Ketika Harus Memilih

Ketika Harus Memilih
KHM2 part 2


__ADS_3

Happy reading... ❤


* * *


"AYAH....!!! "



Suara cempreng itu terdengar begitu nyaring di telinga, membuat semua orang yang sedang berada di dalam ruangan tersebut langsung menoleh ke arah dimana sumber suara itu berada.


Mereka sangat terkejut, begitupun dengan Kaisar. Ia melongo dengan mata yang membulat sempurna.


"Kalan.." ucap Kaisar saat ia mendapati bahwa jagoan kecilnya itu sedang berdiri dengan tatapan matanya yang sangat menakutkan. Bibirnya yang mungil mengerucut membuat dirinya semakin terlihat lucu dan menggemaskan. Begitupun dengan semua orang yang melihat akan merasa gemas di buatnya.


Yasika dan Bayu berada di belakang punggung sang anak, Yasika hanya diam dan tersenyum tipis, sedangkan Bayu ia hanya bisa mengedikan bahunya.


"Widiihh ... Bahaya nih, satpam lo datang Kai.." celetuk Adi dengan terkekeh geli.


Kaisar hanya melirik dan menarik sedikit ujung bibirnya ke atas.


"Hai ... Boy..!" sapa Kaisar seraya berdiri dari kursi tempatnya bekerja.


Kalan masih diam dengan sorot mata yang tajam.


"Kamu kok gak bilang-bilang kalau mau kesini?" tanya Kai lembut seraya menggendong anak itu ke dalam pangkuannya.


"Kenapa diam ja huh?" pertanyaan itu kembali Kai lontarkan.


Kalan masih membisu, bibirnya yang mungil semakin maju ke depan.


"Kalan..." suara yang terdengar begitu lembut itu mampu membuat pertahanan sang anak runtuh. Ia menoleh dan menatap wajah sang Bunda. Kalan tahu kesalahannya, dan ia mengerti dengan tatapan bundanya.


Yasika akan selalu menjadi kelemahan bagi kedua lelaki itu, kalau Yasika sudah marah maka kedua laki-laki itu hanya bisa menunduk, sama seperti yang sekarang sedang Kalan lakukan.


"Kalan ingat apa kata bunda?" Yasika berujar lembut.


Kalan mengangguk, mengerti dengan apa yang bundanya itu ucapkan. Bibir mungil yang sempat mengerucut kini berubah menjadi sebuah senyuman yang sangat menggemaskan.


Kalan menoleh menatap wajah sang ayah yang sedang menggendongnya.


"Aku sama bunda mau makan siang sama ayah." cicit bibir mungil itu.


Kaisar mengangguk dan tersenyum. "Baiklah, ayah akan makan siang sama kamu dan bunda." di jedanya kalimat itu. "Tapi __ Kalan tunggu sebentar ya, soalnya ayah masih kerja."


"Ayah kerjanya sama tante itu ya?" cicitnya kembali dengan melirik perempuan yang sedang menatap dan tersenyum ke arahnya.


"Kalan bener, ayah kerjanya sama tante ini." sungut Adi kembali bersuara.

__ADS_1


Kaisar memicik tajam pada sahabatnya itu.


"Diem gak.."


Adi hanya bisa tertawa dengan begitu lepasnya, merasa senang saat menggoda dua lelaki kembar yang berbeda usia itu.


Kaisar kembali menoleh menatap wajah anaknya dengan tersenyum. "Ya, ayah kerjanya sama tante Tiara. Memangnya kenapa.?"


"Aku gak suka, aku maunya ayah sama bunda ja."


Ya ampun... Anak ini benar-benar akan menjadi penguat untuk Kaisar dan juga Yasika.


"Kalan, ayah kan lagi kerja sayang. Ayah juga kerjanya gak berdua kok. Itu Kalan lihat, ada om Harry dan Om Adi juga kan?"


"Tapi om Adi baru datang kok, tadi ayah kerjanya berdua." celetuk Adi kembali sengaja ingin membuat suasana semakin memanas.


Kaisar menggeram menatap tajam sahabatnya itu.


"Mulut lo mau gue sumpal.?" katanya dengan sangat pelan.


Lagi-lagi Adi hanya bisa tertawa. "Wihh ... sabar bos."


