Ketika Harus Memilih

Ketika Harus Memilih
71. Kota kembang


__ADS_3

Hallo semua gimana masih pada suka gak sih sama ceritanya??


Aku mau kalian masih setia baca dan dukung aku ya??


Jangan lupa tinggalkan like, komen dan vote buat aku...!!!


Oke kalau begitu happy reading buat semua... !!!


* * *


Suara yang terdengar begitu nyaring itu langsung membuat mereka terperanjat karena kaget, mereka langsung melepaskan pelukannya itu. Dan dengan segera mereka berdua menoleh tepat dimana saat ini orang itu sedang berdiri dan menatap tajam pada mereka berdua.


"Mama ... "


"Tante ... !!! "


Teriak keduanya secara bersamaan, mereka berdua menjadi salah tingkah dan sangat malu. Baik Yasika atau Kaisar mereka sama-sama merasa kikuk, Yasika menyengir kaku pada mamanya itu, sedangkan Kaisar ia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali.


"Kalian ini, untung mama yang datang. Gimana kalo Papa kamu yang lihat? pasti dia bakalan suruh kalian menikah hari ini juga. "


Yasika tersenyum tipis, "Maaf ma, kami tidak melakukan apa-apa kok, "


"Tidak melakukan apa-apa bagaimana? Kalian sudah seperti suami istri saja. " Timpal mama Yessi.


Yasika menekuk wajahnya, sedangkan Kaisar ia hanya tersenyum tipis dan menggelengkan kepalanya pelan.


"Tunggu sampai kalian resmi dulu, baru setelah itu kalian bebas mau melakukan apa saja. Mama dan Papa juga sudah tidak sabar pengen segera nimbang cucu.. " Dengan terkekeh dan mata yang berbinar mama Yessi mengatakan itu.


Kaisar kembali tersenyum, "Tenang ja Tan ... Nanti kita akan buat cucu yang banyak buat Tante dan juga Om.."


Yasika melongo, ia menatap Kaisar dan mencubit kecil pinggangnya.


"Aww ... " Kaisar meringis.


Mama Yessi hanya tersenyum tipis dan ia menggelengkan kepalanya pelan, dirinya tidak mengira jika putrinya itu sudah benar-benar tumbuh menjadi anak yang dewasa bahkan dalam waktu yang sebentar lagi dirinya akan menjadi milik orang lain.


"Baiklah ... Tante tunggu janji kamu itu, kalian harus berikan kami cucu yang banyak.! "

__ADS_1


"Ma ... " Ucap Yasika dengan sedikit malu.


"Kenapa malu seperti itu sih sayang, memang benarkan nanti kita akan buat cucu untuk mereka..? "


"Kak, " Dengan melotot Yasika mengatakan itu. "Sudah kamu jangan bicara lagi. "


Kaisar hanya terkekeh, ia melihat wajah yang sangat menggemaskan itu lagi. Kalau saja saat ini calon ibu mertuanya itu tidak ada di hadapan mereka berdua, mungkin saja Kaisar sudah memeluk dan mencium gadis yang kini sedang merona menahan malu.


"Sudah ... sudah, sampai kapan kalian akan terus seperti ini? mama seperti obat nyamuk saja disini, ayo buruan turun, kita makan malam dulu? kasian Papa kamu mungkin sudah menunggu lama.? " Ucap mama Yessi seraya berjalan keluar dari kamar itu.


"Ayo buruan?? jangan macam-macam lagi kalian?? ". Teriak mama Yessi kembali.


Setelah semuanya berkumpul mereka menikmati jamuan makan malam yang di sediakan oleh mama Yessi dan asisten rumah tangganya itu. Tidak ada suara kala itu, mereka begitu menikmati semuanya.


" Bagaimana nak Kaisar, apa kamu suka makanannya? " Suara papa Bagas yang memecah keheningan itu.


"Saya sangat suka Om ... makanannya sangat enak. "


"Ini semua yang masak istri saya lo, dia itu pintar masak. Tapi sayangnya putri saya itu kurang pandai memasak, dia bisanya cuma masak mie instan doang.. " Dengan kekehan kecil papa Bagas terus bicara.


"Pa ... Aku bisa masak kok. " Bantah Yasika cepat.


