
Happy reading guys...!!!
* * *
"Aku salah Kak, aku masuk dalam kehidupan kamu dan dia. "
"Kamu ini bicara apa huh..? " Tanya Kaisar yang tidak mengerti dengan ucapan Yasika.
"Seharusnya aku gak datang dalam hidupmu Kak, aku sudah ngerusak hubungan kalian berdua. "
Kaisar manarik nafasnya dalam dan membuangnya kasar, "Kenapa bicara seperti itu? "
"Karena kalau gak ada aku, kamu akan hidup bahagia bersamanya, bersama orang yang masih kamu cintai. "
Ya Tuhan....
Kaisar benar-benar tidak mengerti mengapa perempuan ini kini malah menguji kesabarannya. Kaisar merasa sangat lelah beberapa hari terakhir ini, ia sengaja datang pagi-pagi ke kantor hanya untuk menemui dan melihat wajah kekasih yang sudah sangat ia rindukan.
Kaisar mengusap wajahnya gusar, ia menarik rambutnya ke belakang. Kalau saja yang bicara itu bukan kekasihnya mungkin saja Kaisar sudah melampiaskan rasa kesalnya.
"Kamu ngomong apaan sih? " Dengan nada sedikit keras. "Kamu bilang perempuan itu siapa? Aku harus hidup bahagia dengan siapa? Maksud kamu Anne..? "
Kaisar memejamkan matanya sesaat, ia kembali manarik nafasnya dalam. "Oke, aku minta maaf sama kamu jika beberapa hari ini aku selalu menjenguk dan menemani Anne. Aku hanya ingin dia cepat sembuh dengan begitu aku gak perlu lagi untuk menemani dia. Aku capek Yas ... Aku sengaja datang kesini pagi-pagi hanya untuk bertemu denganmu, aku ingin bersamamu dan melihat wajahmu, tapi apa? kamu sendiri malah membuatku semakin pusing. Kamu tidak percaya padaku. "
"Kak, ak___! "
"Kita meeting hari ini. " Potong Kaisar cepat.
Yasika terdiam, ia merasa tersentak oleh Kaisar. Jujur Yasika tidak pernah melihat wajah Kaisar seperti itu, apa dirinya sudah membuat Kaisar benar-benar marah?
Berada di ruang rapat kali ini, seluruh staff dan para karyawan sudah berkumpul. Termasuk dengan Kaisar yang menjadi Direktur perusahaan, di temani oleh Bayu sang asisten dan juga sekretarisnya Yasika.
Kaisar mengadakan rapat bulanan seperti biasanya, ia membahas beberapa poin penting mengenai perusahaannya. Meskipun dirinya merasa lelah, dan pikirannya berceceran kemana-mana tapi Kaisar tetap konsisten dan professional. Kaisar memimpin rapat itu dengan sangat tenang dan disiplin.
Saat Bayu sedang memberikan pengarahan kepada seluruh para karyawannya, saat itu juga mata Kaisar tidak berhenti untuk sesekali melirik pada sekretarisnya yang sedari tadi hanya diam dan menekuk wajahnya.
__ADS_1
Kaisar menyadari kalau tadi dirinya dengan tidak sengaja membentak Yasika. Entah kenapa saat itu Kaisar tidak bisa menjaga emosinya, ia terbawa perasaan karena Yasika benar-benar sedang menguji kesabarannya. Padahal Kaisar waktu itu ingin sekali menceritakan tentang keputusan Anne yang sudah merelakan hubungan mereka berdua.
"Baiklah, kalau begitu rapat hari ini kita tutup. Terima kasih kepada semuanya.. " Suara Bayu yang menjadi penutup rapat kala itu.
* * *
"Yas, Lo belom tidur? " Tanya Ica seraya merebahkan tubuhnya di atas kasur.
Yasika menoleh dan menggelengkan kepalanya, "Aku belum ngantuk. "
"Kenapa lo tiduran terus sih, gue kira lo sudah tidur padahal ini masih sore, O ... ya tadi gue ketemu ma Tania, dia ulang tahun dan dia ngundang kita malam ini? "
"Benarkah.? " Tanya Novia dengan antusias.
