Ketika Harus Memilih

Ketika Harus Memilih
40. Sekretaris pilihan


__ADS_3

Haii.... semua??


Aku lanjut lagi deh ceritanya..


Jangan lupa dukung aku ya??


Oke, selamat membaca !!!!


* * *


Saat ini Kaisar sudah berada di ruangan kerjanya, entah apa yang sedang ia pikirkan saat ini. Kaisar duduk sambil sesekali memijit pelipisnya. Ia merasa ada yang salah dalam penglihatannya. Ia melihat sekilas sosok perempuan yang sangat ia hafal, saat berada dalam ruangan rapat itu.


Ahh..... tidak mungkin itu dia??


Tanpa sadar, kini ada orang yang sedang berdiri di hadapannya. Bayu melihat keadaan atasannya itu saat ini.


" Apa terjadi sesuatu Pak.? "


Kaisar terkejut saat mendengar suara yang tidak asing lagi di telinganya.


" Kapan lo masuk? " tanyanya datar.


" Saya baru saja masuk Pak. "


" Kenapa lo gak ketuk pintu dulu? "


Bayu mengetahui bahwa ada yang tidak beres saat ini pada atasannya, ia mengulum senyum.


" Anda saja yang tidak mendengar Pak, tadi saya sudah mengetuk pintu beberapa kali. "


Kaisar memicingkan matanya, saat mendengar apa yang di katakan oleh asistennya itu.


" Ahh___ sudahlah.!! "


Bayu tersenyum melihat tingkah aneh Bosnya itu. Kemudian ia duduk di kursi yang berhadapan dengan Kai saat ini.


" Ini berkas yang harus anda cek dan tanda tangani. " ujar Bayu sambil menyodorkan beberapa berkas yang ia bawa tadi.


" Hmm.. "


" Apa ada masalah Pak? "


" Tidak. "


" Apa perlu bantuan saya? " Lagi lagi Bayu bertanya pada bosnya itu.


" Lo... rese banget ya.? "


Bayu terkekeh mendengar ucapan Kaisar barusan. Ia sudah terbiasa jika kena semprot teman sekaligus bosnya itu.

__ADS_1


" O... ya Pak, apa anda sudah memeriksa semua berkas para pegawai kita yang baru itu? " Kata Bayu yang menunjuk tumpukan berkas yang ada di mejanya itu.


Kaisar hanya melihat ke arah berkas itu. Ia baru ingat sekarang bahwa itu adalah berkas para karyawan yang magang itu.


" Bay___ lo suruh para karyawan yang magang itu untuk menemui gue sekarang? "


" Oke, "


Bayu segera pergi keluar, ia menemui bagian HRD disana.


" Selamat siang Pak Bayu.? " Sapa Elsa, ia bertugas sebagai kepala bagian HRD disana.


" Ya, selamat siang juga. "


" Ada yang perlu saya bantu Pak.? "


" Elsa... suruh para karyawan yang magang untuk menemui pak Direktur sekarang. "


" Oh... baik Pak. "


Tidak berselang lama, akhirnya semua karyawan yang magang itu sudah berada di depan pintu masuk ruangan Direktur.


Bayu segera menghampiri mereka dan menyuruhnya untuk segera masuk semua.


" Mari, silahkan masuk? "


Akhirnya mereka semua masuk ke ruangan Direktur itu. Mereka begitu takjub saat melihat interior ruangan tersebut, mereka tidak mengira bisa melihat isi ruangan seorang Direktur perusahaan.


Yasika hanya diam, ternyata benar bahwa ia sekarang sedang berdiri di hadapan orang yang sedang ia hindari saat ini, dan sialnya lagi orang itu adalah bosnya sendiri.


" Pak, mereka sudah ada disini.? " Kata Bayu menghampiri Kaisar, dimana saat ini Kai sedang fokus memeriksa beberapa berkas yang ada di mejanya.



" Hmm... "


Dengan segera Kaisar menutup berkas itu, ia pun Mendongakkan kepalanya dan ia sudah melihat semua karyawan yang sedang magang itu sudah berada di ruangannya sekarang. Kaisar berdiri dari duduknya ia maju beberapa langkah ke depan, dan sekarang ia sedang memperhatikan semua orang yang kini ada di hadapannya.


