Ketika Harus Memilih

Ketika Harus Memilih
63. Jangan khawatir


__ADS_3

Hallo semua aku balik lagi...!!!


Ya udah kita lanjut yu ceritanya...


Oke, happy reading semuanya ❤


* * *


Pusing, itulah yang di rasakan oleh Yasika saat ini. Ia memijit pelan pelipisnya, entah kenapa semenjak pertemuannya dengan Anne membuat dirinya selalu merasa mual, ia masih mengingat dengan jelas apa yang di katakan oleh Anne mengenai hubungannya dengan Kaisar.


Yasika menatap lurus ke depan, ia sedang menemani dan memperhatikan Kaisar yang sedang asik berenang. Pikirannya menerawang jauh, ia membayangkan jika yang di katakan oleh Anne itu adalah benar adanya.


Apa benar mereka sudah melakukan itu??


Arrgghhh ... !!!


" Hei ... ada apa denganmu.? " Tanya Kaisar yang sudah berada tepat di pinggir kolam sambil melihat jam yang melingkar di tangannya.



" Kenapa diam melamun seperti itu, huh..? "


Yasika menatap Kaisar, ia tersenyum dengan begitu manisnya. Yasika melihat tubuh Kaisar yang begitu sempurna, apalagi sekarang saat sedang berenang dan tidak memakai baju seperti itu, ini baru pertama kalinya bagi Yasika melihat tubuh laki-laki itu.


" Ayo sini, bawakan handuk untuk ku" Ajak Kaisar supaya Yasika mendekat ke arahnya.


Yasika mengambil handuk, dan ia berjalan di sisi kolam.


" Ini, "


Kaisar menatapnya dan tersenyum lebar, ia menarik tangan Yasika begitu saja, sehingga tubuh gadis itu menjadi tidak seimbang dan dengan cepat Yasika tercebur jatuh ke kolam tersebut.


"Kak, kamu apa-apaan sih.? "


Kaisar tertawa, "Itulah akibatnya jika kamu terus melamun. "


"Ish ... Kamu itu ya, lihat aku jadi begini, dan aku gak bawa baju ganti kak.! "


"Jangan pikirkan itu, "

__ADS_1


Mereka tertawa bersama, Yasika sedikit merasakan tenang dalam hatinya, ia melupakan masalahnya, ia begitu bahagia sekarang karena kini dirinya bersama dengan orang yang sangat ia cintai.


****


"Kak, "


Kaisar menoleh, "Kenapa? "


"Apa dulu kamu sangat mencintai Anne.? "


Kaisar tersedak begitu mendengar apa yang dikatakan Yasika baru saja, "Kenapa bertanya seperti itu? "


"Gak apa-apa, cuma pengen tau ja. "


Kaisar menatap Yasika dalam, ia merasakan ada yang di sembunyikan oleh kekasihnya itu.


"Apa yang ingin kamu tau.? "


Yasika menggigit bibir bawahnya, ia menatap balik Kaisar.


"Aku ... Aku. "


Yasika menatap lekat wajah Kaisar, ia bisa melihat tidak ada kebohongan dalam sorot mata itu. Yasika masih dengan setianya mendengarkan penjelasan yang di berikan oleh Kaisar.


"Dulu aku sangat merasa frustrasi saat dia menolakku, aku sering pergi ke klub malam dan mabuk-mabukan disana. Tetapi semua itu telah berubah, kamu tau apa alasannya aku berubah? itu semua karena dirimu, aku jatuh cinta padamu saat pertama kali kita bertemu, meskipun awalnya aku mengelak sudah mencintaimu, tetapi perasaan cintaku padamu itu semakin membuatku tersiksa. "


Kaisar meraih tangan Yasika, ia menggenggam-nya dengan sangat erat. Kaisar menatap dalam mata sayu itu.


"Aku mencintaimu ... Kamu memberikan aku cinta yang tidak pernah dia berikan untukku, hanya kamu yang bisa membuat aku jadi lemah seperti ini, dan hanya kamu orang yang membuat aku takut jika harus kehilangan dirimu. Kamu adalah kelemahan ku sekarang, kamu segalanya buat aku. Jadi aku mohon percaya padaku dan jangan pernah pergi dariku karena aku sangat mencintaimu. "


Yasika begitu terharu saat mendengar kata-kata yang Kaisar ucapkan. Rasa takut akan kehilangan dia itu sirna saat Kaisar meyakinkan dirinya, bahwa laki-laki itu hanya mencintainya seorang.


"Aku mencintaimu Kak, " Yasika berhambur memeluk tubuhnya Kaisar. "Aku sangat mencintaimu, " bisiknya lagi.


Kaisar membalas pelukannya, ia memeluk tubuh Yasika dengan begitu erat. "Aku lebih mencintaimu, sayang..!! "


Yasika tersenyum dalam pelukannya Kaisar, ia membenamkan wajahnya di dada bidang milik kekasihnya itu.


"Apa lagi yang ingin kau tau, hem..? " Tanya Kaisar yang masih setia memeluk tubuhnya Yasika.

__ADS_1


Yasika mendongakkan kepalanya, ia menatap wajahnya Kaisar. "Kak, apa kamu__pernah tidur dengan nya? " Tanpa ragu ia memberanikan dirinya untuk bertanya pada Kaisar yang sedang menatapnya dengan tatapan heran.


"Pernah." Jawabnya singkat.


Yasika membulatkan matanya ketika mendengar apa yang di katakan oleh kekasihnya baru saja.


"Aku pernah tidur dengannya, menghabiskan waktu malam bersama. " Kaisar menjeda kalimatnya. "Tapi aku tidak pernah melakukan hal yang sedang kamu pikirkan saat ini. ". Dengan sedikit menyentil dahinya Yasika, ia menyunggingkan sebuah senyuman kecil di bibirnya.


"Aww... " Yasika meringis menahan sakit akibat perbuatannya itu.


"Makanya, jangan mikir yang aneh-aneh. "


Yasika menggigit bibir bawahnya, ia merutuki dirinya sendiri kenapa dengan mudahnya ia menanyakan hal semacam itu.


"Jangan khawatir, aku masih perjaka." Bisiknya pelan tepat di telinganya Yasika.


Kaisar melepaskan pelukannya, ia menatap wajah yang kini telah berubah menjadi merah seperti buah tomat.


"Apa kamu mau mencobanya? " Dengan nada sedikit menggoda.


"Jangan ngaco kamu. "


"Aku kira kamu mau mencobanya? "


"Ish ... apaan sih kak.? "


* * *


Hallo, semuanya??


Terima kasih yang masih setia membaca ceritaku..??


Jangan lupa tinggalkan like, komen, share ke teman kalian yang lain, dan vote buat aku ya??


Dukung aku terus ya kalian semua... 🙏🏻


Aku mau mohon maaf bila ada kesalahan dalam penulisan atau kata-katanya yang berantakan.


Oke semua...

__ADS_1


Salam saya untuk kalian semuanya ya... ❤


__ADS_2