
Oke, kita lanjut lagi..
Jangan lupa dukung aku ya??
Happy reading Guys...!!!
* * *
Mulai hari ini, Yasika sudah resmi menjadi sekretaris pribadinya Kaisar atasannya itu. Ia terpaksa melakukan itu, karena mengingat bagaimana seorang Kaisar mengatakan sesuatu hal yang sangat membuatnya dilema. Dan mau tidak mau akhirnya ia menyetujuinya untuk menjadi sekretarisnya.
Yasika di bantu oleh Bayu, karena Kaisar yang memintanya. Bayu memberi pengarahan kepada Yasika bagaimana menjadi seorang sekretaris dan ia juga memberi tahu apa saja yang harus di kerjakan oleh seorang sekretaris. Hal itu tentu saja membuat Yasika menjadi sangat jengkel di buatnya, mengingat bagaimana beratnya menjadi seorang sekretaris.
Yasika juga harus mulai terbiasa menghadapi sikap atasannya itu, sebagai Atasan Kaisar memang sangat berbeda, Kaisar menjadi orang yang sangat tegas dan galak. Meskipun sikap sehari-harinya juga memang seperti itu. Ia mengingat kembali dimana Yasika dan Kaisar bertemu untuk yang pertama kali, Yasika melihat sosok seorang Kaisar yang dingin dan datar.
Bayu yang selalu memperhatikan sikap Yasika, ia merasa ada yang aneh di antara mereka berdua. Melihat bagaimana Kaisar dan Yasika yang sedang berdebat waktu itu. Ia merasakan curiga terhadap keduanya, sepertinya ada yang tidak Bayu ketahui tentang mereka berdua.
Sedangkan Kaisar, ia merasa senang ketika melihat Yasika begitu jengkel terhadapnya. Ia sengaja ingin membuat wanita itu selalu ada di sampingnya. Ia ingin mengetahui bagaimana sikap Yasika terhadap dirinya, berada di dekat laki-laki yang selama ini ia hindari.
Aku sudah memenuhi keinginan mu, untuk menjauhi dirimu. Tetapi kini Kamu sendiri yang datang kepadaku, jadi jangan salahkan aku, jika aku membuatmu tidak bisa jauh dariku.
" Permisi, apa saya boleh masuk Pak.?" Yasika yang saat ini tengah berada di depan pintu masuk ruangan nya Kaisar, setelah tadi ia mengetuk pintunya.
" Hmm... masuklah. "
" Maaf pak, ini berkas yang harus anda tanda tangani sekarang. "
Kaisar mengambil berkas yang di berikan oleh Yasika, ia menatap sekilas perempuan yang kini ada di hadapannya, Kaisar merasa ada yang berbeda dari penampilan Yasika saat ini. Ia merasa Yasika hari ini sangat cantik dengan penampilan seperti itu. Kemudian ia membaca dan menandatangani berkas tersebut.
" Baiklah, kalau begitu saya permisi pak. "
Yasika berjalan hendak keluar, tapi tiba-tiba ada suara yang memanggilnya lagi.
" Tunggu.. "
Yasika berbalik badan " Ya, ada apa Pak.? "
" Bisa kamu buatkan kopi untuk saya.? "
Yasika melihat sekilas isi gelas yang ada di dekatnya memang sudah kosong.
" Baiklah, tunggu sebentar Pak.! "
__ADS_1
Setelah kepergian Yasika, Kaisar menyandarkan tubuhnya pada kursi yang ia duduki saat ini. Ia mengingat bagaimana paras cantiknya Yasika.
" Cantik "
Kaisar segera menepis pikirannya itu, sebelum seseorang menerobos masuk keruangan nya.
" Sayang ... "
Sapa orang itu, lalu dengan segera ia mendekati Kaisar yang sedang duduk di kursinya itu.
" Aku merindukanmu.. " Anne langsung berhambur memeluknya.
" Ann, lepasin ini di kantor. " Sergah Kaisar yang mencoba melepaskan pelukannya.
Anne tidak mau melepaskan pelukan itu, ia tetap memeluk tubuh Kaisar dengan begitu eratnya. Ia merasakan rindu yang luar biasa, karena selama ini mereka jarang bertemu, karena kesibukan masing-masing. Apalagi Kaisar yang selalu sibuk akhir-akhir ini, maka jarang sekali ada waktu untuk mereka berdua.
