Ketika Harus Memilih

Ketika Harus Memilih
61. Rasa kesal


__ADS_3

Hallo semuanya aku balik lagi...


Oke kita lanjut yu..??


Happy reading ya... ❤


* * *


Hari ini adalah hari yang sangat melelahkan, Yasika di hadapkan dengan pekerjaan yang begitu banyak. Ia harus menyelesaikan beberapa berkas yang harus selesai dalam waktu yang sangat singkat.


Yasika masih bergelut dengan pekerjaannya, bahkan dirinya sampai melewatkan jam makan siangnya.


Yasika baru menyadari kalau dirinya belum istirahat untuk makan siang, dan ia juga baru ingat kalau Kaisar belum datang setelah tadi dia minta ijin untuk keluar.


Kemana dia?


Kenapa gak ngasih kabar sih..??


Yasika mengambil hape dari dalam kantong saku celananya, ia segera mengecek dan melihat siapa tahu Kaisar menghubunginya. Tetapi hasilnya nihil tak ada satupun panggilan atau pesan yang masuk.


"Kak, kamu dimana? "


Satu pesan ia kirimkan kepada Kaisar, dia berharap kalau Kaisar segera memberinya kabar.


Berada di tempat yang berbeda, Kini Kaisar tengah duduk dengan santainya. Ia sedang menunggu kedatangan seseorang yang tak lain adalah Davin.


Mereka sudah sepakat akan bertemu, Kaisar akan bersikap seperti biasanya, ia akan menghadapi Davin dengan tenang seperti apa yang di katakan oleh asistennya itu.


Kaisar melihat sosok Davin sedang berjalan mendekat ke arahnya, kemudian ia tersenyum kepada Davin yang baru saja sampai di tempat duduknya.


" Hallo ... selamat siang tuan Kaisar..! " Sapa Davin seraya menjulurkan tangannya.


Kaisar tersenyum, " Selamat siang juga tuan Davin.. "


Mereka duduk berdua, tanpa di temani oleh orang lain. Seperti yang di katakan oleh Bayu bahwa ia harus bersikap biasa saja, mereka berdua terlihat lebih santai karena sekarang posisi mereka bukan untuk membahas pekerjaan atau urusan kantor, tetapi ini adalah masalah lain, lebih tepatnya masalah pribadi.


" Baiklah kalau begitu, ada urusan apa anda ingin bertemu dengan ku..? " Tanya Davin to the point.

__ADS_1


Kaisar menatap Davin sekilas, sebelum akhirnya ia mengeluarkan suaranya. " Rupanya anda tidak suka basa-basi tuan Davin..! "


Davin tersenyum, " Ayolah Kai, kita bicara santai saja oke, kamu jangan panggil aku tuan lagi. Kita bicara selayaknya sebagai teman, mungkin..? "


Kaisar menyunggingkan sebuah senyuman, "Baiklah kalau begitu ... Davin. "


Mereka berdua sama-sama tersenyum, baik Kaisar atau Davin mereka bersikap seperti biasa, mereka sangat tenang, meskipun dalam hati mereka berdua menyimpan rasa kesal satu sama lain.


" O ... ya Davin, aku ingin bicara mengenai Yasika.!" Ucap Kaisar santai seraya minun coffee latte pesanannya.


Davin mengernyit heran, ia menatap Kaisar kemudian menyunggingkan sebuah senyuman di bibirnya.


" Apa yang ingin kau bicarakan mengenai Yasika? "


" Aku sudah mengetahui kalau kau itu adalah mantan tunangannya kan.?


" Hmm... rupanya kau sudah tau..?"


" Ya... Aku tau semuanya, karena Yasika sendiri yang bilang padaku.! "


" Jadi..? "


Davin menatap Kaisar dalam-dalam, " Rupanya Yasika benar-benar menceritakan semuanya.? "


Kaisar tersenyum tipis, " Ya begitulah, karena dia adalah kekasih ku, dan juga tunangan ku. Jadi di antara kita berdua sudah tidak ada yang saling di tutupi."


" Jadi apa tujuanmu sebenarnya mengajak ku ingin bertemu.? "


" Baiklah, aku tidak ingin basa-basi sekarang. Aku hanya ingin mengingatkan-mu jauhi Yasika. Karena dia adalah miliku.. " Dengan sangat tegas Kaisar bicara dengan penuh penekanan.


Kaisar segera pergi meninggalkan tempat itu, ia meninggalkan Davin begitu saja.


Sementara Davin ia hanya menyunggingkan sebuah senyuman, ia melihat kepergian Kaisar yang begitu saja.


Kita lihat saja nanti Kaisar Pratama..!!!


****

__ADS_1


" Kak, kamu dari mana saja?". Tanya Yasika yang merasa bingung, karena dari tadi Kaisar tidak bicara sama sekali.


Ada yang sedikit berbeda dari Kaisar, sejak kepulangannya yang entah darimana Yasika merasa ada yang aneh dengan sikapnya Kaisar. Ia mendiamkan Yasika begitu saja.


" Aku telpon dan kirim pesan sama kamu dari tadi, tapi kamu gak bales satupun. Kamu habis dari mana sih Kak? "


Yasika sangat kesal sekali, tidak biasanya Kaisar bersikap seperti itu. Yasika menarik nafasnya sangat dalam, ia mencoba bersikap sabar untuk menghadapi kekasihnya itu.


" Kamu marah sama aku gara-gara buket bunga itu.? " Kali ini Yasika sedikit menaikan nada bicaranya.


" Kamu tuh kenapa sih Kak,? " Yasika sudah merasa geram, ia sangat membenci saat-saat seperti ini. Yasika merasa dirinya di abaikan begitu saja.


" Ish... ngeselin tau gak? tau gini aku gak bakalan ngomong sama kamu..! "


Yasika menghentakkan kakinya, ia pergi begitu saja dari ruangan itu tanpa pamit pada atasannya.


Kaisar hanya diam membisu, ia melihat bagaimana marahnya Yasika terhadap dirinya. Sebenarnya bukan maksud Kaisar mendiamkan Yasika begitu saja, ia hanya merasa kesal dan cemburu saat ini. Pikirannya berceceran kemana-mana, ia mengingat bagaimana Davin terus berusaha untuk mendapatkan Yasika kembali. Ia tidak ingin hal itu sampai terjadi, apalagi jika sampai Davin melakukan itu ia tidak akan tinggal diam.



Ahh.... Siall..!!!!!


* * *


Hai semuanya...???


Aku mohon maaf karena jarang update, karena kesibukan ku sendiri... wkwkwkwk


Terus di review sama pihak manga nya juga lama..!!


Ya udah...,


Jangan lupa tinggalkan like, komen, dan vote buat aku ya??


Aku minta dukungannya dari kalian..!!


Aku juga mau ngucapin selamat hari raya idul fitri, minal aidzin walfaidzin... Mohon maaf lahir dan batin. 🙏🏻

__ADS_1


Mohon maaf yang sedalam-dalamnya dari aku untuk kalian semua.. 🤗


Salam sayang saya untuk semuanya.. ❤


__ADS_2