung dari mulutnya Kaisar sendiri.
Mereka saling menatap, dengan tatapan masing-masing. Kaisar merasa kelemahan dirinya saat ini hanyalah Yasika, perempuan yang kini telah menjadi pengisi hatinya. Ia tidak tahu apa yang akan terjadi padanya jika ia kehilangan gadis ini.
Kaisar tersenyum, ia sedikit mencubit hidung gadis itu dengan gemasnya.
" Kenapa kamu selalu ngegemesin kayak gini huh?"
Yasika tersenyum manis dengan menampilkan deretan giginya yang putih.
" Jangan tersenyum seperti itu, apalagi di hadapan laki-laki lain? "
" Kenapa? "
" Aku tidak suka, Aku tidak mau kamu jadi tatapan mereka.! "
Yasika memicingkan matanya, ia menatap Kaisar dengan meminta penjelasan.
" Maksud kamu.? "
" Aku tidak mau sampai hal seperti kemarin terjadi lagi. "
Kaisar diam ia kembali menatap mata Yasika.
" Kamu hanya milik aku, mengerti? "
Yasika tersenyum simpul. " Kamu cemburu sama Davin? "
Kaisar berdecak, kenapa ia tidak suka saat Yasika menyebutkan namanya itu. Kaisar mengusap wajahnya kasar, ia benar-benar merasa kesal mengingat pertemuannya kemarin dengan Davin. Sebagai laki-laki Kaisar sangat mengetahui jika Davin sangat mengagumi Yasika. Bagaimanapun juga Davin adalah laki-laki normal jadi memang sewajarnya jika ia menyukai Yasika. Karena Yasika wanita yang sangat cantik, jadi laki-laki mana yang tidak akan tergoda oleh kecantikan yang di miliki Yasika. Apalagi sekarang Kaisar mengingat bahwa Davin masih muda dan belum menikah.
__ADS_1
Ah... itu semakin membuatnya frustrasi.!!!
" Kamu kenapa bisa terlahir cantik seperti ini huh?"
" Terus, salahnya aku apa? "
" Aku gak suka, mereka mengagumi kecantikanmu..! "
Yasika tertawa, ia bisa melihat bagaimana frustrasinya Kaisar saat ini. Ia benar-benar tidak bisa menahan tawanya, dan hal itu yang membuat Kaisar tidak suka. Kaisar menatap kesal pada Yasika yang sedang menertawainya, Yasika sadar jika saat ini Kaisar tengah menatapnya dengan tajam, ia langsung merapatkan bibirnya itu, dan menahan tawanya.
" Ck ... Kenapa berhenti.? " Tanya Kaisar masih dengan tatapan dinginnya.
" Maaf.. " kata Yasika dengan menggigit bibir bawahnya.
" Sudah ku katakan, jangan di gigit gitu bibirnya.! "
Yasika langsung tersenyum kikuk, ia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
" Kenapa? " Tanyanya polos.
" Aku gak tahan lihatnya.? " balas Kaisar masih dengan nada datarnya.
Yasika mengerutkan keningnya, ia mengerti dengan apa yang di katakan oleh Kaisar. Wajahnya berubah seketika menjadi merah merona. Yasika buru-buru mendekati Kaisar, ia tidak ingin jika Kaisar melihat wajah merahnya Yasika saat ini, mungkin ia akan sangat malu.
Yasika bicara dengan nada yang sangat lembut, ia tidak ingin membuat Kaisar marah lagi.
" Udah dong kak, jangan marah lagi ya? jelek tau kalau wajahnya kayak gitu? " dengan sedikit menggoda Yasika bicara seperti itu.
Kaisar menatap Yasika, ia sedikit menyunggingkan bibirnya ke atas.
" Kamu sengaja, lagi nguji aku ya?".
dengan menyeringai Kaisar mengatakan itu. Dan tanpa aba-aba Kaisar menarik tubuh Yasika hingga sekarang ia duduk di pangkuannya Kaisar. Yasika terkejut saat ia sudah berada di pangkuannya Kaisar.
