Ketika Harus Memilih

Ketika Harus Memilih
69. Calon mertua


__ADS_3

Aku balik lagi...


Semoga kalian suka ya??


Aku mohon dukungannya dari kalian semua dengan tinggalkan like, komen, share ke teman yang lain, dan vote buat aku.


Semua itu akan berharga banget buat aku..!!!


Oke kita lanjut ya..??


Happy reading semuanya... ❤


* * *


"Sudah jagan menangis seperti ini, " Kaisar masih dengan setianya memeluk dan mengelus rambutnya Yasika.


"Kenapa kamu berada di klub itu huh? "


Yasika mendongakkan wajahnya, ia menatap Kaisar. "Aku datang karena temanku yang mengundangku. "


"Teman siapa, laki-laki? "


"Bukan, dia teman kuliahku namanya Tania. " Jawab Yasika cepat.


"Kak, "


"Hmm.. "


"Kenapa kamu mendiamkan-ku waktu di kantor, kamu marah sama aku?"


Kaisar terdiam sejenak, "Ya ... Aku marah padamu, aku gak suka dengar kata-kata kamu waktu itu?"


"Maafkan aku, aku cuma merasa cemburu waktu itu, aku takut kamu kembali lagi padanya.? " Dengan mengeratkan pelukannya Yasika berkata demikian.


Kaisar menyunggingkan sebuah senyuman di bibirnya, "Aku gak mau melihat kamu ada di klub lagi, aku gak mau kamu jadi pusat perhatian dan rebutan semua orang disana."


"Aku juga gak mau, dan aku takut terjadi hal seperti tadi lagi. " Timpal Yasika.


Mereka kembali saling memeluk, mereka saling merindukan satu sama lain. Baik Kaisar atau Yasika saat ini mereka sangat nyaman berada dalam dekapan masing-masing.


Kaisar mengurai pelukannya, ia menatap wajah cantik Yasika. Ia tersenyum penuh arti, membuat Yasika tersipu malu.


"Kenapa kamu lihatin aku seperti itu? "


Kaisar tersenyum miring, "Aku baru tau, kamu itu ternyata ganas juga ya? "


"Aku ganas juga karena kamu Kak? " Dengan menyunggingkan sebuah senyuman di bibirnya.

__ADS_1


"Benarkah? "


"Hmm."


"Aku mencintaimu, sangat mencintaimu. "


"Aku juga, aku juga sangat mencintaimu Kak, "


Kaisar terus menatap Yasika, menikmati keindahan yang Tuhan ciptakan dalam keadaan sempurna seperti ini. "Kamu cantik banget. "


"Masa? " Dahi Yasika mengernyit.


Kaisar menganggukkan kepalanya, ia menyelipkan rambut Yasika pada balik telinganya. "Sangat cantik. "


Yasika tersenyum dengan begitu manisnya, ia menggigit bibir bawahnya.


"Aku udah bilang berapa kali, jangan di gigit bibirnya? "


"Kenapa?"


"Kamu lupa, aku suka gak tahan kalau lihat kamu terus menggigit bibir kayak gitu. " Ujar Kaisar dengan mengusap bibir bawahnya Yasika. "Boleh?" Tanya Kaisar.


Yasika mengernyit heran, "Boleh apa? "


Kaisar mengusap pipinya lembut, ia menyingkirkan rambut yang menghalangi wajah cantiknya. Lalu Kaisar mencium pipinya pelan, dan hanya sekali ia mengecup pipinya itu, karena kini Kaisar beralih mulai mencium lehernya Yasika, ia sedikit menggigit kecil disana. Yasika menarik nafasnya, ia memegang erat pinggangnya saat Kaisar mulai bermain di area lehernya itu.


Kaisar begitu mesra dan lembut saat mencium bibir Yasika, Kaisar menekan punggungnya hingga tidak ada jarak lagi antara mereka berdua. Yasika butuh menghirup udara sangat banyak, karena Kaisar menciumnya dengan sangat lama. Mereka masih bermain dengan lidah saling membelit, dan bunyi decapan bibir keduanya-pun terdengar dengan sangat jelas karena mereka begitu menikmati ciuman itu.


"Kak, " Yasika yang pertama kali menarik dirinya, nafasnya terengah. Mata mereka masih terpejam dengan dahi saling menempel. Hembusan nafas Kaisar menerpa wajah Yasika, karena mereka sangat dekat sekali.