Tidak sengaja saat ini pandangan Kaisar tertuju pada seseorang yang berada di belakang orang lain. Ia menatapnya begitu dalam, dan kini pandangan itupun bertemu dalam satu garis yang lurus.


Kaisar dan Yasika saling menatap, mata mereka bertemu, dan mereka merasakan debaran jantung mereka saat ini tidak berpungsi dengan normal. Mereka saling menatap dalam diam, mereka merasakan ada sesuatu dalam hatinya saat ini. Entah apa yang mereka rasakan saat keduanya kini bertemu dan saling menatap.


Kaisar begitu lama menatapnya, ia sedikit menyunggingkan bibirnya ke atas, ia tidak pernah mengira bahwa gadis yang ia jauhi selama ini, kini ada di hadapannya.


Berbeda dengan Yasika, yang saat ini merasa risih dengan tatapan yang begitu menusuk ke hatinya. Ia tidak mau lagi menatap mata itu, tetapi kini kenyataannya berbeda, mata yang selama ini ia hindari kini kembali menatapnya.


Sekarang mereka berdua tersadar, saat salah satu dari keduanya memalingkan wajahnya begitu saja, dan itu adalah Kaisar.


Kaisar begitu sadar, jika saat ini ia menjadi pusat perhatian semua orang yang berada di depannya sekarang. Dan sekarang ia bersikap normal seperti biasanya, dengan menunjukkan jati dirinya yang sesungguhnya.

__ADS_1


Semua orang sudah mengenal Kaisar dengan baik, ia adalah seorang Direktur perusahaan yang mempunyai sikap tegas dan disiplin.


" Baiklah, sekarang kalian sudah berada disini, apa kalian sudah tahu posisi kalian disini, dan tugas kalian disini.? " Ucap Kaisar dengan nada yang tegas.


" Sudah Pak. " Mereka menjawab serempak.


" Kalian pasti sudah tahu, aturan jika bekerja disini? Dan satu lagi, saya paling tidak suka dengan orang yang melanggar aturan saya.!! "


Dengan sangat tegas dan datar Kaisar mengatakan itu, tetapi pandangan matanya saat itu hanya tertuju untuk seseorang. Siapa lagi kalau bukan gadis yang sekarang sedang mengalihkan pandangannya.


Mereka semua menganggukkan kepalanya, mereka mendengarkan arahan yang di berikan oleh sang pemimpin perusahaan.


" Baiklah, kalau begitu selamat bekerja semuanya? dan sekarang kalian boleh keluar. " Ucap Bayu yang saat itu menjadi penutup.


" Tunggu.."


Sebelum mereka keluar dari ruangan itu, mereka menoleh kembali ke arah suara tersebut.


" Elsa... Saya membutuhkan salah satu dari mereka untuk menjadi sekretaris saya."


Elsa pun mengangguk.. " Baik Pak. "


" Biar nanti, Bayu yang urus. " sambung Kaisar kembali.


Mereka pun segera kembali ke tempat dimana seharusnya mereka bekerja.


Masih di ruangan yang sama, kini hanya ada Kaisar dan Bayu yang berada disana. Kaisar sedang memeriksa berkas seluruh karyawan magang itu, ia mengambil satu berkas dimana itu adalah milik Yasika. Ia membuka berkas itu, dan ia melihat sebuah poto berukuran kecil terpangpang di map itu.


Kamu yang meminta aku untuk pergi menjauh, tetapi kini kamu sendiri yang datang padaku.


Kaisar menyunggingkan senyuman devil nya.


" Jadi, siapa yang anda pilih untuk jadi sekretaris anda Pak? " Tanya Bayu pada bosnya itu.


Kaisar menatap Bayu yang kini ada di hadapannya, kemudian ia menyodorkan sebuah map ke tangan Bayu.


Bayu segera membuka map itu, kemudian ia tersenyum.


" Hebat sekali anda Pak, jadi wanita ini yang akan menjadi sekretaris anda.? "


* * *


Gimana, Lanjut??


Jangan lupa Tinggalkan like, komen, dan vote pake poin buat aku ya??


Terima kasih buat semuanya yang udah mampir membaca cerita aku..?


Mohon dukungannya ya.?

__ADS_1


Salam saya untuk semuanya... ❤


__ADS_2