
Hallo semua...
Balik lagi aku..
Oke kita lanjut..
Happy reading...
* * *
"Sayang aku punya sesuatu buat kamu?" Ucap Kai lembut dengan memeluk tubuh istrinya itu dari belakang.
"Apa? "
Kaisar membenamkan wajahnya di ceruk leher sang istri. "Ini." Ia menyodorkan sebuah amplop.
Yasika mengambil amplop itu dari tangan sang suami, kemudian ia membukanya. Yasika sangat terkejut dan ia tersenyum bahagia saat melihat sebuah tiket pesawat untuk pergi tempat yang sangat ia impikan selama ini. Ternyata Kai benar-benar mengabulkan keinginan sang istri yang ingin pergi bulan madu ke Korea Selatan (Seoul).
"Apa kamu senang?" Tanya Kai seraya mengecup lehernya sang istri.
Yasika tersenyum dengan sangat manisnya, dan ia menganggukkan kepalanya pelan. "Terima kasih Kak, aku senang banget." Balas Yasika seraya membalikan badannya agar ia bisa memeluk tubuh suaminya itu.
Yasika memeluknya dengan sangat erat, ia merasa sangat bahagia sekarang karena selain menjadi istrinya seorang Kaisar ia juga senang karena suaminya itu sangat mencintai dirinya. Yasika tidak melepaskan pelukannya itu, dan kini Kai-pun membalas pelukannya sang istri. Mereka saling memeluk dengan penuh kehangatan.
"Lusa kita berangkat kesana, dan nanti setelah kita pulang dari sana aku akan membawamu pindah kerumah kita yang baru, aku telah menyiapkannya untukmu."
Yasika mengurai pelukannya, ia menatap wajah sang suami dengan lamat. "Aku akan ikut denganmu, kemanapun kamu membawa aku Kak.."
Kaisar tersenyum lebar seraya menyelipkan anak rambut yang menghalangi wajah cantik sang istri ke belakang telinga. "Kamu sangat cantik, aku laki-laki beruntung yang bisa mendapatkan wanita seperti dirimu. Aku mencintaimu istriku."
"Aku juga sangat mencintaimu suamiku tersayang."
Mereka berdua kembali tersenyum dan saling menatap satu sama lain. Hingga kini Kaisar kembali menyatukan bibir mereka, mereka saling berbalas ciuman dengan sangat lembut, sebelum akhirnya ciuman itu berubah menjadi ciuman yang panas dan lebih menuntut. Tangan Kai mulai bergerilya menyentuh setiap lekuk tubuh sang istri. Ia membelai dengan penuh kelembutan, Yasika hanya bisa memejamkan matanya saat Kai mulai bermain di area leher dan telinganya.
Yasika benar-benar kembali melenguh saat tangan suaminya itu menyentuh dan meremas dua gundukan sintal miliknya. Ia hanya bisa menggigit bibir bawahnya saat Kai mulai mencoba untuk melepaskan semua pakaian yang masih menempel. Kini mereka sudah terbaring di kasur besar miliknya dan mereka sudah siap untuk melancarkan aksinya bergulat di atas ranjang. Saat Kai akan memasukannya tiba-tiba saja ia menghentikan dan segera menarik dirinya dari tubuh sang istri.
"Ah... Sialll..!!"
Kaisar dan Yasika terkejut saat mendengar teriakan yang begitu keras dari luar kamar mereka. Dan menggedor pintunya berkali-kali.
"Kakak Cantik ... buka pintunya aku mau masuk..!!!!"
"Dasar anak nakal.!! " Gerutu Kaisar saat ia tahu bahwa keponakannya itu yang telah mengganggu aktivitas mereka berdua.
"Biar aku yang buka.. " Imbuhnya kembali.
Kaisar segera kembali memakai boxer dan kaos rumahan miliknya. Ia segera bangkit dari tempat tidurnya dan berjalan untuk membuka pintu kamarnya. Kai merasa kesal pada bocah kecil itu, bagaimana bisa ia mengganggu kegiatan mereka hari ini. Kai tidak berhenti mengumpat karena ia harus menahan hasratnya yang sudah tidak bisa lagi di tahan, dan semuanya harus gagal karena ulah dari sang keponakan.
Yasika sama seperti Kaisar ia sedang mengenakan kembali pakaiannya, meski sekarang dia tidak memakai bra-nya kembali, karena Yasika kerepotan mencarinya, entah kemana Kaisar melemparkan bra miliknya itu.
__ADS_1
Setelah pintu terbuka Kaisar menatap jengah pada gadis kecil yang sangat imut itu.
"Mau ngapain kamu kesini? dasar anak nakal..!! "
Jasmine menatap balik wajah Kai, ia sangat takut ketika Kai menatapnya seperti itu.
