
Happy reading...
* * *
"Kak .. "
Suara lembut itu berhasil masuk ke dalam indera pendengaran Kai yang sedari tadi hanya tertidur dan tidak mau melakukan kegiatan apapun. Ternyata mengalami sindrom seperti itu membuat Kai semakin tersiksa. Bahkan untuk hari ini Kai sengaja mengambil cuti selama tiga hari ke depan. Untuk pekerjaan, semua di serahkan kepada Bayu dan juga Rafael anak pemilik salah satu saham terbesar di perusahaannya.
"Kak ... "
"Hmm ... "
"Ayo makan dulu?"
"Nanti aja deh sayang aku makannya."
"Kenapa? kamu belum makan apapun. Ada mama Wina di bawah, dia udah masakin sesuatu buat kamu."
"Kapan Mama datang?" tanya Kai dengan mata masih terpejam.
"Tadi, katanya dari kemarin Kalan udah merengek minta pulang."
"Jadi si bocil udah pulang ya?"
Yasika terkekeh. "Kalandra, bukan si bocil Kak." Tegas Yasika memperjelas.
Kai tersenyum di balik selimut yang menutupi sebagian tubuhnya. Pagi-pagi berada di rumah seperti ini rasanya sungguh menyenangkan, meskipun Kai sedikit meringis ketika mendengar omelan Yasika yang menyuruhnya untuk segera mandi.
Setelah menikah dan punya anak, ternyata istrinya itu berubah seratus lima puluh derajat. Dulu, Yasika adalah gadis yang pendiam dan penurut, tetapi sekarang ia berubah menjadi ibu-ibu kebanyakan lainnya. Yasika menjadi suka banyak bicara dan sekarang ia bukan lagi Yasika yang penurut, justru sekarang Kai yang lebih sering mengalah untuk istrinya itu.
"Kak, ayo buruan ih, nanti mereka nungguin kita."
"Sini dulu.?"
"Mau ngapain?"
"Cepetan sini.".
"Gak mau."
Kai menyibak selimut yang menutupi tubuhnya, lantas, yang ia lakukan selanjutnya adalah menarik lengan istrinya agar Yasika masuk dalam pelukannya sekarang. Kai begitu erat memeluknya, sampai Yasika merasa kesulitan untuk bergerak.
"Kak, mau ngapain.?"
"Mau berduaan dulu sama kamu disini."
"Apaan sih, ayo buruan mandi, kasihan Mama dan Kalan udah nungguin kita di bawah."
"Biarin ja, Mama pasti ngerti kok."
Yasika mengernyitkan dahinya. "Terus kamu mau apa?"
Merasa terpancing dengan pertanyaan istrinya itu, lalu ia tersenyum nakal. "Mau kamu sayang." bisiknya sedukatif.
__ADS_1
"Jangan ngaco, ada Mama dan juga Kalan."
"Nolak permintaan suami dosa loh sayang."
Yasika mendengus. "Bisa ja kamu ini."
"Jadi gimana? mau gak?" tanya Kai menggoda.
Pipi Yasika langsung memanas setelah Kai mengucapkan kata itu. Kenapa Yasika merasa malu, padahal sebelumnya mereka sudah terbiasa melakukan hal itu.
"Tapi sebentar ya?"
Kai girang, senyuman di wajahnya semakin melebar. Ia tahu mendapat kesempatan emas seperti ini tidak boleh di lewatkan sedikitpun, akhirnya Kai bisa juga merasakan bergulat di atas ranjang sepagi ini. Rasa mual yang menyerang hilang begitu saja setelah ia mendapat persetujuan dari sang istri untuk bergulat di atas ranjang sepagi ini.
"Kak, kunci dulu pintunya."
"Siap bos."
Kai beranjak dari atas tubuh Yasika, menapaki lantai lalu mengunci pintu kamar dengan segera. Setelah selesai ia kembali membungkuk di atas Yasika, mengunci gadis itu dengan kedua tangan di sisi tubuh.
"Ingat jangan lama?" perintah Yasika kembali.
Kai mengangguk, kemudian mengecupnya mulai dari kening, kedua bola mata sendu itu, dan kedua pipinya secara bergantian, terakhir kecupan itu berhenti tepat di depan bibir merah menggoda itu. Kai mencium bibir Yasika dan di sambut baik oleh istrinya itu. Mereka saling beradu hisapan, decapan, lilitan dan terakhir saling bertukar saliva.
