
merasa terhina karena mendapat cairan dari bmulut Ayu,kemarahan Tigor muncul,ia menampar pipi Ayu,cap tangan berwarna merah menghiasi wajah Ayu.
"hei perempuan ja****Ng,berani2beraninya kau meludahiku hahhh!!!"sambil menekan kedua belah pipi Ayu Tigor berang.
Dicampakkannya senjata yang dipegang lalu ia menarik Ayu dengan keras,membuat Ayu hampir tersungkur.melihat kejadian itu Arif menarik tubuh temannya yang hampir kalap.
""hei,apa yang kau buat Broo?"jangan kau sakiti dia atau kita akan celaka"nasehatnya.
Tigor yang mulai sadar melepaskan tangannya dari Ayu,dengan wajah yang berwarna merah padam ia meninggalkan Ayu.
Ayu merasa sedikit lega,setidaknya ia bisa terlepas dari cengkraman tangan Tigor.
*****%%%%*******
Sudah dua hari Dinda mondar-mandir sambil memegang handphonenya,ia merasa gelisah karena teman satu kampung halamannya belum kembali juga.menurut kabar dari tempatnya bekerja Ayu sudah dua hari tidak masuk,Dinda semakin bingung harus bertanya pada siapa lagi.
sambil berpikir akhirnya ia memutuskan untuk menelpon Alyssa,ia yakin Alyssa punya sesuatu untuk menjadi bahan informasinya.
"Assalamualaikum Bu?"Dinda memberi salam pada Ibu Ayu,
"waalaikum salam nak Dinda" Suara lembut dari sebrang telpon terdengar.
""apa kabar nak?"sambungnya
"Alhamdulillah baik Bu,"jawab Dinda
"bagaimana dengan ibu,ibu sehatkan?
"Alhamdulillah sehat nak",
"ada kabar apa kok nggak biasa-biasanya telpon kesini,bukankah dua hari yang lalu nak Dinda baru nelpon kesini ya?"tanya Ibu Ayu penasaran.
""oh ya Bu nggak ada apa-apa kok,cuma pingin ngobrol sama Alyssa, Alyssa nya adakan Bu?"Dinda menyembunyikan masalahnya.
"oh iya,dia ada didalam,sebentar ibu panggilkan ya?,"
"iya bu" Dinda menunggu sebentar,ia memang tidak ingin memberi tahu tentang kehilangannya pada ibu Ayu,ia tidak ingin membuat gelisah wanita renta itu.
"halo..."suara disebrang memanggil.
"Assalamualaikum Tante Dinda",,suara seorang wanita muda terdengar.
"waalaikum salam Alyssa,,
apa kabarmu sayang...,"Dinda tersadar dari lamunannya.
"Alhamdulillah baik Tante,bagaimana kabar Tante,Tante baik-baik jugakan?"
"Alhamdulillah Alyssa.."
"syukurlah kalau begitu,"jawab Alyssa.
__ADS_1
"
"ada apa tante?kata nenek Tante ingin ngobrol dengan Alyssa,"
"oh iya Alyssa,apakah nenek ada di dekatmu?"tanya Dinda
""tidak Tante,nenek didapur sedangkan Alyssa dikamar,"
"oh,baiklah.jangan katakan apa-apa pada nenek ya tentang apa-apa yang Tante katakan padamu nanti"
"memangnya ada apa tante?,sepertinya ini sangat penting,"Alyssa penasaran layaknya seperti orang dewasa yang tertimpa masalah.
"Alyssa,sudah dua hari ini bundamu tidak pulang kerumah"Dinda mulai berbicara
"apa?" Alyssa terpekik terkejut,sambil menutup mulutnya.
"iya Alyssa,untuk itulah Tante ingin minta tolong sama kamu,"
"minta tolong apa tante?lalu bagaimana dengan keadaan bunda?apa dia baik2baik saja?"
beberapa pertanyaan tiada henti dilontarkan pada Dinda,
"Alyssa,Tante hanya ingin minta tolong,kamu menyimpan nomor pak Burhan kan?tolong kirim pada tante"
""iya Tante, Alyssa punya,akan Alyssa kirim pada tante"Alyssa langsung mengirim nomor yang dipinta tantenya.
Dinda yang mendapatkan nomor yang diperlukannya ia langsung menghubungi nomor Burhan.
"Ya Hallo,waalaikum salam,"jawabnya sambil melihat nomor baru yang tak dikenalnya.
"Apakah benar ini dengan pak Burhan?"sambung Dinda.