" Kak, apa yang kamu lakukan? "
" Ini akibatnya jika kamu terus menggodaku."
" Kamu salah Kak, aku tidak menggoda mu.! "
" Aku, tidak akan melepaskan mu, aku akan memberimu hukuman..! "
" Hukuman apa?? "
__ADS_1
Kaisar merasa terpancing, karena Yasika menantangnya. Ia menyunggingkan sebuah senyuman devilnya, membuat Yasika jadi merinding melihatnya.
" Kak, kamu mau apa? "
Kaisar tidak menjawabnya, ia hanya tersenyum dan menatap Yasika dingin, ia mendekatkan wajahnya dan menarik pinggang Yasika agar lebih mendekat. Yasika tidak bisa lepas begitu saja, karena Kaisar memegang pinggangnya begitu erat.
Kaisar hendak mencium Yasika, tetapi sebelum itu terjadi tiba-tiba pintu masuk terbuka begitu saja. Dan tampaklah seseorang sedang berdiri disana dengan tangan yang masih memegang sebuah dokumen.
" Kalian sudah selesai.? " Tanya Bayu datar.
Mereka terkejut, saat tiba-tiba saja Bayu masuk dan tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Kaisar menatap Bayu dengan tajam, sedangkan Yasika ia merasa malu karena untuk kesekian kalinya Bayu memergoki dirinya dan Kaisar. Yasika buru-buru turun dari pangkuan Kaisar, ia segera membenarkan posisi bajunya yang terlihat sedikit berantakan karena ulah Kaisar tadi yang memegang pinggangnya begitu erat.
" Heh ... Lo minta gue pecat ya? " Ucap Kaisar dengan nada jengkelnya.
Bayu hanya tersenyum tipis mendengar ucapan bosnya itu. " Salah sendiri, kenapa kalian tidak tau tempat.! "
Kaisar geram, ingin sekali ia membungkam mulutnya Bayu itu dengan tumpukan kertas yang ada di mejanya itu.
" Lo ... benar-benar ya?? " tunjuk Kaisar kepada Bayu.
Bayu hanya mengedikan bahunya acuh kemudian ia menyeringai " Untung saya yang masuk Pak, coba kalau orang lain? "
" Diem, lo..! "
Bayu segera masuk dan langsung duduk, tanpa menunggu perintah dari atasannya itu. Ia segera menyerahkan beberapa berkas kepada Kaisar.
Sedangkan Yasika ia masih tetap berdiri di samping Kaisar, karena Kaisar tidak mengijinkannya untuk keluar. Yasika merasa malu sekali terhadap Bayu, sekarang Yasika terlihat canggung jika bersama dengan Bayu.
" O ya Pak, ada undangan makan malam untuk anda.? "
Kaisar mengangkat wajahnya, ia menatap Bayu dengan kerutan di dahinya.
" Tuan Davin, mengundang anda untuk makan malam di acara ulang tahun perusahaannya. "
Kaisar masih menatap Bayu saat ini, ia sudah bisa menebak jika Bayu belum selesai bicara kepadanya. Dan benar saja, kini tatapan Bayu beralih kepada sosok perempuan yang kini tengah berdiri di samping Kaisar atasannya itu. Bayu tersenyum menatap Yasika dan ia sedikit melirik ke arah bosnya itu.
" Dan___tidak lupa, tuan Davin juga mengundang anda nona Yasika. Ia meminta anda untuk datang ke acara makan malam itu.! "
Bayu tersenyum, kemudian ia melihat ke arah atasannya itu, Bayu bisa melihat sekarang wajahnya Kaisar yang mulai berubah, ia seperti sedang menahan amarah nya.
Kai... Kai... Kalau urusan wanita ternyata ia lebih menyeramkan.
* * *
Ayo dong dukung aku terus ya??
__ADS_1
Dengan memberikan like, komen,share dan vote buat aku ya??
salam sayang saya untuk kalian semuanya.. ❤