
Happy reading... ❤
* * *
"Selamat pagi Pak.. "
"Selamat pagi nyonya muda. "
Kaisar mengangguk saat semua karyawannya menyapa hangat di pagi hari, sedangkan Yasika seperti biasa dirinya selalu bersikap ramah dan tersenyum dengan sangat manis kepada semua yang menyapanya. Yasika sengaja ikut bersama suaminya ke kantor pagi ini, karena itu kemaunnya sendiri, Yasika merasa bosan jika harus diam di rumah setiap hari. Maka dari itu ia ikut bersama dengan Kaisar, meskipun Kai melarangnya untuk ikut.
"Apa kabar nyonya muda Yasika.?" Suara lembut Elsa menyapa dengan tersenyum kepada rekan kerjanya dulu.
Yasika tersenyum, dan ia langsung memeluk tubuh Elsa. "Baik, gimana kabar anda bu Elsa.?"
"Saya juga baik-baik saja nyonya." Dengan terkekeh geli Elsa mengatakan itu.
"Jangan panggil saya Nyonya, panggil saya Yasika ja ya.?"
"Mana mungkin, sekarang kamu adalah nyonya muda disini, kamu istri bos saya." Jawabnya kembali dengan tertawa.
"Kamu bisa ja." Jawab Yasika kembali.
"Sekarang kamu tambah cantik ja ya? kamu juga agak gemukan." Tanya Elsa kembali.
Yasika mengernyit, "Benarkah.?"
Elsa mengangguk pelan. "Badan kamu sekarang jadi berisi. Apa kamu lagi hamil.?"
Yasika tersenyum tipis, kemudian ia melihat seluruh tubuhnya sendiri.
Apa iya aku jadi gendut..??
"Sayang ... Apa kamu mau makan sesuatu.?" Tanya Kaisar pada istrinya itu.
Yasika yang sedang asik duduk di sofa ruang kerja Kai dengan memainkan ponsel miliknya segera menoleh ke arah dimana suaminya sedang duduk di kursi kerjanya saat ini, Yasika segera menyimpan ponsel miliknya di atas meja, kemudian ia tersenyum.
"Aku gak mau apa-apa Kak."
"Kenapa, kamu belum makan apa-apa dari tadi pagi.?"
Yasika menggeleng, ia menatap wajah suaminya saat ini. "Aku belum mau makan Kak."
Kaisar menatap wajah istrinya, ada rasa khawatir di hatinya saat ini, karena ia melihat kondisi Yasika sekarang yang terlihat lemah. Bahkan saat Yasika makan-pun semua makanan yang masuk di muntahkan-nya kembali. Apa semua wanita hamil akan seperti ini.?
Kaisar sangat kasihan melihat istrinya itu, ia tidak tega melihat Yasika yang tersiksa seperti itu. Kaisar juga melihat perubahan yang terjadi pada istrinya itu yang tiba-tiba saja suka menjadi sensitiv, bahkan hanya karena hal sepele-pun Yasika selalu menangis dan itu membuat Kai merasa frustrasi mengahadapi wanita yang sedang hamil. Sama seperti saat ini.
"Kamu harus makan, biar kamu sehat dan kuat. Apa kamu gak kasihan sama anak kita.?" Ucap Kai dengan penuh penekanan.
Yasika menatap wajah suaminya itu dengan mata yang sendu, dan benar saja sekarang mata Yasika mulai berkaca-kaca. "Kamu kenapa marah sama aku sih.?"
"Ya Tuhan ... Sayang, aku gak marah sama kamu. Aku cuma mau kamu makan.?" Ucap Kai berdiri dari tempat duduknya saat ini dan dengan segera ia menghampiri istrinya itu.
"Tapi aku gak mau makan, kak..!!" Jawab Yasika dengan langsung menundukkan wajahnya.
Kaisar menarik nafasnya dalam dan membuangnya perlahan. Ia harus bersikap hati-hati sekarang, karena Kai tidak mau jika sampai Yasika menangis lagi. Kai harus banyak bersabar menghadapi orang yang sedang hamil itu.
__ADS_1
"Baiklah, aku gak akan memaksamu lagi."
Yasika yang mendengar itupun langsung mengangkat wajahnya dan ia tersenyum lebar kepada suaminya itu. Yasika menghambur memeluk tubuh suaminya, ia membenamkan wajahnya di dada bidang Kaisar. Yasika memeluknya dengan sangat erat. Sedangkan Kaisar ia hanya bisa tersenyum saat sang istri mulai manja seperti anak kecil seperti ini.
"Kak.. "
"Hmm.. "
"Aku mau makan.."
Kaisar sangat terkejut saat Yasika mengatakan kalau dirinya meminta makan. "Kamu mau makan.?" Ucap Kaisar dengan antusias.