"Hmm ... Cuma dia ngerayainnya di klub malam, biasalah namanya juga model.! "
Yasika tersenyum, kemudian ia ikut merebahkan tubuhnya di samping Ica. Yasika masih memikirkan Kaisar, karena sampai saat ini Kaisar tidak menghubunginya sama sekali, bahkan sejak mereka masih di kantor-pun Kaisar mendiamkan Yasika.
Apa dia segitu marahnya padaku??
"Gak apa-apa kok, aku cuma lagi kesel ja..! "
Novia tersenyum, "Ya udah gimana kalo kita dateng ja ke acaranya Tania? "
Yasika dan Ica menoleh bersamaan, "Boleh juga," Saut Ica.
"Gimana Yas, mau gak? daripada bete disini mending kita cari hiburan, besok juga hari libur, kita gak kerja.? "
Yasika terdiam, sebenarnya ia enggan sekali jika harus pergi ke klub malam lagi. Karena bagi dirinya tempat itu memang benar-benar tidak nyaman.
"Aku gak ikut ya? "
"Kenapa? ayolah Yas, katanya tadi lo kesel? kita disana bisa kumpul bareng teman-teman yang lain, kita bisa ngobrol dan tertawa bersama." Bujuk Novia supaya Yasika mau ikut.
"Yas, udah kita ikut ja ya? entar Ririn juga mau kesini. "
Yasika menganggukkan kepalanya, "Ya udah.. "
__ADS_1
* * *
Berada di tempat yang berbeda, Kaisar dan teman-temannya sedang berkumpul. Kaisar mendapatkan sebuah pesan dari Adi agar dia datang ke klub malam itu. Tanpa pikir panjang Kai-pun menyetujuinya, ia merasa dirinya butuh hiburan untuk menghilangkan rasa suntuknya. Karena hanya teman-temannya saat ini yang bisa membuat dia sedikit melupakan masalahnya.
Selain ketiga sahabatnya itu, disana juga sudah ada Alan dan Anne. Anne sengaja datang karena permintaan Adi dan yang lainnya. Adi sudah mengetahui jika sahabatnya Kaisar dan Anne sudah menjalin hubungan dengan baik, bukan sebagai kekasih tetapi kini mereka lebih menjalin hubungan sebagai teman.
Maka dari itu, Adi ingin merayakan pertemanan mereka semua.
"Lo dateng sendiri Kai? Yasika gak ikut?" Tanya Adi.
Kaisar menoleh, kemudian ia menggelengkan kepalanya.
"Aku kira kamu ngajak dia Kai? " Giliran Anne yang bicara.
Kaisar hanya diam, dan keterdiamannya itu mengundang tanda tanya dari para sahabatnya, termasuk dengan Alan. Tetapi mereka tidak mau ambil pusing, karena itu adalah urusan pribadinya Kaisar. Hanya saja ada yang berbeda dengan Alan yang sedari tadi terus menatap Kaisar, ia seolah menuntut jawaban dari saudaranya itu. Alan mengetahui jika kini pasti ada sesuatu yang terjadi antara Kaisar dan Yasika.
Saat mereka sedang asik menikmati kebersamaannya, tiba-tiba saja terdengar suara keributan yang terjadi di dalam klub malam itu. Mereka menjadi risih karena merasa terganggu.
"Brengsek, ada apa sih? " Sungut Adi yang merasa risih.
"Sepertinya disana ada keributan? " Timpal Dani seraya berdiri dari duduknya.
"Ck, dasar pada gak tau tempat? " Gerutu Adi.
Kaisar menoleh kepada Adi, ia mengernyitkan keningnya. "Kayak lo sendiri ja tau tempat..? "
Adi tersenyum kikuk, "Itu beda lagi sama gue.. "
Mereka masih diam di tempat, tidak memperdulikan keributan yang sedang terjadi di luaran sana. Saat Kaisar berdiri dengan maksud ingin pergi ke kamar mandi, tiba-tiba saja pandangan matanya tertuju pada sekumpulan orang yang sedang membuat keributan disana.
Kaisar menatap sosok orang yang dia kenal, dan orang itu berada di tengah-tengah kekacauan yang sedang terjadi. Kaisar berjalan mendekat dimana orang itu sedang berdiri dan merasa ketakutan.
Kaisar menatapnya tajam, dengan rahang yang mengeras. Ia mengepalkan tangannya dengan mata yang memerah menahan amarah.
Kenapa dia ada disini?
* * *
__ADS_1