
Entah apa yang dirasakan Ayu saat ini.Antara bahagia dan sedih dihatinya.Bahagia melihat anaknya bisa dekat dengan ayah kandungnya dan sedih bila mengingat bahwa ia tidak mungkin memiliki mantan kekasihnya itu
seumur hidup.
Saat Ayu sedang melamun, tiba-tiba seseorang menjambak rambutnya dengan kuat.
"auw...,"teriak Ayu,ia terkejut saat melihat orang yang manjambak rambutnya.
"Bu Nayla",
"plakk" sebuah tamparan melayang dipipinya.
"Ayu,,." teriak Burhan terkejut.
"Bunda,..."seru Alyssa juga tak kalah terkejut.
"apa yang kamu lakukan Nay..."seru Burhan marah.
"mas tanya apa yang aku lakukan?seharusnya aku yang tanya mas,apa yang mas lakukan bersama wanita ****** ini"
"Cukup,apa yang kamu katakan?,dia wanita baik-baik Nay.."
"oh ya? wanita yang telah menggoda suami orang kamu bilang wanita baik-baik?!!"
"dimana sih pikiran kamu mas? dan kamu Ayu,"katanya menarik kembali rambut Ayu,lalu menghentakkannya dengan keras.
"selama ini aku tidak pernah menyangka kalau kau menikamku dari belakang,"
"maaf mbak, saya tidak mengerti maksud mbak"jawab Ayu tergagap.
"jangan pura-pura tidak tau ya Yu,kalau mas Burhan itu suamiku"
"maaf mbak,tapi saya memang tidak tau kalau mas Burhan itu suami mbak"
Nayla mendorong Ayu jatuh ke lantai
"aduh..."Ayu menjerit
"Bunda"
Ayu" secara bersamaan mereka berdua membantu Ayu bangun.
"apa-apaan kamu Nay?!!!" ,Burhan merasa kasian pada Ayu.
"mas membela dia hahhh?"Nayla mulai marah pada Burhan
"tidak sayang,ayo kita pulang"sambil menarik t tangan Nayla Burhan berusaha menjauhkannya dari Ayu.
__ADS_1
"mas,aku belum selesai dengan perempuan itu mas!!!?"teriaknya.
"sudahlah,malu dilihat orang,"Burhan mencoba membujuknya.
"aku tidak mau mas,aku perlu penjelasan",Nayla menolak
"baiklah ,tapi kita harus selesaikan ini di rumah,ok!!?"pinta Burhan lagi.Akhirnya Nayla luluh.
sementara Ayu masih terduduk dilantai.secara perlahan Alyssa menolong bundanya untuk bangun.untung saja saat itu pengunjung tidak terlalu ramai,hanya saja teman-teman Ayu yang melihat kejadian itu menatapnya dengan tatapan menghina.mereka tidak menyangka kalau rekannya itu sanggup mengambil suami dari pemilik cafe tempat ia bekerja.
"Ayu..."tiba-tiba sebuah suara mengalihkan perhatian rekannya kepada suara yang baru saja menegur Ayu.
"apa yang kamu lakukan ?"
""silahkan keruangan saya sekarang,dan yang lain,silahkan kembali bekerja," perintahnya.mendengar ucapan bosnya sontak mereka membubarkan diri.sedangkan Ayu masih tetap duduk dikursi untuk menenangkan diri.
setelah beberapa saat kemudian Ayu mengajak putrinya untuk menemaninya keruangan pak Revan.
"saya tidak menyangka kamu sanggup berbuat seperti itu yu".
"kamukan tau,Bu Nayla itu pemilik saham terbesar di cafe ini.dan kamu? sampai hati merebut suaminya .apa yang harus saya katakan yu?."Revan merasa kecewa dengan perilaku Ayu.
"tapi pak?!!,saya tidak berniat seperti itu,"Ayu membela diri.
"lalu apa namanya Yu?saya benar-benar kecewa padamu."Revan benar-benar tidak tahu harus berbuat apa.
"ya sudah ,hari ini saya memaafkanmu,tapi saya tidak menjamin kalau Bu Nayla akan memaafkanmu juga", Revan menghela napas panjang sementara Ayu hanya bisa menunduk,tidak tau apa yang mesti ia lakukan.Alysa hanya memandang bundanya,ia merasa bingung dan sama sekali tidak mengerti dengan apa yang sedang terjadi pada bundanya.
"kamu boleh keluar,cepat atau lambat saya harus sudah menerima penjelasan darimu atas ini semua"Revan memberi ultimatum.
Ayu berjalan menuju pintu dengan posisi kepala masih menunduk.Alyssa mengiringinya.
