
Ia tidak tau apa yang harus ia lakukan saat ini,ia berdo'a didalam hati semoga ada keajaiban yang menghampirinya.
selang beberapa detik dua orang laki- laki datang menghampirinya.Nayla beranjak pergi meninggalkan Ayu,sambil memberi isyarat pada dua anak buahnya untuk menghabisi Ayu.
"kalian beri dia pelajaran,terserah mau kalian apakan yang penting dia lenyap dari hadapanku" Nayla memberi perintah.
mendengar perintah majikannya kedua pria itu tersenyum bahagia,
"Baik Bu..."kedua pria serentak menjawab.
"Hai wanita cantik,"sapa seorang pria tegap berwajah sangar.
"akhirnya aku bisa mendapatkan apa yang selama ini kucari." sambil menyentuh wajah Ayu pria itu menyeringai bahagia.
Ayu berusaha mengelak,namun gerakan tangan pria itu terlalu cepat.
dengan paksa ia menarik wajah Ayu mendekati ke wajahnya, seakan-akan ia ingin menyatukan bibirnya dengan bibir Ayu,Ayu tersentak dengan gerakan kilat ia menendang ke***an sang pria tegap,pria itu meringis,sambil menunduk ia memegang ke***nnya.
sementara itu Ayu berusaha melepaskan diri untuk berlari menjauh dari kedua pria bejat itu.
namun sayang saat ia terlepas dari pria tegap iadihalangi oleh pria berkumis tebal.ia tertangkap,Ayu meronta berusaha melepaskan diri tapi kekuatan tangan pria berkumis lebih besar.
"lepaskan aku...!!!?"serunya sambil menangis
"kalian tidak bisa memperlakukan aku seperti ini,,!!!"Ayu histeris.
"hai nona,diam atau akan aku buat kau lebih menikmati...." seru pria berkumis sambil tertawa.
sementara pria tegap mendatanginya kembali,kali ini ia menarik rambut pendek Ayu,
"dengar wanita ja*****Ng,jangan sok jual mahal,untuk apa kau suka dengan laki-laki suami orang,tapi harus menolak laki-laki singel yang ada di hadapanmu hahhh."
pria tegap berkata sambil menggeram.ia merasa marah karena kema*****nnya ditendang oleh Ayu.
sambil menarik rambut Ayu,ia merobek baju bagian bahu kanannya,Ayu berusaha menghindar tapi tak ayal bajunya tetap robek juga.
Ayu ketakutan,ia mencari cara bagaimana caranya ia bisa terlepas.
tarik menarik tubuh Ayu terjadi,tapi Ayu kalah, tiba-tiba ia sudah berada dalam dekapan sang pria sangar.dengan paksa ia merobek seluruh bagian atas baju Ayu,terlihat di buah belahan dadanya menonjol kedepan,pria wajah sangar menelan air liurnya,dengan kuat ia mendorong Ayu kesebuah dipan yang ada dibelakangnya.Ayu jatuh terlentang,sementara si wajah sangar sudah berada tepat diatasnya.Dengan suara yang tersekat Ayu berteriak minta tolong,
"tolong lepaskan saya,"teriaknya
"saya akan memberikan kamu 5 x lipat dari pembayaran yang kamu terima"Ayu memohon
namun hasrat yang sudah menggebu dari pria sangar itu tidak menghentikan aktifitasnya untuk terus meraba seluruh bagian tubuh Ayu.
Ayu terus meronta berusaha melepaskan diri,,
__ADS_1
"Bammm..."
tiba -tiba suara pintu terdengar runtuh dengan keras.
Terlihat Burhan ,Reno dan Dinda datang bersamaan ,Burhan menarik tubuh pria sangar dengan sekuat tenaga lalu melayangkan tinjunya kewajah pria sangar,
sementara Reno menangani pria berkumis yang sedari tadi memperhatikan gelagat temannya.
Ayu bergegas lari menuju Dinda,dengan sigap Dinda memeluknya dan memberikan jaketnya pada Ayu..
Ayu menangis histeris,
"Sudah Yu,kamu sudah aman,ada kami disini"Dinda memberi support pada temannya itu.
"Ayu masih tetap menangis,ia terduduk sambil memegang kedua lututnya.
Burhan dan Reno telah berhasil melumpuhkan dua orang pria yang telah mengganggu Ayu.
dengan mengikat kedua tangan penjahat Burhan dan Reno merasa lega.
Mereka berdua mendekati Ayu,lalu membopongnya duduk diatas dipan.Ayu mgelak untuk disentuh,ia merasa ketakutan.
Dinda yang melihat itu memberi isyarat kepada dua orang laki-laki itu agar menjauh.
mungkin Ayu masih trauma dengan kejadian yang baru saja dialaminya.
