Ketika Harus Memilih

Ketika Harus Memilih
37. Aku akan melakukannya


__ADS_3

Hallo gimana kabarnya kalian semua..??


Baik baik kan??


Gimana masih mau lanjut gak ya ceritanya??


Aku lanjut aja deh wkwkwkwk...


Happy reading ya guys.. ❤


* * *


" Yas... tunggu?"


" Lepasin aku, Kak. "


" Aku gak akan lepasin kamu, sebelum kamu dengerin aku. "


" Mau kamu itu apa sih.? "


" Kamu tanya mau aku apa?"


" Cukup... Kak, jangan buat aku seperti ini lagi. Apa kamu lupa, kamu akan segera menikah Kak."


" Itu gak akan terjadi. "


Dengan sangat frustasi Kaisar mengatakan itu padanya, ia tidak tahu lagi harus berbuat apa, untuk meyakinkan gadis yang sekarang ada di hadapannya. Kaisar benar benar tersiksa saat ini, ia tidak tahu lagi harus berbuat apa. di pikirannya saat ini hanyalah dia, ia tidak ingin kehilangan Yasika perempuan yang benar benar ia cintai. Apalagi setelah ia mendengar perkataan Alan waktu itu, yang ingin melamar dan menikahi Yasika.


" Kenapa Kak? "


" Karena aku mencintai kamu, dan kamu wanita yang ingin aku nikahi, hanya kamu. " dengan nada tinggi Kaisar bicara, ia tidak bisa lagi mengontrol emosinya.


Yasika tidak bisa lagi menahan air matanya sekarang, ia tidak mengira sama sekali bahwa Kaisar akan mengatakan hal itu kepadanya. Entah apa yang harus ia katakan saat ini, apakah ia harus bahagia ataukah sebaliknya.


" Kak... aku mohon jangan seperti ini, jangan buat aku tersiksa seperti ini." Dengan air mata yang menetes begitu saja di pipi mulusnya itu, Yasika tidak bisa lagi menahan tangisnya. Bahkan di hadapan laki laki yang telah membuat hatinya terluka.


" Dengerin aku sekali saja, aku mohon? " dengan lirih Kaisar mengatakan hal itu.


Yasika hanya diam, ia terus menangis.


" Tolong Kak.. Aku tidak bisa terus seperti ini, Kamu akan segera menikah Kak.. "

__ADS_1


" Aku tidak akan menikah. "


" Kamu itu kenapa Kak? apa kamu mau menyakiti hati perempuan itu dan juga Papa kamu? "


Kaisar menarik nafasnya dalam, ia memejamkan matanya, Kaisar saat ini sedang memikirkan apa yang di katakan Yasika ada benarnya juga, yang di pikirkan Kaisar saat ini bukanlah tunangannya, melainkan Papanya yang ada di pikirannya sekarang.


" Sudahlah Kak... Aku mohon, jangan ganggu aku lagi, pergilah menjauh dariku, hiduplah dengan bahagia. Aku akan mencoba untuk melupakanmu mulai saat ini. Dan aku juga akan memulai hidupku yang baru. "


Saat ini tatapan Kaisar sangatlah mengerikan dari biasanya, Yasika tahu kalau sekarang laki laki yang ada di hadapannya ini sedang menahan amarah, matanya yang memerah, serta tatapan matanya yang tajam dan rahangnya yang mengeras membuat Yasika jadi merinding melihatnya.


" Apa kau yakin dengan ucapanmu? " dengan masih menatapnya tajam, Kai menatap perempuan yang kini sedang dalam keadaan gugup dan gemetar.


" Ya. " jawab Yasika yang saat ini sedang mengalihkan pandangannya itu, ia tidak ingin menatap mata laki laki itu.


" Pergilah menjauh dariku, jangan pernah menemui aku lagi Kak... semuanya sudah selesai.!!! "


" Baiklah jika itu yang kau inginkan, aku akan melakukannya, "


Dengan amarah yang masih menyelimutinya sekarang, Kaisar berbalik badan, dan ia segera pergi meninggalkan gadis itu yang masih tak bergeming dari tempatnya sekarang. Yasika menatap kepergian pria yang sangat ia cintai. Ia masih diam terpaku disana, Kakinya seakan berat untuk melangkah, dengan deraian air mata yang masih menetes di wajah cantiknya itu. Ia masih menatap Kaisar yang sudah pergi menjauh dan tak terlihat lagi.


