Ketika Harus Memilih

Ketika Harus Memilih
41. Hanya Atasan dan Bawahan


__ADS_3

Aku balik lagi....


Kalian bosen gak sih?? 🤔


Ya udah... lanjutt lagi !!!


Happy reading ya... ❤


* * *


" Yasika, bisa ikut saya sebentar.? "


" Baik bu.. "


Yasika mengikuti Elsa dari belakang, ia bingung ada apa Elsa memanggilnya. Elsa adalah kepala bagian HRD, dia wanita cantik, baik, dan juga ramah. Elsa tidak jauh berbeda umurnya dengan Yasika, ia sudah bekerja di perusahaan ini hampir tiga tahun lamanya. Elsa juga salah satu penggemarnya Kaisar, tetapi Elsa tidak seperti karyawan wanita yang lainnya, yang suka tebar pesona dan ganjen.


" Ayo masuk. "


Yasika masuk keruangan itu, ia melihat ada orang yang sedang duduk membelakanginya.


" Maaf Pak Bayu, ini dia Yasika."


Bayu menoleh ke arah dua wanita yang sedang berdiri di hadapannya saat ini. Ia melihat dua wanita yang sangat cantik. Bayu tersenyum ketika melihat sosok Yasika yang sedang menatapnya.


Jadi ini wanita yang dia pilih?


Pinter juga si Kaisar.


Milih wanita bening dan cantik seperti ini.



" Maaf, nona apakah anda yang bernama Yasika? "


" Ya, Pak saya sendiri. "


Bayu tersenyum ramah, ia mempersilahkan keduanya untuk duduk. Bayu mengetahui nama Yasika karena ia membaca map biodata, yang di berikan oleh Kaisar kepadanya waktu itu.


" Yasika, sekarang kamu menjadi sekretaris pribadinya Pak Direktur? " Tanya Bayu tanpa basa basi.


Yasika terkejut, saat mendengar ia di suruh untuk menjadi sekretarisnya Kaisar. Yasika bingung, kenapa ia yang di pilih untuk menjadi sekretaris, padahal ia tidak punya kemampuan dalam hal itu. Posisi Yasika sekarang adalah ia bekerja di bagian HRD sama seperti Elsa.

__ADS_1


" Tapi Pak___?? "


" Maaf, apa anda menolak? "


" Bukan maksud saya menolak, tapi saya tidak punya kemampuan untuk menjadi sekretaris Pak. "


" Hmm... saya mengerti maksud anda, tetapi Pak Direktur sendiri yang meminta anda untuk menjadi sekretaris nya.! "


Yasika diam, ia tidak tahu lagi harus menjawab apa. Orang ini sama saja seperti Kaisar, seenaknya saja kalau menyuruh. gumam Yasika dalam hatinya.


" Kalau begitu, mari ikut saya ke ruangan pak Direktur.? "


Yasika bingung apa yang harus ia lakukan nantinya, sumpah demi apapun kalau ia punya keberanian ia akan menolaknya untuk menjadi sekretaris pribadinya. Yasika juga yakin ini adalah rencananya Kaisar, ia sengaja ingin menjadikan Yasika sebagai sekretaris nya. Orang yang selama ini ia hindari.


Kenapa harus aku sih??


Padahal masih banyak wanita lain yang mau menjadi sekretaris nya.


" Ayo nona? " Ajak Bayu kembali, karena ia melihat Yasika sedang melamun.


Elsa memperhatikan Yasika saat ini, kemudian ia mendekatinya. " Yasika... kamu orang yang beruntung loh, di pilih menjadi sekretaris. Banyak orang disini dan di luaran sana yang ingin bekerja di perusahaan ini, apalagi untuk menjadi sekretaris nya pak Direktur. "


Elsa tersenyum.. " Kamu pasti bisa, udah kamu jangan menolak keinginan pak Direktur, atau kamu mau di pecat sama dia? "


Bayu yang mendengar perkataan mereka hanya ikut tersenyum, ia tidak heran dengan para karyawannya yang mengetahui sifat dari atasannya itu. Mereka sudah mengenal bagaimana seorang Kaisar dengan baik.


" Ayo, ikut saya.? "


Dengan terpaksa, Yasika mengikuti Bayu untuk menemui Direktur perusahaan itu. Andai saja ia bisa menolaknya. Sebenarnya Yasika sangat enggan sekali untuk bertemu dengan Kaisar saat ini. Bagaimana nantinya kalau ia menjadi sekretaris nya.?


