Ketika Harus Memilih

Ketika Harus Memilih
KHM 2 part 1


__ADS_3

Haii semua....??


Aku mau terusin ceritanya Ketika Harus Memilih 2. Menceritakan tentang Kalandra anak dari pasangan Papa muda Kaisar dan Mama Muda Yasika disini..


Semoga kalian suka ya??


Jangan lupa untuk tetep dukung aku dengan tinggalkan like, komen dan vote-nya juga buat aku...


Oke kalau gitu kita lanjut lagi yu..


Happy Reading semua... ❤


* * *


Kalandra Aksa Pratama anak laki-laki berusia lima tahun, dia sangat tampan dan juga menggemaskan. Bagi Kalan Bundanya itu adalah orang yang paling dia sayang. Apapun akan ia lakukan untuk melindungi sang Bunda. Wajah Kalan memang duplikatnya dari sang ayah, ia anak yang sangat tampan dan juga pintar. Ia juga mewarisi sifat dari Ayahnya yaitu sama-sama keras kepala. Kalan sama persis seperti ayahnya ia sering di juluki oleh teman-temannya sebagai anak laki-laki yang dingin. Karena ketampanan yang ia miliki Kalan sudah menjadi Casanova di sekolahnya.


Dari pertama masuk sekolah taman kanak-kanak, Kalan sudah dekat dengan dua gadis yang sangat cantik dan juga imut. Aretha Khanza dan Gadis Ayunda adalah nama dari kedua teman kecilnya itu.


Kalan adalah panggilan kesayangan untuknya. Ia adalah anak semata wayang dari seorang Kaisar sang pengusaha muda yang sukses dalam memimpin beberapa perusahaan dan anak dari Yasika wanita cantik yang sekarang sedang meneruskan usaha butik milik sang mama mertua.


Kehidupan Kaisar dan Yasika memang sangat harmonis, jauh dari rumor yang tidak mengenakan. Kecantikan yang Yasika miliki tidak berubah sama sekali. Ia selalu menjadi wanita yang paling cantik untuk Kaisar dan juga anak laki-lakinya itu.


Begitupun dengan Kaisar, lelaki itu masih terlihat tampan dan juga gagah meski kini usianya hampir menginjak tiga puluh lima tahun. Kaisar selalu menjadi pusat perhatian banyak orang, bahkan tidak sedikit dari para wanita yang berusaha untuk mendekatinya. Beruntung bagi seorang Yasika karena ia mempunyai suami yang sangat setia dan sangat mencintai keluarga kecilnya itu.


"Bunda .... " teriak anak kecil itu dengan suara khas anak-anak.


"Hai sayang ... Jagoannya Bunda. Gimana sekolahnya?"


"Sekolahnya gak seru Bun.."


Yasika mengernyit bingung, menatap wajah polos sang anak dengan tatapan heran.


"Kok gitu? memangnya kenapa bisa gak seru?"


"Aku di deketin terus sama anak-anak cewek Bun."


Yasika melongo dengan wajah yang sangat terkejut.


"Memangnya Kalan gak suka?"


Anak berwajah tampan dan polos itu menggelengkan kepalanya pelan.


"Aku gak suka Bun.. "


"Loh ... Kenapa?"


"Aku gak suka mereka deket-deket sama aku."


Yasika kembali tersenyum, di tatapnya wajah tampan dan polos duplikatnya dari sang suami. Yasika menatap wajah sang anak yang sangat menggemaskan itu.

__ADS_1


"Kalan, sayang... dengerin Bunda ya? kamu itu anak yang baik, gak boleh bersikap seperti itu. Kamu harus senang karena mereka semua sayang sama Kalan. "


"Tapi kok cewek semua yang sayang sama aku, yang cowoknya enggak sayang sama aku Bun.."


"Masa sih.?"


"Iya, mereka selalu jahatin aku. Mereka selalu bilang gara-gara aku Aretha sama Gadis jadi gak mau lagi deket sama mereka Bun.."


Yasika terkekeh, mengusak rambut sang anak dengan sangat lembut. Memeluk tubuh kecil mungil itu, mencium pipinya berkali-kali dengan sangat gemas. Yasika menggendong Kalan dalam pangkuannya.


Sepanjang perjalanan Kalan tidak berhenti untuk mengoceh, menceritakan bagaimana kesehariannya di sekolah, menceritakan teman-temannya, bahkan yang membuat Yasika terkejut adalah saat anaknya bilang kalau ia suka dengan salah satu teman perempuannya yang berambut panjang dan berponi cantik.