"ya benar,saya sendiri,kalau saya boleh tau saya berbicara dengan siapa ya?,"tanya Burhan penasaran.
"maaf mengganggu,saya Dinda pak,...."
"oh,Dinda teman Ayukan?,apa kabarnya dia sekarang,"
belum selesai Dinda berbicara Burhan langsung menyela.memang dalam beberapa hari ini ia berusaha menyibukkan diri untuk menghindari pertengkaran dengan Nayla istrinya.
walaupun selama ini pikirannya tidak lepas dari Ayu,tapi saat ini ia hanya berusaha untuk memperbaiki hubungannya dengan Nayla.
"Dinda yang merasa heran dengan antusiasnya pak Burhan tentang Ayu langsung menjawab.
"maaf pak,saya yang ingin bertanya pada bapak tentang Ayu,karena sudah dua hari ini ia tidak pulang kerumah". Dinda menjelaskannya panjang lebar.
"apa kamu bilang,Ayu sudah dua hari tidak pulang?"
"iya benar pak,sebab itu saya menghubungi bapak siapa tau bapak tau keberadaan Ayu sekarang"sambung Dinda.
"ok,baiklah saya akan kerumahmu untuk menjelaskan lebih rinci tentangkejadiannya".
__ADS_1
"baik pak,saya tunggu dirumah"Sahut Dinda sambil menutup telponnya.
selang setengah jam kemudian Burhan sudah berada dikediaman Dinda dan Ayu.Dinda menceritakan keadaan Ayu sebelum ia pergi keluar untuk pamit bekerja,namun sampai saat ini belum kembali.
Burhan yang mendengar penjelasan dari Dinda mengangguk tanda mengerti.
"kita mulai pencarian dari depan gang,"Burhan memberi arahan.
Dengan seksama ia melihat ada sebuah cctv yang berada di ruko bersebrangan dengan gang tempat terakhir kali Ayu berdiri .
Dari situ diketahui bahwa Ayu dibawa sekelompok orang dengan mobil berwarna silver.tampak dengan jelas plat nomor mobil tertera disana.
Akhirnya mereka mendapat petunjuk kalau Ayu dibawa kesebuah gudang tua yang sudah lama tidak terpakai.
dengan mengendap-endap Dinda dan Burhan menyusup ke sebuah semak belukar yang terletak disekitar gudang tersebut.
Didepannya terlihat beberapa orang tengah berjaga-jaga di sekitar pintu masuk.
Burhan yang melihat hal itu mencari cara agar bisa masuk kedalam gudang tersebut.
sementara Dinda berjaga-jaga melihat siapa tau ada peluang untuk bisa mengendap kedalam.
Akhirnya Burhan menemukan celah dimana ia bisa melihat suasana didalam gudang dengan leluasa.Dalam intaiannya ia melihat seseorang yang rasanya tidak asing lagi baginya.
"Nayla,"batinnya
"apa yang ia lakukan disini?"
"dimana Ayu?"segala pertanyaan singgah dibenaknya.karena penasaran Burhan berusaha mendobrak dinding papan yang ada dihadapannya,
"brukkk"dua buah papan rubuh seketika,semua orang yang ada didalam ruangan terkejut,namun Nayla ternyata sudah tidak ada disana.
beberapa orang laki-laki langsung menodongkan senjatanya ke arah Burhan,Burhan yang masih panik berusaha untuk melawan,namun ia kalah pada banyaknya perbandingan antara dia dan musuhnya.
dengan serta merta Burhan ditahan didalam sebuah ruangan yang pengap yang penuh debu. sementara disana sudah ada seorang perempuan yang tidak lain adalah Dinda,ia juga disekap namun dalam keadaan tidak sadarkan diri.Burhan yang melihatnya perlahan mendekati ,
"Dinda,Din,ayo bangun,"panggilnya perlahan
namun Dinda tidak bergerak juga.
Sambil berusaha melepaskan ikatan tangannya Burhan berjalan mencari cara agar bisa keluar dari ruangan itu.
samar-samar terdengar suara seorang perempuan berteriak memarahi seluruh anggotanya.
"bagaimana wanita itu bisa lepas dari sini hahh.."
"apa saja yang kalian lakukan?atau kalian ingin uang saja tapi tidak mau bekerja!!"bentaknya lagi.
"cari sampai dapat atau kalian tidak mendapatkan uang sama sekali.!!?"perintahnya.
beberapa orang yang berdiri didepannya menundukkan kepalanya merasa bersalah
__ADS_1