Ketika Harus Memilih

Ketika Harus Memilih
74. Bikin aku gila


__ADS_3

Aku balik lagi...


Semoga kalian suka ya??


Oke kalau begitu..


Happy reading semuanya... ❤


* * *


"Maaf sudah menunggu lama? "


Davin tersenyum, "Tidak apa-apa, ayo silahkan duduk.."


"Terima kasih. "


Davin menatap wajah cantik Yasika saat ini, wajah yang selalu muncul dan terlintas dalam pikirannya akhir-akhir ini. Entah ada apa dengan dirinya, semenjak pertemuannya dengan Yasika waktu itu, membuat dirinya semakin tidak bisa melupakan sosok perempuan yang pernah ia tinggalkan dulu. Davin menatap Yasika dengan tatapan mata yang tidak bisa di artikan, membuat Yasika menjadi risih di buatnya.


Ada rasa senang dalam hatinya, ketika mengetahui jika Yasika mau bertemu dengan dirinya. Davin begitu bersemangat, ia sengaja ingin bertemu dengan Yasika karena dirinya ingin mengungkapkan lagi perasaan yang dulu pernah ada dalam hatinya. Ia juga ingin menjelaskan kepada Yasika alasan sebenarnya kenapa dulu ia meninggalkan Yasika begitu saja.


"Kamu cantik sekali Yas,. " tanya Davin tanpa basa-basi.


Yasika menatap wajahnya sekilas dan ia hanya tersenyum tipis, "Terima kasih." Jawabnya singkat.


"Kalau begitu kamu mau pesen apa?"


"Aku pesen minuman ja Dav. "


"Cuma itu? Bagaimana dengan makanannya.? "


"Maaf, aku sudah kenyang. "


"Baiklah."


Tanpa menunggu lama Davin memesan minuman yang Yasika pinta. Sebenarnya Davin merasa sangat kecewa melihat sikap Yasika yang terkesan acuh tersebut.


"Baiklah sekarang aku sudah ada disini, apa yang ingin kamu bicarakan sama aku? " Tanya Yasika tanpa basa-basi seraya mengesap minuman kesukaannya itu.


"Kamu sekarang banyak berubah ya, bukan lagi Yasika yang dulu aku kenal?" Ucap Davin sambil tersenyum tipis.


Yasika menyunggingkan sebuah senyuman, ia menatap Davin dalam diam.


"Yas ... Sebenarnya __ aku masih mencintaimu aku ingin kita kembali lagi seperti dulu. Maafkan semua kesalahanku dulu karena telah menyakiti kamu, asal kamu tau aku melakukan itu semua karena aku hanya ingin menolong seseorang yang dulu hidupnya sudah tidak lama lagi. Aku tau kamu sangat membenciku, aku benar-benar minta maaf.. " Pinta Davin dengan sangat lirih.

__ADS_1


"Aku sudah memaafkan-mu jauh sebelum kamu minta maaf sama aku, tapi maaf aku gak bisa jika aku harus kembali lagi sama kamu. Aku mohon kamu jangan menggangu aku lagi, aku sudah mencintai orang lain, dan aku akan segera menikah dengannya."


Davin tersenyum, sebenarnya ia sudah mengetahui jika Yasika sudah mempunyai kekasih yang tidak lain adalah rekan bisnisnya sendiri yaitu Kaisar Pratama.


"Jadi kalian serius,? "


"Apa maksud kamu,? "


Davin menyeringai lebar, "Aku kira kalian hanya dekat saat sedang bekerja saja. Dan yang aku tau bukankah Kaisar itu sudah bertunangan dengan orang lain?"


"Itu dulu, tapi sekarang semua itu sudah berakhir. Karena sekarang akulah yang menjadi tunangannya. "


Davin kembali menyunggingkan sebuah senyuman, ia menatap lekat wajah wanita yang dulu pernah menjadi kekasih sekaligus mantan tunangannya. Dirinya tidak pernah mengira bahwa usahanya untuk merebut hati Yasika kembali ternyata sangat sulit, apalagi yang menjadi saingan terberatnya adalah pengusaha muda, seorang pemimpin perusahaan yang sangat sukses.


"Apa kalian sudah selesai.?" Suara itu masuk begitu saja di tengah-tengah mereka berdua.


Davin dan Yasika menoleh secara bersamaan, Davin menatap wajah laki-laki itu dengan tampang biasa, sementara Yasika tersenyum dengan sangat lebar.