" Maaf Pak, boleh saya masuk? "


" Hmm... masuklah. " Perintah Kaisar.


" Pak, saya sudah membawa seseorang yang akan menjadi sekretaris anda. "


Kaisar saat ini tengah berdiri di depan kaca jendela, ia sedang menatap lurus ke luar. Kaisar tahu bahwa sekarang Bayu sudah membawa Yasika, sebenarnya Kaisar sengaja menjadikan Yasika sebagai sekretaris nya, ia hanya ingin tahu bagaimana reaksi perempuan itu jika terus berada di dekatnya.


Kaisar segera membalikan badannya, ia menatap Bayu yang sedang tersenyum ke arahnya, kemudian ia juga beralih menatap wanita yang kini tengah berdiri di samping Bayu. Ia menatap wanita itu dalam diam. Pandangan matanya, tidak berhenti untuk terus menatap wajah cantik itu.


" Ekhemmm... "

__ADS_1


Suara Bayu yang memecahkan keheningan yang terjadi di antara mereka sekarang.


Kaisar yang mendengar suara deheman Bayu, langsung mengalihkan pandangan matanya itu. Ia merasa Bayu sengaja membuatnya jadi salah tingkah seperti ini.


Sementara Yasika, yang daritadi hanya berdiri di hadapannya itu, hanya bisa menundukkan wajahnya saat ini. Ia merasa canggung ketika berada di antara dua laki laki yang sekarang berada bersamanya.


Kaisar kembali menjadi dirinya sendiri, ia tidak ingin kalau Bayu sampai mengetahui apa yang telah terjadi padanya sekarang. Kaisar menunjukkan jati dirinya sekarang, dimana ia adalah seorang Kaisar yang punya sikap tegas dan disiplin.


" Baiklah, silahkan duduk." Kaisar yang membuka suaranya.


Yasika, langsung duduk ketika mendengar perintah dari atasannya itu, di susul oleh Bayu yang kini duduk di sebelah Yasika.


" Bagaimana, apa kamu bisa menjadi sekretaris saya? " Tanya Kaisar dengan nada datar seperti biasanya.


Yasika saat ini bingung, ia tidak tahu harus menjawab apa. Bagaimana bisa dia menjadi sekretaris, sementara dia tidak punya pengalaman dan kemampuan untuk menjadi seorang sekretaris. Saat ini Yasika bersikap professional, bagaimanapun ia dan Kaisar sekarang adalah seorang atasan dan bawahan. Ia melupakan dulu masalah pribadinya, masalah antara dirinya dan laki laki yang kini telah menjadi atasannya.


" Tapi__ Maaf Pak, kenapa saya yang harus menjadi sekretaris anda, saya mohon maaf sebelumnya, saya tidak punya pengalaman dan kemampuan untuk menjadi sekretaris. "


Dengan memberanikan diri Yasika berkata seperti itu kepada atasannya, sebenarnya ia sangat takut sekali melihat wajah Kaisar saat ini.


Dan benar saja, Kaisar saat ini tengah menatapnya dengan tatapan tajam, ia tidak suka jika ada orang yang membantah perintahnya. Apalagi sekarang menyangkut masalah pekerjaan.


" Jadi, pilihan kamu sekarang apa? "


" Maksud anda Pak.? "


" Kamu tinggal pilih, kamu mau jadi sekretaris saya atau saya akan pindahkan kamu ke perusahaan lain.? "


Dengan sangat tegas Kaisar mengatakan itu kepada perempuan yang kini tengah menatapnya dengan tatapan jengkel. Bagaimana dia bisa bersikap seperti itu. Yasika benar benar tidak tahu apa yang harus ia lakukan saat ini. Sebenarnya ia ingin sekali bisa bekerja di perusahaan besar seperti ini. Dan ini adalah cita citanya bisa bekerja di salah satu perusahaan terbesar yang ada di Jakarta.


Bayu hanya diam, saat ini ia hanya menjadi penonton di antara kedua pasang manusia yang sedang berdebat.


" Keputusan ada di tangan kamu. "


Yasika menarik nafasnya dalam dan mengeluarkannya secara perlahan. Ia menatap Kaisar saat ini.


" Baiklah Pak, saya bersedia menjadi sekretaris anda. "


* * *


jangan lupa tinggalkan like, komen, dan vote ya???

__ADS_1


__ADS_2