Setelah cukup lama ia memeluk tubuh Kaisar, ia melepaskannya. Ia melingkarkan kedua tangannya di leher Kaisar. Anne menatap wajah Kaisar saat ini, ia tersenyum bahagia.
" Kenapa tidak mengangkat teleponku.?"
" Maaf, aku tadi tidak mendengarnya. "
" Aku, sibuk. "
" Kamu itu ya, aku kangen banget tau sama kamu?"
Dengan begitu manjanya Anne kembali memeluk tubuh Kaisar. Sehingga membuat Kaisar jadi risih dengan perlakuan tunangannya itu sekarang.
" Ann... Lepasin,? " pinta Kaisar dengan sedikit mendorong tubuh Anne.
Anne kembali melepaskan pelukan itu, ia tersenyum menatap Kaisar. Kemudian ia mendekatkan wajahnya dengan Kaisar, hingga kini jarak di antara mereka sangatlah dekat, mereka saling menatap satu sama lain, Anne kemudian mendekatkan bibirnya ke bibir Kaisar, ia ingin sekali mencium tunangannya itu. Anne dengan segera menempelkan bibirnya itu dan ...
" Maaf, Pak ini kop_____!! "
Yasika masuk begitu saja, tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Ia tidak mengetahui kalau di ruangan itu ada orang lain. Yasika sangat terkejut, ketika ia mendapatkan Kaisar tengah bermesraan dengan perempuan yang kini menjadi tunangannya. Ada sedikit rasa sakit di hatinya yang melingkupi perasaannya sekarang. Entah kenapa ia merasa kakinya sangat sulit untuk di gerakan, bahkan mulutnya pun terasa sulit untuk mengucapkan sesuatu.
Ada apa denganku??
Kenapa rasanya bisa seperti ini?
__ADS_1
Kenapa aku begitu bodoh, masuk keruangan ini tanpa mengetuk pintu terlebih dulu.
Sadar Yasika, ingat Yasika. Sekarang dia bukan siapa siapa lagi bagimu, dia orang lain bagimu, dan dia hanyalah Atasan mu.
Yasika buru-buru menepis pikirannya itu, dengan sekuat tenaga ia berusaha agar tetap tenang, meski hatinya merasakan sakit saat ini. Ia mengambil nafas dalam dan membuangnya secara perlahan. Perasaannya sekarang sudah membaik tidak seperti tadi, ia merasakan sedikit tenang sekarang.
Berbeda halnya dengan kedua pasangan yang tadi sedang bermesraan itu. Mereka bersikap seperti orang yang ketahuan sedang selingkuh. Mereka berdua menjadi salah tingkah.
Kaisar saat ini sedang menatap wajah perempuan yang kini ada di hadapannya, ia bisa melihat bagaimana raut wajah Yasika saat ini. Ada perasaan bersalah di hatinya. Tetapi sekarang ia mencoba untuk menutupi rasa itu, ia bersikap biasa lagi seolah-olah tidak terjadi apa- apa. Padahal mereka memang belum melakukan apa-apa kan?
" ___ ini kopinya saya simpan disini? " Ucap Yasika yang kini kelihatan gugup lagi.
" Hmm.. "
" Mohon maaf, saya permisi.. "
Yasika tersenyum sebelum ia keluar dari ruangan itu, ia melihat Kaisar bersikap datar seperti biasa. Hanya Anne yang membalas senyuman Yasika.
" Terima kasih ya.? " ucap Anne pada Yasika.
" Sayang... di minum kopinya? "
Itulah yang Yasika dengar, saat ia akan keluar dari ruangan itu. Yasika buru-buru menutup pintu itu, ia mengelus dadanya sebentar dan kemudian ia menjatuhkan tubuhnya di kursi kerjanya. Ia masih teringat dengan kejadian tadi, ia merasakan sedikit cemburu di hatinya. Yasika menutup wajahnya itu dengan kedua tangannya saat ini.
Ahh______ kenapa denganku???
* * *
Apa yang akan terjadi selanjutnya ya??
Akankah Kaisar dan Yasika tetap bertahan?
Kita lihat saja nanti, Oke !!!
Jangan lupa Tinggalkan Like, Komen, Share, dan Vote buat aku ya??
Terima kasih buat semua yang udah mampir untuk membaca ceritaku.
Minta dukungannya ya??
Mohon maaf juga bila ada salah dalam penulisan atau kata katanya yang berantakan.
__ADS_1
Salam saya.. ❤