Ketika Harus Memilih

Ketika Harus Memilih
43. Apartemen Kaisar


__ADS_3

Aku balik lagi.


Jangan lupa dukung aku ya?


Oke, selamat membaca semuanya.. ❤


* * *


Akhir-akhir ini Yasika selalu disibukan oleh pekerjaannya, ia bahkan tidak pernah ada waktu untuk dirinya sendiri. Kaisar selalu memberikan Yasika tugas tambahan, bahkan ia lebih sering meminta Yasika untuk lembur bersamanya. Tidak banyak karyawan disana yang merasa iri terhadap Yasika, karena melihat begitu dekatnya Yasika dengan bos mereka. Dan tidak heran juga bagi Yasika, ia selalu mendapatkan perlakuan berbeda dari para karyawan yang lain. Ia selalu mendapat cibiran dari mulut para penggemar beratnya Kaisar.


" Eh ... Kenapa sih, itu anak magang kok bisa ya jadi sekretaris Direktur? "


" Nyari kesempatan, karena dia merasa dirinya cantik kali.. "


" Palingan juga, dia bakal jadi mainan buat Pak Direktur.. "


Mereka tertawa bersama, mereka merasa iri pada karyawan yang baru, apalagi karena Yasika adalah karyawan yang magang disana, tidak di pungkiri juga oleh mereka bahwa Yasika memiliki wajah yang cantik di banding mereka semua. Mereka tampil cantik karena mereka menggunakan makeup yang tebal, sedangkan Yasika ia selalu berpenampilan natural dengan polesan makeup tipis di wajah cantiknya.


Itulah sebagian cibiran yang di dengar oleh Yasika, ketika sedang berada di toilet. Tetapi Yasika tidak pernah menanggapi hal tersebut. Ia selalu bersikap ramah pada semuanya, termasuk juga kepada para penggemar nya Kaisar.


Kaisar dan Yasika bersikap profesional dalam bekerja. Mereka benar-benar memasang tembok penghalang di antara keduanya. Meskipun mereka selalu merasa canggung ketika sedang bersama, apalagi ketika mereka sedang berdua, sama seperti sekarang ini.


Kaisar dan Yasika sedang berada di sebuah restoran ternama, mereka berdua sedang menunggu kedatangan klien. Yasika menemani Kaisar saat ini, karena ia adalah sekretarisnya. Sebenarnya mereka selalu datang bertiga bersama Bayu, tetapi sekarang Bayu sedang di tugaskan oleh Kaisar untuk menangani pertemuannya dengan klien yang lain.


Baik Kaisar ataupun Yasika saat ini mereka hanya terdiam, Kaisar yang sedang memainkan ponsel pintarnya itu, sesekali ia melirik ke arah Yasika. Ia memperhatikan Yasika sekilas, ada yang berbeda dari sikapnya perempuan yang kini sedang duduk bersamanya.


Setelah kejadian waktu itu, dimana Yasika secara tidak sengaja memergoki Kaisar dan sang tunangannya sedang bermesraan, di situlah ia merasa ada yang aneh pada sikapnya Yasika.


Yasika sekarang benar-benar seperti orang asing baginya, mereka tidak pernah bertegur sapa sama sekali, Yasika seolah lebih banyak menghindar sekarang. Bahkan bibirnya itu tidak pernah mengeluarkan suara, ia hanya bertanya dan menjawab seperlunya saja.


" Apa sudah ada kabar dari klien kita? "


" Belum. "


" Kemana mereka, sudah telat sepuluh menit. Aku paling tidak suka jika harus menunggu seperti ini."


Yasika hanya diam, ia tidak lagi membalas pertanyaan bos nya itu.


" Apa kamu, mau pesan sesuatu? "


" Tidak, terima kasih. "


Dan itupun menjadi perbincangan terakhir mereka, setelah itu mereka kembali bersikap seperti biasa lagi.


Tiba-tiba saja Yasika melihat dimana ada beberapa orang yang datang berjalan ke arah mereka, dan Yasika sudah mengetahui bahwa mereka adalah orang yang sedang di tunggu kedatangannya.

__ADS_1


" Sepertinya, itu mereka Pak. "


Kaisar menoleh ke belakang, dan ia pun menganggukkan kepalanya.


" Halo, selamat siang pak Kaisar, maaf kami datang terlambat. "


" Selamat siang juga, pak Harry. "


Mereka berdua saling berjabat tangan, dan langsung duduk di kursi yang sudah di sediakan.


