
Ok... coyyy aku masuk duluan ya. Ok Barry, celetuk Bayu. Bayu pun terdiam sejenak dan sekilas dia melihat Hanna sedang tersenyum kepada teman-temannya.
Tiba-tiba saja Agus muncul... hei Bay... ngapain pagi-pagi gini didepan kelas orang lain. Jangan bilang lagi cari cewek ya?
Apaan sih Gus, sudah ayo kita ke kelas, mereka pun berjalan ke kelas.
Teeeetttttt.... Teeettttt... Kelas pun dimulai suasana pun terasa sepi. Hanya terdengar suara dari kelas masing-masing.
Hening...
Hening...
Hening...
Jam istirahat pun telah tiba, semua siswa-siswi pada sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing. Ada yang berlari kearah kantin untuk sekedar jajan, berkumpul bareng teman-teman.
*****
Hanna, Tiwi, Daisha, Barry, Intan, Mamat mereka berjalan ke arah kantin untuk sarapan karena mereka sama-sama belum sarapan pagi. Sesampainya di Kantin mereka memesan Nasi Lemak dan Lontong sayur biar tetap strong menghadapi pelajaran selanjutnya.
Disaat Hanna berjalan menuju wastafel untuk mencuci tangan tiba-tiba saja ada yang menyenggol bahunya dengan sengaja. Aduh... Teman-teman yang lain pun melihat, Tiwi, Daisha pun menghampiri Hanna dan bertanya. Kenapa Kak Ratna menabrak kamu dengan sengaja Hanna?
Entahlah aku juga tidak tahu aku merasa tidak punya masalah apapun dengan dia. Aku sendiri bingung kenapa tiba-tiba dia menabrak aku!
Wah... gak benar ini kalau begini caranya... celetuk Tiwi. Uda biar aku saja yang nyamperin dia kesana. Hanna dan Daisha pun menahan Tiwi.
Sudah Wi... ayo kita makan saja kata Daisha, sebentar lagi bel berbunyi. Barry pun merasa heran dan bertanya pada mamat ada apa sama mereka, kenapa belum kembali juga? Mamat yang asyik dengan makanan nya pun sambil melirik ke arah mereka bertiga. Nah... itu mereka sudah kembali, celetuk mamat.
Maaf ya teman-teman kami kelamaan ya! Ya sudah makan saja dulu, ntar keburu belum berbunyi celetuk Barry dan Mamat. Mereka pun mulai menikmati makan mereka.
__ADS_1
Hening...
Hening...
Alhamdulillah... akhirnya dunia terlihat dengan sempurna celetuk Tiwi. Apaan sih kamu Tiwi teriak gitu kayak 1 bulan tidak makan. mereka pun tertawa. mereka menikmati waktu yang tersisa sambil bersenda gurau sebelum bel berbunyi.
Sementara... di meja terpisah hanya berselang 3meja dari Hanna dan teman-temannya duduk, ada Ratna yang mukanya memerah karena menahan marah.
Ayu yang menyadari hal tersebut pun menyapa Ratna. Haiii... kamu ini kenapa sih Ratna? Dari tadi aku perhatikan kamu melihat kearah mereka? Memangnya kamu punya masalah dengan mereka?
Berisik kamu Yu... bisa diam tidak? Sambil memukul meja. Semua penghuni Kantin pun melihat kearah Ratna dan Ayu.
Astaga... Ratna kamu apa-apaan sih semua orang pada melihat kearah kita. Ratna yang masih merasa kesal pun membentak mereka yang masih melihat kearah nya.
Apa... Apa.... Apa kalian ngeliat ada masalah sama kalian? Hanna dan teman-temannya pun melanjutkan ke asyikkan mereka.
Ratna pun mendatangi ke meja Hanna dan teman-temannya. Bruggg... Ratna memukul meja sehingga membuat mereka dan penghuni lainnya terkejut. Hanna dan teman-temannya pun terdiam karena ulah Ratna.
Kalian sedang menertawakan aku iya kan? celetuk Ratna. Namun Karena Tiwi yang dari awal sudah merasa kesal dengan Ratna yang tadi dia pun menjawab pertanyaan Ratna.
Idiiihhh... kepedean bener deh kakak diketawain emang kakak siapa? dekat juga enggak, akrab juga enggak soooo... kenapa kita harus menertawakan kakak. Rugi bener ini mulut kami tauuuu. celetuk Tiwi.