Ayu menurut sambil memeluk tubuhnya sendiri ia bangkit.
...****************...
sehari setelah kejadian itu Ayu hanya berdiam diri dikamar.
ia trauma dan tidak ingin berjumpa dengan siapapun.ia merasa jijik dengan dirinya sendiri.setiap saat ia menangisi dirinya,mengutuk takdirnya.
Dinda tidak tega melihat sahabatnya itu terus tersiksa.sementara itu ibu dan anaknya masih dalam perjalanan menuju kediaman mereka.
dipeluknya erat sahabatnya hingga tak terasa ia juga meneteskan air mata,tak kuasa menahan gejolak yang ada dihatinya.
selama ini ia mengenal Ayu sebagai sosok yang ceria,penuh semangat.namun hanya karena seorang laki-laki ia menjadi tidak menentu dan karena perbuatan orang-orang yang tidak bertanggung jawab jiwanya menjadi terguncang.
"tok-tok-tok "sebuah suara ketukan membuyarkan lamunan Dinda.ia memang sengaja menempatkan Ayu disebuah kamar yang berada di bawah,agar memudahkan Ayu untuk beristirahat.
setelah membuka pintu dengan langkah tergopoh-gopoh ibu Ayu menyusup masuk,
"maaf nak Dinda,bagaimana keadaan Ayu?apakah ia baik-baik saja?dimana dia sekarang? bertubi-tubi pertanyaan yang dilontarkan ibu Ayu kepada Dinda,sementara Dinda diam seribu bahasa,tak sanggup rasanya menjelaskan keadaan Ayu yang sebenarnya.
"mari Bu,saya antar kekamarnya,Dinda akhirnya tersadar.
__ADS_1
dengan langkah yang hampir bersamaan mereka menuju kamar tempat Ayu beristirahat,
melihat keadaan Ayu ibunya langsung memeluknya dengan airmata yang tiada henti.
"tenang nak hari ini kamu akan baik-baik saja,ibu bersamamu"
ibu Ayu berusaha menghiburnya.sebenarnya tak sanggup ia melihat keadaan anaknya seperti itu,tapi ia bertekad dalam hati untuk tetap kuat agar anaknya juga kuat.
Ayu hanya menerawang,air mata yang tiada henti mengalir deras begitu saja dari kedua belah matanya.
Seorang dokter tiba-tiba masuk kekamar,ia melihat kedua ibu dan anak itu saling berpelukan,tak terasa buliran bening juga menetes dari dua bola matanya.cepat -cepat ia menghapusnya.
"Dinda,tolong bawa Ayu keatas tempat tidur,biar kita periksa lebih lanjut,"sang dokter berbicara
""baik dok,"Dinda menjawab dengan cepat.
"mari Bu,kita periksa dulu keadaan Ayu",Dinda mengangkat ibu dan anak itu,,
ibu Ayu melepaskan dekapannya.
setelah melakukan pemeriksaan secara seksama dokter menghela napas panjang lalu ia keluar dari kamar diiringi oleh Dinda dibelakangnya.
"bagaimana keadaan sahabat saya dokter?apakah ia bisa disembuhkan?"
"keadaannya sebenarnya buruk,ia mengalami trauma berat atas peristiwa yang dihadapinya"
"saran saya jauhkan ia dari hal-hal yang membuat ia trauma,karena jika tidak mungkin ia akan mengalami gangguan jiwa".
"apakah ia bisa disembuhkan dok?bagaimana sebaiknya perawatan yang harus kami lakukan dok?" Berbagai pertanyaan begitu saja meluncur dari bibir Dinda,ia begitu khawatir.
"hari ini saya beri resep untuknya,mengurangi rasa nyeri akibat luka yang di alaminya,sekaligus saya kasi resep penenang agar ia bisa istirahat dengan baik"
"jangan lupa berikan obat ini secara rutin agar ia cepat pulih," dokter menjelaskan.
Dinda menerima resep sambil mengangguk paham.
"baik dokter,"
sambil mengantar keluar pintu Dinda mengucapkan terima kasih.Dokter hanya tersenyum
"jika ada perkembangan lain tolong hubungi saya ya,,"pinta sang dokter sambil melangkah pergi.
Dinda hanya mengangguk.
lalu ia bergegas pamit pada ibu Ayu untuk menebus resep obat yang telah diberikan dokter padanya.ia ingin agar sahabatnya itu cepat pulih,sakit rasa jantungnya jika mengingat akan nasib sahabat karibnya itu.
sekian lama mereka bersahabat rasanya separo dari jiwanya juga ikut sakit melihat temannya itu menderita.
__ADS_1