Kaisar menarik nafas dalam. "Besok .... " Kai menjeda kalimatnya, "Kita akan pergi kerumah kedua orangtuamu, aku akan melamarmu dan menikahimu secepatnya."


Kaisar kembali mencium bibir Yasika, entah sampai kapan mereka akan bergelut dengan *******. Seolah keduanya tidak ingin menghentikan ini semua.


* * *


"Kak, ayo bangun? Katanya kita mau pergi sekarang, nanti keburu siang? "


Kaisar menggeliatkan tubuhnya, ia masih memejamkan matanya. Rasanya sangat sulit sekali untuk dirinya membuka mata itu, bagaimana tidak Kaisar semalaman tidak bisa tidur dengan nyenyak karena ia merasa tersiksa saat ada seorang wanita yang tidur di sampingnya, sebagai seorang laki-laki normal Kaisar sangat risih, ia begitu tersiksa saat gairahnya naik, Kaisar harus bisa bertarung dengan hawa nafsunya.


"Kak." Lagi-lagi Yasika memanggil namanya.


Kaisar masih terpejam ia tidak mau membuka matanya, Yasika menatap wajahnya dengan begitu dekat, ia memperhatikan setiap lekuk wajah tampannya itu. Yasika tidak ingin mengganggu tidur Kaisar yang masih pulas, lalu Yasika membiarkan Kaisar untuk tertidur. Namun saat hendak beranjak dari posisinya Yasika terkejut begitu tangannya di tarik keras.


"Kak, "


"Udah puas liatin wajahku.? " Ucap Kaisar dengan mata yang sedikit terbuka.

__ADS_1


Yasika gugup, "Aku kira kamu masih tidur. "


Kaisar terbangun dengan posisi badannya yang tengkurap, ia tersenyum saat melihat Yasika gugup seperti itu.



"Kamu kenapa selalu bikin aku gemas kayak gini sih? " Dengan menarik tangan Yasika kembali, sehingga membuat Yasika terjatuh di atas kasur itu.


Kaisar menarik tubuh gadis itu, sehingga kini Yasika berada dalam pelukannya. Kaisar memeluknya dari belakang, ia menyerukan wajahnya di pertengahan lehernya. Kaisar menghisap dan menggigit kecil disana hingga timbul sedikit warna kemerahan.


"Kak, " lirihnya.


Kaisar masih saja aktip dengan sentuhan yang ia berikan untuk Yasika.


"Kamu membuatku tidak bisa tidur semalaman. " Bisiknya tepat di telinga Yasika. "Kamu begitu nakal saat tertidur. " Dengan mengecup telinganya itu.


"Ah.... " Yasika mendesah saat tangan Kaisar mulai mengelus lembut pahanya yang terumbar itu.


"Kak, "


"Hmm... "


"Jangan gini, " Pinta Yasika dengan lirihnya.


Kaisar segera menghentikan aksinya itu, ia tersenyum simpul kemudian ia melepaskan pelukannya. Kaisar segera beranjak dari tidurnya, dengan segera ia turun dari ranjang itu.


"Baiklah aku akan mandi dulu, setelah itu kita bersiap-siap untuk pergi menemui calon mertuaku..! " Ucap Kaisar seraya masuk ke dalam kamar mandi.


Yasika tersenyum bahagia, akhirnya impiannya selama ini terjadi juga. Yasika akan datang menemui orang tuanya dan membawa kekasihnya untuk di kenalkan kepada mereka berdua.


* * *


Setelah menempuh perjalanan hampir dua jam lebih antara Jakarta menuju Bandung, akhirnya Kaisar dan Yasika tiba di rumahnya dan calon mertua bagi Kaisar.


Kedatangan mereka di sambut baik oleh kedua orang tuanya Yasika, mereka sudah mengetahui jika putrinya itu akan pulang kerumah membawa seseorang yang akan ia kenalkan pada orang tuanya itu.


"Pa... Ma... " Teriak Yasika seraya berhambur memeluk tubuh mereka berdua.


"Sayang ... Mama kangen banget sama kamu, kamu apa kabar Nak.? "


"Aku baik Ma... Aku juga kangen banget sama kalian berdua.. " Ucap Yasika yang masih memeluk erat tubuh Mama-nya itu.


"Sudah jangan manja gini, apa kamu gak malu sama pacar kamu itu, ayo kita masuk dulu? kasian dia pasti capek, kamu juga capek kan? "


Yasika tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


* * *

__ADS_1


__ADS_2