" O ya Pak, kenalkan ini sekretaris saya. "


Yasika langsung menjabat tangan klienya itu, ia memperkenalkan dirinya.


" Anda benar-benar beruntung sekali Pak Kaisar, bisa mempunyai sekretaris secantik nona Yasika, kalau nona Yasika jadi sekretaris saya, pasti saya akan betah berada di kantor seharian.."


Dan gelak tawa pun terdengar begitu nyaring, ketika pak Harry yang terus saja menggoda pengusaha muda yang berbakat itu. Yasika hanya tersenyum mendengar apa yang sedang mereka bicarakan. Sebenarnya Yasika merasa malu saat pak Harry terus saja menggoda dirinya dan Kaisar.


Akhirnya pertemuan itupun berakhir, dengan saling berjabat tangan mereka menyetujui kerja sama yang di lakukan oleh kedua pengusaha tersebut.


" Kita mau kemana. ? "


Yasika bingung, ketika mobil Kaisar belok masuk ke dalam basement sebuah gedung apartemen. Ia baru menyadari jika Kai tidak membawanya kembali ke kantor. Yasika menatap Kaisar dengan mata menyalang.


" Kenapa kesini? "


" Mau apa? "


" Aku mau ganti baju dulu, sekalian kita makan. daritadi kita belum makan, aku udah pesen makanan. "


" Aku, gak mau. "


Kaisar tidak menjawabnya ia hanya bersikap santai, mobilnya sudah terparkir dengan baik.


" Ayo.? "


" Aku___" Sebelum Yasika menjawab, Kaisar sudah mencondongkan tubuhnya ke arah Yasika.


" Aku, atasan kamu. Aku gak suka ada orang yang ngebantah perintahku. " Kemudian ia menarik kembali tubuhnya.


Yasika menatapnya jengah, ia menggerlingkan kedua bola matanya. " Ish.. Nyebelin. "


Yasika menggerutu pelan, tetapi hal itu masih dapat di dengar oleh Kaisar.


Kaisar meliriknya sebentar, kemudian ia menyunggingkan sebuah senyuman.

__ADS_1


Yasika keluar dari mobil itu, ia mengikuti Kaisar dari belakang. Kaisar hanya tersenyum sepanjang langkah kakinya menuju apartemen.


Yasika begitu kagum begitu dirinya masuk ke dalam apartemennya Kaisar.


Jadi selama ini dia tinggal disini? pantesan aku jarang melihatnya ada di rumah..


" Ayo, duduk dulu. "


Yasika hanya mengangguk, kemudian ia duduk di sofa empuk yang ada di ruang tv.


" Aku, ke atas dulu mau ganti baju, kamu tunggu disini.? "


Yasika menjelajahi setiap sudut ruangan, untuk pertama kalinya ia melihat isi ruangan apartemennya Kaisar.


" Makanannya belum datang? " Tanya Kaisar yang masih menuruni anak tangga terakhir.


" Belum. "


Kaisar duduk di sebelahnya Yasika, ada rasa canggung di antara mereka berdua. Baik Kaisar atau Yasika keduanya merasa gugup, karena mereka hanya berdua di dalam apartemen.


Kaisar menoleh ke arah Yasika, dan ia menatap wajah perempuan yang kini ada di sebelahnya.


Yasika merasa risih, ia tahu jika Kaisar saat ini tengah menatapnya.


" Jangan liatin aku. " Ucap Yasika dengan masih gugup.


" Kenapa? " jawab Kaisar masih dalam posisi yang sama.


Tidak ada lagi kata yang keluar dari bibir Yasika, ia hanya terdiam.


Kaisar bergerak lebih mendekati tubuh Yasika, membuat sang empu lebih merasa tidak nyaman.


" Kak ... "


Kaisar maju, ia mendekatkan bibirnya ke telinga Yasika dan ia membisikan sesuatu. Yasika terkejut bukan main saat mendengar apa yang di ucapkan oleh Laki-laki itu.


Yasika memicingkan matanya, ia tidak tahan lagi menahan kesedihannya.



* * *


Kira kira apa yang di ucapakan Kaisar kepada Yasika ya??


Ayo tebak?? 🤔

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan like, komen, share ke teman yang lain, dan vote buat aku ya...


terima kasih semuanya.. ❤


__ADS_2