
Happy reading semua... ❤
* * *
Setelah acara pertemuan itu, Kai, Yasika dan Kalandra sudah berada di kamar hotelnya. Mereka semua sedang mengganti pakaian dan membersihkan diri terlebih dulu.
Kalan dan Yasika sudah siap dengan setelan tidurnya, sementara sang ayah ia masih berada di dalam kamar mandi.
"Bunda ... "
"Ya sayang, kenapa?"
"Tadi bunda keren." Kalan berseru heboh.
"Keren? apanya yang keren Kalan?" tanya Yasika bingung.
"Tadi bunda bikin tante itu pergi ninggalin ayah."
Yasika terkejut, matanya membulat sempurna dengan kening yang mengkerut.
Dari mana anak ini bisa tahu?
Flashback...
"Siapa wanita cantik ini sayang ...?"
"Siapa tante ini ayah ...?"
Kaisar menoleh dan tersenyum kikuk, sedangkan Bayu langsung membuang mukanya ke sembarang arah.
Mampus lo bos...!!!
"Boleh saya ikut gabung disini?" ujar wanita seksi itu seraya tersenyum lebar.
Kaisar dan Bayu saling menatap, sementara Yasika dan Kalan mereka merasa bingung dengan kehadiran seorang wanita yang secara tiba-tiba.
"Ayah ... kenapa kalian diam?" cicit bibir mungil itu di sela keheningan yang terjadi.
Kai tersenyum tipis, ia menoleh ke arah dimana wanita itu masih berdiri.
"Silahkan saja nona Raisa." Kaisar berujar santai tanpa ada senyuman sedikitpun.
Raisa senang dan kembali tersenyum, ia menarik kursi dan mendudukkan bokongnya disana.
"Apa kabar? lama ya kita tidak bertemu.?" Wanita itu kembali berujar.
"Baik." Jawab Kai datar. "O iya, nona Raisa, perkenalkan ini istri dan anak saya."
Raisa menoleh dan menatap keduanya secara bergantian, matanya menatap dalam wajah cantik Yasika dan wajah tampan anaknya itu.
Jadi ini istri dan anaknya Kaisar?
Sial ... ternyata sainganku berat juga.
Seolah tidak suka, lantas ia menorehkan senyum sinis di bibirnya yang merah itu.
"O ... Jadi ini istrinya ya?"
__ADS_1
Yasika tersenyum lembut dan mengangguk pelan. "Perkenalkan saya Yasika istrinya tuan Kaisar."
Mendengar kata istri, raut wajah Raisa seketika berubah. Ada rasa tidak senang saat dengan sengajanya Yasika menekankan kata Istri tersebut.
"Saya Raisa, rekan kerja sekaligus teman dekat waktu kita di Singapura." dengan tidak tahu malunya ia berujar.
Kaisar dan Bayu terkejut saat wanita itu mengatakan sesuatu yang sama sekali jauh dari kebenarannya.
Yasika kembali tersenyum, menatap heran pada wanita menor yang sekarang sedang duduk berhadapan dengan dirinya.
"O ... ya? jadi anda wanita itu?"
Raisa bingung, ia tidak mengerti apa maksud dari kata wanita itu?
"Maksud anda? apakah tuan Kaisar selalu menceritakan tentang saya?" tanyanya dengan penuh binar. Berharap kalau seorang Kaisar memang mengagumi dirinya.
Yasika terkekeh menatap kesal pada wanita itu. "Tentu" di jedanya kalimat itu. "Suami saya bukan orang yang pecicilan, dan __ saya tau suami saya seperti apa, dia selalu menceritakan semua wanita yang menjadi rekan bisnisnya, termasuk dengan anda nona Raisa." Yasika berujar dengan begitu tenangnya seraya tersenyum tipis.
Kaisar dan Bayu hanya bisa tersenyum, mereka kagum dengan sosok wanita seperti Yasika, selain karena kecantikan dan ke rendahan hatinya, ia juga adalah wanita yang mempunyai kesabaran tingkat tinggi. Kai sangat bangga dengan istrinya itu, dengan begitu tenangnya seorang Yasika menghadapi wanita seperti Raisa.
"Dan __ maaf jika tadi saya menanyakan siapa anda pada suami saya, karena ini pertama kalinya kita bertemu. Senang bisa berkenalan dengan anda nona Raisa?"
Raisa hanya tersenyum tipis, menatap tidak suka pada sosok perempuan cantik yang menjadi istri dari incarannya itu.