"Pa ... Sudah jangan bicara lagi, kasian tuh anak kita, jadi jelek gitu gara-gara mukanya cemberut. " Saut mama Yessi dengan senyuman kecil di wajah nya.


"O ... Ya Om, mungkin lusa kita akan kembali ke Jakarta. Maafkan saya tidak bisa lama-lama disini, karena saya harus kembali bekerja. Apa Om dan Tante mau ikut kita sekalian? " Tanya Kaisar dengan sangat lembut.


Papa Bagas dan Mama Yessi saling menatap satu sama lain, mereka berdua tersenyum.


"Nak, kami tidak akan ikut kalian. Kami mau menunggu dulu kedatangan kamu dan keluargamu, baru setelah itu giliran kami nanti yang berkunjung. "


"Baiklah kalau begitu. " Sambil tersenyum dan menganggukkan kepalanya pelan.


"Apa sebelumnya kamu pernah datang dan jalan-jalan di kota kembang ini nak.? " Tanya mama Yessi dengan wajah penasaran.


"Dulu, tapi hanya sekedar urusan pekerjaan saya pernah ke Bandung, untuk selebihnya saya belum pernah lagi melihat bagaimana kota ini. "


"Kalau begitu kalian besok pergi jalan-jalan dulu sebelum kembali ke Jakarta. Disini juga tidak kalah bagus, banyak tempat yang menarik dan indah yang harus kamu kunjungi. Dan asal kamu tau, di kota ini perempuannya cantik-cantik loh..!! " Sewot mama Wina kembali sambil terkekeh kecil.

__ADS_1


Kaisar menyunggingkan sebuah senyuman, ia menatap wajah yang dimana saat ini juga tengah menatap balik dirinya. "Boleh juga tu Tan, aku jadi penasaran ingin melihat para perempuan yang katanya sangat cantik disini. "


"Kak...!!! "


Yasika melotot sempurna dengan memasang wajah yang cemburu, dan gelak tawapun tidak bisa di hindari. Mereka tertawa bersama, saat melihat bagaimana sekarang wajah kekasih dan putri mereka itu dengan tampang yang menurut mereka sangat menggemaskan.


* * *


"Apa kamu suka Kak.? "


"Hmm ... " Ada jeda dalam kalimatnya. "Tapi aku lebih suka saat lagi berdua kayak gini dengan kamu. " Bisiknya lembut di telinga perempuan yang sedang ia peluk dari belakang.


Yasika tersenyum, "Kamu ini? "


Kaisar kembali mengeratkan pelukannya, mereka berdua menikmati pemandangan alam yang sangat indah dan sejuk yang berada di kota kembang itu. Mereka akan menghabiskan waktu seharian ini untuk berkeliling dan jalan-jalan di kota Bandung, sebelum besok mereka kembali pulang ke Jakarta.


"Kak, "


Panggil Yasika saat Kaisar masih saja tiduran di sebuah rumput.



"Sampai kapan kita akan disini? ayo buruan kita cari tempat yang lain? "


Kaisar memiringkan badannya, ia menatap Yasika dan tersenyum. "Baiklah, ayo sekarang aku ingin melihat perempuan yang kata mama kamu itu sangat cantik, apa mereka juga seksi? " Tanya Kaisar dengan mengedipkan sebelah matanya.


"Gak." Sergah Yasika cepat dengan tatapan kesalnya.


Kaisar mendekat dan memeluk tubuh Yasika kembali, "Kamu itu wanita satu-satunya paling cantik di hati dan mata aku. Aku gak akan tertarik lagi sama siapapun, sekaligus banyak wanita yang lebih cantik dari kamu. "


"Kamu gak usah bilang, aku tau, aku memang cantik kok.. " Dengan sangat menggemaskan Yasika berbicara seperti itu.


"Kamu minta aku cium ya? "


Yasika menoleh dan menatap Kaisar, "Boleh."


"Gadis nakal. "

__ADS_1


Tidak butuh waktu lama untuk mereka berdua menyatukan bibir itu, mereka berciuman di tengah-tengah keindahan dan kesejukan alam yang mereka rasakan. Entah sampai berapa lama mereka akan menghabiskan waktu hanya untuk saling menikmati ciuman itu.


* * *


__ADS_2