
happy reading semuanya...
* * *
" Kai.... bangun sayang? " suara mama Wina yang membangunkan putranya itu, karena sampai saat ini Kaisar belum juga bangun dari tidurnya.
" Ini udah jam 9 pagi loh, mau sampai kapan kamu tidur huh? entar gantengnya hilang lagi.? " dengan cekikikan mama Wina menggoda anaknya itu.
Kaisar mulai menggerakkan badannya, ia mencoba untuk membuka matanya, rasanya sangat malas sekali bagi Kaisar untuk bangun. Ia ingin masih tertidur pulas, ia tidak ingin bangun dari mimpinya saat ini.
Kaisar akhirnya bisa membuka mata dengan sepenuhnya, ia mengerjapkan matanya berkali kali. Dengan selimut yang masih menutup badannya, ia mencoba untuk bangkit dari tidurnya, tetapi ia merasakan sedikit pusing di kepalanya.
" Heii... ayo bangun, dah siang nak? cepetan kamu mandi sana, bau ih..? "
" Hmm... iya ma.! "
" Kamu kenapa Kai, Kamu sakit sayang.? " mama Wina menghampiri Kaisar di tempat tidurnya itu, dengan segera ia menyentuh kening Kaisar dengan punggung tangannya.
" Ya ampun sayang, badan kamu panas.! " dengan sangat panik mama Wina menyentuh seluruh tubuh Kaisar.
Kaisar merasa tidak enak badan, tubuhnya menggigil kedinginan. Kepalanya pusing saat ini, entah kenapa Kaisar bisa seperti ini, padahal semalam ia baik baik saja.
Setelah kejadian malam itu, Kaisar benar benar kacau, ia tidak bisa tidur semalaman, ia hanya memikirkan gadis yang selama ini membuatnya gila. Gila karena mencintainya, gila karena merindukannya. Ia menghabiskan beberapa bungkus rokok untuk di hisapnya kala itu. Karena benda itulah yang selalu Kaisar butuhkan di saat sedang kalut seperti ini.
Kaisar merasa dirinya seorang pengecut, ia tidak bisa mempertahankan orang yang benar benar ia cintai. Ia lebih mementingkan keinginan sang Papa daripada perasaannya. Apalagi semalam, setelah ia bertemu kembali dengan gadis yang selama ini ia rindukan. Hatinya benar benar hancur saat itu, karena melihat wanita yang ia cintai menangis lagi, dan sekarang wanita itu benar benar membencinya saat ini.
Ya Tuhan tolonglah aku.. aku mencintai dia, aku tidak mau menyakiti hatinya, aku tidak ingin melihat dia menangis lagi, jangan buat aku tersiksa seperti ini.
* * *
Yasika saat ini benar benar terluka hatinya, ia menangis di pelukan Kaisar waktu itu, ia menumpahkan seluruh isi hatinya. Ia merasakan sakit yang luar biasa saat kehilangan seorang Kaisar. Apalagi sekarang ia mengetahui bahwa Kaisar akan segera menikahi mantan kekasihnya itu. Ia menangis sejadi jadinya, ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Ia tidak mau kehilangan untuk yang kedua kalinya.
Tetapi apa daya semuanya akan terjadi, Yasika harus bisa melupakan rasa cintanya itu pada Kaisar. Sekarang yang ia rasakan adalah perasaan bencinya terhadap Kaisar.
Meski jauh di lubuk hatinya yang paling dalam, Yasika tidak bisa membenci Kaisar, karena ia masih menyimpan rasa cinta yang kuat pada laki laki itu.
*Ya Tuhan.... kenapa aku seperti ini, tolonglah aku, hilangkan rasa cinta ini untuk dia, hapuskanlah dia di ingatanku. Jangan biarkan aku seperti ini, mencintai orang yang sebentar lagi akan menjadi milik orang lai*n.
__ADS_1
Yasika berdiam seorang diri, seperti biasa ia hanya meluapkan masalahnya sendirian. Meskipun para sahabatnya itu selalu ada untuknya. Mereka tidak bisa membantu Yasika, tetapi yang mereka lakukan adalah menghibur hati sahabatnya itu.