Yasika mengerang dengan tangan mencengkram rambut Kai saat laki-laki itu meremas kuat buah dadanya. Suara nakal dari bibir Yasika keluar begitu saja dengan sedikit keras saat Kai mengulum buah dadanya.
"Kak __ ahh... "
"Jangan berisik sayang, nanti Mama sama Kalan kesini, di kiranya kamu kenapa lagi." Ada kekehan geli di sela ucapannya.
Di saat mereka akan mendapatkan pencapaian, tiba-tiba mereka terkejut dengan suara ketukan pintu yang keras dari luar, serta suara cempreng yang terdengar begitu nyaring di telinga.
"Bunda ... Ayah ... !!
"Ahh ... ya ampun anak itu." racau Kai saat ia akan mendapat pencapaian itu.
"Kak ... Ahh.. " Suara Yasika terdengar sangat keras, reflek Kai menutup mulut istrinya itu dengan sebelah tangannya.
"Bundaa...!!! " cicit anak itu kembali. "Kalian lagi ngapain, kok lama di kamarnya. Bukain pintunya.?"
"Ahh ... Iya sayang, sebentar lagi." Teriak Kai. "Ayah buka pintunya sekarang."
"Akhirnya ... " ucap Kai saat ia berhasil tumbang di atas tubuh Yasika.
"Kak, cepetan pake baju dulu, kasian Kalan nungguin di luar."
"Ya sayang, ya udah sekarang kamu ke kamar mandi duluan ya?"
Yasika mengangguk. "Bilangin sama Kalan kalau aku lagi mandi."
"Oke, sayang. " Satu kecupan ia berikan di atas bibir gadis itu, sebelum Kai kembali memakai baju dan celana pendeknya.
Kai menapaki lantai untuk membuka pintu kamarnya, betapa terkejut nya ia saat melihat sosok tubuh kecil itu sedang melotot, bibirnya mengerucut lucu dengan tangan bertolak di pinggang.
"Eh ... Si ganteng, anak Ayah." ujar Kai mencoba untuk membujuk anak itu.
__ADS_1
"Mana Bunda?" Cicitnya seraya menyelenong masuk ke dalam kamar itu.
"Bunda lagi mandi sayang."
"Kenapa tadi lama banget bukain pintunya?"
"Maaf sayang, Ayah ketiduran."
Kalan menatap bingung Ayahnya itu.
"Kenapa liatin Ayah kayak gitu?"
"Kata Nenek, Kalan mau punya adik ya Ayah?"
Kaisar tersenyum, lalu berjongkok untuk mensejajarkan tubuhnya dengan anak berwajah tampan itu.
"Iya, Kalan seneng gak?"
Kepala kecil itu mengangguk. "Iya ayah, aku seneng banget."
Dengan gerakan cepat Kai meraih tubuh mungil itu ke dalam dekapannya. Ia peluk erat jagoan kecilnya itu, mengusap dengan lembut rambut serta punggungnya secara bergantian.
"Sayang nya Bunda .. " ucap Yasika saat ia baru saja keluar dari dalam kamar mandi.
Kalan mengurai pelukannya dengan sang Ayah. Kemudian ia berlari kecil untuk bisa memeluk Bundanya itu.
"Bunda ... "
"Ya sayang."
"Aku sayang sama Bunda, sama Ayah, sama adik bayi juga." cicit bibir mungil itu kembali seraya mengelus lembut perut sang Bunda yang masih terlihat rata itu.
"Iya sayang, Bunda, Ayah sama calon adik Kalan juga sayang sama Kalan."
Kalan tersenyum lebar menampilkan deretan giginya yang rapih dan bersih.
"Yee ... berarti benar kata Om Bayu, kalau Ayah sama Bunda suka main kuda-kudaan makanya Kalan mau punya adik bayi... "
"APA??? "
BAYU ... SIALANNNN ... !!!!
* * *
Si Bayu emang orangnya tengil banget ya... wkwkwkwk...
Sampai disitu dulu ya ceritanya..
Nanti aku lanjut lagi..
Jangan bosan ya sama ceritanya...
Jangan lupa juga untuk tetap dukung aku dengan tinggalkan like, komen, dan vote-nya juga..
Terimakasih.... ❤🙏🏻
__ADS_1