Ketika Harus Memilih

Ketika Harus Memilih
32. Kamu salah


__ADS_3

semoga kalian suka sama cerita aku..


Mohon maaf bila ada salah dalam penulisan dan kata yang berantakan ya..


selamat membaca buat semuanya... ❤


* * *


Yasika melahap makanannya dengan susah payah. Yasika terdiam seribu bahasa, mulutnya seolah kaku saat ini. Entah ada apa dengan Yasika, ia merasa risih duduk berhadapan dengan Kaisar yang sedari tadi terus menatapnya dengan tajam. Yasika sangat gugup di buatnya, ingin sekali rasanya ia pergi dari tempat itu saat ini juga.


Yasika sesekali melirik ke arah Kaisar, ia juga melirik ke arah wanita yang duduk di sebelahnya Kaisar, ada perasaan sakit di hatinya, jadi ini alasannya kenapa Kaisar meninggalkannya, jadi perempuan ini alasannya. Yasika menundukkan wajahnya, ia menutup matanya sesaat. Ia mengambil nafasnya, dan membuangnya perlahan.


Kaisar menatap Yasika yang saat ini sedang gugup. Yasika terlihat gelisah. Tanpa sadar Yasika melihat Kaisar, mereka bertatapan. Yasika menelan saliva sambil terus menatap Kaisar. Kedua pasang manik mata itu saling beradu dalam sebuah tatapan.


Degupan jantung Yasika tidak bisa terkendali. Ketika Kaisar menatapnya seperti itu. Yasika membuang muka dengan segera.


Saat semua menyantap makanannya, tidak ada suara yang biasanya riuh, mereka semua diam. Hanya sesekali ngobrol dan bercanda.


Alan yang merasa senang saat ini, ia sama sekali tidak mengetahui bahwa di sekeliling nya kini tengah ada sebuah kobaran api yang panas, yang siap membakarnya kapan saja.


" Gimana makanannya, nona? apa kau menyukainya.? " tanya Alan kepada Yasika.


Yasika terperanjat kaget, dengan gugup ia menjawabnya " Emm___ apa Kak? "


Alan tertawa melihat Yasika yang gugup, ia merasa gemas melihatnya.


" Kamu kenapa bisa cantik kayak gitu saat sedang gugup nona..? " dengan senyuman Alan mengatakan itu.


" Uhuk... uhuk... " Kaisar tersedak saat itu.


" Ya ampun bro.. Lo seperti anak TK aja, makanya kalo makan hati hati sayang..? " Canda Dani pada Kaisar, ia sengaja membuat suasana supaya menjadi tidak tegang.


" Apaan sih lo... Najiiss gue dengernya. " sungut Ervan yang membalas ucapan Dani.


Mereka tertawa bersama dalam ruangan itu, berbeda dengan Kaisar ia merasa tenggorokannya sakit. ia menelan dengan sangat susah. Tanpa sengaja Kaisar melihat Yasika yang sedang menatapnya. Dengan segera Kaisar membuang mukanya.

__ADS_1


Yasika pamit untuk pergi ke kamar mandi. Yasika berjalan perlahan, pikirannya melayang entah kemana. Yasika kini berdiri di depan kaca wastafel dan melihat dirinya sendiri. Hatinya sakit dan terasa sesak, entah apa yang harus ia lakukan.


Sebuah perasaan rindu begitu besar di hatinya saat ini. Ia tak kuasa menahan semuanya, ia merasa sesak sekali. Yasika membasuh mukanya, karena ia merasa pusing. Ia sangat pusing sekali dengan perasaannya saat ini. Tangannya menyentuh dada yang terasa begitu sesak.


Rasa Rindu dan cintanya pada Kaisar harus segera ia hilangkan. Yasika tidak ingin berharap lagi pada sosok Kaisar, karena ternyata Kaisar lebih memilih orang lain daripada dirinya.


Yasika berjalan keluar dari kamar mandi, ia berjalan dengan begitu lemahnya. Sebenarnya ia tidak ingin lagi kembali ke tempat itu, ia tidak ingin bertemu lagi dengan Kaisar.


Tiba tiba saja ada yang menarik tangannya, Yasika tersentak begitu melihat orang yang menarik dirinya, yang tak lain adalah Kaisar.. " Kak.. "


Kaisar menarik tangan Yasika, ia tidak melepaskannya. Yasika terkejut bukan main, matanya membulat, dan mulutnya menganga.


