
Tenang Daisha ...aku yakin kalau Barry suka sama kamu. Meskipun Hanna ragu dengan jawabannya sendiri. Tapi...Hanna yakin kalau Barry juga menyukai Hanna. Hanna semakin gelisah,gundah,gusar pokoknya galau karna takut sahabatnya akan Sedih,kecewa bila Barry menolak sahabatnya. Hanna tetap tersenyum... meski dia bingung.
Di sisi lain Daisha yang sedang menguping dibalik gerbang pintu lapangan sekolah merasa cemas akan jawaban Barry. Daisha bingung bila Barry menolaknya apa yang akan Daisha lakukan? Dan nantinya Daisha pasti merasa malu bila berhadapan dengan Barry secara langsung. Samar-samar Daisha mendengar bahwa Barry mengatakan bahwa Barry akan bertemu langsung dengan Daisha.
Disatu sisi Daisha merasa bahagia karna sejauh ini ada respon yang baik meski Daisha beum tahu apa jawaban Barry. Ketika Daisha akan keluar menyampiri sahabatnya Dan juga Barry tiba-tiba saja....
Teeettttttt.... tteeeetttttt... jam Istirahat pun berakhir.
semua siswa/siswi berlarian menuju kelas begitu juga Daisha dia buru-buru kekelas agar tidak ketahuan jika dia menguping. Barry dan Daisha berkawan menuju kekelas sambil berbincang ketika hampir sampai didepan kelas Barry memberi pesan kepada Hanna. Han tolong sampaikan pada Daisha sepulang sekolah aku tunggu Daisha diwarung bakso Bang Budi ya. Okay... Barry... siap laksanakan.
Sesampainya dikelas Hanna melihat Daisha yang begitu bahagia. sehingga Hanna merasa bingung, karna tadi pagi hingga jam Istirahat Daisha sama selali tidak menjawab sapaan Hanna. Hanna yakin jika Daisha sudah mendengar apa yg sudah dibicarakan Hanna dan Barry.
Guru Matematika pun memasuki kelas Dan memberikan tugas yang banyak Dan harus diselesaikan sebelum jam Istirahat Ke dua.
Hening...
Hening...
Hanna mengambil secarik kertas Dan menuliskan pesan pada Daisha. " Dai... pulang sekolah Barry ngajak ketemuan kamu disini Warung bakso Bang Budi. Ada yang akan dibicarakan PENTING" kemudian Hanna memberikan kertas tersebut pada Daisha.
__ADS_1
Daisha membacanya sambil tersenyum Dan tersipu malu. Namun disisi lain Barry sedang menatap ke arah Hanna dan tanpa sengaja Daisha pun menatap Barry. Hanna merasa tidak ada respon pada pesan yang diberikannya pada Daisha, Hanna pun menoleh kearah Daisha.
Dia pun merasa bingung pada perubahan mimik wajah sahabatnya. Sebelumnya wajah sahabatnya begitu bahagia, hmm... ada apalagi ini? Di saat Hanna Sedang memperhatikan wajah sahabatnya tiba-tiba saja Daisha kaget. Karna saat Daisha infinity melihat Hanna ternyata Hanna sudah terlebih dahulu memperhatikan Daisha.
Hmmm... Ada apa lagi Dai? Bukannya nanti mau ketemuan dengan Barry! ayo semangat kerjakan tugas Matematika.... ayo Dai ntar Bu Friska ngamuk loh. (Hehe... ini dia ya masa indah SMA kalo ngerjakan tugas Matematika pasti keroyokan biar cepat kelarπππ...ayoooo ngakuuuu siapa yang Cuma nyontek doankππ)
Hari ini adalah hari terakhir mereka latihan, karna hari rabu perlombaan akan dimulai. Setelah selesai latihan Hanna mendatangi Daisha. Ohya... Dai selepas pulang sekolah kamu jangan lupa ketemuan sama Barry. Tapi...Dai maaf ya akur tidak bisa temani kamu! aku sudah janji dengan Ibuku selesai latihan aku akan langsung pulang. Maaf kan aku ya Dai!
