
Hallo aku balik lagi..
Selamat membaca untuk semua..
* * *
"Happy graduation sayang...!!" Ucap Kai lembut seraya mencium kening dan memeluk tubuh istrinya itu.
"Makasih Kak.. " Balas Yasika tersenyum dan membalas pelukan dari suaminya itu.
Akhirnya inilah impian yang di tunggu oleh Yasika sejak dahulu yaitu menyelesaikan pendidikannya. Dan hari ini adalah hari wisuda untuknya. Di usianya yang baru menginjak dua puluh dua tahun ia telah menjadi seorang Sarjana Hukum dan seorang nyonya muda, istri dari pengusaha muda, berbakat dan juga tampan siapa lagi kalau bukan Kaisar Pratama.
Yasika sangat bangga dengan dirinya sendiri, ia mendapatkan hasil yang sangat luar biasa. Maka tidak sia-sia usahanya selama ini jika hasilnya sangat memuaskan, Yasika sangat di kenal banyak orang selain karena kecantikan yang dirinya miliki, Yasika juga di kenal karena kepintarannya.
Lengkaplah sudah kebahagiannya sekarang, Yasika sangat senang sekarang selain karena ia telah lulus menjadi seorang Sarjana, ia juga bahagia karena kini di sampingnya ada seorang laki-laki yang selalu menemaninya, bahkan di saat acara seperti ini Kai menyempatkan waktunya untuk menemani istri cantiknya itu.
Kaisar dan Yasika selalu menjadi pusat perhatian disana, semua orang sudah mengenal siapa seorang Kaisar sebenarnya. Mereka juga sudah mengetahui jika Yasika adalah istrinya. Maka tidak sedikit dari mereka ada yang merasa iri dengan Yasika.
"Selamat ya sayang...!" Ucap mama Wina kala itu, ia mencium pipi Yasika secara bergantian dan memeluknya.
"Makasih Ma... " Balas Yasika lembut.
"Selamat menantu Papa."
Yasika tersenyum lebar, dan segera berhambur memeluk papa mertuanya itu siapa lagi kalau bukan papa Andi. "Makasih Pa..."
"Baiklah kalau begitu, gimana kalau nanti malam kita merayakannya dengan makan malam bersama. Sekalian ajak teman-teman kamu ya sayang.?" Ucap mama Wina kembali kepada menantunya itu.
"Ide yang bagus.." Timpal Papa Andi.
Kaisar dan Yasika tersenyum dan mengangguk mereka semua menyetujui ide yang mama Wina berikan. Selain mereka kedua orang tua Yasika-pun ikut menemani putrinya itu, mereka sangat bangga dengan prestasi yang anak semata wayangnya itu berikan.
* * *
Yasika tersenyum terlihat sangat cantik malam ini, ia sangat senang karena malam ini dirinya bisa berkumpul dengan keluarga sekaligus para Sahabatnya. Mereka mengundang semua teman-temannya Kaisar juga. Kaisar tersenyum senang ketika melihat betapa cantiknya istrinya itu.
"Sayang ... kamu cantik sekali." Bisik Kai lembut.
"Aku tau.!!" Balas Yasika dengan tersenyum.
Lagi-lagi Kaisar hanya bisa tersenyum, betapa menggemaskannya istrinya itu. Kaisar selalu bersikap posesif bahkan ia tidak membiarkan istrinya itu jauh dari dirinya. Kaisar selalu menggenggam tangan Yasika bahkan ia tak segan dan tak malu ketika dirinya bermesraan dengan istrinya di hadapan semua orang.
"Nempel terus....!!!" Ucap Adi dengan tampang mengejek.
__ADS_1
"Biasa, kan dia jadi Bucin.. " Timpal Dani dengan terkekeh geli.
"Ya gitu resiko punya bini cantik, takut di ambil orang.. " Sewot Ervan dengan tertawa.
Kaisar hanya melihat mereka sekilas, dan sedikit menyunggingkan senyuman. Kai tidak lagi perduli dengan apa yang mereka katakan, karena bagi dirinya sekarang Yasika adalah segalanya.
"Gue bisa ja sih rebut istri lo.." Ucap Alan santai dengan sedikit tersenyum.
Kaisar memicingkan matanya, ia menatap Davin tajam. "Diem lo... " Ucapnya kembali.