" Apa yang Kakak lakukan.? "


Kaisar tidak bicara, ia terus saja menarik tangan Yasika agar segera menjauh dari tempat itu. Sesampainya di halaman belakang rumah makan itu, Kaisar berhenti dari langkah kakinya, di sana sangat sepi bahkan tidak ada orang yang berlalu lalang.


" Lepasin aku Kak..?" Yasika menghentakkan tangannya itu. Ia merasa sedikit sakit karena Kaisar menariknya dengan sangat kuat.


" Mau kamu apa sih..? " lagi lagi pertanyaan itu di lontarkan oleh Yasika.


Yasika saat ini merasa kesal, karena ulah Kaisar yang tiba tiba saja datang menariknya langsung. Dan tanpa basa basi Kaisar lalu memeluk Yasika dengan sangat erat.


Kaisar begitu nyaman ketika memeluk sang pujaan hati, ia memejamkan matanya. Ia merasakan kerinduan yang luar biasa.


" Kak.. Tolong lepaskan aku, jangan seperti ini? nanti ada orang yang melihat kita.? "


" Aku tidak perduli. "


" Kak.. "


Kaisar tidak menjawab lagi, ia semakin erat memeluk tubuh gadis itu. Apalagi tadi ia merasa begitu sangat cemburu, ketika Alan sepupunya itu dengan sengaja menggoda Yasika di hadapannya. Yasika mencoba untuk melepaskan pelukannya Kaisar, ia mendorong tubuh Kaisar dengan sangat kencang, sehingga Kaisar tersentak.


" Kenapa.? "


" Jangan sentuh aku Kak, apa Kakak lupa kalau aku bukan siapa siapa lagi, Kakak itu orang lain buat aku sekarang.? " Yasika menitikkan air matanya ketika ia menyebut nama Kaisar dengan sebutan orang lain. Kaisar tidak percaya dengan apa yang ia dengar, hatinya sakit, sangat sakit.

__ADS_1


Yasika berjalan perlahan meninggalkan Kaisar, ia tidak kuat lagi jika harus tetap seperti ini, ia sangat menderita dengan perasaannya, ia sebenarnya sangat merindukan Kaisar. Dalam lubuk hatinya yang paling dalam, sebenarnya Yasika benar benar tidak ingin meninggalkan Kaisar, ia ingin terus berada di dekatnya dan memeluk tubuhnya itu.


Kaisar berjalan mengikuti Yasika, ia memeluk lagi Yasika dari belakang. " Jangan tinggalkan aku, jangan buat aku seperti ini, aku benar benar merindukanmu sayang.? "


Yasika diam, ia merasakan kehangatan lagi dalam dirinya. Yasika membalikan badannya, ia menatap Kaisar dalam dalam.


" Kenapa kamu seperti ini Kak... bukankah kakak sendiri yang meminta hubungan kita berakhir, apa kamu lupa kak? aku sudah mulai mencoba untuk melupakanmu, aku mohon jangan seperti ini lagi, jangan buat aku semakin tersiksa lagi, kamu sudah dengan wanita itu kak, kamu lebih memilih dia kan? aku tahu kak___? " dengan masih menitikkan air mata Yasika mencoba untuk tetap tenang.


" Itu semua tidak seperti yang kamu pikirkan sayang.?" Kata Kaisar dengan menangkup wajah Yasika.



" Lalu apa, Kak.?"


" Kamu tidak tahu alasan sebenarnya, kenapa aku melakukan itu.? "


" Aku tahu Kak, alasan kamu sebenarnya itu karena kamu masih mencintai dia kan, mantan terindah dan cinta pertama kamu kak.? " Yasika semakin menangis saat mengucapkan itu pada Kaisar, hatinya begitu sakit saat ini.


" Kamu salah.. "


" Ternyata, kamu sama saja seperti dia Kak..? "


* * *


Gimana sama ceritanya?


semoga kalian suka ya?


mohon dukungannya buat aku,.


sebenarnya aku juga suka sekali membaca karya karya yang lain. Jadi motivasi buat aku..


mohon maaf bila ada ada kesalahan..


untuk visualnya kenapa aku sering banget upload dalam setiap episode, karena aku suka sekali jadi lebih gimana gitu dalam membacanya. wkwkwkwk....

__ADS_1


jangan lupa like, komen, share, dan vote buat aku aku ya..


salam saya... ❤


__ADS_2