Aku ingin sekali mengejarmu, dan memeluk tubuhmu saat ini, aku tidak ingin kau meninggalkanku . Aku sangat mencintaimu, tetapi itu kini hanya anganku saja, aku akan berusaha melupakanmu mulai sekarang. Semoga kau selalu bahagia.


Kini semuanya telah benar benar selesai....



Flashback


Yasika saat ini tengah duduk di sebuah ruangan, ia melihat setiap sudut ruangan itu, ia menatap sebuah foto berukuran besar yang terpangpang disana, dimana itu adalah foto keluarganya Andi Pratama.


Yasika meremas jari jari lentiknya, ia merasakan gugup saat ini. Wajahnya pun berubah menjadi pucat pasih. Dimana sekarang ia sedang berhadapan dengan kedua orang tuanya Kaisar yaitu Andi Pratama dan Wina Pratama.


" Nak... maafkan tante menyuruhmu datang kesini." Ucap mama Wina lembut.


" Tidak apa apa kok tante. " dengan senyuman Yasika menjawabnya.


" Siapa namamu? " Kini Papa Andi yang bertanya.


" Yasika, om.. "


" Baiklah, sekarang ada yang ingin om bicarakan sama kamu. Ini mengenai putra om, Kaisar. "

__ADS_1


Deg


Jantung Yasika saat ini berdetak lebih cepat dari biasanya, saat mendengar kata Kaisar.


" Kamu tau Nak, Kaisar sudah bertunangan dan mungkin sebentar lagi mereka akan segera menikah. Om tau, ini bukanlah yang di inginkan oleh anak Om, dan kamu adalah perempuan yang anak om suka, bukan begitu? " dengan nada tegas dan berwibawa Papa Andi seperti mengintrogasi Yasika.


Yasika merasakan saat ini dirinya seperti sedang di ruangan sidang, yang sedang menunggu keputusan hakim. Ia tidak tahu harus berbuat apa, ia menelan ludahnya dengan sangat susah, dan keringat pun sudah mulai terlihat di pelipisnya.


Yasika tidak menjawab ia hanya menundukkan wajahnya.


" Om yakin kamu adalah gadis baik, pintar dan juga cantik, makanya tidak salah jika anak om jatuh cinta padamu, tapi perlu kamu tau satu hal. Om sudah berjanji pada sahabat om sebelum dia meninggal, om akan menikahkan putrinya dengan Kaisar. Jadi Om mohon padamu nak, bicaralah pada Kaisar, bujuklah dia agar dia mau menikahi anak dari sahabat om. "


Yasika melihat jika sekarang Papa Andi sedang menyembunyikan kesedihan. Ia melihat raut wajahnya saat ini, dan matanya memerah seperti menahan tangis. Yasika sangat sedih melihat Papa Andi seperti memohon kepadanya. Secara tidak langsung Papa Andi meminta kepadanya untuk menjauhi anaknya yaitu Kaisar.


" Maafkan Om Nak, bukannya om tidak merestui hubungan kalian, om juga terpaksa melakukan itu, karena om terlanjur berjanji pada sahabat om. Kamu mengerti kan apa maksud om? Dan Om yakin kamu akan mendapatkan orang yang lebih pantas dari anak om."


Yasika saat ini benar benar tidak bisa menyembunyikan rasa sedihnya, apa yang di katakan oleh ayah nya Kaisar sungguh sangat menyayat hatinya. ia meneteskan air mata, tetapi ia juga langsung menghapusnya saat itu juga.


Mama Wina melihat betapa sedihnya gadis yang sekarang duduk bersamanya, dengan segera ia memeluk tubuh gadis itu dan mendekapnya. Ia mengusap lembut rambut dan punggungnya gadis yang kini tengah menangis.


" Maafkan Om dan Tante ya sayang.? "


Yasika merasa nyaman berada di pelukan seorang wanita yang sekarang sedang memeluknya, ia tidak bisa menyembunyikan kesedihannya.


" Baiklah.. Om, Tante, jika itu yang kalian inginkan aku akan mengabulkannya.. "


Yasika menghapus air matanya dan ia tersenyum kepada mereka berdua.


" Terima kasih nak, maafkan om ya? "


Jangan Khawatir, aku akan melakukannya.


* * *


gimana lanjut...???


Tinggalkan like, komen, share, dan vote buat aku ya..


Mohon dukung aku..


Love u all... ❤

__ADS_1


__ADS_2