"Bunda... " lagi-lagi suara itu keluar dari bibirnya yang mungil.


"Apa sayang.?"


"Aku suka sama Aretha."


Yasika mengernyit. "Aretha? siapa teman sekelas kamu?"


"Ya Bun.. Dia cantik kayak Bunda."


"Kenapa Kalan suka Aretha.?"


"Karena dia baik sama aku, dia juga cantik kayak Bunda."


Yasika tersenyum dan mencium gemas pipi sang anak.


"Ya Bun ... Kalan sayang sama Bunda, Kalan juga sayang sama Aretha."


"Ya, Bunda dan Ayah juga sayang sama Kalan."


"Tapi Bun __ " cicit anak itu kembali.


"Apalagi?"


"Kalan juga punya temen namanya Gadis."


"Gadis? itu siapa lagi Kalan.?" tanya Yasika kembali.


"Gadis temen sekelasnya Kalan juga Bun, Gadis orangnya baik."


"Bagus itu, berarti banyak yang sayang sama Kalan."


Kalan tersenyum dan senyuman itu mampu membuat sang Bunda semakin melebarkan bibirnya karena ia tidak tahan melihat kegemasan dari anak semata wayangnya itu.


"Aku seneng Bun punya teman Aretha dan Gadis."


Ya ampun... Bagaimana bisa anak sekecil ini begitu cerewet. Yasika menggeleng dan menghela nafas, ia tidak tahu harus memberi jawaban seperti apa lagi. Kalan memang anak yang pintar dan banyak bicara jika sedang bersamanya atau bersama dengan sang Ayah. Tetapi Kalan akan berubah menjadi pendiam jika ia merasa tidak suka atau sedang dalam keadaan marah.

__ADS_1


Kalan terkejut saat mobil yang di kendarai sang Bunda tiba-tiba masuk ke dalam basement gedung yang menjulang tinggi.


"Asik ... Kita mau ketemu Ayah." sorak anak itu kegirangan.


Yasika tersenyum. "Ya sayang, kita ketemu Ayah dulu sekalian ajak Ayah untuk makan siang ya?"


"Ya Bun ... Aku mau makan sama Ayah."


Yasika keluar dari mobilnya, tidak lupa ia memegang erat tangan mungil sang anak dan menuntunnya untuk masuk ke dalam gedung pencakar langit tempat Kaisar bekerja.


Kedatangan Yasika dan Kalan di sambut baik oleh semua karyawannya, mereka sudah tahu dan mengenal siapa Yasika dan anak kecil yang berwajah tampan itu.


"Om... " Kalandra berteriak seraya berlari kecil.


Bayu menoleh ke arah dimana suara itu tidak asing lagi bagi dirinya, membalikan badan dan tersenyum senang. "Hai boy..."


Kalandra berlari semakin kencang dan langsung menghambur memeluk tubuh lelaki itu. Bagi Kalan, Bayu sudah di anggap sebagai pamannya sendiri.


"Selamat siang Nyonya muda.?" sapa Bayu hangat.


Yasika tersenyum. "Siang Bay.. "


"Om... Ayah mana?" cicit anak itu.


"Ada di ruangannya. Ayo Om antar kamu kesana."


Kalan mengangguk dan tersenyum lebar. Ia sangat senang karena akan bertemu dengan sang Ayah.


"Tapi... Kalan tunggu dulu sebentar ya?"


"Kenapa?"


"Karena di dalam lagi ada tamu."


"Siapa?"


"Teman kerjanya Ayah."


"Cowok atau Cewek?" tanya sang anak dengan lantang dan juga menggemaskan.


Bayu membisu, mulutnya seakan terkunci rapat untuk mengatakan sesuatu pada anak itu. Bayu sudah mengenal siapa Kalan, ia adalah anak yang pintar dan juga tidak bisa di bohongi sama seperti atasannya itu. Kalan akan marah jika mengetahui kalau sang Ayah sedang bersama dengan perempuan lain meski itu adalah rekan bisnisnya sendiri.


"Jawab Om... "


Bayu menyengir kaku dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali.


Waduh.... gimana ini?


Gawat kalau sampai bocil ini tau.. bisa mati gue kena semprot...!!

__ADS_1


* * *


__ADS_2