Ketika Harus Memilih

Ketika Harus Memilih
78. Ketika Harus Memilih


__ADS_3

Balik lagi nih...


Semoga kalian suka ya??


Oke kita lanjut...


Happy reading semua... ❤


* * *


Pernikahan antara Kaisar dan Yasika kini tinggal menghitung hari. Banyak yang sudah mereka persiapkan mulai dari sewa gedung, Wedding Organizer yang mereka pilih, penata rias, bahkan baju pengantin-pun sudah di siapkan semua.


Banyak yang membantu mereka dalam mengurus semuanya, Kaisar dan Yasika hanya tinggal memeriksa dan menyetujuinya saja. Akan ada banyak rangkaian acara yang harus mereka lakukan nantinya karena pernikahan mereka akan mengikuti sesuai adat dari pihak keluarganya sang pengantin wanita.


Untuk acara akad Kaisar dan Yasika akan mengenakan baju sesuai dengan rencana. Yasika akan mengenakan kebaya modern rancangan dari sang calon mertuanya, begitu juga dengan Kaisar. Mama Wina sudah menyiapkan dan membuatkannya khusus untuk mereka berdua.


Akhir-akhir ini Kaisar selalu sibuk dengan pekerjaannya, bahkan ia jarang bertemu dengan Yasika, kerena Yasika sudah berhenti jadi Sekretraris-nya Kaisar. Mengingat tinggal beberapa hari lagi mereka akan menikah, jadi kedua orang tua Kai melarang calon menantunya bekerja dan bertemu dengan Kaisar untuk sementara waktu.


Kaisar selalu sibuk di kantornya, ia hanya di temani oleh Bayu sebagai asisten sekaligus sebagai sekretraris penggantinya Yasika. Kaisar sengaja ingin menyelesaikan tugas kantornya yang sempat tertunda karena kesibukannya akhir-akhir ini.


"Ah ... " Pekik Kaisar seraya merentangkan kedua tangannya.


"Sudah malam, sebaiknya kita pulang dulu? besok kita lanjutin lagi. " Ucap Kaisar karena dia sudah merasa lelah dan capek.


"Hmm.. . " Jawab Bayu singkat. "Apa gak sebaiknya lo cuti dulu bos. Bentar lagi kan lo mau nikah? harusnya sekarang lo itu istirahat di rumah, dan luluran sana biar keliatan enak kalo entar di pajang di depan.. " Bayu mengatakan itu sambil tertawa


Kaisar memicik tajam, "Sialan lo. "


Kaisar menjadi teringat kembali bahwa sebentar lagi dirinya akan segera menikah dengan gadis yang menjadi pujaan hatinya itu. Ia tersenyum tipis saat membayangkan wajah kekasihnya yang sudah beberapa hari ini tidak bertemu dengannya.


"Aku kangen banget..!!! "



Di saat kita harus memilih, disitulah kita di hadapkan dengan situasi yang membuat kita merasa sulit untuk menentukan dan memutuskan sesuatu. Apa yang kita inginkan belum tentu itu yang kita harapkan. Kaisar menyadari bahwa saat-saat tersulit untuk dirinya adalah Ketika harus memilih. Kaisar di hadapkan dengan pilihan yang sangat membuatnya merasa frustrasi saat itu, antara memenuhi keinginan sang Papa untuk memenuhi janjinya pada sahabat, atau menuruti kata hatinya untuk tetap memperjuangkan cintanya.


Ketika harus memilih, maka yang menjadi pilihan aku adalah kamu. Hatiku yang memilih dirimu, aku menuruti kata hatiku untuk tetap memilih kamu sebagai rumah di saat aku merasa lelah, sebagai penghangat di saat aku kedinginan, sebagai penerang di saat aku berada di kegelapan, dan sebagai obat di saat aku sakit.


Aku sangat mencintaimu dengan segenap hatiku, ijinkan aku untuk terus berada di sampingmu sampai akhir masa nanti. Kamu segalanya buat aku, hanya kamu seorang kekasihku.


* * *


Yasika kini tengah menatap sebuah lukisan yang baru saja Kaisar kirimkan untuknya. Ia memandang lukisan itu, ia tersenyum senang ketika mengetahui jika itu adalah lukisan karyanya sendiri.

__ADS_1



Yasika sangat merindukan Kaisar, sudah beberapa hari ini dirinya tidak bertemu dengan kekasihnya itu. Kaisar hanya selalu memberi kabar lewat telpon dan setiap saat selalu mengirimkannya pesan.


