Ketika Harus Memilih

Ketika Harus Memilih
70.Bandung


__ADS_3

Gimana??


Semoga kalian suka dan gak bosen ya??


Dukung aku terus dengan memberikan aku like, komen, vote. Dan jangan lupa juga jadikan cerita ini sebagai cerita favorit nya kalian..


Oke kalau begitu kita lanjut cerita Kaisar dan Yasika nya ya... ??


Happy reading semua... 😘


* * *


"Pa ... Ma, kenalin ini Kaisar. "


Kaisar tersenyum, "Hallo Om ... Tante. " Sapanya hangat seraya menjulurkan tangannya untuk bersalaman dan mencium tangan keduanya secara bergantian.


Kedua orang tua Yasika tersenyum bahagia, mereka tidak pernah membayangkan jika putrinya itu akan mengenalkan laki-laki kepada mereka sebagai pacar sekaligus calon suaminya.


Mereka sangat terbuka pada Kaisar, dan mereka sangat menyukai sosok Kaisar, selain memiliki wajah tampan, Kaisar juga orang yang baik, ramah dan santun dalam berbicara.


Mereka juga sudah mengetahui asal dan seluk-beluknya Kaisar dan keluarganya, karena Yasika yang menceritakan dan memberitahu semuanya kepada mereka.


"Baiklah, nak Kaisar sekarang kamu sudah bisa melihat dan mengetahui bagaimana keadaan kami disini. Kami hanya orang biasa, dan dia adalah putri satu-satunya yang kami miliki. " Dengan nada yang sangat merendah Papa Bagas bicara kepada Kaisar.


Padahal kalau di lihat-lihat keluarga Yasika tidak jauh berbeda dengan keluarganya Kaisar.


Kedua orang tua Yasika membuka beberapa usahanya di bidang kuliner, bahkan di setiap sudut kota itu usahanya telah berkembang pesat. Hanya saja kalau dari segi kekayaan dan materi mungkin keluarga Kaisar lebih dari keluarganya Yasika.


Rumah yang bergaya klasik modern dan bernuansa serba putih itu menjadi sangat nyaman bila kita berada di dalamnya, apalagi dengan halaman rumah yang sangat luas serta di tumbuhi beberapa pohon cukup besar di pekarangan dan di halaman belakang rumahnya, membuat semua itu semakin sejuk dan asri.


Bagas Sanjaya dan Yessi Anita adalah nama kedua orang tuanya Yasika. Mereka tinggal di rumah ini hanya berdua, mereka di temani oleh asisten rumah tangganya saja. Dan mereka hanya memiliki satu anak perempuan yang sangat cantik, siapa lagi kalau bukan Yasika.

__ADS_1


Yasika adalah anak semata wayangnya, ia anak yang mereka cintai dan selalu di manja oleh keduanya, hingga ia tumbuh menjadi dewasa. Tetapi Yasika menjadi anak yang mandiri dan hidup dengan sederhana, ia tidak ingin merepotkan kedua orang tuanya.


"Om dan tante, sebelumnya maafkan saya, karena saya baru bisa menemui kalian hari ini. Saya hanya ingin meminta Om dan Tante untuk merestui hubungan kami berdua, jika Om dan Tante berkenan saya akan melamar dan menikahi Yasika secepatnya. " Ucap Kaisar to the point seraya memberikan senyuman di bibirnya.


"Apa kamu serius dan mencintai putri saya? " Tanya Papa Bagas.


Kaisar tersenyum kembali dan menganggukkan kepalanya, "Saya serius, dan saya sangat mencintai putri Om.. "


Papa Bagas, Mama Yessi dan Yasika tersenyum bahagia. Karena mereka melihat keseriusan dari diri Kaisar.


"Tante cuma mohon nak, tolong jaga dia dan cintai dia dengan sepenuh hati ya? karena bagi Tante dan Om, Yasika adalah segalanya." Tutur mama Yessi dengan sangat lirih.


"Tante dan Om tidak usah khawatir, dengan senang hati saya akan selalu mencintai dan menjaganya selalu, karena bagi saya putri Om dan Tante itu segalanya juga buat saya. "


Yasika tersenyum, ia tersipu malu dan kini wajahnya sudah memerah seperti kepiting rebus, saat Kaisar mengatakan itu kepada kedua orang tuanya.