"Apa kamu sudah selesai.? "


Yasika menganggukkan kepalanya dan tersenyum kembali.


"Baiklah, kalau begitu ayo kita pulang sekarang?" Ucap Kaisar seraya menggenggam tangan halus itu.


Davin tersenyum, "Anda sangat beruntung sekali tuan Kaisar, bisa memiliki perempuan yang sangat cantik ini. Ternyata usahaku selama ini agar dia kembali lagi padaku sia-sia saja, karena dia lebih memilih dirimu." Ucap Davin dengan pandangan matanya tidak beralih menatap wajah Yasika.


Kaisar merasa geram saat ini, bisa-bisanya Davin menatap wajah kekasihnya seperti itu.


"Kalau begitu kami permisi dulu."


"Semoga rencana kalian berjalan dengan lancar, aku doakan semoga kalian bahagia." Davin berkata demikian.


Kaisar dan Yasika tersenyum, "Terima kasih." Ucap keduanya secara bersamaan.


* * *


"Kenapa diam saja Kak, " Tanya Yasika saat mereka masih berada dalam mobil.


Kaisar melirik sekilas, ia kembali fokus mengendarai mobilnya itu dengan kecepatan sedang.


"Kak."


"Aku cuma lagi kesal ja, berani-beraninya dia menatap kamu seperti itu.?"

__ADS_1


Yasika terkekeh, "Jadi karena itu kamu diam?"


Kaisar berdecak, "Aku gak suka ya jika ada orang lain yang menatap dirimu. "


Yasika menggelengkan kepalanya pelan, ia membayangkan bagaimana sikap Kaisar yang bisa seposesif ini. Yasika memiringkan badannya dan mencondongkan tubuhnya ke arah Kaisar.


"Kamu itu kelihatan tampan ya kalau lagi marah seperti ini.?" Ucapnya seraya mengelus lembut sebelah pipinya itu.


"Jangan mulai mancing ya?"


"Apa, aku gak mancing kamu. "


"Ini.?" Ucap Kaisar seraya menggenggam tangan Yasika yang masih setia mengelus pipi dirinya.


Yasika buru-buru menepis tangannya Kaisar, ia juga segera kembali pada posisi duduknya seperti semula. Yasika takut jika Kaisar akan berbuat aneh karena dirinya sedang menyetir. Ia tidak ingin terjadi hal yang buruk pada mereka berdua.


"Kamu gak apa-apakan kalau besok di antar sama supir.?"


Yasika tersenyum, "Gak papa, Kak. "


"Ingat selama kamu disana, jangan nakal jang keluyuran kemana-mana, aku akan telpon kedua calon mertuaku agar mereka mengawasimu. "


Yasika tertawa ketika mendengar apa yang baru saja kekasihnya itu bilang. "Kamu ini ya, segitunya sama aku.? "


"Tunggu aku disana? Aku akan datang untuk melamarmu. " Bisik Kaisar lembut di telinganya, karena kini mereka berdua sudah berada di apartemennya. Mereka sedang saling memeluk, karena besok Yasika akan pulang ke Bandung untuk mempersiapkan semua acara pertunangan mereka berdua.


"Aku akan sangat merindukanmu. " Bisiknya lagi seraya menyelipkan anak rambut ke belakang telinganya.


Yasika tersenyum begitu manis, "Aku juga Kak, aku akan lebih merindukanmu." Balas Yasika lembut. "Kita cuma sehari gak ketemu." Timpalnya lagi.


"Satu hari itu bisa bikin aku gila karena merindukanmu.!! "


"Kamu baik-baik disini, jangan macam-macam ya? Kamu hanya milik aku kak.? "


Kaisar menyeringai lebar, ia tidak akan membuang waktu lagi untuk tidak mencium gadis yang sekarang sedang menatapnya dengan sangat menggemaskan. Apalagi mereka akan berpisah dan tidak bertemu walau hanya satu hari.


Setelah puas berciuman, mereka kini saling menatap dalam diam.


"Aku sangat mencintaimu. "


"Aku juga Kak, "


Sepertinya kata-kata itu yang tidak akan pernah mereka lewatkan, meskipun nantinya mereka sudah menikah dan hidup bersama. Hanya kalimat itulah yang akan menjadi kata sehari-hari mereka berdua.

__ADS_1


* * *


__ADS_2