"Ya, Sama-sama. Saya juga senang bisa berkenalan dengan anda." jawabnya sedikit ketus.
Merasa kesal, akhirnya Kai memutuskan untuk pergi menghindari wanita itu dengan alasan ingin ke toilet.
"Sayang ... ?"
"Ya."
Yasika tersenyum dan mengangguk. "Ya."
"Ayah mau kemana?" cicit bibir mungil itu.
"Ayah mau ke toilet dulu, kamu disini sama bunda ya?"
"Oke ayah.!" jawabnya menggemaskan.
Sebelum benar-benar pergi ke toilet, Kai terlebih dulu mengusak lembut rambut sang anak dan mencium kening istrinya dengan sangat lama.
"Sosor terus..!!" ledek Bayu pada atasannya itu.
Kai berdecak sebal. "Makanya cepetan cari istri sana? gak ingat umur apa?"
Bayu melotot, menatap tidak suka pada bosnya itu. "Kalau gue punya istri, terus yang jagain lo entar siapa? di kantor kan posisi gue sama ja kayak istri lo."
Kai bergidik, menatap jijik asisten sekaligus sahabatnya itu.
Bayu tergelak, membuat semua orang yang berada di dalam gedung itu menatap ke arahnya, termasuk dengan dua wanita dan pemilik mata bulat dan bening itu sedang menatapnya heran.
"Om ... Berisik.!!" Kalan berujar seraya mengangkat telunjuknya.
Bayu langsung menutup mulutnya dengan cepat.
"Oke bos ... "
__ADS_1
Kaisar berlalu, berjalan cepat menuju toilet.
Merasa kesal, akhirnya Raisa memutuskan untuk pergi menyusul Kai yang sedang berada di toilet.
"Baiklah, kalau begitu saya juga permisi dulu, mau ke toilet sebentar." ujar Raisa seraya berdiri dari tempat duduknya.
"Silahkan nona Raisa." jawab Bayu datar.
Raisa pergi meninggalkan mereka dengan rasa kesal di hatinya.
Kita lihat saja, aku akan membuat Kaisar jatuh cinta padaku.
Kalau perlu, aku akan segera merebut dia darinya.
* * *
Kaisar terkejut, begitu ia keluar dari dalam toilet.
"Kamu?"
Raisa tersenyum lebar. "Ya, ini aku, aku nungguin kamu Kai."
Kaisar mengernyit, menatap tidak suka pada wanita pecicilan seperti Raisa.
"Nungguin aku?"
Bibirnya kembali tersenyum lebar. "Ya, aku nungguin kamu."
"Ada apa?" tanya Kai datar.
"Aku ... Aku ingin bicara berdua sama kamu Kai." ujar Raisa dengan berjalan mendekat ke arah dimana lelaki itu sedang menatapnya jijik.
Kai menghindar. "Kita bisa bicara, tapi maaf tidak disini nona Raisa."
"Tapi aku maunya kita bicara disini, berdua, tanpa ada orang yang menggang ____ " Ucapannya terhenti saat terdengar suara seseorang di ujung sana.
"Sayaaaannngg ..." Yasika tahu, dan ia sudah sangat hafal dengan tubuh itu, meskipun Kai sedang membelakanginya.
Kai pun sadar, jika pemilik suara itu adalah Yasika istrinya. Lantas, ia berbalik dan tersenyum senang.
Dengan cepat Yasika menghambur ke arahnya, menarik tengkuknya lalu menempelkan bibirnya di atas bibir suaminya itu.
Kaisar terkejut saat tiba-tiba saja Yasika menciumnya.
Pertukaran saliva mereka terjadi dengan sangat lama. Kai menarik pinggang Yasika, membalas setiap ******* yang Yasika berikan di atas bibirnya. Mereka saling *******, menghisap dan saling membelit lidah di dalam rongga mulutnya.
Raisa menggeram, saat ia melihat bagaimana pertukaran saliva antara pasangan suami istri itu terjadi di depan matanya sendiri. Sungguh, ingin sekali ia meneriakkan kata-kata kasar saat ini juga.
Secara tidak langsung, Yasika ingin menunjukan pada wanita itu, kalau Kaisar miliknya, dia adalah suami dan ayah dari anaknya.
Brengsek...!!!
* * *
Jangan lupa untuk tinggalkan like, komen dan vote-nya juga buat aku...
Terima kasih untuk kalian semua yang selalu setia membaca dan menunggu ceritanya Kaisar, Yasika dan Kalandra-nya.. 🙏🏻
__ADS_1
Semoga suka..
Salam saya untuk semua.. ❤