"Kak, " Suara Yasika terdengar dan ia langsung tersenyum dimana saat ini Jasmine sedang merasa ketakutan.
"Kak cantik.." Jasmine langsung berhambur memeluknya. "Kenapa Om Kai marah sama aku.?"
"Hei... Om Kai gak marah kok. "
"Benarkah.? "
Yasika mengangguk dan tersenyum, ia menatap wajah suaminya dengan sedikit melotot membuat Kaisar meringis melihatnya. Yasika mengulum senyumnya saat ia melihat betapa kesal suaminya itu sekarang.
"Tu-kan... Om gak marah. Kamu mau apa sama kakak huh?"
Jasmine tersenyum dengan begitu lucunya membuat Yasika jadi merasa gemas di buatnya.
"Aku mau main disini sama kakak, boleh.?"
"Kenapa kamu gak main sama mami atau nenek kamu huh.?" Ucap Kaisar pada anak kecil itu.
"Aku mau mainnya sama kak Cantik, bukan sama mereka. "
"Ya ... Tapi kamu ganggu Om sama kak cantik. "
Yasika segera menuntun anak itu untuk masuk ke dalam kamarnya, kemudian mereka duduk di atas sofa panjang yang berada di kamarnya itu. Mereka bermain dan tertawa bersama, mereka melupakan bahwa ada seseorang disana yang sedang merasa kesal karena menahan hasratnya yang belum tersalurkan.
Kaisar berjalan mondar-mandir seperti orang yang sedang kebingungan, bahkan ia sempat menyesap beberapa batang rokok di balkon kamarnya. Kai sempat berpikir mungkin ia harus segera mandi mengguyur kepalanya dengan air dingin supaya hasratnya itu mereda.
"Kak, kamu kenapa sih.?" Tanya Yasika pura-pura tidak tahu.
Kaisar menatap wajah sang istri. "Kamu suruh Jasmine keluar ya? atau aku antarkan dia pada mami dan neneknya.? "
"Bagaimana kalau dia gak mau.?"
"Biar aku coba. "
"Kak... Kasihan dia? "
Kaisar melotot sempurna ia menatap wajah sang istri dengan tatapan kesal. "Apa kamu gak kasihan sama aku? Aku sakit nahan ini semua.!!"
Yasika mengulum senyumnya kembali saat melihat bagaimana tampang suaminya itu sekarang, dan itu membuat Kai semakin merasa kesal di buatnya.
"Kenapa?? kamu meledekku ya? Awas saja, kamu harus membayar semuanya. Aku gak akan melepaskan mu. "
Yasika hanya tersenyum saat Kai mengatakan itu padanya, "Baiklah, aku menunggunya.!" Bisik Yasika lembut di telinga suaminya itu.
__ADS_1
"Kamu menantangku ya.?" Dengan seringai Kai menatap wajah istrinya itu. "Ayo ikut.?" Ajak Kai dengan menarik tangan Yasika.
"Eh... Kak, kamu mau bawa aku kemana? jangan ngaco deh, ada Jasmine disini.!"
Kaisar berjalan, ia menghampiri Jasmine yang sedang bermain dengan boneka Barbie miliknya.
"Jasmine, kamu tunggu disini ya sebentar.?" Ucap Kai pada anak kecil itu.
"Memangnya kalian mau kemana?"
"Om dan kak cantik mau mandi dulu ya.?"
"Kak...!!! " Teriak Yasika.
"Kenapa kalian mau mandi bersama?"
"Karena kak cantik takut kecoa kalau mandi sendiri.."
"Emang ada kecoanya ya Om..?"
"Kalau kamu mau ikut ayo..?"
Jasmine buru-buru menggelengkan kepalanya ia bergidik ngeri hanya dengan membayangkan hewan yang bernama kecoa itu.
"Aku gak mau ikut, Om aja yang temenin kak cantik mandi. Aku nunggu disini." Ucap sang anak dengan begitu lucunya.
Kaisar tersenyum seraya mengelus lembut rambutnya Jasmine. "Bagus... Kamu memang anak yang pintar."
Yasika melohok tidak percaya dengan mulut yang sedikit terbuka.
"Ayo...?" Ajak Kai dengan tatapan nakalnya.
"Kita mau kemana?"
"Kamar mandi. "
"Mau ngapain? "
"Menuntaskan yang tadi belum kelar. "
Kaisar tersenyum miring, ia menarik tangan istrinya itu begitu saja tanpa memperdulikan anak kecil itu.
"Ya...Ampunn...Kak....!!!! "
* * *
Jangan lupa untuk tinggalkan like, komen dan vote buat aku ya??
Mohon maaf bila ada kesalahan dalam penulisannya atau kata-kata yang salah.
__ADS_1
Sekali lagi terima kasih saya untuk kalian semua... ❤