Hmm... Ok... Ok... tapi Kita keluar bareng ya dan antarkan aku sampai ke warung Bang Budi. Mereka pun berjalan kearah gerbang sekolah sambil ngobrol. Sesampainya didepan gerbang, Daisha meminta Hanna untuk menemani Daisha. Maaf Dai... masa Iya sih... kalian pacaran terus aku jadi obat nyamuk....heheh (ngomong - ngomong ada gak sih yang pernah jadi obat nyamuk teman pacaran...hehheππkagak usah Ya... gak enak tauππ π)
Daisha.... Ayo sana Barry uda nungguin kamu ...ayo buruan Dai! Hanna... aku takut ayo Han temani aku. Hanna tertawa terbahak-bahak...astaga Dai... apa yang kamu takutkan... biar kamu tahu ya...Barry Tidak akan culik kamu, secara kamu itu Kalau diculik pasti merugikan. Hahha... uda Sana Dai... aku mau pulang itu jemputan aku sudah datang. Ohya... Dai jangan lupa besok ceritakan ke aku ya! Byeee... bye.... sayang Kuuuu.... muaahhhh... muaahhhhh....
Daisha ngerjakan menuju ke warung bakso Bang Budi. Sesampainya diwarung bakso Dai mencari keberadaan Barry, ternyata benar Barry sudah menunggunya. Barr... maaf ya aku lama, tadi aku temani Hanna nunggu jemputannya. Iya gak apa-apa aku juga belum terlalu lama kok Dai.
Barry tersenyum... sambil menggaruk kepalanya yang sama selali tidak gatal. Tapi di saat Barry akan berbicara tiba-tiba bang budi pun datang.... Hallloooooo... cantiiikkkk dan gantenggg...kok tumben berdua... kemana Hanna. Iya... bang...kami lagi Ada urusan... jadi Hanna pulang duluan.
hmmm... pasti urusan hati ya.... Wkkwkw... oklah... lanjut dimakan baksonya Ntar keburu dingin, dan harganya jadi beda..wkwkwk. Ya ampuuunnnn... Bang... sadissss bener masa Iya makan panas-panas begini... Hihiπππ
Hening...
__ADS_1
Hening...
Hening...
Akhirnya mereka pun telah selesai makan. Dai... Kita bicara disini saja ya! Begini..Dai aku yakin kalau kamu sudah mendengar semuanya dari Hanna, tapi Jujur saja Dai... aku terkejut, karna ada yg menyukai diriku dari awal masuk kesekolah. Terima kasih sudah menyukai aku.
Detak jantung Daisha serasa akan lepas ketika Barry berkata terima kasih. Daisha sangat berharap Barry menerimanya, meski Daisha tahu jika Barry masih menyimpan rasa kepada Hanna. Di satu sisi Daisha sudah pasrah bila Barry menolaknya.
Daisha... bagaimana bila kita... hmm... hmm... jadian. Tapi... Daisha merasa tidak fokus dengan ucapan Barry lalu dia menjawab sambil menahan tangisan. Gak apa-apa Kok Bar... bila kita harus temanan aku siap kok, tapi kamu anggap apa yang terjadi hari ini gak pernah ada.
Barry kaget dengan jawaban Daisha. Disaat Daisha akan pergi Barry memegang tangan Daisha... kamu mau kemana, Jangan pergi dulu, biar aku jelaskan semuanya. Uda bar... aku gak apa-apa. Tapi Dai.. Sebenarnya aq suka sama kamu! Kamu mau jadi Pacar aku kan? (adeehhh... kesannya gak dapat pohon akar pun jadi yaππ )
Daisha tersenyum sambil menjawab iya Bar aku mau... tapi apakah kamu menjadikan aku pelampiasan? kenapa kamu bicara seperti itu Dai? Aku dan Hanna saat ini hanya berteman.
Karna Hanna dari awal hanya mengganggap aku teman tidak lebih.
Tapi... Bar... bolehkah aku minta satu permintaan! (aku akan kabulkan 3 permintaan ..eleeeh... apaan ini... berasa lagi ngobrol sama om jinππ π)
Begini Bar...selama kita jadian jangan sampai ada teman-teman yang tahu ya kalau...kita sudah jadian. Loh...kenapa Dai... apa kamu malu jadian sama aku? oooohhhhh.......
__ADS_1
ohhhh.....Ohhhhh....bukaannnn..... bukaannnnnn.. Hehehe.... aku tunggu Loh Ya.... jejak jari kalian yang indah dikolom komentar, vote kalian dan jugaβ€. Pokoknya... kumenunggu... ku menunggu
ku menunggu dukungan kalian... πππ