Mereka semua tertawa, entah apa yang ada dipikiran mereka saat ini. Bagi mereka ini adalah waktu yang tepat untuk mengolok temannya itu. Mereka semua begitu menikmati jamuan makan malamnya, mereka bisa tertawa dan bercanda bersama. Di saat semua sedang asik menikmati makan malamnya, tiba-tiba saja Yasika merasa kepalanya sedikit pusing.
"Kak.. "
"Hmm.. "
"Aku mau ke toilet dulu sebentar. "
"Mau aku temani.? "
Yasika menggeleng pelan. "Gak usah, aku sendiri ja. "
"Kamu gak papa kan?" Tanya Kai merasa sedikit khawatir karena melihat istrinya itu sedikit pucat.
"Aku gak pa-pa Kak.. "
Yasika kembali tersenyum, ia tidak ingin membuat suaminya itu merasa khawatir. "Gak pa-pa, ya udah aku ke toilet dulu.?"
Kaisar mengangguk pelan, ia menatap sang istri yang sudah berjalan menuju ke toilet. Entah kenapa dengan dirinya, perasaannya merasa tidak enak karena melihat Yasika seperti sedang sakit.
Kenapa dengan dia..??
Berada di dalam toilet, Yasika segera membasuh wajahnya. Ia menatap ke arah cermin, dan benar saja apa yang di katakan oleh suaminya itu memang benar adanya wajahnya terlihat sangat pucat. Yasika kembali merasa pusing dan tiba-tiba saja dirinya merasa tidak enak badan. Yasika terdiam, rasanya sangat sulit untuk dirinya melangkahkan kakinya itu untuk keluar dari dalam toilet.
Ya Tuhan... Kenapa dengan aku..??
* * *
"Kak... "
"Sayang ... syukurlah kamu dah bangun."
"Aku dimana?"
"Kamu di rumah sakit. "
__ADS_1
"Kenapa? Ada apa denganku Kak.? "
Kaisar tersenyum, ia menatap wajah istrinya itu dalam diam.
"Kenapa diam saja? Aku sakit apa? Kenapa aku ada di rumah sakit.? "
"Hei ... Cerewet sekali kamu itu.?" Ucap Kai lembut seraya mengecup bibir istrinya sekilas.
"Kak... Ih...!!! " Kata Yasika dengan sedikit berteriak. "Aku kenapa.?"
"Tadi kamu pingsan saat berada di toilet."
Yasika diam, ia mengingat kalau memang benar saat tadi berada di toilet ia merasa pusing dan tidak enak badan, dan setelah itu ia tidak mengingat apa-apa lagi.
"Aku pingsan.? Kenapa bisa.?"
Kaisar menatap gemas sang istri, ia mencubit hidung istrinya itu dengan lembut. "Apa kamu tidak ingat.?" Ucapnya kembali dengan terkekeh geli.
Yasika menggelengkan kepalanya pelan, ia benar-benar tidak tahu apa yang telah terjadi kepadanya. Dan kenapa ia bisa pingsan saat itu.
"Kamu kenapa malah tertawa sih..?" Ucap Yasika dengan mengerucutkan bibirnya.
"Aku sangat senang.. " Jawab Kai santai.
Yasika mengerutkan dahinya, ia menatap wajah suaminya itu dengan tatapan kesal. Di saat seperti ini kenapa suaminya itu masih bisa bercanda seperti itu.
"Kamu itu kenapa sih.?" Tanya Yasika kembali.
Kaisar kembali menatap wajah Yasika, ia membelai pipinya dengan sangat lembut. Kaisar benar-benar merasa dirinya adalah laki-laki yang sangat beruntung bisa menikahi gadis cantik dan baik seperti Yasika. Meskipun pernikahannya baru dua bulan tetapi rasa cinta terhadap istrinya itu semakin terus bertambah.
"Terima kasih ya sayang.?"
"Untuk apa.?"
"Untuk semuanya." Ucap Kai lembut. "Kamu adalah istri yang paling sempurna buat aku."
Yasika tersenyum, meskipun ia tidak mengetahui kenapa Kaisar bersikap seperti itu kepadanya.
"Selamat.. "
Yasika menatap suaminya itu dengan alis yang bertaut. "Untuk...??"
"Karena aku akan menjadi seorang ayah."
Yasika terkejut dengan mulut yang menganga, ia tidak percaya dengan apa yang dirinya dengar baru saja.
__ADS_1
"Apa benar yang kamu katakan Kak.?"
* * *