Tampak diluar teman-teman yang sedang memperhatikannya menatapnya penuh rasa heran,tak menyangka dengan apa yang dilakukan Ayu pada pemilik saham di cafe itu.
***************
"POV Nayla
"Mas,aku tidak menyangka kalau kamu sanggup melakukan itu padaku",suaranya menggema di ruang ber AC milik mereka.
"aku sadar aku tidak bisa memberimu keturunan,tapi kita bisa bicara baik-baikkan?"
sementara Burhan tetap diam,ia mencari cara bagaimana agar ia bisa menjelaskan pada Nayla tentang semua.
jujur ia masih mencintai Ayu,apalagi ia mengetahui bahwa Ayu memiliki keturunan darinya.
Walaupun selama ini Ayu tidak pernah membicarakannya,namun ia yakin kalau Alyssa adalah anaknya.
__ADS_1
Mas..,kenapa diam mas ? jawab aku mas"
Nayla berteriak menangis sambil mengguncangkan tubuh Burhan.
perih rasa hatinya,orang yang paling ia sayangi selama ini ternyata memiliki wanita lain.
selama ini ia begitu percaya 100% pada suaminya.seluruh hidupnya ia berikan kepada orang yang disayangi itu.tapi apa yang ia dapatkan hanya sebuah penghianatan.
Burhan masih terdiam seribu bahasa, pikirannya jauh menerawang,setitik rasa bersalah tersirat diwajahnya.ia ingin berkata tapi mulutnya seakan terkunci.
"melihat Nayla masih menangis,Burhan meraih tangan Nayla.
"maafkan mas,Nay"ujarnya,namun Nayla bergegas menarik tangannya.
seketika ia mengambil kopernya dan memasukkan beberapa pakaian kedalamnya.
"Nay,apa yang kamu lakukan sayang?"Burhan mencegahnya.Nayla tak perduli,dengan langkah cepat ia menuruni tangga dan beranjak pergi.Burhan menarik tangannya,namun ditepis olehnya.
rasanya tak sanggup harus melihat orang yang dicintainya menduakannya.tanpa menoleh kebelakang Nayla tetap melangkah pergi,akhirnya Burhan pasrah,
"Nayla,aku tetap mencintaimu"batinnya.
"tapi aku juga tidak bisa melepaskan Ayu.
dalam perjalanannya Nayla masih menangis,dia bingung harus kemana tujuannya.untuk pulang kerumah ayahnya rasanya tak mungkin,ia tidak mau penyakit ayahnya kambuh lagi karena memikirkan anak perempuannya .akhirnya ia menuju ke sebuah hotel untuk menginap beberapa waktu.walaupun ia mempunyai apartemen yang dihadiahkan ayahnya sebagai hadiah ulang tahunnya.ia tidak ingin siapapun bisa menemukannya sementara ini.
setelah cek in ia merebahkan badannya diatas ranjang.masih terbayang dalam ingatannya bagaimana ia memulai hidup barunya bersama Burhan.
saat itu ia baru saja tamat kuliah ,ia iseng-iseng berkunjung kekantor ayahnya,ia merasa jenuh setelah beberapa waktu berdiam diri di rumah.
Tanpa sengaja ia melihat salah satu ruangan disebelah ruangan ayahnya. seorang laki-laki tengah berbicara dengan seorang wanita. tutur bahasanya yang lembut membuat Nayla tidak melanjutkan langkahnya.ia perhatikan dengan seksama lelaki berkas hitam itu.
wajahnya yang tampan dengan body yang atletis membuatnya tertarik.
Tiba-tiba saja ayahnya menyentuh bahunya,ia terkejut hingga pintu ruangan Burhan sedikit terbuka.
Burhan menghentikan aktifitasnya,dan menoleh kearah suara didepan pintu.
"ada apa ya pak ,kok bapak berdiri disitu saja?tanya Burhan.Nayla yang masih terkejut berpindah tempat dibelakang ayahnya.
"oh tidak apa-apa nak Burhan,silahkan melanjutkan pekerjannya"ucap Pak Anjas Wiranata.pemilik perusahaan besar yang bergerak di bidang real estate.sosok yang ramah namun tegas membuat ia di segani oleh seluruh karyawannya.
melihat tingkah atasannya beserta putri membuat Burhan hanya menggelengkan kepalanya.
Nayla yang ditarik perlahan oleh ayahnya hanya pasrah.
"Nay, apa kamu menyukai pria itu?"tanya ayahnya pada Nayla,ia hanya tertunduk malu.
__ADS_1
memang diakui ia merasa memiliki rasa yang aneh yang dimilikinya.ayahnya mengerti lalu tersenyum.