"Dan asal kamu tau juga nak, kelihatannya saja putri Om ini pendiam, padahal dia ini sangat manja dan cerewet,. " Dengan tertawa meledek papa Bagas mengatakan itu.


"Ya nak, hati-hati dia juga galak kalau sudah marah..! " Timpal mama Yessi dengan cekikikan.


Kaisar tersenyum, "Saya sudah tau, ternyata putri Om dan Tante itu selalu membuat saya gemas.. " dengan mengedipkan sebelah matanya pada Yasika.


Yasika melotot sempurna, ia tidak habis pikir dengan tingkah dan kata-katanya Kaisar baru saja.


"Baiklah, Om dan Tante akan merestui kalian berdua. Jadi kapan rencana kamu akan melamar putri saya? "


"Secepatnya, saya dan keluarga akan datang untuk melamar Yasika. Mungkin kalau tidak ada halangan saya akan meresmikannya minggu depan, dan untuk menikah saya juga tidak mau menunda lagi. Saya ingin bulan depan kita menikah. " Ucap Kaisar dengan sangat serius.


Akhirnya mereka menyepakati bersama keputusan yang di buat oleh Kaisar, mereka tersenyum bahagia. Bagaimanapun mereka semua menginginkan yang terbaik, apapun hasilnya. Kedua orang tua Yasika menginginkan yang terbaik untuk putrinya itu. Mereka percaya sepenuhnya pada sosok laki-laki yang kini berada di tengah-tengah mereka, mereka juga percaya kalau Kaisar adalah laki-laki yang bertanggung jawab. Mereka yakin kalau putrinya itu tidak salah dalam memilih pasangan hidup.


"Sayang, ayo panggil calon suamimu itu? kita makan malam dulu?" Ucap mama Yessi seraya berjalan ke arah dapur.

__ADS_1


"Baik Ma... "


Yasika segera naik ke kamar atas, dimana Kaisar saat ini sedang beristirahat di kamarnya. Kaisar tidak ingin tidur di kamar tamu, ia lebih memilih tidur di kamarnya Yasika.


Kaisar merasa nyaman saat ia masuk ke dalam kamar yang bernuansa serba putih itu. Ternyata gadis cantik itu sangat menyukai warna yang katanya lambang kesucian, maka tidak heran di kamarnya-pun semua serba putih.


Kaisar melihat setiap sudut ruangan kamar itu, ia juga melihat banyak poto-poto yang terpajang disana. Kaisar tersenyum ketika melihat salah satu poto Yasika waktu kecil, pantas saja sekarang cantik ternyata waktu kecilpun ia begitu cantik dan menggemaskan.


Kaisar merebahkan tubuhnya, ia merasa sangat lelah, ia mengambil salah satu boneka milik Yasika yang berada di samping tempat tidurnya. Tanpa terasa ia-pun segera memejamkan matanya.


Yasika sudah berada di samping Kaisar saat ini, ia memperhatikan Kaisar yang sedang terlelap tidur. Yasika jadi tidak tega untuk membangunkannya. Tetapi ia mengingat kembali kalau memang dirinya dan Kaisar belum makan bahkan sejak mereka berangkat dari Jakarta menuju Bandung.



"Kak." Suara Yasika dengan sangat lembut memanggil namanya. "Bangun, ayo kita makan malam dulu? "


"Kak." Lagi-lagi Yasika membangunkannya.


"Hmm.. " Suara itu berhasil keluar dari bibir Kaisar dengan mata masih terpejam.


"Kita makan dulu, Mama sudah nyiapin semuanya loh.! "


Kaisar sedikit membuka matanya, ia tersenyum melihat wajah Yasika yang sangat dekat dengannya. Tanpa aba-aba Kaisar langsung menarik tangan dan tubuhnya, hingga kini Yasika berada dalam pelukannya.


"Aku mau makan kamu ja, boleh gak? " Bisiknya lembut.


"Kak lepasin? apaan sih, jangan gini ih..? "


Kaisar tidak mendengarkan rengekan Yasika yang meminta agar dirinya melepaskan pelukan itu. Ia masih terus saja memeluk tubuh itu dengan sangat erat. Tanpa mereka sadari di ujung sana, tepat depan pintu yang terbuka ada seseorang yang sedang menatap mereka dengan mata yang melotot sempurna.


"Kalian lagi ngapain.?? "

__ADS_1


* * *


__ADS_2