Yasika mengangguk pelan.
"Kamu mau makan apa? biar aku beliin.?"
Yasika tersenyum lebar saat Kaisar bertanya seperti itu. "Aku mau mangga muda." Ucapnya dengan sedikit menyengir kaku.
Mata Kaisar melotot dengan sempurna. "Gak.. Boleh."
"Kenapa.?"
"Kamu gak tau kan, kalau kemarin aku sakit perut bahkan sampai muntah-muntah karena kamu nyuruh aku makan rujak."
Yasika tertawa dengan begitu nyaring, membuat Kaisar menatapnya dengan tatapan tidak suka. Tidak tahukah dia betapa tersiksa-nya Kaisar saat Yasika memintanya untuk memakan rujak yang sama sekali laki-laki itu tidak menyukainya. Tetapi demi sang istri yang tidak berhenti merengek, ia rela makan rujak itu walau Kaisar tidak menyukainya.
"Aku gak akan nyuruh kamu makan mangga muda itu kok, aku akan memakannya sendiri." Ucap Yasika dengan tampang memelas.
"Gak akan... "
Kaisar mendengkus kesal. "Kamu gak akan suruh aku buat makan mangga itu kan.?"
Yasika menggeleng. "Segitunya kamu sama istri sendiri." Gerutu Yasika.
"Ya udah, biar aku suruh Bayu buat beli mangganya."
"Kenapa mesti Bayu sih.?"
"Memangnya kenapa? Bayu akan membelikan mangga itu kok."
"Aku gak mau, aku maunya kamu yang cari dan beli mangga itu sendiri..." Rengek Yasika kembali.
"APA..???"
Sabar... sabar.... demi istri dan anak kamu Kai....!!!!
Gerutu Kaisar dalam hatinya. Dengan segera ia keluar dari ruangan nya itu. Saat hendak masuk ke dalam lift tiba-tiba saja Bayu datang menghampiri nya.
"Mau kemana, kenapa buru-buru sekali.?"
Kaisar menatap Bayu sekilas. "Gue mau keluar, mau cari mangga muda buat istri gue."
"Hah... Gak salah? ya udah biar gue yang beliin.?"
"Gak usah.."
__ADS_1
"Kenapa.?"
"Yasika maunya gue yang beli sendiri, dia gak mau lo yang beli.." Ucap Kai dengan nada ketus.
Seketika Bayu-pun tertawa dengan begitu keras, dan membuat semua karyawan yang berada di ruangan itu melihat ke arahnya.
"Diem gak lo..?" Ucap Kai dengan melotot.
Bayu segera menutup mulutnya. "Terima nasib lo Bos...!!" Ucap Bayu dengan terkekeh geli.
"Sialan...!!!"
Kaisar segera meninggalkan Bayu yang masih berdiri dan tersenyum mengejek kapadanya.
Rasain lo Kai..... resiko mau punya anak ya gitu...!!!
* * *
Kaisar sudah kembali dan membawa kantung plastik yang berisi banyak mangga muda di dalamnya. Ia segera kembali menuju ke ruangannya saat itu. Banyak para karyawan yang melihat seorang Direktur perusahaan dengan setianya membelikan mangga untuk istrinya.
"Duh... liat deh bos kita, udah ganteng, baik lagi. Beruntung sekali yang menjadi istrinya." Ucap salah satu karyawan wanita disana.
"Ya, gue jadi iri lihatnya. Yasika beruntung sekali bisa di nikahin sama bos kita."
Dan itulah sebagain ocehan dari para karyawan wanita yang bekerja di perusahaan-nya Kaisar.
"Hei... pelan-pelan makannya.?" Perintah Kaisar saat melihat Yasika memakan mangga itu dengan tergesa-gesa.
Yasika tersenyum. "Ini enak sekali kak."
Kaisar merinding dan menelan ludahnya dengan susah saat melihat Yasika menggigit mangga itu.
"Gak baik makan terus kayak gituan."
Yasika tidak mendengarkan apa yang di bilang oleh suaminya itu, ia hanya senang bisa memakan mangga muda itu.
"Kenapa berhenti. Kamu sudah kenyang.?"
Yasika menggelengkan kepalanya.
"Terus..?"
"Kamu habisin mangga ini ya, aku mau lihat kamu makan mangga itu Kak..!"
"Hah... Apa? Aku gak mau.."
Ya ampun apa ini resiko mau punya anak...???
* * *
Jangan lupa untuk tetap dukung aku dengan tinggalkan like, komen, dan vote-nya juga ya??
Terima kasih untuk semuanya...
Salam saya untuk kalian semua... ❤
__ADS_1