Hanna dan Daisha pun memegang tangan Tiwi yang mulai emosi. Barry pun menengahi pembicaraan mereka kakak maaf ya kami dari tadi tidak ada bahas kakak atau menertawakan kakak.
Eh... Diem kamu ya, aku tidak bicara sama kamu dan juga kalian. Lah terus kenapa marah-marah di meja kami ini, celetuk Mamat. Kakak bener-bener aneh ya?
Eh... diem kamu banciii... celetuk Ratna. Ayu pun Yang merasa malu dan kesal dengan tingkah Ratna pun, meminta kepada Barry untuk segera mengajak temannya pergi meninggalkan kantin.
Tiwi pun semakin kesal karena Ratna mengatain Mamat banci. Wah... ini orang sakit jiwa beneran ya... masa iya ngatain orang banci. Dari tadi cari masalah terus, sebenarnya punya masalah sama siapa coba?
__ADS_1
Aku gak punya urusan sama kalian, aku punya urusan sama si Hanna. Kamu kan cewek yang bernama Hanna sambil menunjuk jari kearah muka Hanna.
Barry... ayo cepat bawa teman kamu pergi dari sini. Kalau begini bisa semakin panjang dan bisa keruang BP kita semua nanti.
Barry dan mamat pun menarik ke tiga teman cewek berjalan kearah luar kantin. Akhirnya mereka pun keluar dari kantin.
Ratna.. kamu ini apa-apaan sih, cari masalah sama orang lain, celetuk Ayu. Cari masalah kamu bilang biar kamu tau ya Ayu, si Hanna yang cari masalah sama aku.
Apa?? Aku tidak pernah lihat si Hanna mengganggu siapa pun disekolah ini jadi bagaimana bisa dia punya masalah sama kamu. Jujur aku kecewa sama kamu Ratna, kamu bener-bener gak waras.
Kenapa kamu ngatain aku tidak waras? celetuk Ratna. Iya karna kamu cari masalah dengan orang yang tak pernah buat masalah sama siapapun. Apa itu pantas dikatakan waras? Celetuk Ayu yang kini berbalik marah dengan sahabatnya.
Sudahlah Ratna kalau kamu masih seperti ini mending kamu jangan pernah tegur aku lagi. Sudah berapa hari ini aku perhatikan kamu marah-marah tidak jelas ke Hanna. Ingat ya Ratna... jangan pernah anggap kita pernah kenal. Paham! Ayu pun pergi meninggalkan Ratna yang masih terdiam mematung.
Ratna pun terdiam mendengar kata-kata yang keluar dari mulut sahabatnya. Kemudian Ratna melihat ke sekeliling kantin banyak mata yang melihat kearah nya. Tapi betapa kagetnya dia ketika ada sepasang mata yang sama sekali tak melihat ke arahnya. Iya siapa lagi kalau bukan cowok yang kemarin tanpa sengaja tertabrak oleh Ratna.
Ratna mundur beberapa langkah lalu memutar balikkan badan nya dan langsung kabur meninggalkan kantin. Ratna takut kena marah lagi.. karna cowok yang kemarin adalah cowok yang paling ditakuti sekolah mereka.
****
Sementara di meja paling sudut dikantin ,saat Ratna melabrak Hanna dan teman-temannya ada sepasang mata yang menatap kearah mereka. Sepasang mata itu melihat ke arah Hanna dan sambil mengepalkan tangannya karang merasa geram.
Si pemilik sepasang mata itu merasa geram karena ulah Ratna. Ternyata sipemelik sepasang mata itu dari awal sudah memperhatikan gerak-gerik Ratna yang menabrak bahu Hanna dengan sengaja.
Sebenarnya sipemelik sepasang mata itu ingin membantu Hanna. Tapi ia mengurung kan niatnya, karena tidak ingin ikut campur.
Bel berbunyi jam istirahat pun telah selesai. semua siswa bubar kembali ke kelas mereka masing-masing. Saat akan kembali ke kelas nya... si pemilik sepasang mata itu melihat kearah kelas Hanna yang sedang tersenyum dengan teman-teman nya. Tiba-tiba....
Tiba-tiba.... ayooo... mana nih dukungan nya. ayo donk... tinggalkan jejak jempol kalian ya.. biar aku semakin semangka eh semangat. Ditunggu ya... vote, komentar, dan ❤🥰👌👌🙏??
__ADS_1