Yasika melihat layar hapenya yang menyalah, ia melihat nama yang tertera, dan itu adalah Kaisar. Yasika sangat senang sekali, ternyata mereka sudah memiliki ikatan batin yang kuat, baru saja dirinya memikirkan laki-laki itu, ternyata Kaisar sudah langsung menghubunginya.


"Hallo sayang...?"


"Hallo juga Kak, "


"Apa kamu sudah menerima hadiahnya? "


"Sudah."


"Kamu suka? "


"Sangat. Aku sangat menyukai lukisannya kak, sangat bagus. Makasih ya kak..? "


"Ya sayangku ... Kamu lagi apa? "


"Aku lagi memikirkanmu. "


"Benarkah? "


"Aku merindukanmu, aku kangen banget sama kamu, aku hampir gila karena tidak bisa bertemu denganmu. "


"Yang sabar ya kak, besok kita ketemu kok. "


"Aku gak sabar, rasanya nunggu besok saja sangat lama untukku. Aku kerumah sekarang ya? "


"Mau ngapain? "


"Mau ketemu sama kamu? "


"Jangan kak, nanti mama marah. "


"Aku gak perduli..! "


"KAK...!! " teriak Yasika.


Kaisar tersenyum saat mendengar teriakan Yasika dengan sangat kencangnya. Ia merindukan gadis itu, ia merindukan suaranya yang lembut, sentuhan tangannya, pelukannya ia merindukan semua yang ada pada gadis itu. Kaisar sangat tersiksa beberapa hari ini, karena dia tidak bisa melihat wajah cantik yang selalu membuatnya merasakan rindu yang sangat luar biasa.


Kaisar sudah tidak sabar untuk menunggu hari esok, meski kini di hatinya ada rasa gugup yang menyerang. Besok ya besok adalah hari yang bersejarah untuk mereka berdua nantinya. Dimana besok Kaisar dan Yasika akan mengikat janji suci dengan ikatan pernikahan. Hari esok adalah hari yang mereka tunggu-tunggu sejak lama, mereka akan meresmikan hubungan mereka dengan sebuah pernikahan.

__ADS_1


"Aku tuh gak sabar nunggu besok.? "


"Aku juga kak. "


"Aku gak nyangka, kalau besok aku akan menjadi seorang suami.? "


"Dan aku akan jadi seorang istri buat kamu kak.? "


"Kamu harus siap-siap? " Ucap Kaisar seperti sedang berbisik.


Yasika mengernyit heran. "Siap untuk apa? "


"Siap__ Untuk bergadang semaleman." Kaisar jeda Kalimatnya. "Besok, aku gak akan membiarkanmu untuk tidur."


"Kenapa? " Tanya Yasika polos.


"Karena besok adalah malam pertama kita, aku tidak akan membiarkanmu untuk tidur, aku akan memakanmu habis-habisan.. "


Yasika tertawa, ia menggelengkan kepalanya pelan. Ya ampun... Yasika melupakan hal itu, meskipun ini baru pertama buat mereka berdua, tetapi Yasika cukup pintar dan paham dengan apa maksud ucapannya Kaisar baru saja. Yasika jadi malu sendiri, besok dirinya akan menjadi milik laki-laki itu sepenuhnya. Dan ia harus siap dengan tugasnya menjadi seorang istri termasuk dengan melayani keinginan dari sang suami.


"Kenapa diam?".Sambung Kai kembali.


"Aku ... aku, gak pa-pa kok?"


"Aku tau kamu lagi mikirin apa? "


"Apa? " Jawab Yasika cepat.


Kaisar tersenyum, ia membayangkan wajah Yasika saat ini, pasti jika saat ini mereka sedang berhadapan secara langsung, Kaisar akan sangat gemas di buatnya. Kaisar senang jika terus menggoda kekasihnya itu.


"Jangan di bayangkan, besok kita akan melakukannya kok. Aku akan membuatmu tidak berdaya. Aku akan menitipkan benih yang banyak supaya nantinya jadi anak kita yang lucu-lucu. "


"Ya ampun... Kak, apaan sih.?? "


* * *


Jangan lupa tinggalkan like, komen, dan vote-nya buat aku.??


Terima kasih yang sudah setia membaca ceritaku, semoga kalian suka.


Kalau gitu next episode berikutnya ya..


Salam Saya... ❤

__ADS_1


__ADS_2