Mata Kalan melirik, yang dikatakan oleh ayahnya itu memang benar adanya. Kaisar tidak berdua di dalam ruangan itu, melainkan ada dua orang laki-laki yang juga berada di ruangan yang sama dengannya dan juga Tiara rekan bisnisnya.


Mata Kalan kini tertuju pada perempuan cantik dengan bibir yang merah seperti buah cabai. Kalan tidak akan suka jika ada wanita lain yang dekat-dekat dengan sang ayah, ia akan marah jika bukan bundanya yang berada di samping sang ayah.


"Hai anak tampan.?" sapa lembut Tiara dengan tersenyum manis.


Kalan tidak menjawab ia hanya menatap wajah perempuan itu.


"Kamu anak yang manis dan juga pintar, kenalin nama tante Tiara, nama kamu siapa?"


"Kalandra, tante.. "


"Nama yang bagus sama seperti orangnya." dengan tersenyum manis Tiara berujar.


"Tante teman kerjanya ayah?" bibir mungil itu kembali bersuara.


Tiara mengangguk. "Ya.. "


Kalan terdiam, matanya terus menatap wajah perempuan yang terlihat sangat menor itu. Pandangan matanya kini beralih menatap wajah cantik bundanya, Kalan menatap keduanya secara bergantian, ada perbedaan yang sangat jauh di antara kedua wanita itu. Di mata Kalan bundanya akan tetap menjadi wanita yang paling cantik.


"Bunda gak marah?" cicitnya kembali.


Ya Tuhan ... Yasika tersenyum, anak laki-lakinya itu sungguh sangat tampan dan menggemaskan. Yasika tidak bisa menahan diri untuk tidak mengecupnya.


"Kenapa bunda harus marah.?"

__ADS_1


"Karena ayah kerjanya sama sama tante Tiara."


Yasika terkekeh kecil melihat betapa lucunya anak semata wayangnya itu.


"Bunda gak marah kok, karena bunda tau kalau ayah itu sayangnya cuma sama bunda."


Kalan tersenyum senang, sorot matanya berbinar.


"Bunda tenang ja, aku akan marahin ayah kalau ayah jahat sama bunda." bibir mungil itu dengan lantang mengatakannya.


Yasika kembali terkekeh, sedangkan Kaisar ia hanya menggeleng pelan.


"Tuh ... Dengerin anaknya ngomong apa? jadi ayah jangan macam-macam ya?" dengan nada meledek Yasika berbisik.


Kaisar menoleh dan hanya tersenyum.


"Aku akan macam-macam sama kamu jika sedang di ranjang." balasannya tak mau kalah.


Yasika terkejut dan wajahnya bersemu merah. "Jangan aneh deh.."


Kaisar hanya bisa tersenyum saat ia melihat wajah istrinya yang sangat menggemaskan itu.


"Ya udah, Kalan sama bunda duduk dulu disitu sebentar ya?" titah Kai pada anak laki-lakinya itu.


Kepala kecil itu mengangguk. "Oke."


Kalan dan Yasika duduk di sofa yang terdapat di dalam ruangan itu, sementara Kaisar ia kembali lagi ke meja tempatnya bekerja.


"Bahaya lo Kai..." Adi berujar kembali.


"Maksud lo?"


"Itu si bocil." ucap Adi dengan terkekeh geli.


"Sialan..."


"Eh Kai ... Ngomong-ngomong bini lo makin cantik ya? apalagi lihat bodinya." Adi melirik sekilas pada Yasika yang sedang bermain dengan sang anak. "Makin seksi." ujarnya kembali.


"Kampret." ucap Kaisar dengan menatap tajam sahabatnya itu.


"Beruntung banget ya? gimana mau berpaling coba, istrinya aja cantiknya kebangetan." Tiara berujar seraya tersenyum tipis.


Kaisar hanya tersenyum, matanya melirik ke arah dimana dua orang yang sangat berharga dalam hidupnya itu sedang asik tertawa dan bercanda. Beruntung bagi Kaisar karena dirinya mempunyai dua malaikat dalam hidupnya, ia akan menjaga, melindungi dan melakukan apa saja untuk kedua orang itu.


Aku orang yang sangat bahagia karena memiliki kalian dalam hidupku.


Aku juga sangat beruntung bisa menjadi suami dan juga ayah untuk malaikat seperti kalian.

__ADS_1


* * *


__ADS_2