
Happy reading
*****
" Kak...?"
Suara Yasika memanggil nama Kaisar, yang sekarang lagi tiduran di pangkuannya, sambil mengelus lembut rambutnya itu.
" Kak__ aku mau tanya siapa wanita yang bersama kakak waktu itu.?"
Kaisar tidak menjawab, ia hanya diam. Matanya yang terpejam seolah dia sedang tidur. Ia sedang merasakan sentuhan hangat dari tangan lembutnya Yasika.
" Kak__? "
" Hmm..?" hanya itu yang keluar dari mulutnya Kaisar.
" Kakak dengar aku ngomong gak sih?" dengan nada kesal Yasika kembali bertanya.
" Aku gak dengar, kan aku lagi tidur.!"
" Ish... Kak__ Kaisar Pratama yang dingin kaya es balok? " teriak Yasika sudah kesal di buatnya.
Kaisar yang mendengar teriakan Yasika, hanya tersenyum tipis. Sebenarnya ia tidak tidur, ia mendengar apa yang Yasika tanyakan, hanya saja bagi Kaisar sangat malas jika harus membahas orang lain sekarang.
Kaisar sedang menikmati suasananya sekarang,dimana ia merasa nyaman dengan udara yang sejuk dan pemandangan yang indah.Mereka hanya berdua disana, duduk di atas rumput yang hijau, sedangkan Kaisar ia membaringkan tubuhnya di atas rumput dengan paha Yasika sebagai bantalnya.
Ia tidak ingin merusak suasana sekarang, jika harus membahas orang orang yang telah menjadi masa lalu mereka. Sebenarnya Kaisar juga begitu penasaran dengan masa lalu Yasika. Tapi bukan saatnya sekarang untuk membahas itu.
" Kak__? "
" Apa sayangku..? "
__ADS_1
" Jawab? "
" Uhh... ternyata Sayangku ini cerewet sekali ya? " dengan nada menggoda Kaisar menjawab.
" Apaan sih..? " Yasika menjawab dengan bibir yang sedikit maju ke depan.
Kaisar tersenyum " Kamu... mau aku gigit ya? "
Yasika tersenyum renyah, ternyata ia baru melihat sosok Kaisar yang ia kenal dengan kedinginannya itu bisa bersikap manja seperti ini.
" Kamu lucu deh kak... kalau kaya gini? kaya bukan Kaisar yang dingin kaya es balok? " Yasika mengatakan itu dengan tertawa.
Kaisar yang mendengar itupun langsung merubah posisi yang tadinya tiduran sekarang ia duduk dan berhadapan langsung dengan Yasika. Ia mengernyitkan dahinya..
" Kamu bilang apa tadi? "
Yasika yang melihat itu,langsung merapatkan bibir ranum nya itu. ia menahan tawanya karena takut melihat Kaisar.
" Apaan sih Kak.. udah jangan gini ah? ". Yasika yang merasa tidak enak karena sekarang jantungnya berdetak dengan cepat.
Senyum seringai di torehkan kepada Yasika, Kaisar lebih mendekatkan wajahnya itu, hingga membuat Yasika jadi kelabakan di buatnya.
" Aku mau cium kamu__ Yas? " Kaisar menatap Yasika yang sedang gugup itu. Entah kenapa rasanya Kaisar sangat gemas ketika melihat gadis itu gugup. Di mata Kaisar ia begitu cantik di saat seperti itu.
" Kak___jangan nga____?? "
Sebelum ia mengatakan itu, Kaisar terlebih dulu membungkam bibir ranum itu, kini benda kenyal itu berada di atas bibirnya. Lagi lagi ciuman itu pun terjadi, ia memanggut bibir ranum Yasika dengan sangat lembut. Kaisar memberi sentuhan sentuhan lembut di setiap gerakan bibir mereka. Yasika menikmati itu, ia juga membalas lumatan dengan lidah mereka yang saling membelit. Entah berapa lama mereka berciuman, yang mereka rasakan saat ini adalah perasaan cinta mereka yang begitu dalam.
*****
Yasika sekarang sedang berdiri di depan cermin, ia menatap dirinya sendiri, ia tidak percaya dengan apa yang ia lihat.
__ADS_1
Apakah ini aku.?
" Kamu cantik sekali sayangku..? " seseorang datang menghampirinya, ia melihat Yasika sangat berbeda dan ia merasa bahwa Yasika saat ini sangat sexy. Ia menatapnya tanpa berkedip barang satupun. Sungguh sangat mengagumkan wanita yang kini ada di hadapannya saat ini.
Kaisar begitu terpesona melihat mahluk ciptaan Tuhan yang satu ini. Bagaimana tidak, Yasika saat ini mengenakan gaun yang begitu membuatnya bersinar dengan riasan wajah yang sangat cantik.
Kaisar mengajak Yasika untuk hadir di acara jamuan makan malam yang di lakukan oleh perusahaan tempatnya bekerja. Acara makan malam itu pun berlangsung di sebuah hotel bintang lima.
Akan ada banyak tamu undangan yang hadir disana, termasuk rekan rekan kerjanya Kaisar, dan mungkin juga nanti di acara tersebut akan ada seseorang juga yang datang. Dia adalah anak salah satu nasabahnya. Yaitu Anne Putri. Maka dari itu Kaisar mengajak Yasika untuk menemaninya.
Kaisar berkumpul bersama dengan yang lainnya. Tidak lupa ia juga selalu menggandeng tangan Yasika agar tidak terlepas dari genggamannya.
Yasika saat itu menjadi pusat perhatian banyak orang, mereka sangat mengagumi kecantikan gadis itu. Dan tidak heran para tamu disana sangat mengagumi sepasang kekasih itu. Cantik dan Tampan itulah yang mereka lihat.
Tidak berselang lama, datang seorang tamu undangan yang lainya ikut hadir disana. Ia datang bersama dengan sang Ayah, yang menjadi nasabah terbesar. Ia berjalan dengan begitu anggun, penampilannya pun sangat cantik.
Dan tanpa sengaja pula mereka bertemu disana, dimana Kaisar, Yasika, dan Anne Putri berada di tempat yang sama.
*****
semoga kalian suka...
mohon maaf bila ada kesalahan dalam cerita atau penulisannya..
mohon dukungan untuk aku Ya...
dengan like, komen, dan vote.
__ADS_1
love u all..❤