Mereka tahu bagaimana perasaan sahabatnya saat ini, Yasika pasti terluka hatinya, ketika mengetahui bahwa orang yang ia cintai akan menikahi orang lain.
" Yas... Lo gak apa apa kan? " tanya Ica sambil merangkul bahunya.
Yasika diam, ia hanya tersenyum tipis, kemudian menggelengkan kepalanya.
" Maaf ya kita gak bisa bantu lo.? " ucap Novia ikut mendekat ke arahnya.
" Yas... apa lo tau alasan Kaisar mau menikahi wanita itu.? " Tanya Ririn dengan nada penasarannya.
Yasika tidak bisa menjawab pertanyaan dari temannya itu, ia hanya diam, dan ia tidak bisa lagi menahan air matanya yang jatuh begitu saja.
Semua sahabatnya itu melihat, dimana Yasika saat ini menangis. Mereka kemudian mendekat dan langsung memeluk tubuh Yasika saat itu juga.
Lagi lagi Yasika menangis di pelukan para sahabatnya itu, ia menumpahkan segala perasaannya.
Dikala semua sedang merasakan sedih, tiba tiba saja ada orang yang datang menghampirinya.
" Eh... Kak Alan? " tanya Novia yang terkejut karena tiba tiba saja Alan datang ke kampus mereka.
Alan tersenyum manis, ia sengaja datang ke kampus mereka. Selain karena tidak ada pekerjaan ia juga ingin bertemu dengan gadis pujaannya itu.
Alan melihat ke arah Yasika, ia merasa heran karena melihat mata Yasika yang sembab seperti habis menangis.
" Kamu kenapa Nona Manis, apa kamu baik baik saja.? " Tanya Alan menatap Yasika dengan inten.
Yasika tersenyum " Aku baik baik saja Kak.! "
" Apa kamu sedang merindukan aku.? " dengan cengiran di wajah nya Alan ingin menggodanya.
Yasika menatap Alan saat itu juga, entah kenapa laki laki ini selalu bisa membuatnya tersenyum.
" Kenapa Kakak ada disini.? " Tanya Yasika yang kebingungan.
" Hmm___ karena aku merindukan Kalian.! " jawabnya datar.
__ADS_1
Mereka semua menatap, dan hanya menggelengkan kepalanya ketika mendengar ocehan Alan. Mereka menghabiskan waktu dengan ngobrol, bercanda dan tertawa bersama. Sungguh kehadiran Alan sangat membantu, setidaknya mereka lupa akan masalah yang sedang di hadapi oleh Yasika.
" Sebenarnya tadi aku habis dari rumahnya Kai, terus tidak sengaja lewat sini, makanya aku mampir aja sekalian. ! "
Mereka yang mendengarnya hanya diam.
" Ternyata anak bodoh itu sedang sakit, " dengan tertawa Alan mengatakan itu.
Apa?? dia sakit??
Yasika saat ini diam, pikirannya entah kemana, mendengar Kaisar sakit saja ia jadi merasa tidak enak hati.
Kenapa dia sakit?
Kenapa aku memikirkan dia?
" Mungkin dia stress... sebentar lagi dia kan mau menikah.! " dengan masih tertawa Alan mengatakan itu lagi.
Dan benar saja, apa yang di katakan Alan barusan membuat semuanya terkejut. Termasuk dengan Yasika bukan hanya terkejut tapi ia juga merasakan sesak dan sakit di dadanya. Yasika memang sudah mengetahui hal itu, tetapi mendengar lagi secara langsung ucapan Alan barusan membuat ia jadi sakit lagi.
Kenapa rasanya sesakit ini?
Apakah ini benar benar akan menjadi kenyataan?
Apakah dia akan menikah dengan orang lain?
Kenapa aku tidak bisa menerima ini semua?
Tuhan... tolong aku, kuatkan Aku, agar bisa menerima kenyaataan pahit ini.
* * *
Gimana masih pada penasaran gak ya??
Ceritanya Kaisar dan Yasika?? 🤔
jangan lupa tinggalkan like, komen, share, dan jadikan cerita ini cerita favorit Kalian, dan jangan lupa juga vote buat aku.
Terima kasih semuanya.. ❤
__ADS_1